Buku monograf menjadi jenis buku ilmiah yang tidak hanya wajib ditulis oleh dosen di Indonesia. Akan tetapi juga wajib diterbitkan. Itupun dengan dipastikan terbit memenuhi standar Kemdiktisaintek.
Adanya standar dan ketentuan lain dalam penerbitan buku monograf. Maka memberi informasi bahwa dosen perlu teliti memilih penerbit. Lalu, seperti apa cara memilih penerbit buku monograf yang tepat? Berikut informasinya.
Kenapa Memilih Penerbit untuk Monograf Tidak Bisa Sembarangan?
Buku monograf merupakan karya tulis ilmiah (KTI) dalam bentuk buku yang disusun dosen berdasarkan hasil penelitian dan fokus membahas satu topik pada bidang keilmuan yang ditekuni oleh dosen.
Dalam menulis naskah buku monograf, dosen wajib memiliki pegangan sebagai acuan untuk menghindari kesalahan. Begitu juga dengan proses penerbitannya, yang memang tidak bisa sembarangan.
Tidak heran, dosen perlu teliti saat memilih penerbit buku monograf. Lalu, apakah tidak semua penerbit bisa menerbitkan monograf? Jawabannya adalah tidak. Disebut demikian, karena beberapa alasan.
Pertama, setiap penerbit buku di Indonesia memiliki fokus penerbitan berbeda. Artinya, setiap penerbit memiliki jenis buku yang menjadi target utama layanan penerbitan. Ada penerbit yang hanya menerbitkan novel, ada juga yang hanya menerbitkan novel karya penulis wanita.
Selain itu, ada juga penerbit yang hanya membantu penerbitan buku ilmiah. Sebagai dosen, maka idealnya hanya mengakses penerbit buku ilmiah. Sebab jika naskah buku monograf dikirim ke penerbit novel. Maka praktis akan ditolak editor.
Kedua, ada aturan ketat yang menyertai proses penulisan hingga penerbitan naskah buku monograf. Acuan terbarunya adalah pada Permendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026. Disusul dengan ketentuan BKD yang diatur di dalam PO BKD 2021 melalui dokumen Kepdirjendikti No. 12/E/KPT/2021.
Ketentuan penerbitan buku monograf tersebut juga cukup beragam. Misalnya, terbit dengan ISBN, Jika diterbitkan dalam versi elektronik, maka perlu terbit dengan E-ISBN. Kemudian, diterbitkan penerbit resmi sehingga legalitas harus jelas.
Disusul syarat melewati proses editorial, sehingga naskah yang dikirim ke penerbit diperiksa dulu. Bukan langsung naik ke proses cetak. Editor penerbit perlu memastikan isi buku sudah jelas, enak dibaca, dan secara substansi keilmuan juga sudah sesuai standar yang berlaku.
Apabila standar Kemdiktisaintek ini tidak dipenuhi. Maka ada risiko buku monograf yang sudah terbit tidak diakui dalam laporan BKD. Kemudian ikut mempengaruhi penilaian angka kredit, dimana buku monograf tersebut juga tidak bisa ikut dinilai.
Kriteria Penerbit yang Tepat untuk Buku Monograf
Memilih penerbit buku monograf, dosen tentu membutuhkan panduan dan dasar acuan. Berikut adalah kriteria dalam cara memilih penerbit buku monograf agar tidak keliru:
1. Penerbit Resmi dan/atau Anggota IKAPI
Kriteria yang pertama, penerbit tersebut resmi. Sebab salah satu standar penerbitan buku karya dosen oleh Kemdiktisaintek adalah diterbitkan penerbit resmi. Yakni penerbit yang legalitas dan perizinannya jelas sekaligus sesuai aturan dari pemerintah.
Penerbit resmi di Indonesia bisa dikelola oleh badan ilmiah, perguruan tinggi, organisasi, dan penerbit profesional yang dikelola pihak swasta. Penerbit resmi menunjukan penerbit tersebut memang mematuhi ketentuan yang ada.
Sehingga dipastikan menyediakan layanan penerbitan sesuai standar yang berlaku. Misalnya tidak asal menerbitkan naskah, akan tetapi dipastikan dulu memang layak terbit.
Bagi dosen pemula, jika merasa kesulitan mengecek legalitas penerbit. Maka acuannya bisa dari penerbit anggota IKAPI. Sebab untuk menjadi anggota IKAPI, penerbit tersebut arus resmi dan memenuhi aturan menjalankan jasa penerbitan dari pemerintah.
2. Fokus Menerbitkan Buku Ilmiah
Kriteria kedua dalam tata cara memilih penerbit buku monograf adalah penerbit tersebut memang fokus utamanya melayani penerbitan buku ilmiah. Buku ilmiah mencakup buku ajar, referensi, monograf, kemudian juga bunga rampai (book chapter).
Kriteria ini penting untuk bisa dipenuhi penerbit. Sebab menjadi bukti penerbit tersebut paham standar dari Kemdiktisaintek. Seperti memastikan proses editorial berjalan baik, mengurus ISBN, mengurus Hak Cipta, dicetak dalam kertas ukuran UNESCO, dan standar Kemdiktisaintek lainnya.
Jika fokus utama penerbitannya bukan buku ilmiah. Maka ada kemungkinan pihak penerbit kurang memahami standar Kemdiktisaintek. Hal ini bisa memunculkan risiko buku monograf tidak bisa diklaim di BKD dan ikut penilaian angka kredit.
3. Memastikan Terbit dengan ISBN/E-ISBN
Poin ketiga yang menjadi kriteria dalam pemilihan penerbit adalah setiap terbitannya punya ISBN atau E-ISBN. Sebab terbit dengan ISBN yang diajukan melalui Perpusnas RI juga bagian dari standar Kemdiktisaintek.
Dosen perlu mengecek riwayat buku monograf yang diterbitkan penerbit tersebut. Apakah ada ISBN atau E-ISBN, atau tidak? Pastikan memilih penerbit yang memberi ISBN pada buku ilmiah yang diterbitkan.
Baca juga: Penerbit Buku Ber ISBN Murah dan Anggota IKAPI
4. Menjalankan Proses Editorial dengan Baik
Kriteria selanjutnya, penerbit tersebut menjalankan proses editorial. Sehingga setelah naskah dikirim, ada jeda sebelum ada kabar baik dari pihak penerbit ke dosen selaku penulis naskah.
Jeda ini menunjukan ada proses pemeriksaan oleh editor yang menjadi bagian dari editorial dalam standar penerbitan buku. Editor kemudian memutuskan apakah naskah bisa dan layak diterbitkan atau sebaliknya.
Setelah ada kabar naskah diterima, maka tidak langsung naik ke proses produksi. Namun diperiksa kembali oleh editor. Biasanya ada 2 editor, yang khusus membagi tugas dalam pemeriksaan naskah. Salah satu editor tersebut biasanya dari kalangan dosen yang tentu sudah paham standar penulisan dan penerbitan buku monograf.
Hasilnya, dosen selaku penulis akan menerima informasi adanya revisi atau tidak. Umumnya revisi tetap ada, hanya beda skala. Ada yang revisi skala besar, ada yang skala terbatas. Hal ini bergantung dari kualitas dan aspek lain di dalam naskah buku monograf.
5. Sudah Berpengalaman Menerbitkan Buku Monograf
Kriteria penerbit yang tepat untuk buku monograf selanjutnya adalah sudah berpengalaman dalam menerbitkan buku monograf. Selain itu, juga ada pengalaman menerbitkan buku ilmiah lain yang umum disusun kalangan dosen. Seperti buku ajar, referensi, dan bunga rampai.
Kenapa perlu mencari penerbit buku berpengalaman? Tujuannya untuk memastikan penerbit tersebut sudah ada pengalaman memeriksa dan menerbitkan buku monograf. Sehingga menunjukan pemahaman terhadap standar Kemdiktisaintek.
Selain itu, pengalaman tersebut juga menyediakan portofolio penerbitan yang bisa diperiksa oleh para dosen. Misalnya mengecek apakah monograf yang diterbitkan punya mutu baik, desain cover baik atau tidak, layout buku enak dilihat dan nyaman dibaca atau tidak, ber-ISBN atau tidak, dan lain sebagainya.
6. Didukung oleh Tim Profesional dan Bersertifikasi
Dalam cara memilih penerbit buku monograf, penting juga untuk memastikan punya tim profesional. Akan jauh lebih baik lagi jika tim di penerbit tersebut bersertifikasi BNSP.
Tim profesional memastikan dosen mendapat layanan yang baik. Misalnya dilayani dengan ramah, pertanyaan dijawab dengan baik, penjelasan layanan dibuat lebih rinci dan mudah dipahami, dan lain sebagainya.
Kemudian, tim bersertifikasi BNSP menunjukan tim yang dimiliki penerbit sudah berpengalaman. Sehingga paham betul dunia penerbitan dan standar penerbitan iut sendiri.
Hal ini membantu memastikan editoria berjalan baik, penerbit juga lebih terjamin penerbit resmi. Sebab, mana ada orang sudah bersertifikasi tapi bekerja di penerbit abal-abal dengan ijin yang tidak jelas?
7. Menyediakan Fasilitas Pendampingan dalam Penerbitan
Kriteria lain sebagai nilai tambah, adalah memilih penerbit yang menyediakan fasilitas pendampingan. Sehingga dosen bisa mendapat pendampingan intensif untuk kemudahan mengikuti seluruh tahap penerbitan.
Misalnya naskah sudah sampai tahap mana, akan diinformasikan oleh tim penerbit. Kemudian, jika ada kendala saat revisi, melengkapi dokumen pengiriman naskah buku monograf, penulisan daftar pustaka pada gaya sitasi tertentu, dll. Maka bisa dibantu oleh tim penerbit.
Pertanyaan Sebelum Mengirim Naskah Monograf ke Penerbit
Membantu para dosen lebih tepat dalam menerapkan cara memilih penerbit buku monograf yang dijelaskan sebelumnya. Berikut adalah daftar pertanyaan yang perlu dijawab untuk memastikan naskah dikirim ke penerbit yang memang tepat:
1. Apakah Penerbit Tersebut Resmi dan Anggota IKAPI?
Pertanyaan paling pertama dan utama, adalah penerbit tersebut resmi atau tidak? Kemudian jika penerbit tersebut resmi, apakah sudah menjadi anggota IKAPI? Secara umum, penerbit resmi tidak selalu anggota IKAPI. Tapi, jika sudah menjadi anggota IKAPI dijamin penerbit resmi.
2. Apakah Penerbit Bisa Menerbitkan Buku Ber-ISBN?
Pertanyaan kedua, apakah penerbit tersebut selalu menerbitkan buku dengan ISBN? Pastikan iya, karena menerbitkan buku monograf wajib ber-ISBN. Sehingga memenuhi salah satu dari sekian standar yang ditetapkan Kemdiktisaintek.
Standar ini wajib dipenuhi agar buku tersebut membantu memenuhi target BKD. Kemudian juga membantu dosen memenuhi AK Kumulatif untuk menunjang kenaikan jenjang jabatan akademik (jabatan fungsional).
3. Apakah Berpengalaman Menerbitkan Buku Ilmiah Sesuai Standar Kemdiktisaintek?
Pertanyaan ketiga, penting untuk dijawab. Sebab memilih penerbit yang sudah berpengalaman jauh lebih aman. Dikatakan demikian, karena penerbit tersebut sudah pasti memahami standar dari Kemdiktisaintek. Jadi, pastikan mengutamakan penerbit berpengalaman dibanding penerbit baru.
4. Apakah Layanan Profesional?
Memastikan penerbit yang dipilih bisa memberi layanan profesional adalah hal penting. Dosen ketika mengurus penerbitan buku monograf. Maka artinya tengah menjadi konsumen atau pengguna jasa yang disediakan penerbit.
Sebagai pengguna jasa, pastinya ingin dilayani dengan baik. Tidak harus disembah bak raja. Namun setidaknya mendapat komunikasi yang baik, penjelasan yang rinci, jawaban pertanyaan yang memuaskan, dan sejenisnya.
5. Apakah Fasilitas Penerbitan Lengkap?
Fasilitas penerbitan sebaiknya tidak diabaikan. Sebab akan mempengaruhi kenyamanan selama penerbitan. Sekaligus biaya yang akan dikeluarkan dalam mengurus penerbitan buku monograf.
Pastikan mengecek fasilitas apa saja yang didapatkan. Semakin banyak, maka semakin menguntungkan bagi dosen. Misalnya ada fasilitas promosi dari penerbit. Sehingga dosen tidak perlu mengurus promosi sendiri. Sebab butuh waktu dan sumber daya lain. Padahal dosen punya agenda akademik yang perlu diprioritaskan.
6. Apakah Kerjasama dengan Penulis Ada Kejelasan?
Terakhir, dosen perlu memastikan ada kerjasama yang jelas. Misalnya, penerbit memberikan MoU. Sehingga ada kejelasan dari awal mengenai hak dan kewajiban dosen selaku penulis.
Bagi Anda yang berprofesi sebagai dosen dan mengalami kendala dalam memilih penerbit buku monograf. Maka cara memilih penerbit buku monograf paling praktis adalah mencari penerbit buku ilmiah berpengalaman dan banyak dituju para dosen.
Salah satunya adalah Penerbit Deepublish. Deepublish fokus utamanya adalah menyediakan layanan penerbitan buku ilmiah karya guru dan dosen di Indonesia. Berpengalaman sejak tahun 2010, sehingga dijamin memenuhi standar Kemdiktisaintek.
Jadi, jangan ragu mendaftar sebagai Penulis Deepublish. Pendaftaran sebagai penulis dan proses pengiriman naskah buku monograf untuk diterbitkan. Bisa mengunjungi halaman Daftar menjadi Penulis Buku.
Baca juga: Penerbit Deepublish sebagai Mitra Publikasi Buku Dosen
FAQ (Frequently Asked Questions)
Karena tidak semua penerbit memiliki fokus dan pemahaman yang sesuai dengan standar penerbitan buku ilmiah. Penerbitan monograf juga perlu memenuhi ketentuan tertentu agar dapat mendukung kebutuhan BKD dan penilaian angka kredit dosen.
Beberapa kriterianya adalah penerbit resmi atau anggota IKAPI, fokus menerbitkan buku ilmiah, menyediakan ISBN atau E-ISBN, menjalankan proses editorial, berpengalaman menerbitkan monograf, memiliki tim profesional, serta menyediakan pendampingan penerbitan.
Penerbit yang berpengalaman memiliki rekam jejak dalam memeriksa dan menerbitkan monograf serta buku ilmiah lainnya. Penulis juga dapat melihat portofolio terbitan untuk menilai kualitas desain, layout, ISBN, dan aspek penerbitan lainnya.
Dosen dapat mengecek apakah penerbit resmi dan anggota IKAPI, dapat menerbitkan buku ber-ISBN, berpengalaman menerbitkan buku ilmiah sesuai standar Kemdiktisaintek, memberikan layanan profesional, menyediakan fasilitas penerbitan yang lengkap, serta memiliki kerja sama yang jelas dengan penulis.
Kerja sama yang jelas, misalnya melalui MoU, membantu memastikan hak dan kewajiban penulis selama proses penerbitan sudah disepakati sejak awal.
Referensi:
- Nisa, K. (2026). Penerbit Buku Akademik Terpercaya untuk Dosen: Tips Memilih dan Rekomendasinya. Diakses pada 22 Oktober 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/publikasi-buku/penerbit-buku-akademik-terpercaya/
- Panduan Memilih Penerbit Buku untuk Penulis. (2025). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 22 Oktober 2026 dari https://idscipub.com/id/panduan-memilih-penerbit-buku/








