Jika diperhatikan, nyaris semua penerbit menyediakan panduan kirim naskah buku ke penerbit yang bersangkutan. Hal ini menunjukan ada prosedur yang khas dalam pengiriman naskah buku ke setiap penerbit.
Penerbit di Indonesia jumlahnya cukup banyak dan masing-masing punya fokus penerbitan sendiri-sendiri. Selain itu, setiap penerbit juga punya prosedur penerimaan naskah buku tersendiri. Ada yang melalui email, website, WhatsApp, dan media lainnya.
Pengiriman naskah buku dengan benar, tepat, dan lengkap sesuai ketentuan. Merupakan kunci penting. Sebab jika tahap awal ini ada kesalahan. Maka naskah bisa gagal terbit, karena tidak sampai di meja editor. Jadi, seperti apa prosesnya? Berikut informasinya.
Poin pertama yang perlu dipahami dan diperhatikan adalah hal-hal penting sebelum naskah dikirim. Beberapa hal penting yang dimaksud antara lain:
Hal pertama untuk diperhatikan adalah tidak asal memilih penerbit. Sebelum naskah buku dikirim, pastikan penerbit tersebut sudah sesuai. Sebab beberapa penerbit fokus menerbitkan buku ilmiah, fokus hanya menerbitkan novel, dan fokus penerbitan lainnya.
Jika naskah buku yang Anda susun tidak relevan dengan fokus penerbitan yang dijalankan. Maka tentunya akan ditolak. Sayangnya,naskah yang ditolak tidak selalu memberi konfirmasi ke penulis. Hanya senyap, berbulan-bulan tidak ada kejelasan. Oleh sebab itu, dari awal harus memilih penerbit yang sesuai dengan naskah.
Baca juga: Rekomendasi Penerbit Buku Terpercaya dan Ciri-Cirinya
Poin kedua yang perlu diperhatikan adalah ada tidaknya panduan kirim naskah ke penerbit yang dituju. Umumnya, buku panduan ini disediakan dan wajib dibaca semua penulis. Khususnya yang sudah siap mengirimkan naskah.
Kenapa? Sebab di dalam panduan tersebut, dijelaskan secara rinci mengenai informasi perusahaan penerbit buku tersebut. Kemudian jenis buku apa saja yang diterbitkan, bagaimana prosedur pengiriman naskah, ketentuan administrasinya, biayanya, dan sebagainya.
Baca juga: 10 Tips Agar Naskah Dilirik Penerbit, Wajib Dicoba!
Hal penting ketiga yang harus diperhatikan adalah naskah buku sudah selesai disusun. Dalam menerbitkan buku, naskah idealnya disusun sampai selesai. Baru kemudian mencari penerbit yang tepat dan relevan. Sebab naskah butuh waktu untuk diselesaikan. Jika belum selesai, maka belum bisa dikirim ke penerbit.
Sehingga alurnya sedikit berbeda dengan penerbitan naskah KTI. Misalnya pengiriman manuskrip artikel ilmiah ke sebuah jurnal. Dimulai dari penentuan jurnal tujuan, baru kemudian menulis artikel ilmiah, dan dikirim ke jurnal tersebut.
Hal keempat yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan administrasi. Terdapat beberapa dokumen yang diminta penerbit untuk dilampirkan bersamaan dengan pengiriman naskah buku.
Ada kalanya, terdapat dokumen yang memang perlu diurus dulu atau disusun dulu dengan bai. Misalnya menyusun biodata penulis. Kadang, penulis butuh waktu untuk menyusunnya dengan baik dan terkesan profesional. Maka sebaiknya sudah disiapkan dari jauh-jauh hari.
Hal lain yang juga wajib diperhatikan adalah pengiriman naskah sudah benar. Yaitu sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan penerbit. Hindari memiliki inisiatif sendiri. Sekaligus memastikan sudah menggunakan buku panduan dari penerbit tersebut. Bukan panduan penerbit lain.
Aspek naskah tentu paling krusial dalam proses penerbitan buku. Jadi, setiap kali membaca panduan kirim naskah buku ke penerbit. Perlu dipastikan dulu, naskah yang disusun memang sudah siap dan layak dikirim ke penerbit.
Secara umum, berikut adalah beberapa syarat yang harus bisa dipenuhi naskah buku agar sudah bisa dan layak dikirim ke penerbit:
Hanya naskah buku yang sudah selesai yang ideal untuk dikirim ke penerbit. Pada beberapa penerbit, mungkin meminta bab pertama dulu untuk dikirim. Namun, dalam waktu dekat jika naskah resmi diterima, maka sisa bab pada naskah wajib dikirim.
Jika belum selesai, maka akan sulit bagi penulis mengirimkan sisa naskah. Padahal ada risiko naskah tidak bisa diselesaikan karena satu dan lain hal. Maka sebaiknya, dari awal naskah sudah selesai baru mulai mengurus penerbitan.
Syarat kedua, naskah buku yang dikirim sudah melalui proses editing dan penyuntingan mandiri oleh penulis. Hal ini memperbesar peluang naskah diterima karena sudah minim kesalahan.
