Kolaborasi perguruan tinggi dengan berbagai pihak eksternal (dunia industri, pemerintah, dan masyarakat) merupakan hal penting. Namun, tentunya perguruan tinggi tidak bisa asal dalam menentukan mitra kolaborasi.
Perguruan tinggi memerlukan mitra strategi lembaga pendidikan tinggi. Sehingga kolaborasi yang terjalin bisa mendukung optimasi kinerja tri dharma. Lalu, mitra kolaborasi seperti apa yang memenuhi kriteria tersebut? Berikut informasinya.
Mengapa Lembaga Pendidikan Tinggi Membutuhkan Mitra Penerbit yang Tepat?
Dalam penerbitan Siaran Pers Nomor: 196/Sipers/IV/2026, Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan pihak eksternal. Baik itu dengan dunia industri, pemerintahan, maupun dengan masyarakat (misalnya organisasi masyarakat, kelompok masyarakat, dll).
Pada tahun sebelumnya, melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Perguruan tinggi di Indonesia juga sudah didorong untuk aktif berkolaborasi. Sehingga bisa meningkatkan mutu proses dan hasil kinerja tri dharma.
Jadi, perguruan tinggi pun memerlukan mitra strategi lembaga pendidikan tinggi untuk mengikuti regulasi pemerintah melalui Kemdiktisaintek tersebut. Kolaborasi ini, tentunya juga akan memberi manfaat kompleks bagi perguruan tinggi dan civitas akademik yang dinaungi.
Misalnya, dosen bisa terbantu dalam melaksanakan kegiatan tri dharma. Baik mengakses hibah, kolaborasi dalam penelitian, sampai kemudahan dalam mengurus publikasi ilmiah. Mahasiswa pun bisa mengakses lebih banyak kegiatan akademik untuk menguatkan ilmu pengetahuan, wawasan, serta keterampilan praktis (kompetensi).
Kriteria Mitra Penerbit yang Dicari oleh Lembaga Pendidikan Tinggi
Salah satu kategori mitra strategi lembaga pendidikan tinggi adalah penerbit. Perusahaan penerbitan menjadi calon mitra yang ideal. Sebab kinerja tri dharma perguruan tinggi tidak terlepas dari publikasi ilmiah. Termasuk juga menerbitkan buku ilmiah yang ditulis oleh para dosen. Baik itu buku ajar, monograf, referensi, dan bunga rampai (book chapter).
Hanya saja, bermitra atau berkolaborasi dengan penerbit harus teliti. Sebab tidak semua penerbit memenuhi kriteria untuk diajak berkolaborasi. Lalu, apa saja kriteria penerbit yang masuk dalam kategori mitra strategi lembaga pendidikan tinggi? Berikut beberapa diantaranya:
1. Penerbit yang Rutin Menerbitkan Buku Ilmiah
Penerbit yang menjadi mitra strategis, tentunya perlu memiliki pengalaman dalam menerbitkan buku ilmiah. Sebab buku yang disusun dosen dan diterbitkan masuk dalam kategori buku ilmiah.
Selain harus terbit, juga harus memenuhi standar Ditjen Dikti. Tanpa pengalaman, penerbit bisa melakukan kesalahan. Sehingga kurang ideal dijadikan mitra strategis lembaga pendidikan tinggi.
Jadi, LLDikti Wilayah di Indonesia perlu memastikan penerbit yang diajak bermitra memiliki pengalaman yang cukup. Sehingga bisa membantu menerbitkan buku ilmiah karya dosen di PTS dalam cakupan wilayah kerjanya agar memenuhi standar Ditjen Dikti dan diakui.
2. Penerbit Resmi Anggota IKAPI
LLDikti Wilayah tentunya harus memilih penerbit resmi untuk dijadikan mitra strategis. Sebab jiak penerbit tersebut abal-abal, maka akan ikut mencoreng reputasi LLDikti dan seluruh PTS di wilayah kerjanya.
Jadi, penting untuk memprioritaskan penerbit yang berpengalaman menerbitkan buku ilmiah serta penerbit resmi. Salah satu ciri khas penerbit resmi adalah anggota IKAPI. Sebab IKAPI tidak memiliki anggota dari penerbit abal-abal.
3. Proses Penerbitan Melalui Tahap Editorial
Kriteria berikutnya, penerbit tersebut menjalankan proses editorial saat melayani penerbitan buku ilmiah. Sehingga naskah yang diterima editor, akan diperiksa kelayakannya untuk terbit. Tidak langsung diterima dan naik ke proses produksi.
Tahap editorial akan lebih mumpuni jika diikuti proses peer review oleh pakar di bidangnya. Sehingga secara substansi naskah buku tersebut juga lebih terjamin kredibel. Jika penerbit menerapkan prosedur seperti ini, maka tentunya menjadi mitra yang tepat.
4. Penerbit dengan Jaringan yang Luas
Buku ilmiah karya dosen, wajib terbit secara nasional. Sehingga wajib ber-ISBN agar bisa didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Baik melalui toko buku online maupun offline.
Maka penerbit mitra LLDikti idealnya harus memiliki jaringan pemasaran dan distribusi luas. Misalnya sudah bermitra dengan toko buku besar, berbagai toko buku online, memiliki jaringan reseller, dan sebagainya.
5. Penerbit yang Membuka Peluang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Kriteria lainnya, tentu saja penerbit tersebut terbuka pada kolaborasi dengan perguruan tinggi sampai LLDikti di berbagai wilayah kerja di Indonesia. Jika penerbit tidak membuka peluang kolaborasi, maka tentunya akan lebih sulit terjalin kemitraan.
Jadi, perguruan tinggi dan LLDikti harus memastikan penerbit tersebut memang membuka peluang kemitraan. Misalnya Penerbit Deepublish melalui program Kerjasama Institusional.
Baca juga: Kerjasama Institusional: Pengertian, Manfaat, Ruang Lingkup, dan Prosedurnya
Deepublish Bukan Sekadar Penerbit Buku Akademik
Penerbit Deepublish menjadi salah satu mitra strategis lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Sebab tidak hanya fokus melayani proses penerbitan buku yang disusun pakar di bidangnya, sehingga berkualitas sekaligus kredibel.
Penerbit Deepublish juga memiliki komitmen untuk meningkatkan literasi nasional. Melalui upaya penerbitan lebih banyak buku dan distribusi luas secara nasional ke seluruh wilayah Indonesia.
Melalui komitmen tersebut, Penerbit Deepublish tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Tetap butuh mitra yang juga memiliki visi dan misi yang sama. Menyediakan bacaan berkualitas dan kredibel serta mudah diakses masyarakat di Indonesia.
Penerbit Deepublish kemudian membuka program Kerjasama Institusional sebagai bentuk pelaksanaan komitmen tersebut. Kerjasama ini, diharapkan mampu mendorong dosen di berbagai perguruan tinggi lebih produktif menulis buku berkualitas.
Sehingga bisa diterbitkan secara rutin oleh Penerbit Deepublish dan didistribusikan secara luas ke seluruh wilayah Indonesia. Harapannya di masa mendatang, ketersediaan bacaan lebih banyak dan mudah diakses masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, literasi nasional juga terus berkembang dan semakin membaik.
Penerbit Deepublish juga memenuhi kriteria menjadi mitra strategi lembaga pendidikan tinggi karena memahami kebutuhan akademik kampus. Sehingga bukan hanya kebutuhan teknis penerbitan buku.
Perguruan tinggi tentunya membutuhkan penerbit yang memahami standar penerbitan buku ilmiah. Sehingga seluruh buku tersebut bisa masuk BKD serta menjadi bagian dari kinerja tri dharma perguruan tinggi itu sendiri.
Penerbit Deepublish sejak awal berkomitmen menerbitkan buku-buku ilmiah berkualitas. Seluruh terbitannya menyesuaikan standar Ditjen Dikti. Sehingga buku karya dosen yang dibantu penerbitannya dijamin diakui Ditjen Dikti.
Baca juga: 11 Strategi Branding Kampus Secara Efektif dan Optimal
Kerjasama Resmi Deepublish dengan dan LLDIKTI Wilayah V

Penerbit Deepublish melalui program Kerjasama Institusional telah berhasil menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Termasuk berkolaborasi dengan LLDikti Wilayah V pada awal April 2026 lalu.
Kerjasama ini secara resmi diumumkan dalam kegiatan seminar kolaborasi bersama LLDIKTI Wilayah V bertajuk “Strategi Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen melalui Publikasi Buku dan Jurnal bagi Dosen PTS di Lingkungan LLDIKTI Wilayah V dalam Rangka Peningkatan Kerja Sama Perguruan Tinggi Tahun 2026”.
Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 200 perguruan tinggi di Indonesia menjalin kolaborasi dengan Penerbit Deepublish. Melalui kolaborasi bersama LLDikti Wilayah V, maka tentunya akan ada lebih banyak PTS yang berkolaborasi.
Bagi perguruan tinggi yang berencana berkolaborasi dengan Penerbit Deepublish untuk optimasi kinerja tri dharma dan penguatan riset. Maka bisa mengakses program Kerjasama Institusional melalui tautan berikut https://penerbitdeepublish.com/features/kerjasama-institusional/.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Perguruan tinggi membutuhkan mitra strategis agar kolaborasi dengan pihak eksternal dapat mendukung optimasi kinerja tri dharma, sesuai dorongan Kemdiktisaintek melalui kebijakan kolaborasi dan MBKM.
Penerbit yang ideal harus rutin menerbitkan buku ilmiah, resmi menjadi anggota IKAPI, menjalankan proses editorial, memiliki jaringan distribusi luas, dan membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Karena Deepublish memahami standar penerbitan buku ilmiah yang relevan dengan kebutuhan BKD dan tri dharma, sehingga karya dosen dapat diakui secara akademik.
Deepublish telah menjalin kerja sama resmi dengan LLDIKTI Wilayah V pada April 2026 dan sudah bermitra dengan lebih dari 200 perguruan tinggi di Indonesia.
Referensi:
- Nisa, K. (2026). Penerbit Deepublish dan LLDIKTI Wilayah V Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen. Diakses pada 7 Mei 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/press-release/penerbit-deepublish-dan-lldikti-wilayah-v-perkuat-kolaborasi-untuk-dukung-kenaikan-jabatan-fungsional-dosen/
- Diskusi Riset dan Inovasi Perkuat Ekosistem Akademik UB. (2026). Prasetya Online Universitas Brawijaya. Diakses pada 7 Mei 2026 dari https://prasetya.ub.ac.id/diskusi-riset-dan-inovasi-perkuat-ekosistem-akademik-ub/
- Siaran Pers Nomor: 196/Sipers/IV/2026 Transformasi Program Studi Didorong Secara Komprehensif dan Berkelanjutan. LLDikti Wilayah X. Diakses pada 7 Mei 2026 dari https://lldikti10.kemdiktisaintek.go.id/detail/transformasi-program-studi-didorong-secara-komprehensif-dan-berkelanjutan








