Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Media Pembelajaran Digital dan Manfaatnya

media pembelajaran digital

Mendukung kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien, maka digunakan berbagai jenis media pembelajaran digital. Memasuki era digital, media yang digunakan untuk menunjang pembelajaran juga mulai berbasis digital tersebut. 

Sehingga mendorong keterlibatan teknologi dan penggunaan perangkat elektronik dengan teknologi terkini dalam pembelajaran. Dalam prosesnya, setiap peserta didik akan belajar lebih banyak hal, baik itu hard skill maupun soft skill. Lalu, apa saja jenis dari media pembelajaran berbasis digital? 

Mengenal Media Pembelajaran Digital

Dikutip melalui Buku Media Pembelajaran Berbasis Digital yang ditulis oleh Hendra, dkk (2023), media memiliki definisi sebagai perantara atau medium, yang mencerminkan alat (sarana) untuk menyampaikan proses mengajar, baik itu secara digital maupun non digital.

Media ini kemudian digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran sendiri merupakan suatu proses untuk mencapai perubahan mental dan fisik sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan. 

Proses belajar dan mengajar kemudian umum terjadi di dunia pendidikan, baik di jenjang sekolah maupun perguruan tinggi. Dalam proses tersebut, seorang pendidik membutuhkan media untuk menunjang kegiatannya mengajar. 

Tujuannya agar bisa menyampaikan materi secara jelas dan runtut agar mudah dipahami oleh seluruh peserta didik. Sebaliknya, peserta didik juga membutuhkan media pembelajaran agar lebih mudah memahami penjelasan pendidik mereka. 

Dalam prosesnya, media pembelajaran terus berkembang dari yang awalnya hanya mengandalkan memori atau daya ingat otak menjadi media yang dicetak dalam kertas seperti buku, modul, dan sebagainya. 

Lalu, perkembangan ini tidak berhenti. Ketika internet berkembang sejak tahun 1990-an dan teknologi perangkat mobile mulai dikenal di tahun 2000-an. Media pembelajaran ikut berkembang dan terpengaruh oleh perkembangan tersebut, yakni menjadi media pembelajaran digital. 

Jadi, media pembelajaran digital adalah perantara atau medium, yang mencerminkan alat (sarana) untuk menyampaikan proses mengajar dalam bentuk digital. Baik itu media visual, audio seperti podcast, dan lain sebagainya yang tidak memiliki fisik melainkan bersifat elektronik. 

Macam-Macam Media Pembelajaran Digital

Memahami bahwa media pembelajaran digital memanfaatkan teknologi terkini, maka dipastikan akan terus berkembang. Sejauh ini, ada beberapa bentuk media pembelajaran berbasis digital yang umum digunakan di dunia pendidikan, yaitu: 

1. Multimedia Interaktif

Jenis media digital yang pertama untuk menunjang pembelajaran adalah multimedia interaktif. Multimedia memiliki definisi sebagai sebuah kombinasi berbagai media seperti teks, gambar, suara, animasi, video dan lain-lain secara terpadu dan sinergis dengan menggunakan perangkat elektronik. 

Multimedia interaktif ini yang paling sering digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Contohnya pun yang paling banyak diakses masyarakat era sekarang. 

Misalnya situs website pembelajaran, aplikasi pembelajaran, game pembelajaran, aplikasi konferensi seperti Zoom dan Google Meet, dan sebagainya. Gabungan antara teks, gambar, suara, animasi, dan video membuatnya dipandang menarik dan sukses meraih antusias peserta didik. 

2. Digital Video dan Animasi

Menurut Sudiarta & Sandra (2016), video animasi adalah serangkaian gambar bergerak yang disertai suara yang membentuk suatu kesatuan dikemas secara menarik yang dimana terdapat beragam informasi agar tujuan pembelajaran tercapai. 

Menurut Ayuningsih (2017), penggunaan video animasi terbilang efektif karena memberi banyak manfaat dalam pembelajaran, diantaranya: 

  • Menarik perhatian dan fokus siswa, 
  • Memperindah tampilan dalam proses belajar mengajar, 
  • Mempermudah susunan pembelajaran, 
  • Mempermudah pemahaman siswa, dan 
  • Dapat menjelaskan materi yang dianggap sulit. 

Video animasi juga memiliki berbagai tipe yang bisa dibuat sesuai kebutuhan, diantaranya: 

  1. Microvideo: Video instruksional pendek yang fokus pada pengajaran satu topik sempit. 
  2. Tutorial: Video dengan metode instruksional untuk mengajarkan proses atau berjalan melalui langkah- langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
  3. Training Video: Video pelatihan dirancang untuk meningkatkan keterampilan tertentu. 
  4. Screencast: Sebuah video yang terutama terdiri dari rekaman layar yang dirancang untuk mengajarkan seseorang untuk melakukan tugas atau berbagi pengetahuan. 
  5. Presentation & Lecture: Sebuah rekaman ceramah atau presentasi untuk dipelajari audiens.
  6. Animasi: Video animasi bisa terdiri dari full animasi digital yang dikemas menjadi video, atau video riil ditambah dengan animasi.

3. Podcast 

Podcast merupakan episode program yang tersedia di Internet. Secara umum, podcast berbentuk rekaman audio atau rekaman suara yang dibagikan pembuatnya secara online di internet. Sehingga, podcast juga bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran. 

Podcast menjadi cukup sering digunakan untuk menunjang pembelajaran karena aksesnya mudah dan praktis. Selain itu, ada banyak platform yang menyediakan podcast pembelajaran, dan mayoritas bersifat gratis. 

4. Augmented Reality (AR)

Augmented Reality (AR) merupakan sebuah teknologi yang mampu menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan yang nyata kemudian memunculkannya atau memproyeksikannya secara real time. 

Sebagai media pembelajaran digital, teknologi AR membantu peserta didik mengalami sendiri suatu hal yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Sehingga, media pembelajaran ini lebih berkesan dan ideal untuk materi yang bersifat praktek. 

5. Virtual Reality (VR)

Sementara untuk Virtual Reality (VR) adalah perpaduan dari pemrosesan gambar digital, grafik komputer, teknologi multimedia, sensor dan teknologi pengukuran, kecerdasan virtual dan buatan dan disiplin lainnya. 

6. Game Based Learning

Jenis terakhir dari media pembelajaran digital adalah game based learning. Game based learning (pembelajaran berbasis permainan) yaitu metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi permainan atau game yang telah dirancang khusus untuk membantu proses belajar dan membantu meningkatkan hasil pembelajaran. 

Sesuai dengan namanya, proses media ini akan berbentuk sebuah game atau permainan digital. Bisa offline maupun online, sehingga konsepnya seperti bermain game yang diinstal ke smartphone melalui Play Store atau App Store.

Permainan ini akan memberi simulasi atau praktek secara langsung, hanya saja secara digital. Sehingga, game based learning bisa membantu meningkatkan pemahaman peserta didik pada suatu materi pembelajaran.  

Manfaat Media Digital dalam Pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran digital lantas menjadi semakin umum. Apalagi di Indonesia sendiri, penerapan kegiatan pembelajaran dilakukan secara hybrid. Sehingga ada campuran atau kombinasi antara pembelajaran daring dan luring. 

Penggunaan yang semakin luas tidak terlepas dari berbagai manfaat yang diberikan media digital tersebut, diantaranya: 

1. Mudah Diakses dan Fleksibel 

Manfaat pertama dari penggunaan media digital untuk pembelajaran adalah memberi kemudahan akses dan fleksibilitas. Disebut memberi kemudahan akses karena media-media ini bisa didapatkan secara online dari berbagai media. 

Selain itu juga bisa dilakukan pencarian sampai pengunduhan di berbagai perangkat elektronik. Mulai dari smartphone, kemudian tablet, sampai komputer entah PC dan laptop. Sehingga mudah sekali untuk didapatkan dan digunakan. 

Sedangkan disebut fleksibel, karena dengan kemudahan akses tersebut maka media pembelajaran menjadi bisa dibaca dan dimanfaatkan kapan saja serta dimana saja. Baik selama kegiatan pembelajaran dengan dampingan pendidik maupun belajar secara mandiri. 

2. Interaktif dan Visual 

Manfaat kedua adalah media pembelajaran digital mampu memberi pengalaman interaktif dan visual dalam proses pembelajaran. Sebab media tersebut akan menggunakan gambar, animasi, audio, dan video. 

Hal ini akan menjadikan media pembelajaran tampak menarik, dan menggugah keinginan peserta didik untuk membaca atau mempelajarinya dengan serius. Jika hal ini rutin dilakukan maka kualitas hasil pembelajaran bisa lebih optimal. 

Apalagi jika peserta didik cenderung mudah bosan ketika berhadapan dengan metode pembelajaran yang tidak berubah dalam jangka panjang. Mengandalkan ebook saja tentu tidak maksimal, maka perlu digabungkan dengan bentuk media digital lainnya. 

3. Personalisasi Pembelajaran 

Manfaat ketiga dari penggunaan media pembelajaran digital adalah bisa dipersonalisasi. Artinya, isi konten dan unsur lain dari media pembelajaran tersebut bisa dibuat sesuai kebutuhan dan keinginan. Biasanya disesuaikan kebutuhan. 

Misalnya, guru dalam membuat flipbook biasanya akan berisi penjelasan yang sengaja dibuat singkat agar mudah dipahami siswa didikannya. Jika berbentuk video, maka durasi dibuat pendek dan tidak terlalu cepat agar mudah dipahami. 

4. Umpan Balik Secara Instan 

Manfaat berikutnya adalah dari fasilitas umpan balik yang sifatnya instan. Pada beberapa jenis media pembelajaran digital, memang mendukung dilakukan proses umpan balik. 

Misalnya dari video game atau simulasi, dimana hasil tes akan langsung diketahui sehingga pendidik bisa memberikan evaluasi langsung. Contoh lain, pada video konferensi misalnya di aplikasi Zoom. 

Pada saat peserta didik kesulitan paham dari sekedar membaca modul, maka video konferensi membentuk interaksi dengan pendidik. Sehingga bisa mengajukan pertanyaan dan dijawab langsung lewat aplikasi Zoom tersebut. 

5. Meningkatkan Keterlibatan Peserta Didik 

Media pembelajaran digital juga bermanfaat untuk mendorong keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat terjadi karena antusias mereka meningkat lewat media pembelajaran yang interaktif. 

Selain itu, beberapa jenis media pembelajaran juga menyediakan fasilitas untuk komunikasi langsung. Seperti penjelasan di poin sebelumnya, baik itu game online maupun video konferensi via Zoom maupun Google Meet. 

Harapannya dengan peningkatan interaksi meski tidak bertatap muka langsung, bisa meningkatkan efektivitas pembelajaran. Materi bisa dipahami dan diterapkan serta dimanfaatkan oleh peserta didik di masa mendatang. 

6. Efisiensi dari Segi Biaya

Manfaat berikutnya dari penggunaan media pembelajaran digital adalah memberi efisiensi dari segi biaya. Pada dasarnya efisiensi ini juga dari banyak aspek, bukan hanya biaya saja tapi juga dari aspek tenaga dan waktu. 

Sebab nyaris semua media pembelajaran berbasis digital ini tidak membutuhkan biaya tinggi untuk pengadaan. Misalnya video pembelajaran, seorang dosen bisa merekam penjelasan dengan kamera smartphone dan membagikan ke mahasiswa via WhatsApp atau email. 

Sehingga tidak perlu membeli video pembelajaran yang membuat biaya tidak membengkak. Contoh lainnya tidak perlu menyediakan buku cetak, satu media pembelajaran bisa dipakai berulang kali, dan sebagainya.  

Selain menggunakan media pembelajaran yang efektif untuk siswa, pengajar juga perlu menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan generasi sekarang. Gunakan cara-cara ini:

Rekomendasi Media Pembelajaran Digital 

Memahami bahwa jenis atau macam-macam media pembelajaran digital cukup beragam. Maka penting sekali untuk menentukan pilihan dengan seksama agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang dijalankan. 

Dalam pemanfaatan tersebut, ada beberapa cara bisa dilakukan untuk memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital. Berikut beberapa rekomendasinya: 

1. Buku Elektronik (Ebook) 

Rekomendasi yang pertama dari pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital adalah dalam bentuk buku elektronik atau ebook. Buku elektronik merupakan bentuk digital dari buku yang kemudian bisa dibaca melalui perangkat elektronik. 

Mulai dari smartphone, tablet, sampai komputer (PC dan laptop). Buku elektronik termasuk media digital yang paling sering digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sebab menawarkan penyajian informasi yang detail dan runtut. 

Selain itu, buku elektronik juga disusun oleh ahlinya, dan tidak memungkinkan untuk orang biasa bisa menulis dan menerbitkan buku digital. Sehingga kredibilitasnya pun dipandang cukup tinggi, apalagi profil penulis tercantum di ebook tersebut. 

Popularitas ebook juga naik karena adanya perubahan kebiasaan masyarakat, yakni lebih sering aktif menggunakan smartphone, sehingga kebiasaan membaca buku semakin sering dilakukan lewat perangkat mobile tersebut. 

Tahukah Anda? Berdasarkan hasil survei Rakuten Insight, 83% responden di Indonesia lebih sering baca buku lewat smartphone. Kini, saatnya TERBITKAN BUKU DIGITAL (e-book) dengan PROMO di Penerbit Deepublish sekarang!

E-book akan dapat E-ISBN dan berpeluang untuk menambah poin KUM hingga meningkatkan jumlah sitasi karena karya Anda makin tersebar luas dan banyak dijadikan referensi. Ssst.. dapatkan juga binus voucher diskon, cashback, hingga fasilitas e-book premium secara GRATIS! Yuk, daftar Promo Diskon Terbit Ebook Up To 30% sekarang juga!

2. Video Pembelajaran 

Rekomendasi kedua dalam pemanfaatan media pembelajaran digital adalah lewat video pembelajaran. Video pembelajaran membantu memberikan penjelasan materi pembelajaran secara visual, misalnya dengan menggabungkan animasi, narasi, dan juga gambar. 

Video pembelajaran mendukung proses belajar secara lebih praktis dan terbilang efektif untuk peserta didik yang karakternya kurang suka membaca. Sebab cukup memutar video, mendengarkan, dan memahami penjelasan yang disampaikan. 

Video pembelajaran bisa berupa rekaman seorang pendidik menjelaskan suatu materi, bisa juga dengan simulasi dari animasi bergerak. Sehingga bisa dibuat dengan kreativitas tinggi dan tidak ada batasan. 

3. Aplikasi Pembelajaran 

Rekomendasi ketiga adalah lewat aplikasi pembelajaran. Aplikasi pembelajaran adalah aplikasi dirancang khusus untuk tujuan pembelajaran, dan dapat berupa aplikasi umum atau aplikasi yang dikembangkan khusus untuk satu mata pelajaran.

Aplikasi disini bisa mobile sehingga bisa diinstal ke smartphone, dan bisa juga aplikasi berbasis website. Contohnya seperti website Ruangguru yang memberi akses pada video dan ebook pembelajaran kepada para pengguna layanannya. 

Baca selengkapnya 16 Aplikasi Pembelajaran Online Gratis

4. Simulasi dan Game Pembelajaran 

Selanjutnya adalah melalui simulasi dan game pembelajaran. Metode ini cukup menarik untuk digunakan karena bisa memberi pengalaman berbeda dalam pemanfaatan media pembelajaran digital. 

Selain itu, juga memaksimalkan peran aktif dari peserta didik sehingga kualitas hasil pembelajaran lebih optimal. Bentuk atau contoh dari simulasi dan game pembelajaran sendiri cukup beragam di Indonesia. 

Misalnya kehadiran website kuis online yang dipakai guru dan dosen untuk ulangan dan latihan soal. Contohnya seperti website Quizizz yang umum digunakan untuk latihan soal dan ulangan pasca pembelajaran. 

5. Webinar dan Video Konferensi 

Rekomendasi yang kelima adalah dengan webinar dan video konferensi, yakni media pembelajaran dapat digunakan untuk memberikan kelas secara online atau jarak jauh. 

Media ini cocok digunakan untuk mendukung peserta didik bisa belajar langsung dari pendidik. Misalnya mendengarkan langsung penjelasan dari dosen tanpa perlu bertatap muka. Sehingga bisa bertanya langsung juga agar lebih paham. 

Penggunaan webinar dan video konferensi juga sangat umum di Indonesia, terutama di masa pandemi Covid-19. Sampai saat ini semakin banyak kampus dan sekolah yang tetap memakai media pembelajaran digital ini. 

6. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Terakhir adalah menggunakan teknologi AR maupun VR, baik bergantian maupun memilih salah satunya saja. Penggunaannya bisa membantu pengalaman pembelajaran yang interaktif dan mendalam dengan menggunakan teknologi digital.

Penggunaan kedua jenis teknologi ini di Indonesia memang masih minim, sebab dibutuhkan perangkat elektronik khusus agar bisa dijalankan. Saat ini perangkat seperti kacamata AR dan VR terbilang masih sangat mahal. 

Melalui penjelasan tersebut, tentu bisa dipahami ada banyak pilihan cara untuk memanfaatkan media pembelajaran digital. Para guru dan dosen bisa memilih yang dirasa paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. 

Bahkan tidak tertutup kemungkinan bisa memanfaatkan beberapa media pembelajaran berbasis digital dalam satu kali pertemuan. Sehingga bisa mengoptimalkan hasil pembelajaran dan memanfaatkan media pembelajaran masa kini secara optimal. 

Jika memiliki pertanyaan atau ingin sharing pengalaman berkaitan dengan topik media pembelajaran digital dalam artikel ini. Jangan ragu menuliskannya di kolom komentar. Klik juga tombol Share untuk membagikan artikel ini ke rekan pengajar yang lain. Semoga bermanfaat!

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe

Mau dapat update promo dan artikel eksklusif? Tulis e-mail di bawah!
logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama