Seputar Layanan

Mengenal Mentor dan Pendampingan Menulis Buku, Mana dan Kapan Dosen Membutuhkannya?

Menulis buku, baik ilmiah maupun nonilmiah memang bukan hal yang mudah. Banyaknya kendala dan hambatan, membuat penulis membutuhkan pendampingan maupun mentoring. Pendampingan menulis buku lebih mudah diakses penulis karena mulai banyak disediakan pihak atau perusahaan secara profesional. 

Dalam pendampingan ini, penyedia jasa biasanya sekaligus memberikan dampingan dan layanan untuk penerbitan buku. Sehingga layanan pendampingan tersebut lebih lengkap ata komprehensif. Lalu, apa bedanya dengan mentor menulis buku? Berikut informasinya. 

Pendampingan Menulis Buku, Salah Satu Bentuk Mentoring yang Sering Terlewat

Para penulis dalam menyusun naskah buku sering memiliki dampingan. Baik dari mentor secara personal maupun dengan penyedia jasa pendampingan menulis buku dari perusahaan yang profesional. 

Mentor dalam menulis buku biasanya dari kalangan rekan sejawat yang lebih senior, penulis yang sudah memiliki jam terbang tinggi, dan lain sebagainya. Sehingga mayoritas layanan mentoring ini bersifat individu, hubungan yang terjalin dengan penulis juga person by person. 

Selain memiliki mentor menulis buku, penulis juga bisa menggunakan layanan pendampingan. Layanan pendampingan ini biasanya disediakan oleh jasa profesional. Misalnya dari suatu perusahaan yang menyediakan layanan pendampingan khusus, layanan penerbitan, layanan konversi KTI, dan lain sebagainya. 

Layanan pendampingan dari jasa profesional ini bisa dipertimbangkan oleh para penulis yang kesulitan menemukan mentor pribadi. Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang membuat layanan pendampingan lebih ideal dipilih. 

Termasuk ketika penulis ingin buku yang disusun dengan pendampingan tersebut bisa sekaligus diterbitkan secepatnya. Jika hanya memiliki mentor menulis pribadi, akses ke jasa penerbitan perlu dilakukan mandiri oleh penulis. 

Meskipun jasa pendampingan ini masih asing di telinga para penulis sehingga sering dilewatkan. Sebab penulis rata-rata lebih akrab dengan mentor menulis buku. Namun, jasa pendampingan seperti ini tentu penting untuk dimanfaatkan. Khususnya untuk menunjang kelancaran menulis hingga menerbitkan buku. 

Apa Bedanya Pendampingan dari Penerbit dengan Mentor Personal?

Melalui penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami beberapa hal yang membedakan antara mentor menulis pribadi dengan pendampingan menulis buku. Supaya lebih mudah memahami detail perbedaan tersebut, berikut penjelasannya: 

1. Pihak yang Memberi Dampingan

Hal atau aspek pertama yang membedakan antara mentor menulis dengan pendampingan menulis adalah pihak yang menjalankannya. Sesuai penjelasan sebelumnya, mentor menulis buku umumnya dilakukan individu. 

Misalnya oleh rekan sejawat yang lebih senior dan lebih berpengalaman dalam menulis serta menerbitkan buku. Meski ada juga layanan mentor menulis buku dari penerbit maupun perusahaan resmi jenis lainnya. Namun, lebih sering disediakan individu. 

Sedangkan layanan pendampingan menulis naskah buku umumnya disediakan oleh perusahaan resmi dan profesional. Misalnya oleh perusahaan penerbitan buku. Sehingga penulis dengan mudah menemukan jasa pendampingan menulis buku dari penerbit. 

2. Fokus Utama

Aspek kedua yang membedakan antara pendampingan menulis buku dengan mentor adalah fokus utamanya. Secara umum, mentor dalam menulis naskah buku fokus pada bimbingan dan pendampingan penulisan naskah. 

Misalnya membantu dosen atau penulis untuk menentukan topik penelitian yang akan dikembangkan menjadi buku ilmiah, struktur penulisan, gaya bahasa, pengaturan file kerja naskah, kualitas tata bahasa, dan detail teknis penulisan lainnya. 

Pada pendampingan dari penerbit, layanan ini lebih profesional dan fokus utamanya juga lebih kompleks. Biasanya membantu penulis untuk memudahkan proses penulisan naskah, sehingga efektif dan efisien. 

Pendampingan ini juga mencakup memberi dukungan dan kebutuhan lain untuk memudahkan penulis mengurus penerbitan naskah. Misalnya membantu penulis memilih penerbit, persiapan pengiriman naskah ke penerbit, pendampingan selama revisi, penentuan paket penerbitan, dan sebagainya. 

3. Hubungan dengan Penulis 

Hal ketiga yang membedakan antara mentor dengan layanan pendampingan menulis buku dari dari penerbit adalah hubungan yang terbentuk. Mentor pendampingan menulis biasanya memberikan hubungan seperti teman diskusi dan pembimbing. Mirip dengan hubungan mahasiswa dengan dosen pembimbing tugas akhir. 

Sehingga ada proses membantu menulis naskah hingga evaluasi kualitas tata bahasa sampai pembahasan. Penulis yang mengalami kendala juga akan dibantu mentor untuk mengatasinya, sehingga naskah bisa segera diselesaikan. 

Sementara hubungan penulis buku dengan penyedia pendampingan menulis lebih profesional. Sebab pendampingan disediakan oleh perusahaan resmi, seperti penerbit atau lembaga yang relevan. Dalam memberi pendampingan, tim pendamping memberikan layanan lebih terstruktur karena punya standar alur kerja. 

Kapan Dosen Perlu Memilih Layanan Pendampingan dari Penerbit?

Dosen di Indonesia tidak hanya berkewajiban untuk mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Akan tetapi juga aktif menulis buku dan menerbitkannya. Selain itu juga wajib menyusun dan mempublikasikan KTI di prosiding hingga jurnal ilmiah. 

Dalam menulis buku, dosen sering berhadapan dengan banyak kendala. Sehingga penulisannya terasa rumit dan memakan waktu yang lama. Dosen tentu membutuhkan mentor untuk memudahkan proses penulisan. 

Sayangnya, tidak semua dosen bisa menemukan mentor menulis buku yang tepat dan bisa diandalkan. Dalam kondisi ini, akses ke layanan pendampingan menulis buku bisa dipertimbangkan. Terlebih untuk para dosen yang berada pada kondisi di bawah ini: 

1. Belum Memiliki Mentor Menulis yang Sesuai

Dosen bisa mempertimbangkan layanan pendampingan menulis buku dari penerbit ketika belum menemukan mentor. Tidak semua dosen bisa dengan mudah terhubung dengan rekan sejawat atau jaringan yang memang punya kapasitas mentoring. 

Sehingga kesulitan untuk memiliki mentor menulis buku. Dalam kondisi ini dan ditambah dengan kendala pada proses penulisan naskah. Sebaiknya mulai mengakses layanan pendampingan profesional. 

Tujuannya agar bisa dibantu mengatasi kendala penulisan yang dihadapi. Kemudian mendapat bantuan dan dukungan juga pada proses penerbitan naskah. Sebab bagi dosen, proses menulis tidak langsung selesai ketika bab terakhir buku sudah disusun. Namun, mencakup juga proses penerbitan dengan tahapan panjang. 

2. Masih Meniti Karir dan Jaringan Belum Optimal

Dosen yang masih meniti karir di dunia akademik, tentunya memiliki jaringan yang masih terbatas. Kemudian masih beradaptasi dengan pelaksanaan seluruh tugas pokok sesuai tri dharma. Disusul dengan proses belajar menulis berbagai jenis KTI, termasuk juga buku ilmiah. 

Pada masa awal berkarir di akademik, ada banyak hal perlu dipelajari dan dikuasai. Dalam kondisi ini, menulis buku ilmiah bisa terasa lebih sulit dan penuh kendala. Jika jaringan belum luas dan tidak bisa menemukan mentor menulis buku. 

Maka sangat tepat jika menggunakan layanan pendampingan menulis buku profesional. Misalnya dari penerbit. Melalui layanan ini, dosen pemula bisa mendapat pendampingan dan bimbingan untuk menulis buku ilmiah dengan baik. Sekaligus didampingi sampai sukses menerbitkan naskah buku tersebut. 

3. Sekaligus Butuh Dampingan Penerbitan Buku

Dosen mungkin tidak hanya mengalami kesulitan dalam menulis naskah buku ilmiah. Akan tetapi juga menghadapi berbagai kesulitan dalam proses penerbitannya. Mulai dari kesulitan memilih penerbit, menghadapi revisi dari editor penerbit, melengkapi dokumen saat mengirim naskah, dan sebagainya. 

Kesulitan dan kebingungan dalam penerbitan tentunya tidak bisa diatasi dengan memiliki mentor menulis. Sebab biasanya mentor lebih fokus pada proses penulisan yang baik dan benar untuk naskah buku dengan kualitas mumpuni. 

