⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Pengertian Majas, Fungsi, Macam-Macam dan Contohnya

pengertian majas

Pengertian majas lebih akrab bagi pelajar, karena memang para pelajar mendapat tugas dari sekolah untuk membuat puisi atau karangan yang menggunakan majas. Tapi tahukah Anda, jika penggunaan majas dalam kehidupan sehari-hari juga sering kita temukan loh. 

Biasanya penggunaan majas dalam kehidupan sehari-hari lebih sering digunakan dalam dialog dengan orang yang sudah dekat. Meskipun sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sampai-sampai kita sendiri pun tidak menyadari penggunaan majas ini. apalagi ada banyak sekali macam-macam majas. 

Nah, jika sebelumnya sudah menyinggung tentang majas, barangkali ada yang masih binggung dan tidak tahu apa sih pengertian majas, fungsi dan macam-macammnya. Nah, berikut adalah uraiannya. 

Pengertian Majas 

Sebelum masuk ke fungsi dan macam-macam majas. Penting sekali kita mengetahui pengertian majas menurut para ahli, yang tentu saja mereka memiliki pendapatnya masing-masing. Yuks, langsung saja kita simak pengertian dari mereka. 

1. Dale & Warriner 

Pengertian majas menurut Dale dan Warriner intinya majas sebagai bahasa kiasan yang dapat mempengaruhi banyak efek. Cara mempengaruhi yang dimaksud dapat dilakukan dengan cara membandingkan ataupun memperkenalkan secara umum. 

Penggunaan majas umumnya pendek. Meskipun pendek, maja memiliki nilai dan rasa sekaligus mampu melahirkan konotasi tertentu. Tidak hanya itu, majas disebut-sebut juga kata imajinatif. 

2. Keraf 

Menurut Keraf (1988) pengertian majas adalah usaha seseorang mewakilkan pikirannya menggunakan bahasa yang khas, yang bisa menunjukan kepribadian orang tersebut. Keraf juga mengungkapkan bahwa ada tiga unsur bahasa agar terasa lebih baik, yaitu unsur sopan santun, kejujuran dan menarik. 

3. Meoliono 

Menurut Meoliono, majas dibedakan berdasarkan style yang bertujuan untuk menghidupkan karangan. Majas juga disebut-sebut sebagai denotasi untuk mengungkapkan kata yang dialihkan. Ternyata tidak sekedar itu, majas juga sering digunakan untuk membangkitkan indra pembaca. 

Baca Juga: Puisi Lama: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkapnya

4. Ratna 

Berbeda dengan Ratna (2009) yang mengartikan bahwa majas memiliki tujuan untuk melahirkan aspek keindahan di sebuah karya sastra. Bagaimanapun juga, keindahan gaya bahasa pada karya sastra sebagai unsur pokok. Karena karya sastra dapat dijadikan sebagai genre hasil peradaban manusia terbentuk karena aktivitas dan kreativitas si pengarang. 

5. Aminuddin 

Pengertian majas menurut Aminuddin (1995) lebih menekankan bahwa majas sebagai gaya bahasa atau style yang digunakan sebagai teknik untuk merangkai kalimat. Dimana kalimat yang tersusun inilah dapat digunakan untuk memaparkan gagasan sesuai ide dan norma. Aminuddin juga menyebutkan, bahwasanya majas dikemukakan juga sebagai wawasan retorika klasik yang dianggap sebagai perhiasan lahir. 

Berbeda lagi dalam pandangan tradisi jawa, majas itu sejenis basa rinengga (pemakaian bahasa yang dirangkai jadi indah). Namun seiring berjalannya waktu, majas tidak sekedar sebagai style tetapi memiliki peruntukan yang lebih luas, yaitu memberikan kesadaran bagi penikmatnya. 

6. Nurgiantoro 

Lain lagi dengan pendapat Nurgiantoro, yangn mengartikan bahwasanya majas sebagai gaya bahasa yang memiliki cara dalam pengaplikasiannya. Misalnya bahasa dalam prosa yang berupaya untuk mengungkapkan gagasan dan pikirannya. 

7. Pradopo 

Tidak jauh berbeda dengan pendapat Pradopo (1997) yang juga mendefinisikan majas sebagai bahasa yang cara penggunaannya khusus, untuk mendapatkan efek-efek tertentu dalam karya sastra wajib memasukan adanya majas. 

8. Kridalaksana 

Lebih spesifik, kridalaksana (2001) gaya bahasa dapat digunakan untuk memanfaat kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur ataupun dalam bentuk tulis. Majas juga dapat digunakan dalam ragam tertentu untuk memperoleh efek tertentu pula. Kridalaksana pun juga menyampaikan bahwasanya ciri-ciri majas secara keseluruhan memiliki ciri bahasa sekelompok penulis sastra.

