Dosen di Indonesia yang menjalankan penelitian terapan, tentu familiar dengan luaran berbentuk laporan feasibility study (studi kelayakan). Dalam hibah penelitian Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026, studi kelayakan juga termasuk luaran wajib pada skema penelitian terapan.
Melalui luaran jenis ini, hasil penelitian para dosen berbentuk produk, prototipe, dan sejenisnya akan diuji kelayakannya untuk diimplementasikan. Sehingga meminimalkan hasil penelitian dosen jebakan lembah kematian (innovation valley of death). Berikut informasinya.
Apa Itu Feasibility Study?
Dikutip melalui Pedoman Penyusunan Luaran Penelitian “Feasibility Study” 2023 Politeknik Negeri Jakarta, feasibility study adalah kajian tentang berbagai aspek, dimana hasilnya digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan apakah suatu ide penelitian, proyek, usaha, kegiatan bisnis dapat dikerjakan, ditunda dan bahkan tidak dijalankan.
Melalui definisi tersebut, maka bisa dipahami bahwa studi kelayakan berbentuk laporan. Isinya menjelaskan secara rinci hasil analisis uji kelayakan terkait dengan penelitian, proyek, usaha, kegiatan bisnis, dan sebagainya.
Dalam kegiatan penelitian yang dilaksanakan kalangan dosen, luaran satu ini diterapkan pada penelitian terapan. Umumnya untuk melakukan analisis uji kelayakan pada hasil penelitian dosen tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan studi kelayakan biasanya dalam bentuk produk (produk, model, prototipe, sistem, teknologi, kebijakan, dll).
Hasil studi kelayakan akan menunjukan apakah hasil penelitian dosen sudah siap diimplementasikan, kurang, atau belum siap sama sekali. Analisis dalam studi kelayakan akan mempertimbangkan banyak aspek untuk menghindari berbagai resiko dalam implementasi hasil penelitian.
Tujuan Feasibility Study
Luaran penelitian dalam bentuk laporan feasibility study sangat penting. Sebab melalui studi kelayakan inilah bisa dilihat potensi hilirisasi hasil penelitian. Yakni diimplementasikan ke industri, masyarakat, diproduksi, dikembangkan lagi, dan seterusnya.
Sehingga hasil penelitian benar-benar terus dikembangkan dan tidak berhenti di suatu titik, lalu hilang. Hasil penelitian dosen maupun yang dijalankan pihak lain jika berhenti berkembang dan hilang. Maka disebut masuk dalam jebakan lembah kematian (innovation valley of death).
Hasil penelitian yang inovatif cenderung gagal diimplementasikan karena tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan pasar. Sehingga berhenti dan rentan menghilang dengan sendirinya.
Jadi, salah satu tujuan penetapan laporan feasibility study sebagai luaran penelitian adalah mencegah resiko tersebut. Hasil penelitian dosen perlu dianalisis dengan melihat potensi pasar, kebutuhan industri, masyarakat, dan sebagainya. Sehingga diketahui layak tidaknya hasil penelitian tersebut terus diteliti dan dikembangkan.
Berhubung laporan studi kelayakan menjadi bagian dari hasil analisis potensi implementasi hasil penelitian. Maka biasanya dalam penelitian, laporan ini bukan satu-satunya luaran. Melainkan dikombinasikan dengan jenis luaran wajib lainnya. Baik itu luaran berbentuk publikasi ilmiah ke jurnal, prototipe, model sistem, dan sebagainya.
Aspek Dalam Feasibility Study
Memahami bahwa laporan feasibility study adalah hasil uji kelayakan implementasi hasil atau temuan penelitian. Maka analisis uji kelayakan dalam studi ini perlu memperhatikan sejumlah aspek. Setidaknya ada 7 aspek utama yang harus diperhatikan dan ikut dianalisis, yaitu:
1. Aspek Kebutuhan Pelanggan (Konsumen)
Aspek pertama yang dianalisis dalam studi kelayakan adalah kebutuhan pelanggan. Hasil penelitian dosen, mahasiswa, peneliti di lembaga penelitian, dll tentu diharapkan bisa terus dikembangkan.
Pengembangan ini membuat hasil penelitian bisa diimplementasikan, sehingga terjadi hilirisasi hasil penelitian. Hasil penelitian bisa diakses masyarakat, dimanfaatkan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat tersebut.
Namun, hal tersebut tidak akan tercapai jika hasil penelitian tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat. Maka dalam studi kelayakan wajib memperhatikan kebutuhan pelanggan atau konsumen. Tujuannya untuk melihat potensi hasil penelitian apakah relevan dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan pemerintah.
2. Aspek Kondisi Pasar
Aspek kedua adalah kondisi pasar. Artinya dalam feasibility study juga harus memperhatikan ada tidaknya potensi pasar dari implementasi atau hilirisasi hasil penelitian.