Berikutnya, naskah buku yang dikirim ke penerbit sudah dalam kondisi rapi. Sehingga tidak berantakan dan selaras dari halaman pertama sampai akhir. Kerapian ini akan menunjukan sikap profesional penulis. Sekaligus mendorong editor segera memproses naskah, agar kepastian diterima tidaknya segera jelas.
Naskah buku yang dikirim ke penerbit, tentunya wajib karya buah pikiran sendiri. Bukan hasil menjiplak karya atau buku orang lain. Sebab bisa dengan mudah di cek pihak penerbit. Jika terindikasi ada penjiplakan, maka naskah bisa ditolak dan penulis bisa masuk daftar hitam.
Dalam panduan kirim naskah buku ke penerbit, biasanya ada penjelasan mengenai kelengkapan administrasi. Artinya, penulis selain harus mengirim naskah buku. Juga melampirkan beberapa dokumen pendukung.
Setiap penerbit memiliki ketentuan tersendiri dalam menetapkan dokumen pendukung tersebut. Namun, secara umum mencakup beberapa jenis dokumen di bawah ini:
Dokumen pertama yang umum perlu disiapkan penulis untuk melengkapi naskah buku adalah sinopsis. Baik pada buku ilmiah maupun nonilmiah, sinopsis basanya wajib dilampirkan. Sinopsis ini nantinya akan masuk ke desain cover belakang buku.
Dokumen kedua untuk kelengkapan administrasi pengiriman naskah ke penerbit adalah biodata atau bisa disebut juga profil penulis. Dalam penerbitan buku, biasanya di bagian belakang (bagian penutup) terdapat halaman biodata penulis.
Beberapa menempatkannya di sampul belakang. Biodata ini disusun sendiri oleh penulis dan dikirim ke penerbit bersamaan dengan naskah yang akan diterbitkan. Jadi, pastikan sudah disusun sebelum naskah dikirimkan.
Dokumen lain yang umum menjadi kelengkapan administrasi pengiriman naskah adalah surat pernyataan keaslian naskah. Biasanya juga diikuti dengan bukti hasil cek skor kesamaan teks (similarity indeks).
Sedikit membantu menghindari kesalahan dalam mengirimkan naskah ke pihak penerbit. Berikut beberapa daftar checklist yang juga bisa digunakan sebagai pelengkap panduan kirim naskah buku ke penerbit:
| Komponen Pengecekan |
| 1. Sudah memilih penerbit sesuai jenis/tema buku |
| 2. Naskah sudah lengkap dan direvisi |
| 3. Naskah orisinal |
| 4. Format file sesuai panduan penerbit |
| 5. Nama file sudah rapi |
| 6. Sinopsis sudah siap |
| 7. Biodata penulis sudah siap |
| 8. Proposal/informasi pendukung sudah siap jika diminta |
| 9. Surat keaslian/dokumen administratif sudah siap jika diminta |
| 10. Jalur pengiriman sudah sesuai website resmi penerbit |
| 11. Nomor/email yang dicantumkan aktif |
Selain beberapa daftar checklist yang dicantumkan di dalam tabel tersebut. Para penulis tentunya bisa mengembangkan lagi daftarnya. Sebab setiap penerbit punya ketentuan sendiri-sendiri.
Sehingga akan mempengaruhi daftar checklist yang membantu pemeriksaan naskah di tahap final. Rincian penjelasan ini biasanya dengan mudah ditemukan di panduan kirim naskah buku ke penerbit.
Penulis perlu memastikan penerbit sesuai dengan jenis atau tema buku, mempelajari panduan penerbitan, memastikan naskah sudah selesai, menyiapkan dokumen administrasi, dan mengikuti prosedur pengiriman yang ditetapkan penerbit.
Pilih penerbit yang memiliki fokus penerbitan sesuai dengan jenis dan tema naskah. Misalnya, jika naskah merupakan buku ilmiah, pastikan penerbit memang memiliki fokus pada penerbitan buku ilmiah.
Dokumen yang umum disiapkan antara lain sinopsis naskah, biodata atau profil penulis, serta surat pernyataan keaslian naskah. Beberapa penerbit juga dapat meminta bukti hasil cek kesamaan teks atau dokumen pendukung lainnya.
Referensi:
Dosen di Indonesia, tentunya sangat familiar dengan buku ajar. Buku ajar menjadi salah satu jenis…
Penulisan naskah buku ajar berhenti di tengah jalan, mungkin menjadi hal yang familiar bagi dosen.…
Hasil atau temuan dari kegiatan penelitian dosen, diketahui wajib untuk disebarluaskan. Salah satunya melalui publikasi…
Dalam kegiatan penerbitan buku, kegiatan tersebut tidak berhenti saat buku resmi terbit dan bisa diakses…
Setiap perguruan tinggi di Indonesia tentu memiliki dosen dengan kendala dan permasalahan masing-masing dalam menjalankan…
Buku ilmiah yang bisa disusun dan diterbitkan dosen di Indonesia cukup beragam, salah satunya bunga…