Cara Menemukan Gaya Teknik Menulis Buku Anda

Teknik Menulis | Teknik Menulis Buku | Gaya Teknik Menulis | Gaya Teknik Menulis Buku | Teknik Menulis Dengan Gaya | Teknik Menulis Dengan Karakter |

Dalam teknik menulis buku, seorang penulis dihadapkan dengan banyak peringatan yang mengharuskannya untuk merangkai kalimatnya dengan baik; tidak melebar ke mana-mana.

Teknik Menulis | Namun, seorang penulis mungkin akan bertanya, “Jika saya menghapus semua yang menurut Anda kacau, dan jika saya menggunduli setiap kalimat sampai kepada intinya saja, apa yang tersisa untukku?”

Teknik Menulis | Pertanyaan tersebut muncul karena tidak banyak orang yang menyadari betapa buruk tulisan mereka. Tidak ada yang memberitahu mereka tentang gaya tulisan mereka yang terlalu berlebihan dan bagaimana hal itu dapat merintangi apa yang ingin mereka katakan. Jika Anda memberikan artikel sepanjang delapan lembar kepada saya, dan kemudian saya menyuruh Anda untuk memotongnya hingga menjadi empat lembar, Anda akan berteriak dan mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin. Meski demikian, Anda tetap mengerjakannya, dan hasilnya tulisan itu menjadi lebih baik.

Teknik Menulis | Intinya adalah bahwa Anda harus menggunduli tulisan Anda sebelum Anda dapat merekonstruksinya. Anda harus tahu alat-alat apa yang penting dan fungsinya masing-masing. Seperti halnya seorang tukang kayu; adalah penting untuk pertama-tama mampu menggergaji kayu dengan rapi dan memaku, baru setelah itu Anda mengukur ujung-ujungnya atau menambah elemen elegan, jika itu adalah selera Anda. Anda tidak boleh lupa bahwa Anda menangani suatu karya yang berdasar atas prinsip-prinsip tertentu. Jika pakunya lemah, rumah Anda akan roboh. Jika kata kerja Anda lemah dan sintaksis Anda reyot, kalimat Anda akan roboh.

Teknik Menulis | Yang sering kali menjadi masalah adalah Anda menjadi tidak sabar untuk menciptakan sebuah “gaya” — menghiasi kalimat sederhana sehingga pembaca akan mengenali Anda sebagai seseorang yang spesial. Anda akan menggunakan gaya yang terlalu menyolok dan kata-kata sifat yang berlebihan, seolah-olah “gaya” adalah sesuatu yang dapat Anda beli di toko dan kemudian Anda bubuhkan pada kalimat Anda. Tidak ada gaya yang dijual di toko; gaya adalah karakter orang yang menulis, layaknya rambut yang melekat di kepalanya, atau, jika orang itu botak, gaya adalah layaknya kekurangannya akan rambut. Mencoba untuk menambah gaya adalah seperti memakai rambut palsu. Sekilas, orang yang tadinya botak itu terlihat muda dan bahkan tampan. Namun, jika dilihat lagi, ia tidak nampak seperti dirinya sendiri.

TEKNIK MENULIS

Teknik Menulis | Itulah masalah para penulis yang dengan sengaja menghiasi tulisan mereka. Mereka kehilangan, apa pun itu, yang membuat mereka unik. Pembaca akan mengetahui bahwa mereka terlalu berlebihan. Pembaca ingin agar orang yang berbicara kepada mereka terdengar apa adanya. Karena itu, aturan yang paling mendasar adalah: menjadi diri sendiri.

Teknik Menulis | Tidak ada peraturan yang terlalu berat untuk diikuti. Menjadi diri sendiri mengharuskan penulis untuk melakukan dua hal yang sepertinya mustahil untuk dilakukan oleh seorang penulis — santai dan percaya diri.

Teknik Menulis | Memberitahu penulis untuk santai adalah seperti memberitahu seseorang untuk santai saat ia diperiksa apakah ia mengidap kanker. Pun dengan masalah kepercayaan diri, lihatlah bagaimana seorang penulis sangat kaku saat duduk, menatap layar monitor yang menunggu ketikan kata-katanya. Lihatlah bagaimana ia sering kali berdiri dan mencari makanan atau minuman. Seorang penulis akan melakukan apa pun agar ia tidak menulis. Dari pengetahuan yang saya dapat dari sebuah artikel, jumlah banyaknya seorang penulis berdiri untuk mengambil air, jauh melebihi jumlah kebutuhan tubuh mereka akan air.

Teknik Menulis | Apa yang dapat dilakukan untuk melepaskan penulis dari penderitaan itu? Sayangnya, sampai saat ini belum ada obatnya. Saya hanya dapat memberikan sebuah pemikiran yang menghibur, bahwa Anda tidaklah sendiri. Hari-hari tertentu akan lebih baik daripada hari-hari lainnya. Hari-hari tertentu mungkin akan menjadi hari yang sangat buruk sehingga membuat Anda putus asa untuk mulai menulis buku lagi. Kita semua pernah mengalami hari-hari itu dan akan mengalami lebih banyak masa-masa seperti itu.

Teknik Menulis | Namun, adalah baik untuk meminimalisir terjadinya masa-masa buruk, yakni dengan mencoba bersantai.

Teknik Menulis | Asumsikan bahwa Anda adalah penulis yang sedang duduk menulis buku. Anda sudah menetapkan bahwa Anda akan menulis buku dengan jumlah halaman tertentu dan jika halaman bukunya tidak mencapai target, buku Anda tidak akan ada gunanya. Anda berpikir bagaimana tampilan buku itu nanti saat sudah dicetak. Anda memikirkan semua orang yang akan membacanya. Anda berpikir bahwa tulisan Anda harus memiliki beban otoritas yang cukup kuat. Anda bepikir bahwa gaya harus memesona. Jika Anda seperti itu, tidak heran jika Anda terikat; Anda terlalu sibuk memikirkan tanggung jawab Anda yang luar biasa atas buku yang bahkan belum bisa Anda tulis.

Teknik Menulis | Paragraf pertama biasanya adalah sebuah bencana — kumpulan ide-ide umum yang sudah keluar dari topik. Paragraf 2 juga tidak lebih baik. Namun, paragraf 3 mulai menyiratkan sisi kemanusiaan, dan pada paragraf 4, Anda mulai terdengar seperti diri Anda sendiri. Anda sudah mulai mencoba untuk santai. Menakjubkan bagaimana seorang editor sering membuang 3 atau 4 paragraf dari sebuah artikel, atau bahkan beberapa halaman utama, dan mulai dengan paragraf di mana penulis mulai terdengar seperti dirinya sendiri. Paragraf-paragraf pertama itu tidak hanya impersonal dan bertele-tele, paragraf-paragraf itu juga tidak berkata apa-apa — paragraf-paragraf itu hanyalah hasil sebuah sikap sadar untuk membuat sebuah pengantar yang penuh khayal.

Teknik Menulis | Penulis jelas akan paling terlihat natural saat mereka menulis dalam orang pertama (saya dan kami). Menulis adalah transaksi intim antar dua orang, yang dilakukan di atas secarik kertas, dan transaksi itu akan berjalan baik selama tulisan itu memelihara sisi kemanusiaannya.

Teknik Menulis | Namun demikian, membuat penulis untuk menggunakan “saya” adalah tidak mudah. Mereka pikir mereka harus mendapatkan hak istimewa untuk mengungkapkan emosi dan pemikiran mereka. Karena kalau tidak, mereka akan dianggap terlalu egois. Atau tidak bermartabat — sebuah ketakutan yang menimpa dunia akademik. Karena itu, kaum profesional menggunakan kata “seseorang” (“Seseorang menemui bahwa dirinya tidak sejalan dengan Dr. Maltby tentang kondisi manusia”) atau kata yang kurang pribadi (“di-“) (“Diharapkan monograf Prof. Felt akan menarik banyak pendengar yang sesuai”). Saya tidak mau bertemu dengan “seseorang” — ia adalah orang yang membosankan. Saya ingin seorang profesor yang benar-benar berdedikasi pada subjeknya untuk memberitahu saya mengapa subjek itu membuatnya tertarik.

Teknik Menulis | Ada banyak area penulisan di mana kata “saya” tidak boleh dipakai. Koran tidak mau ada kata “saya” di berita mereka. Begitu juga artikel di majalah, laporan bisnis dan institusi, serta disertasi. Para guru bahasa Inggris pun tidak mau melihat adanya pemakaian kata pengganti orang pertama, kecuali “kami”. Larangan-larangan itu sah. Artikel dalam koran harus berisi berita yang yang dilaporkan secara objektif. Saya juga memaklumi guru-guru yang tidak mau memberikan murid-muridnya jalan mudah untuk berpendapat seperti “Saya rasa Hamlet itu bodoh” padahal mereka belum benar-benar menganalisa sebuah karya dan referensi-referensi pendukungnya. Kata “saya” dapat menjadi sebuah cara untuk menjadi terlalu longgar pada diri sendiri dan melarikan diri dari tanggung jawab.

Teknik Menulis | Namun demikian, masih mungkin untuk menyampaikan makna keakuan tanpa menggunakan kata “saya”. Penulis yang baik terlihat dari kata-katanya. Jika Anda tidak diperbolehkan menggunakan “saya”, setidaknya berpikirlah “saya” saat Anda menulis buku, atau menulis draf buku dalam bentuk orang pertama dan kemudian buang kata “saya”. Hal ini dapat melatih gaya impersonal Anda.

Teknik Menulis | Jual diri Anda, dan topik tulisan Anda akan menyiratkan daya tariknya sendiri. Percayalah pada identitas dan pendapat Anda sendiri. Menulis buku adalah suatu sikap ego. Gunakan kekuatannya untuk membantu Anda agar dapat terus menulis buku.

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU?

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Costumer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR JADI PENULIS.
SEBELUM ANDA MENYESAL 🙁

🙂

*****BONUS*****

Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!

Jika Anda menginginkan EBOOK GRATIS tentang CARA PRAKTIS MENULIS BUKU, silakan download

 

[Aditya Kusuma]



This post has been seen 280 times.
(Visited 66 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *