Penerbit deepublish menjalin kerjasama dengan STKIP Muhammadiyah Bogor dalam menggelar webinar bertahun Penulisan Buku Ajar. Webinar ini diselenggarakan pada Senin, 25 April 2022 melalui aplikasi Zoom. 

Lewat webinar ini diharapkan setiap dosen di seluruh perguruan tinggi, khususnya dosen di STKIP Muhammadiyah Bogor mendapatkan kemudahan dalam menyusun buku ajar. Sebab menulis dan menerbitkan buku ajar termasuk pelaksanaan Tri Dharma oleh para dosen. 

Sayangnya, jumlah buku ajar yang terbit masih sedikit dan ada banyak faktor yang menjadi pemicunya. Salah satunya adalah kesulitan dalam menulis buku ajar yang baik dan benar. 

Sehingga penerbit deepublish menggelar webinar ini dengan menghadirkan Dr. Miguna Astuti, S.Si., M.M., MOS., CPM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN Veteran Jakarta)  Sebagai narasumber utama. Berikut rangkumannya. 

Webinar Penulisan Buku Ajar 

Penerbit deepublish secara resmi menjalin kerjasama dengan STKIP Muhammadiyah Bogor. Kerjasama ini kemudian ditunjukan dengan diselenggarakannya webinar bertajuk Penulisan Buku Ajar pada Senin, 25 April 2022. 

Webinar ini sendiri menghadirkan narasumber utama Dr. Miguna Astuti, S.Si., M.M., MOS., CPM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN Veteran Jakarta). Kemudian juga menghadirkan Rhidwan Burhanudin, S.Ikom. (Konsultan Penerbit Deepublish). 

Tujuan dari penyelenggaraan webinar ini adalah untuk mendorong rekan dosen di STKIP Muhammadiyah Bogor untuk semakin produktif menulis buku ajar. Sekaligus memberi pemahaman tentang bagaimana menulis buku ajar dengan baik dan benar. 

Webinar berjalan dengan lancar melalui aplikasi Zoom yang dimulai dari pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB. Webinar dibuka oleh Dr. H. Edy Sukardy, M.Pd. selaku Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor. 

Macam Publikasi dan Kenapa Harus Melakukannya 

Materi utama webinar Penulisan Buku Ajar disampaikan oleh Ibu Miguna Astuti sebagai narasumber utama. Pada penyampaian materi, beliau menjelaskan bahwa dosen dalam Tri Dharma memiliki kewajiban menulis dan melakukan publikasi. 

Publikasi di kalangan dosen bisa dalam bentuk buku maupun non buku. Adapun yang termasuk non buku adalah seperti film, video, artikel, maupun paper. Terkait publikasi buku, dosen juga memiliki sejumlah pilihan. 

Sebab publikasi dalam bentuk buku memiliki beragam jenis. Sebut saja seperti diktat, modul, buku ajar, buku referensi, monograf, dan book chapter. Meskipun dosen sudah sibuk tetap harus meluangkan waktu untuk menulis dan menerbitkan salah satu atau beberapa buku tersebut. 

Ada banyak hal yang membuat proses menulis dan melakukan publikasi perlu dilakukan oleh dosen. Sehingga tidak cukup hanya menulis buku ajar dan kemudian digunakan untuk internal perguruan tinggi tempatnya mengajar. 

Publikasi perlu dilakukan secara luas, alasannya antara lain: 

  • Membantu dosen untuk mengembangkan dan menginovasi diri sendiri. 
  • Membantu dosen selaku akademisi untuk bisa melakukan personal branding dan juga membranding institusi tempat dosen tersebut mengabdi. 
  • Menjadi media untuk memvalidasi kepakaran dosen di suatu bidang keilmuan. 
  • Bentuk kontribusi seorang dosen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang keilmuan yang ditekuni. 
  • Menjadi sumber pemasukan tambahan, yang meski secara nominal kecil namun nilainya sangat lumayan. Bisa jadi royalti dari penerbitan buku, seorang dosen bisa menggunakannya untuk membiayai kegiatan prosiding maupun menerbitkan buku baru. 
  • Mempublikasikan buku menjadi kewajiban khusus yang dibebankan kepada dosen, sehingga menerbitkan buku artinya dosen sudah memenuhi kewajiban profesinya. 

Pengertian Buku Ajar 

Diantara berbagai jenis buku yang bisa ditulis dan dipublikasikan dosen, salah satunya adalah buku ajar. Dr Miguna menjelaskan mengenai sejumlah ciri-ciri dari buku ajar, yaitu: 

  1. Hasil penelitian / hasil pemikiran / kajian bidang tertentu
  2. Digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas (buku pegangan untuk suatu mata kuliah),
  3. Ditulis dan disusun menggunakan landasan pola belajar terstruktur dan fleksibel oleh pakar terkait,
  4. Menjelaskan tujuan pembelajaran secara instruksional
  5. Memenuhi kaidah buku teks (fokus pada cabang ilmu tertentu),
  6. Diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan
  7. Pada KEP DIRJEN DIKTI TENTANG PO BKD 2021 Masuk pada Bidang PENDIDIKAN dengan Nilai SKS = 5

Dalam menulis buku ajar yang baik dan benar, dosen perlu memahami ciri-ciri buku ajar. Sekaligus perlu memahami spesifikasi umum dari buku ajar karena nantinya perlu diterbitkan secara resmi. Spesifikasi umum tersebut antara lain: 

  1. Diketik dengan font Times New Roman 12,
  2. Memiliki ISBN dan disebarluaskan
  3. Tidak kurang dari 200 halaman (khusus konten)
  4. Ukuran kertas A4
  5. Jarak 1,5 spasi
  6. Diterbitkan oleh badan ilmiah/organisasi/PT
  7. Tidak menyimpang dari peraturan dan kode etik penulisan ilmiah yang berlaku

Dr. Miguna juga menjelaskan bagian-bagian dari buku ajar karena penting untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang ada. Sebab buku ajar termasuk buku ilmiah yang tentu terikat secara gaya bahasa maupun struktural. Adapun bagian-bagian buku ajar adalah: 

1. Bagian Luar Buku 

Bagian luar buku ajar terdiri dari 3 bagian utama, berikut detailnya: 

  • Cover depan yang mencakup judul utama, sub judul, nama penulis, dan nama penerbit jika buku ajar diterbitkan. 
  • Punggung buku yang berisi judul utama, nama penulis, dan juga nama penerbit. 
  • Cover belakang yang mencantumkan judul utama, sub judul, nama dan tentang penulis, sinopsis, nama dan alamat penerbit, nomor ISBN, dan informasi mengenai tingkatan buku ajar yang menjadi alasan penulisannya. 

2. Bagian Dalam Buku 

Bagian kedua dari buku ajar adalah bagian dalam buku yang juga terbagi menjadi 3 bagian. Yaitu: 

  • Preliminaries, terdiri dari beberapa halaman. Dimulai dari Halaman Perancis, Judul Utama, Halaman Hak Cipta, Halaman Persembahan, Halaman Ucapan Terima kasih, Halaman Kata Sambutan, Halaman Kata Pengantar, Halaman Prakata, Daftar isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar singkatan, dan juga Halaman Pendahuluan. 
  • Isi utama, bagian utama atau isi juga terdiri dari beberapa pokok pembahasan. Dimulai dari Bab dan Judul Bab, Deskripsi singkat bab (di masing-masing bab), Relevansi, Capaian Pembelajaran, Isi materi (sesuai RPS), Rancangan pembelajaran mandiri, Rangkuman materi, Daftar Pustaka, Kunci Jawaban, sampai Umpan balik dan Tindak Lanjut. 
  • Postliminaries, terakhir adalah bagian postliminaries. Terdiri dari lampiran, epilog, daftar istilah, halaman indeks, dan juga biografi penulis secara singkat. 

Selain memahami apa saja isi di dalam naskah buku ajar, dosen juga perlu memahami bagaimana menulis buku ajar secara produktif. Dr. Miguna menjelaskan bahwa menulis buku ajar bisa diambil dari penelitian yang dilakukan dosen. 

Satu topik penelitian bisa dikembangkan menjadi beberapa judul buku ajar. Selain itu, dosen juga bisa mengambil topik dari artikel ilmiah yang pernah disusun. Sehingga dalam waktu singkat dosen memiliki banyak topik menarik untuk dikembangkan menjadi buku ajar. 

Tidak terlupa, Dr. Miguna juga berbagi tips agar naskah buku ajar diterbitkan ke penerbit yang memiliki website sendiri. Sehingga link buku ajar yang sudah diterbitkan kemudian bisa dilaporkan untuk mendapatkan poin angka kredit dan memenuhi BKD per semester. 

Artikel Terkait:

Pedoman Penulisan Buku Ajar bagi Dosen

Pedoman Penulisan Buku Monograf Bagi Para Dosen

Pedoman Penulisan Buku Referensi Bagi Para Dosen

Pedoman Penulisan Modul Bagi Para Dosen