Tips Menulis Kreatif. Semua orang pasti mempelajari cara menulis, baik menulis sebuah cerita pendek, novel, puisi, jurnal hingga skripsi. Tapi, setiap jenis karya tulis itu pastinya berbeda-beda bentuk dan pengungkapannya.

Beberapa bentuk karya tulis hanya membutuhkan teknik penulisan dasar. Sedangkan, beberapa karya sastra lainnya membutuhkan keahlian menulis kreatif. Namun, menulis kreatif juga bukan hal yang mudah, berbeda dengan teknik penulisan dasar.

Jika Anda seorang penulis pemula, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mulai menulis kreatif. Sebelumnya memulainya, Anda juga perlu memahami definisi dari menulis kreatif dan jenis-jenis karya sastra yang membutuhkan penulisan kreatif.

Definisi Menulis Kreatif

Menulis kreatif adalah proses penulisan sebuah karya dengan cara yang berbeda dengan lainnya. Menulis kreatif pasti berbeda dengan menulis sebuah jurnal, jurnalistik maupun laporan.

Menulis kreatif juga termasuk proses menuangkan ide atau gagasan sebagai wujud pikiran atau imajinasi kreatif penulis, supaya menjadi tulisan yang menarik bagi pembacanya.

Umumnya, menulis kreatif ini memiliki tujuan untuk menarik perhatian dan menghibur pembacanya. Sehingga proses pembuatannya membutuhkan kemampuan penulis membangun imajinasi pembacanya.

Tapi, menulis kreatif juga sama dengan penulisan lainnya. Penulis membutuhkan riset dan kemampuan menulis yang baik, sebelum akhirnya bisa membuat tulisan yang kreatif.

Baca Juga : Intip 5 Cara Menulis Kreatif Berikut agar Jadi Penulis Nyentrik

Jenis-jenis Hasil Menulis Kreatif

Tak semua hasil karya tulis bisa dikategorikan sebagai bentuk penulisan kreatif. Karena, menulis kreatif biasanya ditemukan dalam bentuk karya tulis berikut ini:

1. Puisi

Puisi adalah salah satu karya sastra yang mengedepankan proses menulis kreatif. Karena, setiap bait dalam satu teks puisi biasanya merupakan bentuk isi hari penyair atau menceritakan sebuah kejadian tertentu.

Puisi termasuk dalam penulisan kreatif, karena penyair harus bisa menyampaikan semua idenya dalam kalimat yang padat, singkat dan indah.

Contoh penulisan puisi:

Judul: Aku

Penyair: Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun  lagi

2. Naskah film

Naskah film merupakan bentuk menulis kreatif yang melibatkan banyak tokoh. Naskah film ini biasanya berangkat dari sebuah cerita pendek, novel atau semacamnya.

Kemudian, tulisan itu diolah menjadi naskah film yang banyak dialog dan harus menggambarkan suasana dalam cerita lebih nyata. Naskah yang berisi runtutan adegan inilah yang membutuhkan kreativitas penulis dalam mengimplementasikan sebuah cerita.

Contoh penulisan sinopsis naskah film:

Judul: Candy Memories

Sinopsis

Siang sepulang sekolah Anton dan Citra (kecil) berencana untuk mengunjungi toko permen yang memiliki bentuk bangunan kuno di dekat sekolah mereka yang selalu ramai dikunjungi oleh anak-anak seusianya. Sepanjang jalan pulang ke rumah Anton dan Citra ngobrol layaknya orang dewasa di atas trotoar jalan. Citra memegang permen tersebut dan mengatakan kepada Anton, dia ingin bertemu lagi di masa yang akan datang, keyakinan mereka adalah hidup yang terus berputar dan mereka tidak akan bisa terus bersama-sama. 

25 tahun setelah lulus sekolah dasar, Anton dan Citra tidak pernah bertemu kembali. Pada saat yang sama Anton sedang makan di Restoran modern yang belum pernah dia kunjungi. Ada satu benda yang membuatnya terdiam beberapa saat, permen bulat berwarna-warni yang terpajang di atas meja pemilik restoran. Tidak lama Citra (dewasa) berjalan dan duduk di meja tersebut. Dari momen itulah cerita mereka kembali bertemu.

3. Novel

Buku atau novel adalah sebuah karya sastra yang membutuhkan keterampilan dan kreativitas penulisnya. Novel terbagi menjadi dua jenis, yakni novel fiksi dan non fiksi.

Kedua jenisnya membutuhkan kreativitas penulis untuk menggambarkan situasi ketika sebuah peristiwa nyata terjadi maupun imajinasinya untuk membentuk sebuah peristiwa fiksi.

Novel fiksi itulah yang sangat membutuhkan proses menulis kreatif, supaya penulis bisa menggambarkannya secara detail, berbeda dan menarik perhatian pembacanya.

Contoh penulisan sinopsi novel:

Judul: Twilight

Penulis: Stephene Meyer

Sinopsis

“Twilight merupakan kisah romantis modern antara seorang gadis danvampire.”

Bella Swan berbeda dengan gadis lainnya, tidak pernah bergaul dengan teman sekolahnya di SMA Phoenix. Saat ibunya menikah lagi dan mengirim Bella untuk tinggal bersama Ayahnya di kota kecil Forrks, Washington, ia tidak berharap banyak perubahan dalam dirinya. Ketika ia bertemu dengan Edward Cullen yang misterius dan tampan, Edward bukanlah pria yang biasa ia temui. Edward adalah vampire tapi ia tidak memiliki taring dan ia beserta keluarganya memilih untuk tidak mengisap darah manusia.

Mereka berdua menjadi sepasang kekasih. Bagi Edward, Bella adalah gadis yang ia tunggu selama 90 tahun sebagai belahan jiwanya. Namun, semakin dekat hubungan mereka, maka semakin berat usaha Edward untuk mengontrol dirinya. Apa yang dilakukan oleh Edward dan Bella saat sekelompok vampir baru lainnya, James, Laurent dan Victoria hadir dan mengancam hidup mereka?.

Baca Juga : Cara Membuat Buku: Ingin Menulis Buku secara Kreatif?

4. Lirik lagu

Lirik adalah rangkaian kata yang membentuk syair lagu, biasanya terdiri dari beberapa baik dan bagian refrain atau chorus. Lirik lagu juga termasuk hasil menulis kreatif yang hampir sama dengan puisi.

Karena, lirik lagu juga bisa berupa ungkapan isi hati penyairnya yang dikemas menggunakan bahasa kiasan. Bedanya, menulis lirik lagu membutuhkan irama agar setiap syair lagu dan melodi bisa terdengar menarik pendengar. Sehingga pendengar bisa turut memahami dan merasakan ungkapan hati penyairnya.

Tips menulis kreatif

Menulis kreatif pastinya bukan hal mudah, seperti penulis sebuah jurnal. Penulis tidak hanya membutuhkan keahliannya dalam penulisan, tetapi juga imajinasi dan banyak hal lain untuk membangun tulisannya. Berikut ini, tips menulis kreatif yang bisa diterapkan.

1. Gunakan Panca Indra

Tips menulis kreatif pertama adalah menggunakan panca indra. Indra merupakan sistem fisiologi dalam tubuh manusia untuk mengenali, merasakan dan merespons serangkaian stimulus secara fisik. Saat suatu indra merasakan sesuatu, indra akan mengumpulkan informasi untuk memberikan persepsi dan respons.

Kemampuan indra untuk merasakan sesuatu inilah yang berfungsi menjalankan seluruh aspek kognitif, perilaku dan pikiran. Umumnya, manusia memiliki lima panca indra, yakni indra peraba, penglihatan, penciuman, pendengaran dan perasa.

Lima panca indra inilah yang mendorong pembaca mengenang pegalamannya, membangun imajinasi maupun mengingat peristiwa lampau. Sementara, penulis biasanya akan cenderung fokus pada indra penglihatan, peraba dan pendengar.

Sedangkan, indra perasa dan penciuman hanya digunakan oleh pembaca untuk menggugah ingatannya kembali ketika membaca sebuah cerita. Khususnya, cerita yang mungkin membahas soal aroma sesuatu.

2. Gunakan Teknik Deskripsi

Tips menulis kreatif selanjutnya adalah dengan menggunakan teknik deskripsi. Deskripsi adalah tulisan yang bertujuan memberikan kesan atau impresi kepada pembaca terhadap objek, peristiwa, gagasan dan tempat yang disampaikan penulis. 

Penggunaan teknik penulis deskripsi dalam menulis kreatif bertujuan menggambarkan sebuah adegan. Tapi, penulis hanya perlu menggambarkan adegan yang relevan dengan cara berbeda atau Bahasa kiasan, tidak perlu menuliskan setiap detailnya.

Pendeskripsian inilah yang akan membantu pembaca berimajinasi sesuai yang diharapkan penulis sekaligus menjelaskan situasi dalam cerita tersebut. Misalnya, penulis bisa mengganti kalimat “tubuhnya sangat tinggi” menjadi “kepalanya terus menatap atap pintu”.

3. Hindari Kata Sifat

Tips menulis kreatif selanjutnya adalah dengan menghindari kata sifat. Kata sifat adalah kata yang mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya penggunaan kata sifat ini membantu menjelaskan sebuah objek, seseorang atau lainnya lebih spesifik.

Kata sifat sangat umum digunakan dalam sebuah kalimat untuk membentuk suatu cerita. Tapi, sebaiknya hindari penggunaan kata sifat dalam membuat tulisan kreatif.

Penulis bisa mengganti kata sifat dengan frasa yang lebih menarik. Misalnya, “tubuh pria itu berbau” menjadi “Wanita itu selalu menutupi hidungnya ketika berada di dekat pria berjaket hitam tersebut”.

Karena, kata sifat yang padat dan singkat akan menjadi lebih menarik dan imajinatif dengan frasa tersebut. Sehingga pembaca akan lebih tertarik dan berimajinasi atas cerita tersebut.

Selain itu, penggunaan kata sifat yang singkat dalam sebuah cerita juga kurang membangun imajinasi pembacanya. Pembaca mungkin juga lebih sulit menggambarkan cerita yang disampaikan penulis.

4. Hindari Kata Keterangan

Tips menulis kreatif selanjutnya adalah dengan menghindari kata keterangan. Kata keterangan adalah kata yang menjelaskan kata kerja, kata sifat dan kata keterangan lainnya. Ada beberapa jenis kata keterangan, yakni kata keterangan waktu, tempat, alat, syarat dan sebab.

Tapi, penulis lebih baik menghindari kata keterangan dalam penulisan kreatif. Dalam proses menulis kreatif, menghindari kata keterangan bisa membantu mengubah penulisan yang biasa menjadi lebih kreatif.

Penulis bisa mengubah kata keterangan “Suami Ria sudah bekerja keras” menjadi frasa yang lebih menarik, seperti “Suami Ria bekerja sampai tidak sempat beristirahat sejenak”.

Baca Juga : Teknik Menulis: Melirik Kreatif dalam Menulis Buku

5. Gunakan Kata Benda

Kata benda adalah kata yang digunakan untuk menyatakan nama dari seseorang, tempat atau semua benda. Kata benda ada dua jenis, yakni kata benda konkret dan kata benda abstrak.

Kata benda konkret digunakan untuk benda yang bisa dikenal dengan panca indra, Sedangkan, kata benda abstrak digunakan untuk benda yang bisa dikenal dengan pikiran.

Kata benda sangat umum digunakan dalam sebuah cerita. Tapi, Anda bisa menggunakan kata benda yang lebih menarik dalam menulis kreatif, seperti kata “Anjing” menjadi “Si Gukguk”.

6. Gunakan Perumpamaan Atau Metafora

Perumpamaan atau metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata yang bukan arti Sebenarnya, melainkan persamaan atau perbandingan. Metafora adalah majas yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara langsung berupa perbandingan analogis dan menghilangkan kata layaknya, bagaikan dan semacamnya.

Metafora merupakan cara terbaik untuk mulai menulis kreatif. Tapi Jangan sampai penulis menggunakan metafora dalam penulisannya secara berlebihan hingga terkesan klise.

Teknis menulis kreatif menggunakan metafora biasanya ditemukan pada karya sastra puisi. Karena, penulis menggambarkan setiap imajinasinya dalam tulisan menggunakan perumpamaan.

7. Buatlah Dialog

Dialog adalah sebuah literatur dan teatrikal yang terdiri dari percakapan lisan atau tertulis antara dua orang atau lebih. Dialog juga disebut sebagai percakapan timbal balik antara dua orang atau lebih dalam karya tulis.

Dalam menulis kreatif, penggunaan teknik dialog untuk membuat karya tulis bisa membantu pembaca mengeksplorasi adegan seolah mereka ada di dalam cerita tersebut.

Selain itu, dialog juga akan membantu pembaca memahami karakter para tokoh dengan memperlihatkan emosinya dan menekankan suasana hatinya. Jadi, Cobalah menggunakan dialog dalam sebuah cerita.