Jadi, bagi dosen yang memiliki kendala dalam proses penerbitan. Lebih ideal menggunakan layanan pendampingan menulis dari sebuah penerbitan atau lembaga lainnya. Sebab bisa dibantu juga untuk proses penerbitan yang lebih lancar dan minim kendala. 

4. Membutuhkan Pendampingan yang Lebih Terstruktur dan Profesional

Ada kalanya, dosen merasa tidak enak hati terlalu banyak bertanya dan menyita waktu mentor. Terlebih jika mentor tersebut rekan sejawat yang sama-sama tahu kesibukan akademik sangat padat. 

Memiliki waktu luang yang bersamaan untuk proses mentoring bisa sangat susah. Dalam kondisi ini, dosen tentu mengalami kesulitan untuk mendapatkan manfaat optimal dari mentor yang dipilih. 

Bagi para dosen dalam kondisi tersebut dan kebetulan punya karakter tidak enakan. Sebaiknya menggunakan layanan yang profesional seperti pendampingan menulis buku yang disediakan penerbit. 

Tim pendamping dari penerbit biasanya punya SOP yang jelas. Sehingga alur kerjanya profesional dan mudah dihubungi oleh dosen ketika dibutuhkan. Jadi, jadwal dosen yang menentukan kapan menghubungi tim pendamping. Bukan sebaliknya, sehingga pendampingan fleksibel dilakukan kapan saja. 

5. Memastikan Naskah Buku Memenuhi Standar Kemdiktisaintek

Para dosen tentunya memahami betul bahwa menerbitkan buku ilmiah jenis apapun, tidak bisa sekadar terbit. Melainkan juga harus memenuhi standar atau ketentuan yang ditetapkan Kemdiktisaintek. 

Dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, buku ilmiah yang disusun dosen bisa masuk penilaian AK Prestasi jika memenuhi sejumlah kriteria. Mulai dari substansi pembahasan. Jika buku referensi, maka ada beberapa topik pada satu naskah. Jika buku monograf, hanya membahas satu topik. 

Disusul dengan standar jumlah halaman minimal 125 lembar, terbit dengan ISBN, diterbitkan oleh penerbit dengan proses editorial, dan lain sebagainya. Pendampingan dalam menulis buku bisa membantu dosen memenuhi seluruh standar tersebut. 

Terlebih, layanan pendampingan ini juga mencakup pendampingan selama proses penerbitan. Jadi, ketika naskah akan dikirim ke penerbit akan dibantu proses evaluasi. Begitu seterusnya sampai naskah benar-benar sudah terbit dan terdistribusi untuk diakses masyarakat luas. 

Baca juga: Pentingnya Konsultasi Menulis Sebelum Menerbitkan Buku

Mentor Personal atau Pendampingan dari Penerbit, Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Melalui penjelasan sebelumnya, maka para dosen dan penulis buku bisa lebih memahami perbedaan mentor dengan jasa pendampingan menulis buku. Lalu, mana yang sebaiknya dipilih oleh dosen maupun penulis? 

Secara mendasar, baik mentor maupun jasa pendampingan sama baiknya dan sama bermanfaatnya bagi dosen. Maka dalam menentukan pilihan bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing dosen. 

Jika Anda seorang dosen dan ingin fokus mengasah keterampilan menulis buku. Sehingga kualitas optimal dan lebih mudah diterima editor penerbit. Maka menggunakan bantuan mentor menulis buku bisa dijadikan pilihan. 

Namun, jika Anda juga merasa butuh pendampingan menyeluruh dalam menulis hingga menerbitkan buku. Sekaligus pendampingan diberikan profesional bukan atas hubungan personal yang subjektif. Maka jasa pendampingan menulis buku bisa diprioritaskan. 

Jadi, menggunakan jasa pendampingan maupun memiliki mentor menulis adalah dua hal yang sama baiknya untuk dipilih. Namun, setiap dosen tentu punya kondisi sendiri-sendiri. Sehingga salah satunya menjadi pilihan yang lebih baik. Jadi, silahkan menyesuaikan. 

Bagaimana Memilih Jasa Pendampingan Menulis Buku yang Tepat dan Profesional?

Memahami betul bahwa pendampingan menulis buku mulai disediakan oleh banyak penerbit dan perusahaan resmi lainnya (selain penerbit). Maka tentunya dosen dan penulis juga ada kendala dalam menentukan jasa mana yang akan digunakan. 

Jika dalam kondisi seperti ini, bisa mencoba mempertimbangkan beberapa hal berikut untuk mencegah risiko salah pilih: 

1. Menentukan Kebutuhan Pendampingan Seperti Apa

Hal pertama dalam menentukan layanan pendampingan adalah memahami kebutuhan pendampingan yang dimiliki. Setiap dosen tentunya butuh pendampingan yang berbeda-beda. 

Ada yang butuh pendampingan dalam teknis penulisan naskah, proses penerbitan yang efektif, konsultasi untuk tanya jawab, dan sebagainya. Jadi, pahami dulu hal ini baru kemudian mencari penyedia layanan pendampingan yang sesuai. 

2. Memastikan Cakupan Layanan Pendampingan Sesuai

Hal kedua dalam pertimbangan mencari dan memilih pendampingan selama menulis hingga menerbitkan buku, adalah cakupan layanan sudah sesuai. Setiap dosen tentu memiliki kebutuhan berbeda saat mengakses layanan pendampingan. 

Ada yang hanya butuh pendampingan dalam menulis buku berkualitas, ada yang butuh pendampingan juga di proses penerbitan. Selain itu, setiap penyedia layanan pendampingan juga menyediakan fasilitas layanan yang berbeda. 

Jadi, tidak semua fasilitas yang disediakan relevan dengan kebutuhan dosen selama menulis buku. Pada tahap ini, maka penting sekali dari awal untuk memilih pendampingan yang cakupan layanannya sesuai kebutuhan maupun harapan. 

3. Memilih Pendampingan Profesional dan Berpengalaman

Hal ketiga, adalah memperhatikan pengalaman yang dimiliki penyedia pendampingan menulis buku. Bagi dosen, layanan pendampingan harus paham betul proses dan standar penulisan buku ilmiah. 

Kadang kala, penerbit dan penyedia layanan pendampingan lainnya hanya berpengalaman pada naskah buku nonilmiah. Hal ini tentu kurang relevan dengan kebutuhan dosen yang lebih aktif menulis buku ilmiah. 

Jadi, dari awal harus dipastikan penyedia layanan tersebut sudah berpengalaman mendampingi penulis menyusun buku ilmiah. Sehingga paham betul kendala dan seluk-beluknya agar dampingan yang diberikan tepat. 

4. Memperhatikan Portofolio dan Ulasan Pendampingan

Selanjutnya, dosen perlu memperhatikan portofolio maupun ulasan dari penyedia layanan pendampingan tersebut. Portofolio biasanya bisa dicek dari buku-buku yang disusun para penulis yang sudah didampingi. 

Dosen bisa mengecek kualitasnya bagaimana, diterbitkan oleh penerbit kredibel atau tidak, dan sebagainya. Kemudian, cek juga ulasan pengguna layanan tersebut. Apakah banyak penulis yang puas dan merekomendasikan, atau sebaliknya? 

5. Memastikan Mekanisme Pendampingan Jelas

Hal penting berikutnya adalah memilih pendampingan menulis buku dengan mekanisme layanan yang jelas dan profesional. Sehingga dosen perlu memilih penyedia layanan yang aksesnya jelas dari awal. 

Misalnya, apakah pendampingan secara tatap muka atau jarak jauh? Kemudian, media komunikasinya apakah WhatsApp, Telegram, email, atau media lainnya? Kapan bisa konsultasi, apakah setiap saat atau hanya di hari dan jam kerja? 

Detail ini harus jelas dari awal, sehingga dosen bisa memastikan akses layanan sesuai jadwal yang dimiliki. Sekaligus, prosedurnya sudah sesuai ketentuan agar dosen mendapat respon terbaik ketika mengakses pendampingan. 

6. Memperhatikan Masalah Biaya Jasa

Hal lain yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan adalah biaya pendampingan tersebut. Beberapa penerbit mungkin menyediakan layanan pendampingan secara gratis. Namun, banyak diantaranya yang berbayar. Dosen perlu memastikan biaya layanan bisa dipenuhi dan menghindari yang biayanya melebihi kapasitas. 

Kenapa harus jeli dan teliti dalam memilih jasa pendampingan menulis naskah buku? Jawabannya adalah, karena layanan pendampingan cukup beragam karakteristik dan cakupannya. Oleh sebab itu, pemilihan jasa juga harus menyesuaikan kondisi dan kebutuhan. Sehingga memperhatikan beberapa hal di atas sangat dianjurkan. 

Bagi Anda yang saat ini merasa membutuhkan jasa pendampingan menulis buku yang profesional dan berpengalaman. Maka sebagai rekomendasi bisa menggunakan layanan Konsultasi Menulis dari Penerbit Deepublish. Detail mengenai layanan ini bisa mengunjungi website dan akun media sosial resmi Deepublish. 