Jika disimpulkan dari beberapa pandapat di atas, maka pengertian majas adalah gaya bahasa yang dapat digunakan untuk mempersuasi (mempengaruhi) ataupun meyakinkan bagi pembaca. Caranya bisa dilakukan secara tertulis ataupun dengan lisan. 

Fungsi Majas 

Setelah mengetahui pengertian majas, mungkin ada sebagian dari Anda yang bertanya apa sih fungsi majas? Berikut adalah beberapa fungsinya. 

1. Membangun kesenangan 

Salah satu fungsi dari pengertian majas adalah membangun kesenangan. Saat kita melibatkan majas, kata-kata yang biasa-biasa saja akan menjadi lebih indah, dan lebih berkesan. Dengan kata lain, anak nilai sentimental disetiap kata yang terdapat majas. 

Jika kata, kalimat atau karangan tersebut diperuntukan untuk orang lain secara khusus, atau diperuntukan untuk pembaca, maka akan menciptakan rasa kesenangan. Tentu saja rasa kesenangan di sini bentuknya bermacam-macam. Tergantung tanggapan orang tersebut. 

2. Menciptakan imajinasi 

Fungsi yang lain ternyata mampu mendorong kita untuk melahirkan imajinasi. Kehadiran majas pada sebuah karangan, memang memiliki makna yang bisa saja diartikan berbeda dari satu orang ke orang lain.  Pengartian masing-masing orang tergantung dari cara berfikir, wawasan dan pengetahuan orang. 

Tentu saja hal ini akan mempengaruhi kualitas imajinasi atau pembentukan perspektif si penikmat atau si pembaca. Tidak hanya itu, fungsi maja ternyata juga dapat mendekatkan antara pembaca dan si penulis loh. 

3. Mendekatkan secara emosi dengan pengarang 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwasanya majas dapat mendekatkan emosi antara pengarang dengan pembaca. Kenapa bisa terjadi demikian? Jawabannya pun sederhana, karena ada banyak sekali bentuk majas, dimana dari banyaknya majas semakin memberikan tekanan nilai lebih esensial. 

Baca Juga: Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi, Apa Saja?

4. Esensial

Sesuatu yang esensial atau esensi memang terasa lebih dalam. Mungkin saja kalimatnya sama, satu kalimat ditulis menggunakan bahasa yang umum dan apa adannya. Kalimat yang satunya, tujuan intinya sama, tetapi menggunakan majas, tentu saja akan dirasakan berbeda dan lebih bermakna atau berkesan. 

5. Meningkatkan daya tarik karya sastra 

Jika mau memperhatikan, kehadiran majas tidak lain bertujuan untuk menarik perhatian, meningkatkan nilai lebih, memberikan ruh pada karya sastra, sekaligus membantu dalam memberikan kejelasan gambaran angan dari si penulis. 

6. Menciptakan Sugestif 

Fungsi kehadiran majas tidak lain adalah menciptakan sugestif dari penulis ke pembaca. Tidak hanya itu, ternyata juga dapat melahirkan efek informasi yang kaya, padat, efektif dan menarik bagi pembaca. Sehingga pembaca merasa terhibur dan tetap mendapatkan informasi. 

Itulah beberapa fungsi dari majas. Ternyata selain mengetahui pengertian majas,  juga memiliki banyak peran fungsinya. Jika dilihat dari pembahasan di atas, maka fungsi majas dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa (majas) yang digunakan oleh pengarang sebagai sarana mengekspresikan gagasan dan perasaan si penulis itu sendiri agar tetap hidup dan menyenangkan untuk di baca. 

Macam-Macam Majas 

Setelah mengetahui fungsi dan pengertian majas, ada banyak sekali bentuk majas. Penasaran, apa saja sih macam-macam majas? Langsung saja, simak ulasannya sebagai berikut. 

Majas perbandingan 

Majas perbandingan adalah majas yang digunakan untuk membandingkan. Majas perbandingan memiliki banyak macam-macamnya, sebagai berikut. 

1. Alegori 

Majas alegori adalah majas yang digunakan dalam penulisan cerita dengan cara membuat kiasan. Majas ini bisa dibuat dalam bentuk kalimat ataupun dalam bentuk satu paragraf penuh.

2. Alusio 

Majas alusio majas yang sering digunakan untuk merujuk sebuah peristiwa, permepuaan, legenda, pribahasa, sampiran ataupun tokoh. Kelemahan menggunakan majas ini dianggap kurang lengkap, karena terkesan kilat.

3. Simile 

Majas Simile adalah majas yang membandingkan sesuatu hal yang berbeda, namun dari segi esensi maknya serupa. Daya unik dari majas satu ini merangkap dua majas sekaligus, yaitu sebagai majas perbandingan dan majas perumpamaan.

4. Metafora 

Majas metafora dikemas menggunakan gaya bahasa perbandingan langsung. Menurut Nurgiantoro, metafora adalah berbentuk perbandingan, baik yang membandingkan secara fisik, benda, sifat ataupun ide.

5. Sinestesia 

Majas Sinestesia adalah penggunaan gaya bahasa yang telah mengalami perubahan makna akibat terjadinya pertukaran respons. Fungsi dari majas ini digunakan untuk ruh terhadap karya sastra.

6. Litotes 

Litotes adalah gaya bahasa yang mencoba untuk menampilkan gagasan tentang sesuatu yang kuat atau besar. Umumnya menggunakan ungkapan yang memiliki nilai yang lemah, hanya saja tujuan bersopan santun.

7. Hiperbola 

Hiperbola adalah gaya bahasa yang berbentuk kiasan yang dapat dibesar-besarkan agar mendapatkan efek tertentu. 

Baca Juga: Buku Fiksi: Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri hingga Contoh Lengkapnya

Nah, dari beberapa jenis majas di atas, sebenarnya masih ada lagi jenis majas yang lain, yang meliputi sebagai berikut. 

  1. Antropomorfemis 
  2. Antonomasia 
  3. Aptronim 
  4. Metonemia 
  5. Hipokorisme 
  6. Personifikasi 
  7. Pars prototo
  8. Totum proparte
  9. Eufemisme 
  10. Depersonifikasi 
  11. Disfemisme
  12. Fabel 
  13. Parable 
  14. Perifrase 
  15. Eponym 
  16. Simbolik 

Majas penegasan 

Majas penegasan ternyata juga memiliki sub majas yang lain. Diantarannya adalah pleonasme, repetisi. Pleonasme merupakan penggunaan gaya bahasa yang menandai beberapa kata untuk di ulang.

Sedangkan repetisi adalah pengulangan yang digunakan untuk mengulang seluruh kata yang penulis buat. Bentuk pengulangan bisa dalam bentuk satu kata, ada juga yang satu klaus, satu frasa dan bahkan ada yang diulang dalam bentuk satu kalimat.

Adapun majas lain yang termasuk dalam majas penegasan, diantaranya sebagai berikut. 

  1. Pararima 
  2. Apofasis 
  3. Aliterasi 
  4. Paralelisme 
  5. Tautology 
  6. Sigmatisme 
  7. Antanaklasis 
  8. Klimaks 
  9. Antiklimaks 
  10. Inversi 
  11. Retoris 
  12. Ellipsis 
  13. Koreksio 
  14. Enumerasio 
  15. Preterito 
  16. Alonim 
  17. Kolokasi 
  18. Silepsis 
  19. Zeugma 

8. Majas pertentangan 

Majas pertentangan adalah majas yang cukup sering digunakan. Di sana ada yang namannya majas paradox, antithesis dan masih banyak lagi. misalnya adalah majas paradox. Majas paradoks dalam bahasa sederhananya sebagai opini atau argumen yang berlawanan dengan pendapat umum. 

Tanda dari majas paradox aneh dan diluar dugaan. Kunci majas paradoks adalah menyembunyikan kebenaran yang dapat dipertahankan. Ada juga Majas antitese adalah majas oposisi diantara dua gagasan. Umumnya menggunakan dua kata. Apabila kata tersebut disandingkan, tujuannya agar lebih jelas dan menonjol kontras.

Adapun beberapa macam pertentangan yang lain, diantarannya sebagai berikut. 

  1. Paradox 
  2. Oksimoron 
  3. Kontradiksi interminus 
  4. Anakronisme 

9. Majas sindiran

Adapun majas sindiran. Adapun yang termasuk majas sindiran, sebagai berikut. 

  1. Ironi 
  2. Sarkasme 
  3. Sinisme 
  4. Satire 
  5. Inuendo 

Baca Juga: Kuasai 6 Langkah Menulis Cerpen Bagi Pemula

50 Contoh Majas 

Dari macam-macam majas yang tertulis di atas, sebenarnya masih ada banyak lagi majas yang belum sempat di eksplore. Sebagai gambaran atau contoh konkrit tentang majas, berikut ada 50 contoh majas. 

  • Majas Repetisi 

Contoh :

  1. Seumpama mawar merekah engkaulah bunga terwangi dalam hati dan pikiranku
  2. Seperti lautan Engkaulah Sang pemilik ilmu pengetahuan lebih lua
  • Majas efifora 

Contoh 

  1. Jika kau larang, aku tidak akan datang 
  2. Jika sempat, aku datang tepat waktu
  • Majas Pararima 

Contoh 

  1. Dua hari lalu saya pernah menyampaikan. Ah bukan, baru kemarin. 
  2. Tujuan kami datang ke rumah Pak RT, ingin mengajukan acara takbir keliling, maksudnya meminta ijin mengadakan takbir keliling. 
  • Majas Aliterasi 

Contoh 

  1. Memenuhi sukma, menawan tubuh.
  2. Timbul telangkai bertongkat urat.
  • Asonansi 

Contoh 

  1. Harum sekuntum bunga rahasia.
  2. Segala ada menekan dada.
  • Majas Simile 

Contoh 

  1. Seperti air di daunt alas 
  2. Laksana air dengan minyak 
  3. Nyalakan semangat serupa dian nan tak kunjung  padam 
  4. wajah Ibu dan anak itu bagaikan pinang di belah dua 
  5. gadis itu sangat cantik, matanya seperti bintang kejora 
  • Majas Metafora 

Contoh :

  1. Keberanian Menjelma kata-kata 
  2. Dewi malam telah keluar dari peraduannya 
  3. Tono adalah buaya darat 
  • Majas Personifikasi 

Contoh 

  1. Rinduku bercengkrama pada ilalang tua yang hampir mati
  2. Serangga menangisi kelakuan manusia yang kian egois, alam pun meraung tak mampu menasehati sikap manusia yang acuh tak acuh. 
  3. Melambai-lambai, nyiur di pantai 
  4. tidak semua percintaan bermuara dalam perkawinan
  • Majas Depoersonifikasi 

Contoh 

  1. Jika engka jadi rembulan, aku jadi bintang. 
  2. Jika engkau engkau menjadi amplop, aku jadi perangkonya. 
  3. Jika aku jadi bunga, engkau jadi kumbangnya
  • Majas Alusio 

Contoh 

  1. Yogyakarta sebagai miniaturnya Indonesia 
  2. Bandung terkenal sebagai paris jawa 
  • Majas Antithesis 

Contoh 

  1. Dia sedih atas keberhasilanku memenangkan lomba 
  2. Ardi bahagia melihat kegagalanku melamar kerja 
  3. Meskipun sudah berjuang dan berusaha, tetap saja gagal
  • Majas Pleonasme 

Contoh 

  1. Basuki turun ke bawah. Dia turun
  • Majas Metafora 

Contoh 

  1. ibu jangan mengkambinghitamkan vaksin 
  • Majas eufeminisme 

Contoh 

  1. Saya juga sering mendengar teman-teman wanita yang menjual dirinya. 
  • sinekdoke Pras Pro toto 
  1. Tidak membawa atriput kampanye 
  • Majas sinekdot Totem Pro Prate 

Contoh 

  1. Menurut para mahasiswa, anak millenial dan generasi Z lebih melek terhadap teknologi terutama media sosial. 

Baca Juga: 4 Langkah Menulis Puisi Berkualitas

  • Majas Hiperbola 

Contoh 

  1. CIntaku padamu seluas lautan yang tidak dapat terjamah manusia. 
  2. Perceraian orangtua rini menyebabkan kehidupan mereka seolah kiamat bagi mereka
  • Majas Litotes 

Contoh 

  1. Maaf, kami hanya menyuguhkan teh dingin dan kua kampung saja. 
  2. Maaf jika lamban berfikir, karena otak saya jongkok
  • Majas metonimia 

Contoh

  1. kami berkodak di tepi pantai
  • Majas sinisme 

Contoh 

  1. Mual aku melihat kalimatmu yang selalu berbohong!
  2. Kemunafikan sikapmu membuatku tak sudi melihatmu
  • Majas Sarkasme 

Contoh 

  1. Penampilanmu tidak menarik nafsu cowok 
  2. Kebiasaanmu mencuri sudah dikenal sejagad dunia, percuma tobatmu
  • Majas Anafora 

Contoh 

  1. Bunyi itu memukul 

Bunyi itu memekakkan telinga 

bunyi itu membosankan

  • Majas Simetri 

Contoh 

  1. Ayah daim serta ibu tak suka berkata-kata melihat sikap Endru.
  2. Kakak saya membenci tingkah laku Aryani
  • Majas Klimaks 

Contoh 

  1. semua orang baik itu anak-anak, remaja, orang dewasa senang menyaksikan film “tilik”
  • Majas Retorik 

Contoh 

  1. Mana mungkin orang mati hidup kembali 
  2. Orang bodoh mana mungkin bisa sukses
  • Majas interupsi 

Contoh 

  1. aku, orang orang yang sepuluh tahun bekerja di sini, belum pernah dinaikan pangkatku.

Itulah beberapa ulasan tentang pengertian majas, dan fungsi, macam dan contoh majas. Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat.

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama