Mengenal Format IMRaD dalam Penulisan Artikel Jurnal dan Cara Menyusunnya

Mengenal Format IMRaD dalam Penulisan Artikel Jurnal dan Cara Menyusunnya

Dalam publikasi ilmiah di suatu jurnal, biasanya artikel ilmiah disusun menggunakan format IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion). Format ini menjadi format umum artikel jurnal, baik jurnal nasional maupun jurnal internasional. 

Meskipun tidak semua jurnal menggunakan format ini, dan memiliki kebijakan lainnya. Sebagai format yang paling sering digunakan dan dikenal sebagai standar internasional. Maka memahami format ini dengan baik tentunya sangat penting. 

Mengapa Format IMRaD Penting dalam Penulisan Artikel Ilmiah?

Format IMRaD dikenal sebagai format sistematika penulisan artikel ilmiah pada jurnal yang paling banyak digunakan. Bahkan dikenal sebagai format yang menjadi standar internasional. 

Jadi, menyusun artikel ilmiah dengan format ini sangat penting agar lebih mudah diterima oleh editor jurnal yang dituju. Tentunya perlu memastikan juga jurnal tujuan menggunakan IMRaD sebagai formatnya. Selain untuk mendukung penerimaan artikel di jurnal tujuan. Format satu ini juga punya beberapa kelebihan, seperti: 

1. Struktur Artikel Jurnal Sesuai Alur Logika Keilmuan

Kelebihan yang pertama, sistematika atau struktur IMRaD pada dasarnya memberikan alur penjelasan runtut dan sesuai alur logika keilmuan. Dimulai dari hal paling mendasar, menjelaskan topik dan alasan pemilihan topik tersebut.

Sehingga isi artikel jurnal ilmiah tidak langsung menjelaskan hasil penelitian dan pembahasan yang berisi hasil analisis data serta argumen penulis. Struktur yang jelas, runtut, dan sesuai alur logika inilah yang membuatnya paling sering digunakan.

2. Memudahkan Pembaca Memahami Isi Artikel Jurnal

Susunan artikel jurnal yang runtut dan sesuai alur logika keilmuan, tentunya membuat informasi di dalamnya enak dibaca. Kemudian bisa lebih mudah dipahami oleh para pembaca. Sebab penjelasan dimulai dari hal mendasar menuju ke inti pembahasan (hasil penelitian). Bukan sebaliknya, sehingga lebih mudah dipahami.

3. Memudahkan Proses Peer Review

Struktur IMRaD juga memiliki kelebihan memudahkan proses peer review. Termasuk juga memudahkan editor dalam memeriksa artikel yang di submit para penulis. Sebab menjadi struktur baku di jurnal tersebut, seluruh artikel disusun dalam struktur yang sama.

Jadi, memudahkan proses pemeriksaan aspek format dan sistematika penulisan. Sampai ke pemeriksaan aspek substansi oleh para reviewer yang merupakan pakar di bidangnya.

4. Mengasah Keterampilan Menulis KTI

Kelebihan lainnya, struktur IMRaD bisa meningkatkan keterampilan menulis KTI. hal ini bisa didapatkan karena nyaris semua jenis KTI menggunakan struktur penulisan IMRaD tersebut.

Hanya saja, beberapa isi dalam struktur IMRaD dipecah menjadi dua bab atau justru sebaliknya. Kemudian, bisa juga menggunakan istilah yang berbeda. Jika struktur IMRaD dikuasai dengan baik, maka KTI jenis lain yang ditulis juga akan disusun sesuai alur logika keilmuan seperti format tersebut.

Baca juga: Format Makalah Lengkap yang Benar

Kapan Format IMRaD Digunakan?

Lalu, kapan format IMRaD ini digunakan? Jawabannya adalah ketika ingin mempublikasikan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam suatu jurnal ilmiah. Sekaligus, jurnal yang dituju menggunakan format ini sebagai standar. 

Apakah format ini bisa digunakan untuk KTI jenis lainnya? Jawabannya bisa, karena struktur IMRaD sesuai alur logika keilmuan. Sehingga format ini bisa diadopsi ke sistematika KTI selain artikel jurnal ilmiah. Tentunya selama memungkinkan dan mayoritas pada KTI jenis lain perlu ada penyesuaian. 

Misalnya, jika menyusun skripsi maka biasanya sistematika masih sangat mirip dengan sistematika IMRaD. Skripsi biasanya diawali dari bab I Pendahuluan, bab II Kajian Pustaka, bab III Metode Penelitian, bab IV Hasil dan Pembahasan, dan bab V Kesimpulan. 

Sementara di dalam sistematika IMRaD diawali dengan Pendahuluan, Metode Penelitian, serta Hasil dan Pembahasan. Sekilas seperti berbeda, akan tetapi isinya tidak berbeda jauh. Misalnya di bagian Pendahuluan pada artikel jurnal isinya latar belakang masalah dan kajian pustaka. Sementara di dalam skripsi, dua pembahasan ini dibuat bab berbeda.

Baca juga: Book Chapter: Format, Ketentuan, Contohnya

Struktur Format IMRaD

IMRaD secara sederhana merupakan kependekan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion (Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan). Jadi, struktur di dalam format IMRaD adalah sesuai kepanjangan tersebut. Berikut penjelasan detailnya:

1. Introduction (Pendahuluan)

Introduction atau bagian Pendahuluan berisi penjelasan mengenai topik atau permasalahan yang diteliti. Disusul dengan penjelasan mengenai alasan peneliti (penulis) memilih topik tersebut untuk diteliti.

Bagian Introduction menjadi bagian pertama dari isi artikel dalam struktur IMRaD. Maka sangat dianjurkan untuk dibuka dengan kalimat dan paragraf yang menarik minat baca. Misalnya memaparkan data dan di akhir paragraf pertama dikaitkan dengan topik yang diteliti.

2. Methods (Metode Penelitian)

Methods atau Metode Penelitian berisi penjelasan mengenai metode penelitian yang digunakan dan alasan memilihnya. Apakah menggunakan metode kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran (kualitatif dan kuantitatif).

Selain itu, pada bagian ini juga menjelaskan instrumen penelitian dan teknik analisis data yang digunakan. Mencantumkan juga informasi mengenai populasi dan sampel penelitian. Namun dijelaskan secara ringkas, padat, dan jelas. Sebab umumnya dalam sistematika IMRaD terdiri dari 10-11 paragraf saja.

3. Results (Hasil Penelitian)

Results atau Hasil Penelitian berisi data yang didapatkan dalam kegiatan penelitian yang dilakukan. Data ini didapatkan melalui sejumlah instrumen penelitian yang digunakan. Kemudian dipaparkan secara jelas menggunakan tabel, grafik, dan teks penjelas yang dibuat ringkas.

4. Discussion (Pembahasan)

Discussion atau Pembahasan berisi penjelasan mengenai pembahasan data hasil penelitian dan hasil analisis menggunakan teknik analisis yang dijelaskan di bagian Metode Penelitian.

Pembahasan akan memudahkan pembaca memahami lebih rinci dan tepat mengenai temuan yang didapatkan dalam penelitian. Selain memaparkan hasil analisis apa adanya, bagian ini juga disarankan berisi argumen penulis.

Sebagai catatan tambahan, meskipun dalam struktur IMRaD tidak menjelaskan ada bagian judul, abstrak, kata kunci, dan daftar pustaka. Bukan berarti artikel ilmiah yang disusun memakai struktur ini hanya berisi Pendahuluan, Metode, dll sesuai kepanjangan dari IMRaD. Artikel juga tetap terdapat judul, abstrak, dan daftar pustaka.

Cara Menyusun Artikel dengan Format IMRaD

Hal penting berikutnya, adalah memahami bagaimana cara menyusun artikel jurnal dengan format IMRaD. Sebelum mulai menyusun artikel dalam format ini, penulis perlu memilih jurnal tujuan.

Kemudian membaca author guideline yang menjelaskan format dan struktur penulisan bagaimana. Jika memang memakai IMRaD, barulah proses penulisan bida dimulai. Secara umum, berikut langkah-langkahnya:

1. Menentukan Topik Penelitian

Tahap pertama, penulis perlu menentukan topik penelitian. Secara umum, artikel ilmiah disusun setelah penelitian sudah diselesaikan. Maka topik mengikuti topik yang diteliti tersebut.

