Menulis jurnal yang terakreditasi tidaklah seperti menulis artikel biasa. Anda perlu memperhatikan syarat jurnal nasional terakreditasi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi Anda yang sedang proses menulis jurnal. Jurnal nasional adalah terbitan berkala ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional dan mendapat status terakreditasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau kepala LIPI dengan masa berlaku hasil akreditasi yang sesuai.
Syarat jurnal nasional terakreditasi sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah ilmuwan Indonesia adalah keberadaan terbitan berkala ilmiah yang mendapatkan pengakuan dunia. Supaya jurnal nasional dapat terakreditasi Dirjen Dikti dan daftar Akreditasi Majalah Ilmiah LIPI, berikut ini kami bagikan syaratnya.
Dilansir dari laman Ristekdikti, publikasi di jurnal ilmiah berperan penting sebagai salah satu indikator kemajuan suatu negara. Ukuran bermutu dapat diukur dari pengakuan yang diberikan oleh pihak luar yang netral dan bertanggung jawab. Dengan demikian, sangatlah wajar apabila sebuah karya ilmiah bermutu harus melewati proses penelaahan (review) yang ketat oleh mitra bestari (peer review) dan diterbitkan oleh penerbit ilmiah yang berwibawa. Akreditasi jurnal dikembangkan sebagai sarana untuk mengukur apakah suatu jurnal sudah memenuhi syarat minimum mutu penerbitan ilmiah.
Ada beberapa jenis jurnal yang dapat ditemui, diantaranya adalah Professional or Trade Journals, Popular Journals, dan Scholarly Journals. Tujuan pembuatan jurnal adalah untuk mengembangkan sebuah penelitian yang telah dituliskan serta menjadi acuan untuk para peneliti lainnya sedang melakukan kegiatan penelitian yang sejenis. Pada umumnya jurnal memiliki cakupan materi yang luas namun sangat padat, hanya terdiri dari 6 hingga 8 halaman, namun di setiap kalimatnya bernilai ilmu pengetahuan. Sebagai syarat jurnal nasional terakreditasi, kita juga perlu memperhatikan cara penulisan sebagai berikut.
Syarat jurnal nasional terakreditasi pasti memiliki kalimat langsung pada poin-poinnya atau “Straight to the point”. Permasalahan yang sering terjadi adalah kebanyakan penulis di Indonesia cenderung berbelit-belit dalam menyampaikan sebuah ide. Dalam penulisan sebuah paragraf, paragraf yang bagus memiliki 1 ide pokok yang lebih baik diletakkan di kalimat pertama kemudian diikuti penjelasan 3-5 kalimat (deduksi). Untuk menghindari hal ini, penulis disarankan untuk membuat kerangka penulisan (outline) untuk menghindari menulis ide dengan berbelit-belit.
Syarat jurnal nasional terakreditasi adalah dalam jurnal tidak melakukan pengulangan kalimat berlebihan. Pengulangan berlebih akan membuat jurnal menjadi tidak efektif. Biasanya pengulangan kalimat berlebih disebabkan karena penulis sudah kehabisan bahan.
Menulis jurnal bukan soal banyak atau sedikitnya tulisan. Namun seberapa akurat dan berpengaruhnya informasi yang kita tulis. Berkaitan dengan penelitian maka kevalidan data menjadi poin pentingnya. Kevalidan ini bisa dilihat dari metode yang digunakan, cara pengambilan data, pengolahan data serta hasil dari penelitian. Jangan sampai proses penelitian mencerminkan penelitian yang salah sehingga hasilnya pun akan salah.
(Novia Intan)
Akademisi (dosen dan mahasiswa) yang menyusun karya tulis ilmiah (KTI), tentunya perlu paham betul cara…
Times Higher Education World University Rankings 2027 (THE WUR 2027) resmi dirilis. Dalam daftar pemeringkatan…
Buku monograf menjadi jenis buku ilmiah yang tidak hanya wajib ditulis oleh dosen di Indonesia.…
Ebook ajar untuk blended learning menjadi salah satu bahan ajar yang ideal digunakan. Sebab, bisa…
Keterampilan dosen dalam menulis buku ilmiah, tentunya tidak hanya perlu dikembangkan secara mandiri. Namun juga…
Jika diperhatikan, nyaris semua penerbit menyediakan panduan kirim naskah buku ke penerbit yang bersangkutan. Hal…