8. Riset Sebelum Menulis

Riset adalah suatu proses investigasi, penelitian atau pengamatan yang dilakukan dengan tekun dan sistematis. Langkah ini bertujuan menemukan, menginterpretasikan dan merevisi fakta-fakta sebelum memulai menulis cerita fiksi maupun non fiksi.

Meskipun menulis kreatif mengandalkan imajinasi, penulis tetap membutuhkan riset. Riset ini juga akan membantu penulis menentukan dan mengembangkan idenya. Jadi, penting untuk melakukan riset mengenai topik yang akan diangkat sebelum menuliskannya.

9. Pengungkapan Emosi Lebih Baik

Pengungkapan emosi adalah bentuk komunikasi melalui perubahan raut wajah dan gerakan tubuh yang menyertai emosi. Pengungkapan emosi ini juga merupakan upaya mengkomunikasikan perasaan seseorang ketika marah, sedih maupun senang.

Tapi, penulis harus menggunakan kata yang lebih menarik untuk mengungkapkan emosi seseorang ketika menulis kreatif. Penulis bisa menggunakan cara yang berbeda, seperti melalui tindakan dan dialog. 

Penulis lebih baik menghindari penggunaan kata “gembira”, “tercengang” atau lainnya untuk mengungkapkan emosi. Penulis bisa mengganti kata untuk mengungkapkan emosi itu dengan kalimat “senang menggigit bibir bagian bawah”.

10. Buatlah Tulisan Yang Spesifik

Salah satu tips menulis kreatif yang terpenting adalah penulis harus membuat tulisan yang lebih spesifik dan jelas. Karena, tulisan yang semakin spesifik akan membuat pembaca lebih mudah memahaminya. Pada akhirnya, hasil tulisan akan menarik perhatian pembaca lebih banyak.

11. Cobalah Menggali Ide

Ide adalah gagasan, hasil dari sebuah pemikiran, pengalaman atau pengamatan penulis. Sebelum mulai menulis kreatif, penulis harus menggali ide dengan berbagai langkah.

Jika penulis kekurangan ide untuk membuat tulisan, carilah inspirasi dengan membaca referensi, jalan-jalan, pergi liburan, mengikuti acara komunitas, konser atau lainnya yang bisa membangun imajinasi Anda.

12. Buat Judul Yang Menarik

Judul adalah nama yang dipakai untuk sebuah buku atau bab dalam buku yang bisa mengartikan secara pendek isi atau pokok pikiran dalam buku tersebut. Selain itu, judul juga termasuk kunci dari sebuah karya sastra, seperti cerita, drama, novel atau lainnya.

Karena itu, judul sangat penting dalam proses menulis kreatif. Penulis harus bisa menentukan atau memilih judul yang menarik untuk memancing pembaca sejak awal melihat judulnya.

Baca Juga : 15 Tips Produktif Menulis yang Bisa Dicoba

13. Menulislah Pada Waktu Yang Tepat

Jika Anda sulit merangkai kata-kata dan mendapatkan imajinasi, cobalah mulai menulis pada jam-jam di mana Anda bisa konsentrasi penuh dan penuh ketenangan.

Misalnya, setelah Anda bangun tidur, olahraga, malam hari ketika orang-orang berhenti beraktivitas dan lainnya. Karena, menulis di tengah kesibukan akan lebih sulit mengembangkan ide.

14. Jangan Membuat Cerita Yang Berlebihan

Selain membuat tulisan yang lebih spesifik, penulis juga lebih baik tidak membuat cerita yang terlalu berlebihan. Penulisan yang terlalu banyak menceritakan akan membuat pembaca mudah bosan.

Di sisi lain, hanya sekadar menyuguhkan cerita yang tidak detail juga tidak proporsional. Sebaiknya, penulis melibatkan pembaca dengan prosa yang berbeda dan menarik. Gabungkan antara teknik penulisan deskripsi dan dialog saat mulai menulis kreatif.

15. Koreksi Tulisan Jika Sudah Selesai

Bila tulisan Anda sudah selesai, sebaiknya jangan cepat merasa puas. Ingatlah, Anda masih harus mengoreksi dan merevisi setiap tulisan yang kurang tepat agar lebih menarik.

Cobalah membaca ulang dan runut kembali struktur tulisan. Bila perlu lakukan penambahan, pengurangan, ubah gaya bahasa, pendalaman karakter, tema, dan revisi lainnya.

Anda juga bisa meminta pendapat teman atau kerabat untuk membaca dan mengoreksi hasil tulisan. Sehingga Anda akan mendapat masakan dari sudut pandang pembaca yang awam.