Hasil penelitian sebagus apapun dan secanggih apapun, jika tidak ada yang membutuhkan maka belum bisa di hilirisasi. Oleh sebab itu, aspek kondisi pasar wajib diperhatikan.
Kemudian termasuk juga menganalisis kemampuan pasar berkaitan dengan harga hasil penelitian saat dikomersialkan, biaya produksi apakah sesuai kemampuan pelaku industri atau tidak, dan sebagainya.
3. Aspek Hukum
Aspek ketiga dalam feasibility study adalah aspek hukum. Artiya, hasil penelitian dosen harus dianalisis dari segi hukum yang berlaku di Indonesia. Apakah hasil penelitian tersebut ada potensi melanggar hukum atau tidak? Jika iya, maka tidak layak untuk diimplementasikan dan dikembangkan. Begitu juga sebaliknya.
4. Aspek Teknis
Aspek keempat adalah aspek teknis. Yakni segala hal teknis yang mempengaruhi bisa tidaknya hasil penelitian dosen diimplementasikan, dikembangkan, diproduksi, dan dikomersialkan.
Misalnya memperhatikan ketersediaan bahan baku, kesiapan teknologi, kesiapan SDM, target pasar, dll. Hilirisasi hasil penelitian akan lebih mudah sukses jika didukung berbagai aspek teknis.
5. Aspek Finansial
Studi kelayakan hasil penelitian dosen juga memperhatikan aspek finansial. Mulai dari ada tidaknya dana yang memadai untuk proses hilirisasi, biaya produksinya berapa, harga jualnya harus berapa, dan analisis terkait perkiraan laba rugi.
Hasil penelitian dosen tentu diharapkan bisa diproduksi, dikomersialkan, dan dimanfaatkan oleh publik luas. Namun jika biaya produksi masih terlalu mahal, sulit mendapatkan investor, dan sejenisnya. Maka hilirisasi masih terkendala dan belum layak dilakukan.
6. Aspek Ekonomi dan Sosial
Aspek selanjutnya adalah ekonomi dan juga sosial. Artinya, feasibility study hasil penelitian dosen harus memperhatikan dampak pada perekonomian masyarakat dan manfaatnya bagi masyarakat luas seperti apa.
Terdapat beberapa indikator yang bisa dijadikan tolak ukur untuk melihat dampak ekonomi dan sosial dari hasil penelitian. Yaitu:
- Terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.
- Tersedianya sarana dan prasarana umum yang nantinya dapat berguna untuk masyarakat banyak juga pemerintah, bisa berupa: jalan raya, listrik, sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain.
- Tersedianya beragam produk barang dan jasa di masyarakat, sehingga meningkatkan persaingan dalam menciptakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat
7. Aspek Lingkungan
Hilirisasi hasil penelitian dosen juga harus melakukan studi kelayakan terhadap aspek lingkungan. Artinya, analisis atau studi ini bertujuan untuk memastikan hilirisasi hasil penelitian tidak berdampak negatif pada lingkungan.
Acuan yang digunakan untuk menganalisis aspek lingkungan adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jika hasil studi kelayakan didapatkan dampak negatif merusak lingkungan kecil bahkan tidak ada. Maka tentu hilirisasi layak dilakukan, begitu juga jika sebaliknya.
Baca juga: Jenis-Jenis Penelitian Lengkap, Contoh dan Penjelasannya
Cara Membuat Feasibility Study
Setelah memahami apa itu feasibility study dan bentuk akhirnya adalah sebuah laporan hasil analisis dari 7 aspek di atas. Maka tentu perlu memahami tata cara menyusun laporan studi kelayakan tersebut.
Jika studi kelayakan merupakan luaran penelitian, maka struktur laporan menyesuaikan template yang ditetapkan dan disediakan pendukung penelitian tersebut. Misalnya dalam hibah penelitian, maka menyesuaikan template dari penyelenggara hibah.
Pada akhirnya, susunan atau struktur laporan studi kelayakan akan berbeda satu sama lain. Para dosen tentu wajib mengikuti kebijakan pihak-pihak yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Meskipun begitu, berikut adalah struktur umumnya:
1. Halaman Judul Laporan Feasibility Study
Bagian pertama di dalam struktur laporan studi kelayakan adalah halaman judul. Mencakup judul utama seperti “Laporan Feasibility Study”. Kemudian disusul judul penelitian, logo perguruan tinggi (jika dari hibah internal perguruan tinggi), nama peneliti atau penulis laporan, dll.
2. Ringkasan Penelitian
Bagian kedua dalam struktur laporan studi kelayakan adalah ringkasan penelitian. Pada bagian ini, penulis menjelaskan secara singkat dan jelas mengenai apa yang diteliti dan target atau tujuan dari penelitian tersebut.
3. Pendahuluan Feasibility Study
Bagian ketiga adalah pendahuluan. Pada bagian ini, penulis menjelaskan latar belakang penelitian, keunikan, dan tujuan sampai manfaat penelitian yang dilakukan.
4. Kriteria Kajian / Metode Kajian
Bagian keempat adalah seluruh hasil analisis atau studi kelayakan dari 7 aspek feasibility study yang dijelaskan sebelumnya. Masing-masing menjelaskan hasil analisis yang didapatkan. Mencakup:
- Aspek kebutuhan pelanggan dan peta pasar
- Aspek teknis
- Aspek Finansial
- Aspek Hukum
- dan seterusnya.
5. Kesimpulan
Berikutnya adalah bagian kesimpulan. Bagian ini menjelaskan rangkuman hasil studi kelayakan dan menyampaikan poin utama hasil studi tersebut.
6. Rekomendasi Akhir
Bagian yang terakhir adalah rekomendasi akhir. Isinya menjelaskan rekomendasi keputusan terhadap hasil penelitian yang dianalisis. Apakah disebut layak diteruskan, dikembangkan, ditahan dulu, dan sebagainya.
Dari penjelasan tersebut, bisa dipahami bahwa penyusunan laporan studi kelayakan dimulai dengan mencari tahu template laporan. Jika penelitian didukung hibah, maka template disediakan penyelenggara hibah. Contoh lain, jika penelitian didanai internal perguruan tinggi yang menaungi dosen. Maka perguruan tinggi ini yang menyediakan template.
Jika template laporan sudah diketahui dan didapatkan. Maka bisa mulai menyusun laporan studi kelayakan mengikuti template tersebut. Secara umum, template ini akan membentuk kerangka tulisan. Pastikan dikembangkan bagian per bagian secara berurutan (sistematis) agar tidak ada yang terlup atau terlewat.
Baca juga: Desain Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh
Contoh Feasibility Study
Menyusun laporan feasibility study tidak hanya berkaitan dengan kegiatan penelitian. Bisa juga berkaitan dengan kegiatan bisnis dan di bidang lainnya. Membantu memudahkan penyusunan laporan studi kelayakan, berikut beberapa contoh yang bisa dipelajari:
1. Contoh Feasibility Study 1
Berikut adalah contoh laporan studi kelayakan yang dilakukan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk dalam menganalisis layak tidaknya melakukan penambahan kegiatan usaha.
Laporan studi kelayakan bisa diakses melalui tautan berikut https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202408/d0bf6f4f88_d9626e4877.pdf.
2. Contoh Feasibility Study 2
Berikut adalah contoh laporan studi kelayakan pada pengelolaan sampah di TPA yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Grobogan di tahun 2022. Detail laporan bisa dilihat dan diunduh melalui tautan berikut https://dpmptsp.grobogan.go.id/images/TPA_NGEMBAK.pdf.
Masing-masing contoh tersebut memiliki struktur berbeda, sebab memang dilaksanakan pihak berbeda dan untuk tujuan berbeda juga. Para dosen dalam menyusun laporan studi kelayakan menyesuaikan dengan template yang ditetapkan pihak terkait penelitian yang dilakukan. Yakni sesuai penjelasan sebelumnya.
Hubungan Antara Feasibility Study dengan Hibah Penelitian
Memahami apa itu feasibility study, bagaimana menyusun laporannya, dan sebagainya. Bisa dikatakan hal yang sangat penting bagi kalangan dosen. Sebab, studi kelayakan termasuk dalam salah satu jenis luaran penelitian.
Dalam hibah penelitian dari Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026, pada skema penelitian terapan salah satu luaran wajib adalah laporan studi kelayakan tersebut. Sehingga memahaminya membantu dosen mencapai target luaran dari skema hibah yang diraih.
Baca juga: Jenis dan Ketentuan Buku Luaran Hibah Dikti
Referensi:
- Politeknik Negeri Jakarta. (2023). Pedoman Penyusunan Luaran Penelitian “Feasibility Study” 2023. https://p3m.pnj.ac.id/readmore/64df2186e8fcfa09bf06e2a2/pedoman-penyusunan-luaran-penelitian-feasibility-study-2023
- Aziz, A. (2025). Jenis-Jenis Luaran Hibah Penelitian Yang Dosen Wajib Ketahui dan Strategi Mencapainya. Diakses pada 21 Februari 2026 dari https://duniadosen.com/riset/jenis-luaran-hibah-penelitian/
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2026. https://dri.itb.ac.id/wp-content/uploads/sites/33/2025/12/Panduan-Penelitian-dan-Pengabdian-kepada-Masyarakat-Tahun-2026.pdf






