Ebook ajar untuk blended learning menjadi salah satu bahan ajar yang ideal digunakan. Sebab, bisa mendukung pembelajaran dengan konsep kombinasi tatap muka sekaligus jarak jauh.
Berbeda dengan buku ajar cetak atau buku ajar konvensional. Dimana mahasiswa perlu akses secara langsung ke tempat dimana buku ajar tersebut tersedia. Dalam versi ebook, tentunya akan lebih praktis dan tetap menunjang kelancaran pembelajaran. Lalu, seperti apa cara dosen menyiapkan ebook buku ajar yang tepat? Berikut informasinya.
Blended learning adalah salah satu jenis metode pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka dan jarak jauh. Artinya, ada kombinasi antara pembelajaran daring dengan pembelajaran luring.
Blended learning juga sering disebut dengan istilah hybrid learning, pembelajaran campuran, dan pembelajaran kombinasi. Contoh penerapannya, dalam sepekan pembelajaran dilakukan luring selama 3 hari. Sementara 2 hari lainnya dijalankan secara daring.
Ebook ajar sendiri, dipahami sebagai buku ajar dalam versi elektronik (ebook) atau dalam versi digital. Penggunaan ebook ajar sendiri mulai jamak dijumpai di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini menunjukan adanya peran ebook ajar untuk blended learning yang krusial. Seperti:
Ebook ajar mendukung setiap mahasiswa mengikuti proses pembelajaran campuran tersebut dengan mudah. Sebab bisa diakses dari perangkat elektronik yang dimiliki. Sehingga tidak harus memakai perangkat dengan spesifikasi khusus, harga yang cukup mahal, merek tertentu pada tipe tertentu, dan sebagainya.
Inilah arti penting untuk para dosen pengampu mata kuliah menyiapkan ebook ajar yang mendukung blended learning. Misalnya disusun dan diterbitkan dalam format yang kompatibel untuk semua sistem operasi.
Sekaligus dalam format yang tidak membutuhkan aplikasi pembaca khusus. Misalnya karena format ebook sudah kompatibel dibaca dengan berbagai jenis aplikasi pembaca ebook.
Ebook ajar untuk blended learning tentunya perlu mendukung kelancaran dalam pelaksanaan blended learning tersebut. Misalnya, materi sudah sesuai RPS dan ebook ajar bisa diakses mahasiswa dengan mudah.
Baik itu melalui LMS yang disiapkan perguruan tinggi, grup diskusi di WhatsApp, email, maupun media lain. Sehingga mahasiswa dengan mudah mendapatkan ebook ajar tersebut, bahkan tanpa harus datang langsung ke kampus.
Format yang elektronik atau digital memungkinkan ebook ajar dibuka mahasiswa di perangkat elektronik dan bisa dimana saja. Sehingga memungkinan mereka mengikuti perkuliahan dimanapun mereka berada. Baik itu di rumah, taman, perpustakaan, dll.
Dalam blended learning, mahasiswa bisa saja mengikuti perkuliahan secara jarak jauh. Tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan dari dosen pengampu mata kuliah. Maupun regulasi di perguruan tinggi.
Seperti aturan berapa kali bisa ikut perkuliahan jarak jauh, dan berapa kali ikut perkuliahan tatap muka. Ebook ajar mendukung mahasiswa lebih fleksibel mengikuti perkuliahan sesuai jadwal dari perangkat elektronik apapun dan dari manapun.
Dalam proses tatap muka, ebook ajar bisa digunakan mahasiswa sebagai pegangan mengikuti perkuliahan. Demikian juga saat mengikuti jadwal kuliah jarak jauh. Ebook ajar bisa tetap digunakan di perangkat laptop, PC, maupun gawai yang dimiliki mahasiswa. Sehingga bisa tetap mengikuti perkuliahan dan paham materinya.
Ebook ajar untuk blended learning juga memberi kepraktisan bagi mahasiswa mengikuti seluruh proses pembelajaran. Sebab dalam format ebook, mahasiswa bisa dengan mudah melakukan pencarian materi memakai fitur “Find”.
Jadi, ketika dosen sudah sampai materi kedua, ketiga, dan seterusnya. Mahasiswa tidak butuh waktu lama menemukan halaman di ebook ajar yang sesuai. Kemudian bisa segera mengikuti perkuliahan dengan fokus yang lebih terjaga. Sebab tidak sibuk terlalu lama mencari halaman yang dibahas dosen.
Mahasiswa era sekarang cenderung membutuhkan bahan ajar yang menarik dan interaktif. Sehingga memberi motivasi mereka untuk membacanya. Kemudian mendorong untuk lebih disiplin ikut kelas, sampai aktif selama pembelajaran berlangsung.
Ebook ajar bisa dibuat lebih menarik dan interaktif. Misalnya, konten di dalamnya tidak hanya berupa teks dan visual cuma sekadar grafik maupun tabel. Namun bisa ditambahkan konten ilustrasi, video edukasi, dan sebagainya.
Hal ini membuat ebook ajar ikut berperan mendorong ketertarikan mahasiswa tetap belajar rajin dan disiplin mengikuti kelas. Sebab memiliki pegangan kuliah yang menarik dan menjadikan mata kuliah ikut menarik untuk terus diikuti.
Memahami peran ebook ajar untuk blended learning cukup besar. Maka tentunya, bisa menjadi bahan pertimbangan bagi para dosen untuk menyusun dan menerbitkan ebook ajar tersebut. Berikut tata cara menyiapkan ebook ajar yang relevan untuk blended learning:
Secara umum, menyusun ebook ajar tidak berbeda jauh dengan proses menyusun buku ajar cetak. Perbedaannya hanya pada format dokumen saat selesai disusun atau saat diterbitkan dengan bantuan penerbit profesional.
Jadi, tahap awal dalam tata cara menyiapkan ebook ajar untuk pembelajaran secara campuran adalah menyusun RPS. Kenapa? Sebab di dalam RPS inilah ada susunan materi yang rencananya akan disampaikan dosen saat mengisi mata kuliah.
Seluruh materi tersebut yang kemudian menjadi isi dari buku ajar yang akan diterbitkan dalam versi ebook oleh dosen. Susunan materi dibuat runtut mengikuti susunan di dalam RPS. Jadi, RPS harus disusun dulu dan diselesaikan oleh dosen sampai tahap sudah disahkah pejabat kampus terkait.
Materi di dalam RPS tentunya baru membentuk susunan, belum ada penjelasan rinci. Supaya bisa dijabarkan di dalam naskah buku ajar. Maka dosen perlu melakukan kajian pustaka dengan membaca sejumlah publikasi ilmiah dan berbagai bentuk literatur.
Semakin paham materi yang akan dijabarkan dalam naskah. Maka semakin mudah mengembangkannya dengan penjelasan rinci dan juga mendalam. Kajian pustaka perlu dilakukan dengan teliti dan menyeluruh jika memungkinkan. Sebab tentunya menyesuaikan kondisi fasilitas dan akses ke sejumlah literatur.
Pasca kajian pustaka, dosen bisa masuk ke tahap menyusun kerangka buku ajar atau outline. Dalam kerangka ini, dosen bisa mulai mengembangkan rencana penjabaran setiap materi di dalam naskah buku ajar.
Misalnya, dalam buku ajar mata kuliah Bahasa Indonesia untuk mahasiswa jurusan Sastra Indonesia. Dosen bisa menyusun materi pertama mengenai sejarah bahasa Indonesia.
Kemudian menyusun kerangka susunan subbab, subsubbab, dan seterusnya. Sehingga bab pertama menjelaskan sejarah, kedudukan, dan fungsi bahasa Indonesia. Begitu seterusnya sampai materi terakhir sesuai isi dari RPS.
Baca juga:
Tahap selanjutnya, adalah proses menyusun naskah buku ajar yang nantinya menjadi ebook ajar. Pada tahap ini, para dosen bisa mengembangkan kerangka (outline) yang sudah disusun.
Sehingga bisa dikembangkan berurutan (sistematis), dimulai dari bab pertama, kedua, ketiga, dan begitu seterusnya. Meskipun sudah dilakukan kajian pustaka, di tengah pengembangan kerangka bisa jadi dibutuhkan referensi tambahan.
Sehingga para dosen bisa mengakses berbagai sumber literatur untuk mendapat referensi yang relevan dan tentunya perlu dipastikan kredibel. Menulis naskah buku ajar butuh komitmen di tengah kesibukan akademik dosen yang tinggi. Jadi, sangat disarankan untuk mengatur jadwal menulis secara rutin.
Baca juga: Tata Cara Menyusun Outline Buku Akademik yang Baik dan Benar
Berikutnya, setelah naskah ebook ajar selesai disusun. Maka jangan buru-buru diterbitkan dalam format ebook. Namun, perlu memeriksa dulu hasil penulisan naskahnya sudah baik atau ada yang perlu dikoreksi.
Editing dan penyuntingan mandiri menjadi keharusan. Dosen membaca ulang keseluruhan naskah. Jika memang ada kesalahan yang ditemukan,maka bisa dikoreksi atau diperbaiki. Disusul dengan merapikan naskah. Sehingga saat naskah diterima editor penerbit, sudah terkesan profesional dan siap diterbitkan.
Setelah naskah buku ajar diselesaikan sampai ke tahap editing dan penyuntingan. Maka bisa mulai mencari dan memilih penerbit. Berhubung dari awal berencana menyediakan ebook ajar. Maka perlu memastikan memilih penerbit ebook.
Memilih penerbit dengan teliti menjadi kebutuhan. Dosen tidak bisa asal-asalan, terlebih jika kerja keras menyusun buku ajar ingin menunjang pemenuhan BKD. Sekaligus menunjang pengembangan jenjang jabatan akademik.
Maka sepatutnya harus mengikuti ketentuan (standar) penerbitan dari Kemdiktisaintek. Jadi, penting sekali untuk memastikan penerbit ebook yang dipilih juga paham standar tersebut dan menjamin bisa memenuhinya.
Hal lain yang perlu diperhatikan, adalah memastikan format ebook ajar relevan dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa. Artinya, format ebook yang dipilih bisa diakses di berbagai perangkat elektronik.
Kompatibel dengan berbagai sistem operasi dan berbagai aplikasi pembaca ebook. Sehingga semua mahasiswa tanpa terkecuali bisa mengakses ebook ajar tersebut melalui perangkat masing-masing.
Ebook ajar yang sudah siap digunakan oleh mahasiswa sebagai pegangan pembelajaran. Tentunya perlu segera dibagikan. Dosen bisa membagikan ebook ajar tersebut melalui LMS. Bisa juga melalui media lain yang sesuai kondisi di perguruan tinggi.
Jika tidak menggunakan LMS, maka ebook ajar bisa dibagikan dosen melalui email, grup kelas di WhatsApp, dan media lain yang mendukung. Dosen tentunya perlu memastikan setiap mahasiswa bisa mengakses ebook ajar tersebut.
Ebook ajar untuk blended learning, tentunya tidak hanya perlu disusun dosen sebaik mungkin. Akan tetapi juga perlu dipastikan bisa menunjang pembelajaran secara campuran tersebut.
Para dosen tentunya perlu menyusun daftar checklist untuk membantu memastikan ebook ajar sudah bisa mendukung blended learning. Berikut contoh daftar checklist yang bisa diterapkan:
Pertama, para dosen perlu memastikan materi di dalam ebook ajar sudah sesuai dengan RPS. Sebab ketika menjalankan pembelajaran (perkuliahan), dosen menjadikan RPS sebagai acuan dasar.
Pertemuan pertama, membahas materi pertama di dalam RPS. Pertemuan kedua, pada materi kedua di RPS, begitu seterusnya. Ebook ajar ditujukan sebagai pegangan mahasiswa mengikuti perkuliahan tersebut. Tentunya isi materi juga harus sama dengan RPS.
Sehingga saat dosen membahas materi di pertemuan pertama, itu relevan dengan bab 1 di ebook ajar. Begitu seterusnya sampai pertemuan terakhir menjelang ujian akhir semester. Jadi, agar ebook ajar efektif menunjang mahasiswa memahami materi perkuliahan. Isinya juga harus sesuai dengan isi RPS.
Jika dosen menyusun ebook ajar sendiri, kriteria ini lebih mudah dipenuhi. Namun, jika memilih menggunakan ebook ajar karya dosen lain yang sudah diterbitkan. Maka perlu memastikan isinya masih relevan dengan RPS mata kuliah yang disusun dosen di awal semester.
Daftar checklist selanjutnya, adalah pembagian materi untuk blended learning sudah jelas. Sehingga materi mana saja yang akan disampaikan dosen saat pembelajaran daring dijalankan. Kemudian, materi apa saja untuk pembelajaran luring.
Pada dasarnya, ebook ajar bisa cukup hanya satu dan sudah mencakup semua materi perkuliahan. Namun, membagi berdasarkan jumlah pertemuan dan metode pembelajaran yang dijalankan tetap disarankan untuk dilakukan.
Salah satu alasannya, agar baik di posisi dosen maupun mahasiswa memiliki persiapan memadai sebelum perkuliahan dimulai. Misalnya untuk posisi dosen, saat materi pembelajaran daring dan merasa butuh bahan ajar tambahan sebagai penjelas. Misalnya menggabungkan ebook ajar dengan dokumenter (film).
Maka dosen bisa mencari dan menyiapkan film dokumenter penunjang yang relevan dengan materi yang akan dibahas. Kemudian memastikan film tersebut juga kompatibel untuk diputar pada aplikasi konferensi video (video conference) yang digunakan. Sehingga perkuliahan tersebut berjalan lancar.
Daftar checklist selanjutnya, materi di dalam ebook ajar mendukung mahasiswa belajar secara mandiri. Sehingga tanpa pendampingan dosen, mahasiswa masih memungkinkan memahami materi perkuliahan yang tercantum di dalamnya.
Inilah pentingnya memastikan ebook ajar disusun dengan gaya bahasa yang informatif dan didominasi diksi (pilihan kata) populer (umum digunakan sehari-hari). Selain itu, sangat disarankan untuk menambah elemen desain visual. Seperti grafik, infografis, ilustrasi, dll. Sehingga membaca ebook ajar, materi bisa dipahami.
Checklist berikutnya, dosen perlu memastikan ebook ajar untuk blended learning sudah mencakup ringkasan. Disusul juga dengan latihan tugas (sesuai kurikulum OBE yang mengukur kompetensi mahasiswa).
Ebook ajar sama halnya dengan buku ajar cetak, harus ada bagian ringkasan dan latihan tugas. Sehingga tidak hanya menjelaskan materi perkuliahan kepada pembaca (mahasiswa). Kedua unsur ini wajib dipastikan dosen sudah ada dan relevan dengan materi, serta untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan pembelajaran.
Daftar checklist selanjutnya adalah memastikan semua elemen visual di dalam ebook ajar sudah tepat (sesuai dengan materi). Sekaligus memastikan terbaca dengan jelas, sehingga tidak hanya menjadi pemanis tanpa makna di dalam naskah.
Infografis, grafik, data di dalam sajian tabel, dan elemen visual lainnya. Perlu dipastikan semua data yang disajikan terbaca atau terlihat dengan jelas. Sehingga memastikan fungsinya sebagai penjelas tambahan bisa dipenuhi.
Checklist selanjutnya, pastikan juga ebook ajar memang bisa diakses mahasiswa. Dalam artian, ebook ajar tersebut bisa dibuka dan dibaca isinya menggunakan perangkat elektronik yang digunakan mahasiswa.
Inilah pentingnya memilih format ebook ajar yang kompatibilitasnya tinggi. Sehingga sesuai dengan sistem operasi jenis apapun dan aplikasi pembaca yang ringan agar tidak perlu perangkat dengan spesifikasi tinggi.
Menunjang kelancaran dan peningkatan mutu hasil pembelajaran melalui metode blended learning adalah hal penting atau krusial. Maka perlu memastikan ebook ajar untuk blended learning sudah benar-benar tepat. Contoh daftar checklist di atas bisa dijadikan acuan untuk menentukan ebook ajar siap digunakan atau belum.
Ebook ajar membantu mahasiswa mengakses materi perkuliahan dari berbagai perangkat, mengikuti pembelajaran secara lebih fleksibel, mencari materi dengan cepat, serta mendukung proses belajar secara mandiri.
Format digital membuat ebook ajar dapat diakses mahasiswa dari berbagai perangkat dan lokasi. Materinya juga dapat dibagikan melalui LMS, email, WhatsApp, maupun media pembelajaran lain yang digunakan perguruan tinggi.
Tahapannya meliputi menyusun RPS, melakukan kajian pustaka, membuat kerangka buku ajar, mengembangkan naskah, melakukan editing dan penyuntingan, menerbitkan buku dalam format ebook, kemudian membagikannya kepada mahasiswa.
Materi perlu disusun dengan bahasa yang informatif dan mudah dipahami serta dapat dilengkapi elemen visual seperti grafik, infografis, dan ilustrasi. Ebook juga perlu memuat ringkasan dan latihan tugas untuk membantu mahasiswa memahami sekaligus mengukur pemahaman materi.
Referensi:
Keterampilan dosen dalam menulis buku ilmiah, tentunya tidak hanya perlu dikembangkan secara mandiri. Namun juga…
Jika diperhatikan, nyaris semua penerbit menyediakan panduan kirim naskah buku ke penerbit yang bersangkutan. Hal…
Dosen di Indonesia, tentunya sangat familiar dengan buku ajar. Buku ajar menjadi salah satu jenis…
Penulisan naskah buku ajar berhenti di tengah jalan, mungkin menjadi hal yang familiar bagi dosen.…
Hasil atau temuan dari kegiatan penelitian dosen, diketahui wajib untuk disebarluaskan. Salah satunya melalui publikasi…
Dalam kegiatan penerbitan buku, kegiatan tersebut tidak berhenti saat buku resmi terbit dan bisa diakses…