Tahap penentuan topik penelitian biasanya saat menyusun proposal usulan. Jadi, topik dalam artikel ilmiah untuk dipublikasikan ke jurnal mengikuti topik yang diteliti. Jangan sampai berbeda.

2. Mencari dan Memilih Referensi

Langkah kedua, penulis mencari dan memilih referensi ilmiah. Informasi di dalam artikel ilmiah tentunya tidak selalu sama persis dengan proposal dan laporan penelitian. Sebab di bagian Discussion, penulis diharapkan menyampaikan argumen.

Begitu juga dengan isi dari bagian lain mulai dari Pendahuluan, Metode, dan sebagainya. Maka biasanya muncul kebutuhan untuk mencari referensi tambahan. Jadi, pencarian ini dilakukan di tahap kedua penulisan artikel dalam format IMRaD.

Referensi yang dipilih sebaiknya memenuhi 3 kriteria paling mendasar. Yakni relevan dengan topik penelitian, mutakhir atau terbitan terkini, dan kredibel (bisa dipercaya dan berkualitas). Referensi bisa dicari di perpustakaan kampus, perpustakaan umum, database jurnal, toko buku, artikel di surat kabar, artikel website, dll.

3. Menyusun Kerangka

Langkah ketiga adalah menyusun kerangka. Tahap ini bersifat opsional, beberapa penulis mungkin merasa tidak perlu menyusun kerangka. Beberapa lagi merasa sebaliknya. Jadi silahkan disesuaikan. Kerangka disusun untuk memudahkan penulisan agar runtut dan terfokus.

4. Mulai Menyusun Manuskrip Secara Runtut

Langkah yang keempat adalah mulai proses penulisan artikel dalam format IMRaD. Pada tahap ini, penulis dianjurkan untuk menyusun berurutan. Dimulai dari bagian paling awal ke bagian akhir, jangan dibalik.

Jadi, susun dulu bagian Pendahuluan kemudian ke Metode Penelitian, begitu seterusnya sampai bagian Kesimpulan dan Daftar Pustaka. Penulisan secara sistematis atau berurutan memudahkan penulisan yang baik, lengkap, dan setiap bagian memiliki keterkaitan satu sama lain tidak berdiri sendiri.

Selain itu, penyusunan secara sistematis juga memastikan tetap pad format yang digunakan. Jika dari awal memakai IMRaD maka begitu seterusnya sampai akhir. Tips tambahan, dalam menulis pastikan konsisten jadi disarankan untuk menyusun jadwal menulis.

5. Baca Ulang dan Koreksi

Langkah yang kelima adalah proses editing dan penyuntingan mandiri yang dilakukan penulis sendiri. Jadi, artikel dalam format IMRaD wajib dibaca ulang. Kemudian diperiksa secara teliti ada tidaknya kesalahan.

Baik kesalahan ketik (typo), kesalahan tanda baca, susunan kalimat, dan sebagainya. Tujuannya agar kualitas naskah lebih baik, keterbacaan meningkat, dan peluang diterima editor jurnal bisa lebih tinggi.

6. Cek Plagiarisme

Tahap berikutnya adalah melakukan pengecekan plagiarisme. Tahap ini penting, tujuannya untuk mengantisipasi indikasi adanya plagiat. Khususnya plagiat yang tidak disengaja, lupa mencantumkan referensi di daftar pustaka, sitasi di kutipan, dll.

Tools untuk cek plagiarisme memiliki jenis beragam, penulis bisa menggunakan tools yang dinilai paling akurat dan sering menjadi standar pengelola jurnal. Misalnya menggunakan Turnitin. Jika artikel disusun dalam bahasa inggris, pastikan melakuan cek grammar.

7. Submit ke Jurnal Tujuan

Setelah artikel ilmiah selesai disusun, silahkan submit ke jurnal tujuan. Cara submit setiap jurnal berbeda-beda, biasanya dijelaskan di author guideline. Jika tidak ada informasi ini, maka bisa membaca website resmi jurnal tersebut. Biasanya ada halaman khusus untuk submit, yang artinya proses submit berbasis website.

Jika tidak ada juga, maka silahkan menghubungi kontak email editor jurnal untuk menanyakannya. Sebab beberapa jurnal meminta proses submit melalui email. Jadi para penulis harus menyesuaikan dan tidak menggunakan inisiatif sendiri.

Contoh Format IMRaD dalam Artikel Ilmiah

Setelah memahami apa itu format IMRaD dan kelebihan yang dimiliki serta bagaimana menyusun artikel jurnal dengan format ini. Maka untuk menunjang kelancaran dalam menyusun artikel memakai IMRaD sebagai format penulisan. 

Berikut contoh artikel jurnal yang disusun dengan format ini dikutip dari salah satu artikel ilmiah yang terbit di Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini berjudul “Implementasi Kurikulum Berbasis OBE oleh Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini di Era 4.0”: 

1. Introduction (pendahuluan)

    2. Methods (metodologi)

      3. Result and Discussion (hasil dan pembahasan)

        Memahami apa itu format IMRaD, kenapa menjadi standar internasional dalam penyusunan artikel jurnal ilmiah, dan cara menyusunnya. Tentu penting bagi dosen, mahasiswa, dan kalangan peneliti. Sebab menyusun artikel jurnal akan menjadi agenda rutin. 

        FAQ (Frequently Asked Questions)

        1. Apa itu format IMRaD?

        IMRaD adalah singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion (Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan). Format ini merupakan struktur penulisan artikel ilmiah yang paling banyak digunakan di jurnal nasional maupun internasional, dan diakui sebagai standar internasional dalam publikasi ilmiah.

        2. Mengapa format IMRaD penting untuk dikuasai?

        Menyusun artikel ilmiah dengan format IMRaD sangat penting agar lebih mudah diterima oleh editor jurnal yang dituju. Selain itu, format ini memiliki struktur yang runtut sesuai alur logika keilmuan, memudahkan pembaca memahami isi artikel, mempercepat proses peer review, dan sekaligus mengasah keterampilan menulis karya tulis ilmiah secara umum.

        3. Kapan format IMRaD digunakan?

        Format IMRaD digunakan ketika ingin mempublikasikan hasil penelitian maupun hasil pengabdian kepada masyarakat (PkM) ke dalam jurnal ilmiah yang menggunakan format ini sebagai standarnya. Format ini juga bisa diadopsi untuk jenis KTI lain seperti skripsi, dengan beberapa penyesuaian

        4. Apa saja bagian-bagian dalam struktur IMRaD?

        Struktur IMRaD terdiri dari 4 bagian utama. Pertama, Introduction (Pendahuluan) yang berisi penjelasan topik, alasan pemilihan topik, dan latar belakang masalah. Kedua, Methods (Metode Penelitian) yang menjelaskan metode, instrumen, teknik analisis data, serta populasi dan sampel penelitian. Ketiga, Results (Hasil Penelitian) yang memaparkan data hasil penelitian secara ringkas menggunakan tabel, grafik, atau teks penjelas. Keempat, Discussion (Pembahasan) yang berisi analisis data, temuan penelitian, dan argumen penulis.

        Referensi:

        1. Nuraini, F. (2023). Format IMRaD, Format yang Banyak Digunakan Jurnal Bereputasi. Diakses pada 15 Mei 2026 dari https://duniadosen.com/jurnal/format-imrad/
        2. Hidayat, M. W. (2023). Menulis dengan IMRAD. Diakses pada 15 Mei 2026 dari https://blog.uin-suka.ac.id/moh.hidayat/menulis-dengan-imrad
        3. Maharani, T. M., Na’imah, N., Maharani, M., Ulfah, U., & Putri, H. A. (2025). Implementasi Kurikulum Berbasis OBE oleh Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini di Era 4.0 . Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 2361–2366. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7175 
        4. Rahmat, A., Ntelu, A., & Mirnawati, M. (2023). Teknik Keterampilan Menulis Artikel Model IMRAD dengan standar Sinta, Scopus dan WOS. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2), 1383-1390. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/Aksara/article/view/1932 
        5. Menulis Artikel Ilmiah yang Kuat dengan Struktur IMRAD. (2025). Binus University. Diakses pada 15 Mei 2026 dari https://socs.binus.ac.id/2025/11/13/menulis-artikel-ilmiah-yang-kuat-dengan-struktur-imrad/

        Artikel Penulisan Buku Pendidikan