Ini 5 Pondasi Paling Awal Dalam Teknik Menulis Buku

Penerbit Buku | Teknik Menulis | Teknik Menulis Awal | Teknik Menulis Awam | Teknik Menulis Umum | Teknik Menulis Dini | Teknik Menulis Pertama

Bagi seorang penulis pemula, menulis buku bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan ketika mereka bisa mengetahui pondasi awal dalam teknik menulis.

Teknik Menulis | Bagi sebagian orang, menulis buku adalah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan, khususnya bagi mereka yang tidak tertarik ke dalam dunia kepenulisan. Pada sisi yang lain, beberapa orang beranggapan bahwa menulis bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Bahkan tidak sedikit juga orang yang mengakui bahwa menulis buku dapat membawa berbagai manfaat yang positif. Tidak hanya mendapatkan tambahan pendapatan, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk citra diri yang baik. Artinya kita sebagai seorang penulis juga nantinya bisa dikenal oleh masyarakat umum, khususnya ketika karya kita memang diakui oleh publik. Banyak penulis yang kemudian dijadikan role model oleh beberapa kalangan masyarakat. Bahkan diantaranya juga diundang sebagai narasumber di berbagai kegiatan. Dengan kata lain, menulis bisa membuat kita dikenal banyak orang dan bisa dijadikan rekan untuk saling bertukar pikiran, khususnya dalam bidang tema yang kita angkat sebelumnya.

Proses untuk menjadi seorang penulis yang handal dan terkenal memang bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Banyak rintangan dan hambatan yang harus kita lalui untuk bisa menjadi seorang penulis yang memang berkualitas. Menulis buku menjadi salah satu pintu gerbang utama yang bisa membawa kita sebagai orang yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran kita dalam menyebarkan ide dan gagasan kepada masyarakat luas melalui tulisan. Selain itu, proses yang harus kita lewati tidak hanya sebatas dari kemampuan kita dalam memahami tema yang ingin kita angkat, tetapi juga pada aspek teknis kepenulisan. Artinya seorang penulis tidak hanya dibutuhkan kecerdasannya saja untuk menulis, tetapi juga pengetahuannya dalam membuat tulisan yang memang menarik untuk dibaca. Dua kemampuan tersebut penting untuk dimiliki setiap orang yang ingin menjadi seorang penulis, baik tulisan fiksi ataupun non-fkisi. Berikut beberapa pondasi awal yang perlu kita ketahui untuk menjadi seorang penulis yang berkualitas.

  1. Menentukan Judul < teknik menulis >

Teknik Menulis | Salah satu hal penting utama yang harus kita lakukan sebagai pondasi awal dalam teknik menulis buku adalah memilih dan menentukan judul tulisan. Judul menjadi bagian vital dalam sebuah buku karena menjadi representasi dari konten tulisan yang kita buat. Tips penting yang harus kita ketahui dalam membuat judul adalah singkat, jelas, dan mudah dipahami. Biasanya judul dibuat dari empat sampai enam kata saja. Judul yang terlalu panjang juga menjadi salah satu aspek yang tentu membuat pembaca malas untuk membacanya. Satu hal yang pasti bahwa judul yang kita buat harus menyentuh hati dan pikiran dari pembaca. Kondisi tersebut menjadi wajar mengingat pembaca akan membeli buku yang sudah kita buat berdasarkan judul yang ada di luarnya. Ketika judul itu bisa menarik pertanyaan dari pembaca, maka hampir bisa dipastikan bahwa mereka tertarik dengan buku yang sudah kita buat. Artinya kita harus memiliki imajinasi luas untuk bisa menarik perhatian pembaca dari judul yang sudah kita buat. Akan menjadi sulit ketika judul yang kita buat justru tidak menarik minat pembaca.

  1. Membuat Outline Tulisan < teknik menulis >

Ketika kita sudah menentukan judul, maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka tulisan atau yang sering dikenal dengan istilah outline. Kerangka tersebut dibuat berdasarkan tema yang kita angkat kemudian dipecah ke dalam beberapa ide pokok. Ide-ide pokok yang menjadi penguat tema yang ingin kita angkat tersebut bisa menjadi bab atau subbab yang akan kita tulis nantinya di dalam buku kita sendiri. Kerangka tulisan tersebut adalah hal wajib yang perlu kita buat dalam proses menulis buku. Tanpa adanya outline tersebut, tentu kita akan kesulitan dalam memetakan beberapa ide pokok dan data-data lain yang mendukung argumen kita sebagai penulis. Selain itu, kerangka tulisan tersebut juga bermanfaat bagi kita sebagai pedoman untuk menulis hal-hal lain yang bisa jadi kita lupa. Artinya kerangka tersebut bisa menjadi pengingat kita ketika sedang menulis

  1. Membuat Paragraf Pertama yang Menarik < teknik menulis >

Teknik Menulis | Aspek lain lagi yang menjadi pondasi penting di dalam tulisan kita yaitu seberapa menarik paragraf pertama yang sudah kita buat. Seperti halnya dalam membuat artikel, kita perlu membuat sebuah kalimat atau paragraf pengantar yang bagus di mata pembaca. Pada sisi yang lebih jauh, khususnya dalam teknik menulis buku, kita bisa menganggapnya dengan sebuah pendahuluan yang berkualitas. Kesan pertama penting untuk kita buat supaya mood pembaca tetap terjaga dan bisa menikmati tulisan kita hingga selesai. Sama halnya dengan pembuatan judul, pembuatan paragraf pertama atau pendahuluan dalam sebuah tulisan juga harus dibuat semenarik mungkin. Akan menjadi lebih bagus apabila pengantar yang kita buat bisa menarik perhatian pembaca, khususnya ketika pembaca selalu bertanya-tanya tentang tulisan kita yang selanjutnya. Kondisi tersebut menjadi penting supaya pembaca senantiasa ingin mencari tahu kelanjutan dari tulisan yang sudah kita buat di bagian-bagian sebelumnya. Kita bisa membuatnya dengan tipe kalimat pertanyaan atau memunculkan sebuah fakta yang tidak biasa.

  1. Melakukan Pengutipan < teknik menulis >

Dalam teknik menulis buku, kita sebagai seorang penulis akan kesulitan apabila tidak memiliki banyak bahan atau data yang bisa kita gunakan untuk melengkapi tulisan yang kita buat. Bahan-bahan tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai sumber seperti internet, buku, jurnal, majalah, koran, dan lain sebagainya. Semakin banyak data yang kita paparkan di dalam tulisan kita, maka akan semakin kuat juga kesan tulisan kita di mata pembaca. Hal tersebut menjadi sesuatu yang wajar, khususnya untuk tulisan akademik. Meskipun demikian, satu hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu etika dalam pengutipan. Apabila kita mengambil data atau pendapat orang lain dari buku yang lain, maka kita harus mencantumkan penulis dan judul buku dari yang kita ambil tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari aktivitas plagiarisme, termasuk menghargai karya orang lain dengan menuliskan namanya di dalam buku yang sedang kita buat. Pada hal tersebut, ada beberapa cara pengutipan yang bisa kita gunakan.

  1. Melengkapi Data Penulis < teknik menulis > 

Teknik Menulis | Langkah terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melengkapi tulisan kita dengan data diri kita sendiri. Biasanya data diri tersebut kita cantumkan di bagian paling belakang buku (cover luar) atau di bagian dalam buku bagian akhir. Data diri tersebut menjadi penting supaya pembaca bisa mengetahui riwayat singkat dari diri kita. Alangkah lebih baiknya apabila data diri tersebut juga dilengkapi dengan nomor atau e-mail yang bisa dihubungi. Tidak sedikit dari pembaca yang berhubungan dengan penulis melalui data diri tersebut. Bahkan banyak penulis juga yang dipanggil atau diundang sebagai pembicara di beberapa kegiatan. Prospek tersebut harus kita manfaatkan supaya jaringan yang kita miliki juga semakin luas. Dengan demikian, proses pertukaran pemikiran bisa dilakukan dengan baik dan berkualitas.

 

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU?

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Costumer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR JADI PENULIS.
SEBELUM ANDA MENYESAL 🙁

🙂

*****BONUS*****

Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!

Jika Anda menginginkan EBOOK GRATIS tentang CARA PRAKTIS MENULIS BUKU, silakan download

 

Referensi

Suharjono, Bambang, 2012, Sukses Menjadi Penulis Step by Step, Jakarta: Oncor Semesta Ilmu.

[Bastian Widyatama]



This post has been seen 418 times.
(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *