Salah satu tahapan penting dalam menulis buku akademik atau buku ilmiah yang ditulis dose adalah menyusun kerangka (outline). Sehingga memahami bagaimana cara menyusun outline buku akademik adalah hal penting.
Penyusunan outline yang baik dan benar memberi dasar penyusunan naskah buku yang sistematis dan alurnya logis. Sehingga informasi yang disajikan di dalamnya mudah dipahami oleh pembaca. Lalu, seperti apa tata cara pembuatan outline yang benar? Berikut informasinya.
Outline atau kerangka buku adalah struktur awal yang berisi susunan isi buku secara sistematis sebelum penulisan naskah dilakukan. Secara umum, menyusun outline bersifat opsional bukan wajib. Sehingga para penulis bebas menentukan untuk menyusunnya atau tidak.
Hanya saja, menyusun outline membantu mendapatkan lebih banyak manfaat atau keuntungan. Berikut adalah beberapa alasan kenapa cara menyusun outline buku akademik perlu diterapkan atau dilakukan:
Alasan pertama, outline buku membantu dosen fokus pada topik utama yang ditentukan. Sehingga pembahasan di dalam naskah fokus ke topik dan tidak melebar ke topik lainnya.
Alasan kedua, outline buku memudahkan dosen mengembangkan setiap bab, subbab, subsubbab, dan turunannya. Sebab sudah tersusun sistematis dan dosen bisa mengembangkan satu per satu dari bab paling awal.
Outline buku mencegah kesalahan penulisan buku berupa pengulangan dan kekosongan materi. Dosen dari awa bisa memastikan materi tersusun baik dan tidak ada yang dijelaskan berulang. Selain itu, materi terstruktur tanpa ada yang terlewat.
Baca juga: Syarat Menulis Buku Akademik yang Perlu Anda Ketahui
Membantu dalam proses penerapan tata cara menyusun outline buku akademik, memperhatikan contohnya tentu penting. Berikut adalah struktur umum dalam outline buku yang bisa dijadikan referensi:
Judul Buku
Pendahuluan
Bab-bab utama
Subbab (rincian tiap bab)
Subbab (rincian tiap bab)
Subbab (rincian tiap bab)
Subbab (rincian tiap bab)
Subbab (rincian tiap bab)
Penutup
Daftar pustaka
Struktur di atas bersifat umum. Pada dasarnya struktur outline buku akademik tidak memiliki standar pasti. Sehingga para dosen sebagai penulis, memiliki kebebasan menyusun strukturnya bagaimana. Namun, tetap harus menyesuaikan dengan aturan struktur buku ilmiah yang ditetapkan Kemdiktisaintek, perguruan tinggi, maupun penerbit tujuan.
Baca juga: Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet atau Website
Bagi para dosen yang masih bingung mengenai bagaimana cara menyusun outline buku akademik. Maka berikut langkah-langkahnya secara umum:
Langkah yang pertama, dosen perlu menentukan tujuan penulisan buku. Jika tujuannya jelas, maka akan memudahkan penentuan jenis buku akademik yang akan disusun. Misalnya dosen bertujuan menyediakan pegangan bagi mahasiswa, maka buku ajar menjadi pilihan paling ideal.
Langkah kedua, dosen menentukan topik pembahasan utama dan menetapkan batasan pembahasan agar terfokus. Setiap jenis buku akademik memiliki topik yang relevan dengan kegiatan akademik sebelumnya. Misalnya topik buku ajar, sesuai dengan isi RPS. Topik buku monograf sesuai topik penelitian dosen.
Langkah ketiga adalah menentukan target pembaca. Jika buku akademik ditujukan untuk mahasiswa, maka gaya bahasa semi formal bisa digunakan. Namun, jika menulis buku akademik untuk dibaca kalangan dosen seperti monograf dan referensi. Maka gaya bahasa formal lebih diutamakan.
Langkah keempat adalah mencari referensi. Pertama, mencari contoh outline buku sesuai jenis buku akademik yang akan disusun. Kedua, mencari referensi yang relevan dengan topik yang ditentukan di tahap sebelumnya. Referensi harus relevan, mutakhir, dan kredibel.
Langkah berikutnya adalah mulai menyusun outline buku akademik. Outline memiliki struktur sesuai aturan struktur jenis buku akademik yang disusun. Struktur buku ajar berbeda dengan buku monograf, referensi, dan bunga rampai. Jadi, outline mengikuti aturan tersebut.
Outline yang telah disusun, jangan hanya langsung dikembangkan menjadi naskah buku akademik. Namun, pastika diperiksa dulu. Bagaimana sistematikanya, bagaimana pembahasannya mendalam atau tidak, dan lain sebagainya. Jika ada kesalahan, maka dikoreksi di tahap ini.
Sekilas, tata cara menyusun outline buku akademik terkesan mudah dan bisa dikerjakan siapa saja. Aktualnya tidak selalu demikian. Sebab ada banyak dosen dan penulis buku yang melakukan kesalahan dalam proses tersebut. Kesalahan yang dimaksud antara lain:
Kesalahan umum yang pertama, outline buku yang dibuat masih bersifat umum. Hal ini ditandai dengan topik pembahasan yang tidak terfokus. Sehingga ada dua topik, tiga topik, atau lebih. Idealnya hanya ada satu topik dalam satu outline buku.
Kesalahan umum yang kedua, susunan outline buku tidak sesuai dengan aturan struktur buku akademik. Sesuai penjelasan sebelumnya, semua jenis buku akademik punya struktur berbeda-beda.
Buku ajar akan ada bagian latihan soal atau tugas. Namun, tidak dengan buku monograf maupun referensi dan bunga rampai. Sayangnya karena dianggap sama, maka outline dibuat sama dan menjadi kesalahan.
Kesalahan umum ketiga, outline buku akademik memiliki susunan bab tidak sistematis. Artinya, urutan susunan bab dan turunannya tidak sesuai alur logika keilmuan.
Harusnya dimulai dengan membahas konsep dasar, baru ke pembahasan lebih mendalam. Bukan dibuat saling tumpang tindih dan tidak logis urutannya. Jika urutan bab di dalam outline keliru, maka urutan bab di dalam naskah ikut keliru. Dampaknya bisa membingungkan pembaca.
Kesalahan umum berikutnya dalam menyusun outline buku akademik adalah tidak proporsional. Artinya, pengaturan porsi pembahasan di setiap bab tidak sama. Beberapa bab menampilkan penjelasan terlalu panjang.
Sementara bab lainnya malah sebaliknya. Proporsi tidak seimbang ini terjadi karena pengaturan pemecahan bab, subbab, subsubbab, dan seterusnya tidak optimal atau masih keliru.
Kesalahan lainnya, outline buku akademik yang disusun dosen fokus pada diri sendiri dan mengabaikan karakteristik pembaca. Dosen selaku penulis buku harus menggunakan sudut pandang pembaca untuk mengetahui apa kebutuhan mereka.
Sekaligus mengetahui gaya bahasa dan teknik pemaparan data yang seperti apa yang menarik dan mudah dipahami. Jadi, penting sekali untuk memperhatikan target pembaca kebutuhannya apa agar outline benar-benar tepat.
Bagaimana jika dosen masih bingung dan kesulitan dalam menerapkan tata cara menyusun outline buku akademik yang dijelaskan sebelumnya? Para dosen tidak perlu cemas, karena bisa menggunakan Layanan Konsultasi Menulis dari Penerbit Deepublish.
Melalui layanan ini, para dosen bisa dibantu untuk memahami apa itu outline dan bagaimana mulai menyusunnya. Pendampingan akan diberikan sampai outline bisa disusun oleh dosen dengan baik dan benar.
Karena tanpa outline, pembahasan mudah melebar dan tidak terarah. Outline membantu menjaga fokus pada topik utama serta membuat alur penulisan lebih sistematis dan logis.
Mulai dengan menyusun struktur bab dan subbab terlebih dahulu. Dengan kerangka yang jelas, proses menulis bisa dilakukan bertahap tanpa kebingungan menentukan isi setiap bagian.
Sesuaikan dengan struktur umum buku ilmiah seperti: pendahuluan, bab utama, subbab, penutup, dan daftar Pustaka. Namun tetap menyesuaikan dengan jenis buku yang ditulis.
Lakukan evaluasi sebelum mulai menulis. Periksa kembali sistematika, kedalaman pembahasan, serta kesesuaian dengan tujuan penulisan.
Gunakan bantuan konsultasi atau pendampingan menulis agar outline yang disusun lebih terarah dan sesuai standar akademik.
Referensi:
Memahami apa saja perbedaan jurnal, prosiding, dan buku ilmiah menjadi hal penting bagi dosen. Ketiganya…
Banyak yang mengira bahasa plagiarisme bagi dosen hanya dirasakan dosen itu sendiri. Padahal, bahasa dari…
Menunjang kenaikan jenjang jabatan akademik, maka dosen perlu mengoptimalkan perolehan AK Kumulatif (Angka Kredit Kumulatif).…
Dalam menulis buku ilmiah, termasuk buku referensi para dosen mungkin menghadapi berbagai kendala. Kendala-kendala inilah…
Salah satu agenda rutin dosen di Indonesia adalah menulis dan menerbitkan buku ajar. Namun, masih…
Menulis buku ajar untuk dosen merupakan sebuah kewajiban akademik. Sekaligus bisa disebut sebagai kebutuhan semua…