Akademisi, baik dosen maupun mahasiswa perlu memahami pentingnya publikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Sebab publikasi ilmiah ini ikut berkontribusi langsung dalam mendorong pengembangan iptek tersebut.
Publikasi ilmiah bisa dilakukan siapa saja, khususnya yang aktif melakukan penelitian. Jadi, tidak hanya kalangan dosen maupun mahasiswa. Hanya saja, akademisi cenderung lebih aktif meneliti dan kemudahan mengakses fasilitas pendukung. Lalu, apa saja bentuk publikasi ilmiah tersebut? Berikut informasinya.
Sebelum membahas pentingnya publikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Perlu memahami dulu apa itu publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah adalah proses penyebarluasan hasil penelitian maupun hasil kajian pustaka di berbagai media publikasi karya tulis ilmiah.
Hasil dari kegiatan penelitian, bisa disusun menjadi KTI. Misalnya artikel ilmiah dan diterbitkan di sebuah jurnal ilmiah. Bisa juga dituangkan dalam bentuk naskah buku referensi atau buku monograf yang kemudian diterbitkan.
Publikasi ilmiah tidak hanya dari hasil penelitian dan disebarluaskan. Bisa juga dari hasil kajian pustaka yang dilakukan dosen, mahasiswa, maupun peneliti profesional. Hasil kajian pustaka ini kemudian dipublikasikan untuk diakses masyarakat luas.
Publikasi ilmiah bukan sekedar agenda menyebarluaskan hasil penelitian dan kajian pustaka akademisi maupun peneliti. Namun, ada banyak alasan lain yang membuat publikasi ilmiah sangat penting untuk dilakukan. Bahkan menjadi rutinitas.
Berikut adalah beberapa hal yang menjadi alasan dari pentingnya publikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sampai teknologi:
Alasan yang pertama, publikasi hasil penelitian dan kajian pustaka bisa membantu memperbaharui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dalam bentuk teori dan keterampilan praktis mengikuti hasil penelitian.
Jadi, hasil penelitian terbaru akan memperbaharui ilmu pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Sehingga lebih relevan dengan perkembangan zaman, permasalahan di masyarakat, kebutuhan industri, dan sebagainya.
Inilah alasan kenapa penelitian perlu dilakukan kontinyu atau berkelanjutan dan hasilnya harus disebarluaskan. Sebab tanpa penelitian, iptek akan stagnan. Masyarakat tidak bisa mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi baru. Padahal masalah, kebutuhan, dll dari masyarakat terus berkembang.
Alasan kedua, publikasi ilmiah mampu mendorong kemajuan teknologi. Hal ini masih berkaitan dengan alasan di poin sebelumnya. Hasil penelitian dan kajian pustaka bisa berisi teknologi baru.
Misalnya solusi atas masalah yang saat ini dihadapi masyarakat. Sehingga menghadirkan teknologi baru yang lebih baik, lebih mudah diterapkan, praktis, ekonomis, dan sebagainya.
Tanpa penelitian dan penyebarluasan hasilnya, maka teknologi akan stagnan. Misalnya masyarakat tidak akan mengenal jaringan 5G dan selamanya berhenti di jaringan EDGE. Contoh lain, manusia tidak akan mengenal mobil dan selamanya hanya berjalan kaki atau naik andong.
Alasan ketiga, pentingnya publikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi adalah menjadi referensi. Dalam melakukan penelitian, dosen maupun mahasiswa dan peneliti butuh dasar acuan.
Dasar ini biasanya didapatkan dari sejumlah referensi ilmiah yang relevan, kredibel, dan juga mutakhir. Jadi, publikasi hasil penelitian penting untuk menunjang ketersediaan referensi ilmiah yang kredibel.
Ketersediaannya akan mendorong penelitian lebih lanjut. Sehingga semakin banyak temuan teori dan teknologi baru yang akan mengembangkan iptek. Hal ini akan membentuk siklus. Jadi, publikasi penting agar siklus tersebut tetap berputar bukannya berhenti.
Baca juga: Buku Referensi: Pengertian, Karakteristik, Format dan Contohnya
Alasan keempat kenapa penyebarluasan hasil penelitian dan kajian pustaka bisa memajukan iptek, adalah bisa mendukung pembelajaran. Dalam pembelajaran, misalnya di perguruan tinggi.
Para dosen dan mahasiswa butuh pegangan. Seperti modul, buku ajar, buku referensi, dan sebagainya. Semua bahan ajar ini biasanya bersumber dari hasil penelitian yang disebarluaskan menjadi buku.
Jadi, penyebarluasan hasil penelitian dalam bentuk buku akan menyediakan media pembelajaran. Sehingga menunjang kelancaran perkuliahan dan pembelajaran di sekolah-sekolah. Proses transfer ilmu berjalan baik dan Indonesia selalu memiliki generasi muda yang cerdas dan kaya pengetahuan sampai keterampilan.
Alasan kelima, publikasi ilmiah dari hasil penelitian dan kajian pustaka menjadi sumber bacaan masyarakat. Informasi di dalamnya membantu masyarakat mendapat ilmu pengetahuan baru dan mengenal teknologi terkini. Bahkan menggunakan teknologi tersebut.
Misalnya dosen ilmu komputer yang penelitiannya menemukan jaringan 5G. Maka masyarakat yang membaca buku atau jurnal temuan tersebut bisa mengenal jaringan 5G.
Kemudian bisa mengetahui bagaimana mengaksesnya, misalnya dengan membeli perangkat yang kompatibel dengan jaringan tersebut. Jadi, publikasi ilmiah penting untuk menyediakan bahan bacaan agar ilmu pengetahuan, wawasan, dan keterampilan masyarakat terus berkembang.
Kadang kala, masyarakat kesulitan mengupgrade ilmu pengetahuan dan wawasannya karena keterbatasan bacaan. Tidak adanya bacaan baru membuat ilmu dan wawasan yang dimiliki tidak berkembang alias stagnan.
Inilah pentingnya publikasi ilmiah rutin dilakukan. Sebab sama halnya dengan menyediakan lebih banyak bacaan baru kepada masyarakat. Masyarakat bisa membaca dari jurnal, prosiding, maupun buku ilmiah baik cetak maupun elektronik. Semakin beragam, semakin mudah menemukan bahan bacaan sesuai selera.
Alasan lainnya adalah untuk meningkatkan akses ke sumber bacaan. Publikasi ilmiah dari hasil penelitian secara rutin akan menjamin ketersediaan bahan bacaan. Kemudian bisa diakses lebih banyak orang terutama jika terbit di berbagai media.
Jika buku, bisa buku cetak maupun elektronik. Masyarakat bisa datang ke perpustakaan dan toko buku untuk mengakses buku cetak terbitan terbaru. Jika jauh, bisa mengakses buku elektroniknya di marketplace maupun website resmi penerbit.
Akses yang mudah karena publikasi banyak dan beragam bentuk. Tentunya membantu masyarakat mendapatkan bacaan yang dibutuhkan, diinginkan, sesuai selera, sesuai dengan karakteristiknya dalam membaca, dan sesuai dengan budget.
Pentingnya publikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan berikutnya adalah karena bisa mendorong kolaborasi. Dosen dan peneliti yang aktif mengurus publikasi di jurnal, prosiding, dan buku ilmiah. Cenderung mudah dikenal dan memiliki relasi yang luas.
Melalui relasi inilah, dosen dan peneliti memiliki peluang besar melakukan kolaborasi. Sehingga bisa melaksanakan penelitian baru, menghasilkan publikasi ilmiah baru, dan semakin banyak ilmu dan teknologi terkini disebarluaskan ke masyarakat.
Baca juga: 7 Arti Penting Kolaborasi Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah
Jika menggunakan istilah publikasi ilmiah, maka kebanyakan orang akan langsung memikirkan jurnal ilmiah. Secara umum, bentuk publikasi ilmiah bukan hanya jurnal. Namun lebih banyak lagi macamnya.
Memahami pentingnya publikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentuya ikut meningkatkan pemahaman pentingnya mendorong kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Jadi, perlu mengurus publikasi dengan beragam bentuk. Adapun jenis-jenisnya antara lain:
Bentuk publikasi ilmiah yang pertama adalah jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah adalah media publikasi artikel ilmiah yang terbit secara berkala. Jadi, dosen maupun mahasiswa harus menulis artikel ilmiah terlebih dahulu.
Baru kemudian dikirimkan ke pengelola jurnal yang scope atau fokus utama publikasi di bidang keilmuan yang sesuai. Tahap selanjutnya adalah proses publikasi itu sendiri. Mencakup proses peer review, revisi, dan lain sebagainya.
Jurnal ilmiah secara garis besar terbagi menjadi 2 jenis. Yakni jurnal nasional dan jurnal internasional. Akademisi dan peneliti di Indonesia diharapkan mengurus publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.
Bentuk publikasi ilmiah yang kedua adalah prosiding. Prosiding adalah bentuk publikasi ilmiah dalam bentuk mempresentasikan hasil penelitian yang dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah.
Secara umum, akademisi dan peneliti akan menyusun artikel ilmiah. Kemudian dipresentasikan dalam seminar atau konferensi ilmiah. Pihak penyelenggara konferensi ini akan mengurus publikasinya dalam bentuk prosiding.
Setelah terbit menjadi prosiding, sekilas akan mirip dengan jurnal ilmiah. Hanya saja, akan ada informasi yang mencantumkan istilah “prosiding” pada nama jurnal dan detail lain sesuai ketentuan pihak publisher.
Bentuk publikasi ilmiah berikutnya adalah presentasi ilmiah atau presentasi oral (presentasi hasil penelitian atau kajian pustaka secara lisan – oral). Jadi, hasil penelitian atau kajian pustaka dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah.
Baru kemudian dipresentasikan peneliti di suatu seminar atau konferensi ilmiah. Dalam presentasi tersebut, biasanya juga ada proses tanya jawab dan sesi lain sesuai ketentuan dari pihak penyelenggara.
Dalam bentuk ini, tidak menghasilkan prosiding. Sebab publikasi hasil penelitian dan kajian pustaka melalui presentasi. Pihak penyelenggara konferensi tidak bekerjasama dengan publisher yang akan menerbitkan semua artikel yang sudah dipresentasikan.
Jenis atau bentuk publikasi ilmiah berikutnya adalah buku ilmiah. Dalam publikasi ini, peneliti akan menyusun naskah buku ilmiah berisi hasil penelitian maupun hasil dari kajian pustaka yang telah dilakukan.
Baru kemudian dikirimkan ke penerbit buku kredibel dan melewati seluruh proses penerbitan buku. Buku ilmiah disini bisa buku referensi, monograf, maupun bunga rampai (book chapter).
Akademisi dan peneliti profesional bisa memilih menerbitkan buku cetak maupun buku elektronik (ebook – buku digital). Selama melewati proses editorial dan memenuhi standar penerbitan lainnya, maka kredibilitasnya akan terjamin. Sehingga bisa terbit versi cetak, elektronik, maupun keduanya sekaligus.
Melalui penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami pentingnya publikasi dalam pegembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan optimal lewat perluasan publikasi. Jadi, tidak hanya dalam satu bentuk saja melainkan dalam beragam bentuk.
Dosen misalnya, dalam luaran penelitian tidak hanya menyebarluaskan hasil penelitian melalui jurnal. Melainkan melakukan konversi menjadi buku, sehingga hasil penelitian juga disebarluaskan dalam bentuk buku referensi atau buku monograf.
Kenapa perluasan bentuk publikasi ilmiah penting? Pertama, bisa menjaring lebih banyak pembaca, yakni dari kalangan masyarakat ilmiah sekaligus masyarakat umum. Sehingga hasil penelitian diketahui, dipahami, dan dimanfaatkan lebih banyak orang.
Kedua, bagi dosen memiliki publikasi ilmiah dalam bentuk beragam membantu memiliki beberapa sumber poin angka kredit sekaligus. Sehingga menunjang akselerasi pengembangan karir akademik melalui jabatan akademik (jabatan fungsional).
Ketiga, konversi KTI untuk meningkatkan keragaman bentuk publikasi ilmiah bisa mengasah keterampilan menulis. Pada dosen misalnya, keterampilan ini penting karena selama masa pengabdian wajib mengurus publikasi ilmiah.
Bagi dosen yang masih bingung harus mengkonversi artikel jurnal menjadi buku ilmiah jenis yang mana. Apakah buku referensi atau monograf? Maka bisa membaca informasi pada artikel berikut https://penerbitdeepublish.com/menulis-buku/panduan-memilih-buku-referensi-atau-monograf/.
Publikasi ilmiah berperan penting dalam menyebarluaskan hasil penelitian dan kajian ilmiah kepada masyarakat. Melalui publikasi, temuan baru dapat diakses, diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan oleh akademisi maupun praktisi sehingga ilmu pengetahuan terus berkembang dan tidak mengalami stagnasi.
Publikasi ilmiah membantu memperkenalkan inovasi dan temuan teknologi baru kepada masyarakat luas. Hasil penelitian yang dipublikasikan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi berikutnya sehingga mendorong terciptanya solusi yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Publikasi ilmiah tidak hanya berupa jurnal. Dosen juga dapat mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk prosiding, presentasi ilmiah, buku referensi, monograf, maupun book chapter. Masing-masing memiliki fungsi dan target pembaca yang berbeda.
Referensi:
Bagi dosen, menulis dan menerbitkan buku perdana menjadi langkah penting dalam perjalanan karir kepenulisan. Sekaligus…
Setiap buku yang terbit dan tertata manis di rak buku berbagai toko buku maupun perpustakaan.…
Bagi banyak kalangan akademisi, terutama para dosen banyak yang menjadikan publikasi artikel di jurnal ilmiah…
Dalam proses penerbitan buku, menggunakan jasa penerbit buku dengan dukungan pemasaran adalah langkah tepat. Sebab…
Melakukan konversi disertasi menjadi buku bisa dijadikan solusi untuk mengejar target BKD. Kemudian pemenuhan AK…
Dalam karir akademik seorang dosen, tentunya akan menapaki jenjang jabatan Lektor Kepala. Bagi para dosen…