Para dosen di Indonesia yang sudah aktif dan produktif menerbitkan buku ilmiah (buku akademik). Tentunya memahami betul mengenai adanya kendala penerbitan dan distribusi buku. Kendala ini tentu perlu menjadi perhatian para dosen agar menyusun strategi sebagai antisipasi.
Kendala dalam penerbitan maupun dalam distribusi buku adalah hal lumrah. Kendala ini tetap bisa dicari solusinya, baik oleh dosen maupun oleh penerbit dan kolaborasi keduanya. Jadi, pahami dengan baik apa kendalanya dan bagaimana mengatasinya. Berikut informasinya.
Kendala penerbitan dan distribusi buku, tentunya menjadi dua kendala yang dihadapi dua pihak berbeda. Kendala dalam penerbitan dan distribusi bisa dialami oleh penerbit yang dipercaya dosen untuk mempublikasikan naskahnya.
Dalam proses penerbitan tersebut, dosen pun bisa menghadapi sejumlah kendala. Mulai dari tahap penulisan naskah buku, penentuan penerbit, sampai melalui seluruh tahapan penerbitan buku. Berikut beberapa kendala umum yang sering dihadapi para dosen:
Dosen di Indonesia memiliki tugas dan kewajiban akademik yang kompleks. Terdiri dari 3 tugas pokok sesuai dengan ketentuan di dalam tri dharma. Disusul dengan tugas penunjang. Banyak dosen yang mendapat amanah menjalankan tugas tambahan.
Kesibukan akademik yang padat dan disusul kesibukan nonakademik, bisa membuat waktu yang semakin terbatas. Dosen bisa kesulitan menyelesaikan naskah buku. Selain itu, kesulitan pula meluangkan waktu untuk mengurus penerbitannya.
Masih kendala dalam proses penulisan naskah buku. Selain berhadapan dengan waktu menulis yang terbatas bahkan sangat minim. Dosen di Indonesia juga sering terbentur dengan penentuan topik pada buku yang akan disusun.
Topik pada buku tentunya perlu menyesuaikan dengan kepakaran dosen di bidang keilmuan yang ditekuni. Sekaligus sesuai dengan kinerja akademik yang telah dijalankan. Hanya saja, penentuan topik bisa menjadi hal sulit. Terlebih jika dosen masih kebingungan menentukan fokus kepakarannya.
Keterampilan menulis diketahui menjadi keterampilan berbahasa dengan tingkatan paling sulit. Tentunya jika dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lain. Seperti menyimak (mendengarkan), berbicara, dan membaca.
Selain itu, banyak dosen tidak menyangka harus bisa menulis. Banyak dosen pemula yang hanya mengetahui tugas dosen sebatas mengajar mahasiswa. Keterampilan menulis pun masih terbatas, sehingga menyulitkan dosen menyusun buku yang jumlah halamannya minimal 60 lembar untuk terbit ber-ISBN.
Dosen yang belum terbiasa menulis, kemudian terbentur juga dengan keterampilan menulis yang masih minim. Sering mengalami kekhawatiran berlebihan pada hal-hal yang belum tentu terjadi.
Misalnya khawatir tidak bisa mengembangkan topik, buku tidak disambut baik oleh pembaca, ditolak penerbit, dan sebagainya. Kekhawatiran ini sekaligus menjadi kendala penerbitan dan distribusi buku yang tidak bisa disepelekan.
Kendala berikutnya adalah dari akses referensi yang terbatas. Pertama, bisa jadi topik yang dikembangkan dosen menjadi buku memang punya referensi masih terbatas. Sehingga engembangkan topik tersebut menjadi lebih sulit.
Kedua, dosen tidak memiliki akses ke sumber referensi yang dibutuhkan. Bisa karena tidak ada di perpustakaan kampus, tidak bisa membayar biaya langganan yang mahal, dan sebagainya. Akibatnya, penyusunan buku butuh waktu lebih lama dan bahkan rentan terbengkalai.
Kendala umum yang jamak dihadapi para dosen saat menerbitkan buku adalah biaya yang terbatas. Menerbitkan buku ilmiah bisa gratis, yakni menyasar penerbit mayor. Hanya saja, menembus editorialnya tidak mudah. Padahal dosen dikejar deadline pelaporan BKD, jadwal pengajuan usulan kenaikan jabatan akademik, dll.
Oleh sebab itu, banyak dosen menghindari risiko naskah ditolak dengan menargetkan penerbit selain penerbit mayor. Hanya saja, pilihan ini punya konsekuensi ada biaya penerbitan. Jika pendanana tidak mendukung, dosen rentan gagal menerbitkan naskah yang sudah disusun susah payah.
Kendala lainnya, dosen sering mengalami kondisi harus berjuang seorang diri. Sebab tidak memiliki support system yang memadai. Dosen tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak di sekitarnya agar bisa mengurus penerbitan buku dengan lancar.
Oleh sebab itu, mengakses program pendampingan sampai pelatihan menulis buku sangat penting. Sekaligus mengajukan program pendampingan dari internal perguruan tinggi. Disusul meminta dukungan dari keluarga, sehingga lebih ringan dalam mengurus penerbitan yang prosesnya panjang serta melelahkan.
Kendala dalam penerbitan buku, juga mencakup kendala dari proses distribusi. Naskah buku yang ditulis dosen bisa dengan mudah dibantu penerbitannya oleh perusahaan penerbit. Hanya saja distribusinya bisa tidak optimal.
Misalnya hanya terbatas pada kota dan daerah tertentu, belum bisa ke seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini tentunya membuat buku tersebut sulit diakses oleh pembaca. Dampak buku tersebut menjadi tidak optimal. Secara umum, berikut beberapa kendala dalam proses distribusi yang sering dihadapi penerbit buku ilmiah:
Salah satu target dalam distribusi buku oleh penerbit adalah toko buku. Baik itu toko buku online maupun offline. Sayangnya untuk bisa diterima pengelola toko buku, penerbit harus siap menghadapi persaingan rak buku. Sekaligus syarat yang kompleks. Sehingga kadang kala tidak bisa memenangkan persaingan tersebut.
Distribusi pada buku versi cetak tentu butuh biaya yang tidak murah. Apalagi jika menargetkan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia. Semakin luas area distribusinya, semakin tinggi biayanya. Hal ini berbenturan dengan kemampuan finansial penulis maupun penerbit itu sendiri.
Kendala distribusi yang umum dan jamak dihadapi penerbit berikutnya adalah risiko stok buku cetak menumpuk. Sebab tren di masyarakat bisa dengan cepat berubah. Bulan-bulan ini banyak yang tertarik mengenai teknologi AI, bulan berikutnya bisa berbeda lagi. Stok buku yang sudah tercetak bisa mengendap.
Buku yang ditulis dan diterbitkan oleh dosen, tentunya harus dipromosikan. Sehingga semakin banyak orang mengetahui buku tersebut dan tertarik membacanya. Hanya saja promosi buku bisa menjadi hal sulit. Terlebih di era sekarang, media promosi mayoritas berbayar dan mahal.
Distribusi buku karya para dosen bisa lebih mudah jika penerbit punya jaringan yang luas. Baik dengan toko buku, penerbit buku lain, perpustakaan, reseller, dan sebagainya. Sayangnya, tidak semua penerbit punya jaringan pemasaran luas dan membuat distribusi buku tidak optimal.
Baca juga: Penerbit Deepublish: Penerbit Buku dengan Dukungan Pemasaran yang Luas
Sesuai penjelasan sebelumnya, ada banyak kendala penerbitan dan distribusi buku. Kendala ini tentunya bisa menghambat proses penerbitan. Bahkan jika tidak diatasi maka bisa menggagalkan penerbitan buku maupun menurunkan dampak buku tersebut.
Jadi, apa solusi terbaik untuk masalah ini? Salah satu solusi terbaiknya, dosen perlu teliti dalam memilih penerbit. Penerbit yang tepat dan berpengalaman menerbitkan buku karya para dosen memahami kendala-kendala tersebut. Sehingga sudah siap mengantisipasinya.
Sebagai pertimbangan, para dosen bisa menggunakan jasa penerbitan buku ilmiah dari Penerbit Deepublish. Melayani penerbitan buku karya para ahli di bidangnya sejak tahun 2010 dan hingga saat ini sudah lebih dari 20 ribu judul buku berhasil diterbitkan.
Deepublish juga menyediakan layanan penerbitan dengan fasilitas lengkap. Termasuk dukungan promosi dan distribusi ke seluruh jaringan mitra. Mitra Deepublish sendiri mencakup berbagai toko buku online dan offline, perpustakaan umum dan kampus, dan lain sebagainya.
Sehingga kendala penerbitan dan distribusi buku bisa dengan mudah teratasi bersama Deepublish. Para dosen cukup menyiapkan naskah yang sudah selesai disusun dan dikirimkan sesuai prosedur. Selebihnya, penerbitan buku dijamin berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Baca juga: Penerbit Buku Ber ISBN Murah dan Anggota IKAPI
Deepublish tak hanya membantu dosen mengatasi berbagai kendala penerbitan dan distribusi buku. Akan tetapi juga menyediakan layanan lebih sesuai dengan kebutuhan serta permasalahan yang dihadapi masing-masing dosen.
Ada banyak keuntungan jika mempercayakan naskah buku ilmiah untuk diterbitkan oleh tim Deepublish. Diantaranya adalah:
Deepublish merupakan penerbit buku kredibel yang perizinannya jelas dinaungi CV Budi Utama. Selain itu, sejak tahun 2012 sampai sekarang sudah resmi tercatat sebagai anggota IKAPI. Sehingga semakin mengukuhkan kredibilitasnya sebagai penerbit buku ilmiah.
Sejak berdiri di tahun 2010, Deepublish mengutamakan buku-buku yang disusun pakar di bidangnya. Baik itu guru, dosen, maupun peneliti profesional. Pengalaman panjang menerbitkan buku ilmiah menjamin prosesnya lancar dan sesuai standar Kemdiktisaintek untuk menunjang BKD dan karir akademik dosen.
Jam terbang yang tinggi membuat Deepublish lebih teliti dalam membentuk tim yang melayani setiap penulis. Saat ini, seluruh tim yang mengerjakan naskah yang dikirim para dosen dan penulis lain dikerjakan tim bersertifikasi BNSP. Sehingga punya SOP jelas dan berstandar nasional.
Deepublish memahami pentingnya menerbitkan buku dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Saat ini, Deepublish tidak hanya melayani penerbitan buku cetak. Akan tetapi juga buku elektronik (ebook). Para dosen bisa menerbitkan versi cetak, elektronik, maupun keduanya sekaligus.
Adanya kendala penerbitan dan distribusi buku yang disebabkan masalah finansial. Membuat Deepublish menyediakan paket layanan penerbitan. Setiap paket terdiri dari fasilitas tertentu yang membuat biayanya berbeda-beda. Sehingga para dosen bisa memilih paket yang dirasa paling sesuai.
Deepublish juga memahami adanya berbagai kendala selama proses penulisan, revisi sesuai catatan editor, hingga proses penerbitan. Sehingga disediakan layanan konsultasi menulis bersama tim konsultan berpengalaman dan profesional.
Deepublish yang sudah berpengalaman panjang melayani penerbitan buku ilmiah, tentunya memiliki jaringan yang luas. Baik itu dengan penerbit lain, berbagai toko buku hingga perpustakaan, reseller di seluruh Indonesia, hingga mitra Netpromoter. Sehingga distribusi dan promosi buku lebih optimal.
Berbagai keuntungan yang ditawarkan Deepublish, tentunya menjadi penerbit yang tepat untuk dipilih para dosen. Para dosen bisa segera menyelesaikan naskah dan kemudian mendaftar sebagai Penulis Deepublish.
Sehingga naskah buk akan segera diproses, dibantu proses editing dan penyuntingan, hingga proses promosi serta distribusi secara optimal. Detail tata cara pengiriman naskah, cara daftar Penulis Deepublish, dan informasi lainnya, bisa mengunjungi halaman daftar menjadi penulis buku.
Kendala utamanya meliputi kesibukan akademik yang padat, kesulitan menentukan topik, keterampilan menulis yang masih terbatas, kekhawatiran berlebihan (takut ditolak penerbit atau tidak diterima pembaca), akses referensi yang terbatas, keterbatasan biaya, hingga minimnya support system.
Solusi utamanya adalah memilih penerbit yang tepat dan berpengalaman menangani naskah dosen, karena penerbit seperti ini biasanya sudah memahami dan siap mengantisipasi berbagai kendala penerbitan maupun distribusi.
Deepublish sudah berpengalaman sejak 2010, tercatat resmi sebagai anggota IKAPI sejak 2012, memiliki tim bersertifikasi BNSP, serta menyediakan layanan penerbitan buku cetak maupun elektronik dengan paket lengkap sesuai kebutuhan.
Dosen cukup menyiapkan naskah yang sudah selesai disusun, lalu mendaftar sebagai Penulis Deepublish melalui website resmi di penerbitdeepublish.com untuk mengetahui tata cara pengiriman naskah dan informasi lebih lanjut.
Referensi:
Penerbit Deepublish sukses menyelenggarakan Webinar “Panduan Aplikatif Penggunaan Tools Pendukung Penulisan dan Publikasi” pada Jumat,…
Pada saat belajar keterampilan menulis, maka biasanya ada kombinasi mempelajari teori dan praktik menulis buku.…
Menulis buku motivasi sering menjadi pilihan para penulis untuk berkontribusi dalam memberi inspirasi positif pada…
Penerbit Deepublish memiliki visi dan misi menyediakan buku berkualitas bagi masyarakat. Sehingga mendorong peningkatan literasi…
Bagi penulis, ide tulisan adalah aset berharga dan sangat krusial. Hanya saja, ide dalam menulis…
Dalam menulis buku ajar, para dosen bisa mempertimbangkan untuk memiliki mentor. Mentor menulis buku ajar…