Baca juga: Naskah Buku Belum Juga Selesai? Konsultasi Menulis Bisa Menjadi Solusinya!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan mentor menulis buku dan pendampingan menulis buku?

Mentor menulis buku umumnya berupa individu yang memberikan arahan secara personal, seperti rekan sejawat senior atau penulis berpengalaman. Sementara itu, pendampingan menulis buku biasanya disediakan oleh perusahaan atau penerbit profesional dengan layanan yang lebih terstruktur, mulai dari proses menulis hingga penerbitan.

2. Kapan dosen membutuhkan mentor menulis buku?

Dosen dapat membutuhkan mentor menulis buku ketika ingin meningkatkan keterampilan menulis, mendapatkan masukan terkait topik, struktur tulisan, gaya bahasa, maupun evaluasi kualitas naskah sebelum diterbitkan.

3. Kapan dosen perlu menggunakan layanan pendampingan menulis buku?

Dosen dapat mempertimbangkan layanan pendampingan menulis buku ketika belum memiliki mentor yang sesuai, membutuhkan bantuan menyusun naskah, memerlukan pendampingan proses penerbitan, atau ingin mendapatkan dukungan yang lebih terstruktur dan profesional.

4. Bagaimana memilih antara mentor personal dan pendampingan menulis buku?

Pemilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika dosen ingin fokus meningkatkan kemampuan menulis, mentor personal dapat menjadi pilihan. Namun, jika membutuhkan bantuan dari proses penulisan hingga penerbitan, layanan pendampingan profesional lebih sesuai.

5. Mengapa dosen yang masih meniti karier akademik membutuhkan pendampingan menulis buku?

Dosen yang masih membangun karier akademik biasanya masih mengembangkan kemampuan menulis, memperluas jaringan, dan memahami standar publikasi ilmiah. Pendampingan dapat membantu mereka menyusun buku dengan lebih sistematis sekaligus memahami proses penerbitannya.

Referensi:

  1. Khumairah, T. (n.d). Mentoring Kepenulisan: Dari Draft Hingga Buku Siap Terbit. Diakses pada 27 Agustus 2026 dari https://nasmedia.id/blog/mentoring-kepenulisan-dari-draft-hingga-buku-siap-terbit/
  2. Nisa, K. (2026). 7 Cara Mendapatkan Mentor Menulis Buku Ajar. Diakses pada 27 Agustus 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/publikasi-buku/cara-mendapatkan-mentor-menulis-buku-ajar/
  3. Jasa Pendukung Proses Penerbitan agar Proses Menerbitkan Buku Jadi Lancar. (n.d). Detak Publisher. Diakses pada 27 Agustus 2026 dari https://detakpublisher.com/jasa-pendukung-proses-penerbitan-buku/
  4. Pendampingan Menulis Buku untuk Dosen Jakarta. (2025). Penerbit Deepublish Jakarta. Diakses pada 27 Agustus 2026 dari https://jakarta.penerbitdeepublish.com/solusi-akademik/penerbit-buku/pendampingan-menulis-buku-untuk-dosen-jakarta/
Karimatun Nisa

Recent Posts

15 Teknik Menulis Buku Ilmiah yang  Ideal Diterapkan Akademisi

Bagi akademisi, yakni dosen maupun mahasiswa aktivitas menyusun karya tulis ilmiah (KTI) menjadi agenda rutin.…

3 jam ago

Memahami Pengertian dan Kapan Menerapkan Teknik Menulis Parafrase, Ringkasan, dan Kesimpulan

Dalam kegiatan belajar, membaca, maupun menulis, tentunya akan dekat dengan proses parafrase, meringkas, dan menarik…

4 jam ago

Naskah Ditolak Penerbit Buku? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya

Dalam proses penerbitan buku, penulis tentu perlu mengirimkan naskahnya ke penerbit. Jadi, tidak bisa terbit…

1 hari ago

Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Buku di Penerbit Deepublish, Ini Keuntungan dan Cara Aksesnya

Konversi KTI merupakan proses mengubah satu jenis KTI ke jenis KTI lainnya. Misalnya mengubah laporan…

1 hari ago

Banyaknya Tantangan Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Buku, Penerbit Deepublish Tawarkan Solusi Ini!

Publikasi hasil penelitian dosen bisa dalam bentuk publikasi artikel ilmiah di prosiding maupun jurnal. Bisa…

1 hari ago

Takut Tidak Disukai Pembaca? Begini Cara Membangun Mental Sebelum Menerbitkan Buku

Banyak orang mengira, kesulitan tertinggi dari menulis buku adalah proses menulis itu sendiri. Aktualnya, proses…

2 hari ago