Catatan kaki sering Anda jumpai dalam membaca sebuah buku, tulisan, makalah, skripsi atau karangan ilmiah lainnya.Sebelum melanjutkan menulis buku, Yuk kenali lebih dalam tentang catatan kaki.

Salah satu elemen penting dalam menulis buku ilmiah adalah catatan kaki atau biasa disebut footnote. Footnote atau catatan kaki ini merupakan catatan yang menyebutkan sumber dari suatu kutipan. P

Ketentuan Kutipan pada Catatan Kaki (footnote)

Sewaktu menulis buku perlu memperhatikan ketentuan penulisan sumber pustaka yang diwujudkan dalam bentuk kutipan dan catatan kaki (footnote) yaitu sebagai berikut:

download ebook gratis

Setiap kutipan baik kutipan langsung maupun kutipan yang tidak langsung harus diberi nomor pada akhir kutipan dengan angka arab yang diketik setengah spasi di atas garis ketikan teks naskah. Nomor kutipan harus berurut sampai akhir bab.

Kutipan atas pendapat yang bersumber pada tulisan orang lain yang dirujuk dalam naskah essay harus disebutkan sumbernya dengan menggunakan catatan kaki (footnote).

Catatan kaki ini menunjukkan dan menginformasikan sumber kutipan. Catatan kaki dapat digunakan pula untuk memberikan komentar mengenai sesuatu yang dikemukakan di dalam teks.

Penulisan catatan kaki dilakukan dengan mencantumkan nama, tahun terbit, judul buku, nama penerbit, kota, dan halamannya. Jika nama pengarang terdiri dari 2 (dua) orang, maka keduanya harus dicantumkan dalam catatan kaki.

Jika nama pengarang terdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih, maka cukup nama akhir dari pengarang pertama yang ditulis dan di belakangnya ditulis “et all” (artinya dengan orang lain) bagi tulisan dan penulis dari luar Indonesia atau menggunakan “dkk.” (dan kawan-kawan) jika tulisan atau penulis dari Indonesia, tetapi dalam daftar pustaka harus dicantumkan semua nama pengarangnya. Judul buku dalam catatan kaki harus diketik dengan cetak miring. Penulisan halaman disingkat dengan “hlm”.

Dalam catatan kaki yang biasa Anda lihat dalam buku-buku, naskah, ataupun karya ilmiah banyak terdapat singkatan-singkatan yang membuat bingung maksud dari singkatan itu.

Karena hampir semua singkatan itu menggunakan bahasa latin yang hampir semua orang tidak paham maksudnya; berikut singkatan-singkatan yang sering digunakan dalam menulis buku atau naskah:

Ibid merupakan singkatan dari ibidem yang artinya dalam halaman yang sama. Ibid digunakan dalam catatan kaki apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dan belum disela oleh sumber lain.

Op.cit. merupakan singkatan dari opera citato yang artinya dalam keterangan yang telah disebut. Op.cit digunakan dalam catatan kaki untuk menunjuk kepada sumber yang sudah disebut sebelumnya secara lengkap, tetapi telah disela dengan sumber lain dan halamannya berbeda.

Loc.cit. merupakan singkatan dari loco citato yang artinya pada tempat yang sama telah disebut. Loc.cit. digunakan dalam catatan kaki apabila hendak menunjukkan kepada halaman yang sama dari sumber yang sama yang sudah disebut terakhir, tetapi telah disela oleh sumber lain.

Penggunaan ibid tidak perlu menuliskan nama pengarangnya karena penggunaan ibid tersebut hanya dilakukan ketika sumber yang telah dikutip belum disela dengan sumber lainnya. Sebaliknya, penggunaan op.cit. dan loc.cit. tetap harus menuliskan nama pengarangnya yang diikuti dengan tulisan op.cit. atau loc.cit.

[Aditya Kusuma]