Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Penulisan ‘ke’ yang Benar Sesuai Kaidah

penulisan ke yang benar

Menulis memang menjadi aktivitas yang seru sekaligus menyenangkan, akan tetapi dalam beberapa kondisi bisa membingungkan. Salah satunya terkait penulisan “ke” yang benar seperti apa. Apakah dipisah atau disambung dengan kata berikutnya? 

Pertanyaan ini tentu sering terlintas di kepala, sebab ada beberapa contoh karya tulis yang menunjukan kata tersebut dipisah maupun disambung. Maka artinya, ada momen-momen tertentu kata “ke” ini dipisah dan sebaliknya. Pertanyaannya, kapan momen tersebut? 

Mengenal Kata “ke” dalam Kalimat 

Dalam Bahasa Indonesia, ada banyak jenis kata yang perlu dikenal untuk membantu aktivitas menulis. Penggunaan kata yang tepat akan membentuk kalimat yang efektif sehingga mudah dipahami. 

Menariknya, dalam Bahasa Indonesia juga diatur beberapa ketentuan terkait penulisan sejumlah kata. Misalnya ada kata yang harus dipisah, disambung, ditulis dengan huruf kecil, ditulis dengan huruf besar, ditulis miring, dan lain sebagainya. 

Salah satu kata yang cukup memicu pertanyaan banyak orang adalah penulisan “ke” yang benar. Kata “ke” dalam bahasa Indonesia sendiri bisa berperan menjadi setidaknya tiga kata dengan fungsi yang khas. Berikut penjelasan fungsi kata “ke”: 

  1. Kata “ke” berfungsi sebagai awalan atau imbuhan yang diakhiri dengan kata -an. Misalnya kata “keamanan” yang terbentuk dari kata dasar “aman” dengan tambahan ke- dan juga akhiran -an
  2. Kata “ke” yang berfungsi sebagai kata depan atau preposisi. Kata “ke” sebagai kata depan memiliki bentuk sebagai kata dasar. Dalam kalimat biasanya digunakan untuk menyebutkan nama tempat. Misalnya: ke Bandung, ke Jakarta, ke pasar, dll. 
  3. Kata “ke” yang berfungsi sebagai penunjuk urutan. Misalnya: kedua, ketiga, ke-2, ke tiga kalinya, dll. 

Aturan Penulisan “ke” yang Benar Sesuai EYD 

Setelah mengenal kata “ke” dengan baik, maka tahap berikutnya adalah memahami aturan penulisan ke yang benar seperti apa. Acuan yang dipakai adalah ketentuan di dalam EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Berikut cara penulisan ke yang benar:

1. Penulisan “ke” sebagai Awalan atau Imbuhan 

Ketika kata “ke” berfungsi sebagai awalan, maka aturan penulisannya adalah disambung. Aturan ini tetap berlaku baik yang diakhiri dengan akhiran maupun tidak. Sebab imbuhan “ke” akan membentuk satu kata, sehingga penulisannya tidak boleh dipisah. Berikut contoh kalimatnya: 

  • Keamanan warga sudah dijamin oleh ketua RT. 
  • Kebersihan sebagian dari iman. 

Tak hanya “ke”, masih banyak penulis yang bingung dengan cara penulisan “di” yang benar. Kuasai penggunaan kata “di” sesuai kaidah, ikuti panduannya dan jangan sampai salah lagi, ya.

2. Penulisan “ke” sebagai Kata Depan 

Aturan penulisan ke yang benar berikutnya adalah ketika kata “ke” ini berfungsi sebagai kata depan. Kata “ke” dalam fungsi ini wajib dipisah penulisannya, sebab menjadi penunjuk dari suatu tempat. Contohnya adalah sebagai berikut: 

  • Ayah membawa adik ke Jakarta. 
  • Ibu mengangkat jemuran ke dalam rumah. 

3. Penulisan “ke” sebagai Penunjuk Urutan (Angka) 

Aturan penulisan ke yang benar berikutnya adalah ketiga kata “ke” berfungsi sebagai penunjuk urutan atau penulisannya diikuti oleh angka. Terkait hal ini ada dua kondisi dengan aturan penulisan berbeda, yaitu: 

a. Kata “ke” Diikuti Angka 

Jika kata “ke” menunjukan urutan dan disusul dengan angka, maka wajib diberi tanda strip (-) sebelum angka tersebut. Seperti: ke-2 ke-3, dst. Berikut contoh dalam kalimat:

Sari adalah anak ke-3 dari lima bersaudara. 

Tahukah Anda? Penulisan angka di awal kata pada suatu kalimat dan judul tidak boleh ditulis dengan angka. Lalu, bagaimana penulisannya? Kuasai aturan penulisan angka di awal kalimat dan judul sesuai kaidah.

b. Kata “ke” Diikuti Huruf (Penulisan Angka dengan Huruf)

Pada beberapa kondisi, urutan tidak ditulis dengan angka melainkan dengan huruf. Maka aturan penulisannya adalah sebagai berikut: 

  1. Jika kata “ke” menunjukan urutan maka penulisannya disambung. Contoh: Ayah anak kedua dari empat bersaudara. 
  2. Jika kata “ke” tidak menunjukan urutan akan tetapi kata di depannya adalah angka yang ditulis huruf maka penulisannya dipisah. Contoh: Ibu masuk ke tiga pasar dalam satu hari. 

Bagaimana? Apakah Anda pernah salah menuliskan “ke”? Apabila pernah, tuliskan versi salah benarnya agar pembaca dapat belajar dari Anda.

Rekan Anda masih bingung menuliskan “ke”? Bagikan saja artikel ini melalui tombol share. Anda juga dapat menyimpan materi ini di Bookmark device Anda untuk mempermudah akses sewaktu-waktu.

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama