14 Cara Menulis Novel untuk Pemula

cara menulis novel untuk pemula

Novel adalah karya sastra prosa panjang yang mengisahkan kehidupan tokoh beserta lingkungannya, menonjolkan watak pelaku. Berbeda dari cerpen karena lebih kompleks dengan pesan tersirat, novel dibangun oleh unsur intrinsik (tema, alur, latar, tokoh, penokohan, gaya bahasa, amanat) serta ekstrinsik (latar belakang pengarang, masyarakat, nilai).

Oleh karena itu, penulis pemula perlu mempelajari cara menulis novel yang baik dan menarik, mulai dari dasar-dasarnya. Berikut panduan lengkap menulis novel untuk pemula.

13+ Cara Menulis Novel untuk Pemula

Beriktu cara-cara yang bisa diikuti :

1. Rumuskan Ide Utama Cerita

Langkah awal dalam menulis novel adalah menentukan genre cerita. Setelah itu, penulis merumuskan ide utama dengan membuat dan menyeleksi beberapa ide alternatif hingga menemukan satu ide yang kuat. Ide tersebut tidak harus sepenuhnya orisinal, bisa berasal dari tema umum seperti percintaan, persahabatan, atau keluarga, lalu dipersempit menjadi tema yang lebih spesifik.

Jika kesulitan menemukan ide, penulis bisa mencari inspirasi dengan membaca berbagai novel atau buku terkait. Selain itu, penulis juga perlu menetapkan tujuan penulisan agar arah dan pesan yang disampaikan melalui novel mudah dipahami oleh pembaca

Baca juga: 6 Tips Sederhana Cara Membuat Buku Novel

2. Tentukan Genre Cerita

Sebelum menulis novel, penulis perlu menentukan genre yang sesuai dengan ide utama dan tema cerita. Penulis populer biasanya fokus pada satu genre, sementara pemula bisa mengeksplorasi beberapa genre selama tetap relevan dengan ide utama. Pemilihan genre penting untuk menarik minat pembaca dan memperjelas arah cerita.

Inspirasi bisa didapat dari membaca novel-novel dengan genre yang disukai agar memahami karakteristik dan tujuan tiap genre. Jika masih bingung, penulis dapat terus riset dan membaca berbagai karya hingga menemukan genre yang paling sesuai untuk dikembangkan dalam novel.

Baca Juga: Jenis Novel Berdasarkan Genre, Genre Cerita

3. Tentukan Target Pembaca

Cara menulis novel yang selanjutnya adalah menentukan target pembaca atau memulai mengenali audiens atau mengenali pembaca. Sebelum memulai cara menulis novel atau membuat novel, penulis harus mengenal dulu seperti pembaca yang akan kamu sasar. Apakah novel tersebut memiliki rentang usia berapa sampai berapa?

Menetapkan target pembaca ini sangat penting dilakukan sebelum memulai menulis. Bukan tanpa alasan, terkadang di tengah jalan penulis akan mengubah konsep tulisannya ketika ia masih belum tahu kira-kira calon pembacanya siapa dan seperti apa. Namun ketika sudah tahu target pembacanya, maka penulis akan lebih mengalir saat menulis cerita.

4. Buat Alternatif Ide

Meskipun sudah memiliki ide utama yang matang, tidak ada salahnya penulis mulai membuat alternatif ide yang lain. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya insiden penulis mulai stuck dan tidak memiliki pengembangan cerita yang lebih matang. Meski demikian, alternatif ide ini bersifat pilihan saja.

Tak hanya itu, alternatif ide pada cara menulis novel juga tidak boleh terlalu jauh dari ide utama atau masih relevan dengan genre dan tema yang ditentukan penulis sejak awal. Sehingga ketika macet di tengah jalan, ide alternatif ini mampu menambal atau membantu mengembangkan ide, atau misal harus diganti, penulis tak perlu mengganti 100 persen dari awal menulis.

5. Buat Judul yang Menarik

Cara menulis novel yang lainnya adalah penulis harus mampu membuat judul yang menarik. Dalam membuat judul yang menarik ini, ada berbagai aspek yang harus diperhatikan oleh penulis untuk memulai merangkai judul yang baik dan juga mampu menarik pembaca untuk membaca novel yang ditulis.

Di bawah ini akan dijelaskan singkat mengenai hal apa saja yang bisa dilakukan agar judul novel yang dibuat menarik.

  1. Judul yang dibuat unik dan berbeda dari yang lain. Artinya, penulis harus mengolah judul cerita yang berbeda dari yang lain dan anti-mainstream. Hal ini akan membuat pembaca lebih tertarik dengan judul yang unik.
  2. Judul yang provokatif. Selain harus unik, judul novel juga harus provokatif. Mengapa demikian? Ternyata, judul provokatif yang kerap dinilai nyeleneh justru membuat para pembaca lebih tertarik daripada membaca judul yang datar dan terlalu kaku. Di Indonesia, pemilihan judul provokatif ini sudah cukup banyak sehingga bisa dijadikan inspirasi.
  3. Judul yang bombastis. Selain unik dan provokatif, penulis juga harus mampu membuat judul yang bombastis. Hal ini harus dilakukan karena biasanya pembaca memiliki beragam selera, sehingga ketika judulnya bombastis, para pembaca dengan minat berbeda tersebut akan melirik judul penulis yang bombastis karena penasaran dengan isinya.
  4. Judulnya harus memiliki ‘tenaga’. Judul novel yang aktif dan memiliki tenaga mampu menyukseskan buku laku di pasaran. Judul yang aktif dan bertenaga ini menjadi sumber kekuatan ide yang ada di dalam naskah buku, karena pembaca akan lebih tergugah hanya dengan membaca buku.
  5. Menandakan inti cerita. Cara menulis novel dari judulnya adalah mencantumkan inti cerita pada judul novel. Ini merupakan salah satu strategi yang biasanya dilakukan para penulis karena dengan judul yang mencerminkan inti cerita, penulis mengetahui maksud dan tujuan dari ditulisnya buku tersebut, sehingga tidak ragu saat membeli atau membaca.

Baca Juga: Cara Memulai Menulis Novel dengan 8 Langkah Mudah Berikut

6. Tentukan Tokoh Utama

Penokohan sangat penting dalam novel. Jangan asal pilih tokoh utama, ciptakan protagonis berkepribadian mencolok dan unik supaya pembaca penasaran, bahkan bisa lebih dari satu. Buat tokoh antagonis menjadi karakter dimensi, maksudnya karakter ini dibuat berdasarkan kedalaman emosi, motivasi yang kompleks, latar belakang yang kuat, dan tidak sekadar “jahat”

Sementara itu, tokoh sekunder cukup logis tanpa detail berlebih. Lengkapi dengan biografi, konflik, nama, serta deskripsi fisik memorable yang realistis, sehingga alur cerita lebih hidup, mengalir, dan menarik.

7. Buat Outline

Outline pada novel adalah garis besar atau lebih sederhananya disebut kerangka cerita. Sebelum memulai menulis novel atau memulai cara menulis novel, penulis harus lebih dulu menentukan outline atau kerangka tulisan. Di dalam kerangka atau outline, penulis harus memetakan cerita terlebih dahulu berdasarkan unsur-unsurnya.

Hal ini dilakukan ketika terjadi kemacetan atau writer’s block, maka penulis bisa dengan mudah melihat kerangka yang sudah dibuat dan isi kepala akan kembali memroses dan memrogram tulisan apa lagi yang akan dimulai. Pada intinya, pembuatan outline atau kerangka ini akan memudahkan penulis ketika hilang arah.

8. Mulai Menulis

Setelah menentukan berbagai aspek di atas, cara menulis novel yang selanjutnya adalah mulai menulis novel. Saat mulai cara menulis novel, penulis harus benar-benar menulis sampai selesai dan mengabaikan dulu masalah penyuntingan. Penulis bisa memulai menulis cerita dari menyusun kisah dengan bebas bereksplorasi dengan gaya bercerita dari waktu ke waktu.

Penulis juga diharapkan tidak terpaku pada plan, meskipun sebenarnya membayangkan alur cerita, genre, tokoh atau karakter cerita akan baik untuk penulis, tetapi kadang hal tersebut justru akan membebani penulis. Tak bisa dipungkiri, sebagian penulis mulai kewalahan saat masuk ke cara membuat novel yang satu ini.

Ketika terlalu terpaku pada plan, maka ia akan mengalami kebosanan dan macet saat menulis, sehingga penulis memang harus menulis secara mengalir dengan tingkat kreativitas yang dimiliki. Jadi meski memiliki plan, jangan terpaku dengan semua rincian yang sudah ditetapkan karena akan membatasi kreativitas.

9. Buat Setting Cerita

Cara menulis novel lainnya adalah membuat setting cerita. Setting cerita atau latar cerita yang terdiri dari waktu dan tempat ini sangat penting untuk dibuat. Selain termasuk di dalam unsur intrinsik dari novel, setting cerita ini juga mendukung pengembangan cerita novel yang ditulis oleh penulis.

Beri gambaran setting cerita semenarik mungkin, sehingga pembaca seolah memahami dan mengalami apa yang juga dialami tokoh di dalam cerita tersebut dan dapat membayangkan situasi yang terjadi di dalamnya. Misalnya waktu terjadinya malam hari, pagi hari, kapan harinya, kapan tahunnya dan lain sebagainya.

Sementara tempat bisa berupa lokasi di desa, kota, tempat keramaian, didukung dengan bagaimana keadaan lingkungannya, apakah ramai, sepi, sedang hujan, sedang panas, dan lain sebagainya.

10. Buat Dialog yang Penuh Arti

Penulis juga wajib membuat dialog yang penuh arti. Di dalam cara menulis novel kali ini, penulis harus memiliki tujuan terlebih dahulu sebelum membuat dialog. Dari tujuan, maka akan ditemukan masalah dan penyelesaiannya. Dengan dukungan dialog yang penuh arti, maka proses alur cerita pada novel juga jelas, tidak berputar-putar, dan tidak bertele-tele.

11. Buat Plot Besar

Lanjut pada cara menulis plot yakni memberi gambaran plot atau alur secara garis besar. Novel akan memiliki cerita yang bagus ketika plot atau alurnya menarik. Jika tokohnya bagus tetapi memiliki plot atau alur yang lemah, maka cerita tidak akan membuat pembaca menarik.

Untuk dapat membuat cerita dari plot yang baik, penulis harus merancang alur dan menciptakan konflik atau masalah di dalamnya. Ketegangan dalam masalah yang terus meningkat membuat konflik di dalam cerita mencapai klimaks dan kemudian diselesaikan dengan cara lain, karena tak semua novel harus happy ending.

Novel tidak harus selalu menyelesaikan konfliknya, asalkan plot atau alurnya benar-benar mengalir dan masuk akal. Bila pembaca menyukainya, pembaca akan menyelesaikan sendiri konflik cerita dengan berspekulasi.

12. Klimaks pada Novel

Meski tak semua novel harus menyelesaikan konfliknya, semua novel wajib memiliki klimaks cerita yang baik. Cara menulis novel dengan menciptakan klimaks ini sangat penting karena klimaks menjadi titik balik cerita atau bisa disebut sebagai bagian paling dramatis dari sebuah cerita.

Klimaks biasanya dibuat ketika tokoh protagonis memahami apa yang harus dilakukan atau menyadari tindakan yang harus diambil sehingga muncul ketegangan yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.

13. Pilih Cover yang Menarik

Penulis bisa membuat novel dan cover sendiri. Tentukan elemen utama cover, sesuaikan dengan genre/tema serta target pembaca, lalu pilih warna dan desain yang tepat. Tambahkan gambar/objek foto, font, serta efek agar cover utuh dan eye-catching.

Jika kesulitan membuat cover sendiri, manfaatkan fasilitas gratis dari penerbit buku novel seperti Deepublish. Selain desain cover gratis, Anda juga dapatkan pengurusan ISBN sebagai identitas buku serta sampul cetak. Kirim naskah novel Anda melalui link berikut https://penerbitdeepublish.com/kirim-naskah/.

14. Pilih Penerbit yang Tepat

Terakhir, setelah memahami semua cara menulis novel dan membuat novel yang sempurna, penulis harus memilih penerbit buku yang tepat untuk melanjutkan cara menulis novel. Di Indonesia memang banyak penerbit yang bisa menerbitkan novel, tetapi tentu tidak semua memiliki kredibilitas dan profesionalitas yang tinggi. Hal ini dilakukan agar Anda sukses dalam mengirim naskah novel dan menerbitkannya kelak.

Artikel Terkait:

Artikel Penulisan Buku Pendidikan