Trik Mudah Menulis Esai Tanpa Ribet

kerangka essay

Sebagai mahasiswa maupun dosen tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya esai. Esai merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Penulis esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal.

Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan. Dalam pembuatan esai terdapat beberapa bagian yang harus ada, yakni awal, tengah, dan akhir. Menurut McMillan dan Weyers esai terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup.

Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut. Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek. Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

Pada bagian pembukaan, perlu dicatat jangan pernah memulai sebuah esai dengan definisi kampus. Esai harus dimulai dengan jawaban yang paling singkat dan padat dari pertanyaan akademik. Menulis pembukaan atau pendahuluan pada dasarnya mengajukan sebuah pertanyaan yang harus dijawab. Dengan kata lain, sifat pendahuluan adalah memicu otak berfikir kritis.

Ini baru membahas bagian pendahuluan ya. Masih ada bagian esai yang perlu kita ketahui. Tenang, pada kesempatan kali ini, akan membahas bagaimana menulis esai yang bisa Anda praktekan dan bisa Anda coba. Berikut ulasannya.

Tipe Karangan Menulis Esai

Esai memiliki 6 tipe karangan. Tentu ada perbedaan diantara tipe esai satu dan yang lainnya. Terdapat tipe esai deskripsi, tajuk, cukilan watak, pribadi, refleksi, dan kritis. Selengkapnya ini ulasannya.

  1. Menulis Esai Deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
  2. Menulis Esai Tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
  3. Menulis Esai Cukilan Watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
  4. Menulis Esai Pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
  5. Menulis Esai Reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
  6. Menulis Esai Kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

Selanjutnya, kita akan membahas bagaimana cara menulis esai praktis tanpa ribet. Tidak perlu khawatir dan bingung, kita akan membahas cara menulis esai lewat langkah-langkah praktis. Secara umum, terdapat tujuh langkah praktis membuat esai yang mudah dipraktikkan. Cara membuat esai ini akan memandu kita agar bisa menghasilkan esai yang menarik. Apa saja itu? Sebagai berikut.

Menulis Esai: 1. Tentukan Topik

Ketika hendak menulis esai, satu hal yang perlu diperhatikan pertama adalah menentukan topik. Esai yang bagus adalah esai yang memiliki topik khusus. Agar menarik, pilihlah topik esai yang menarik. Topik yang menarik adalah topik dengan tema khusus yang memiliki kekhasan tersendiri atau memiliki karakter kuat yang ada pada penulisnya.

cara membuat essay ilmiah

Tema yang khas berarti tema tersebut fokus atau sempit. Jangan terlalu luas karena akan terkesan bertele-tele dan membingungkan pembaca. Sedangkan karakter yang kuat ditampilkan dari kemampuan penulis meletakkan posisi dalam memandang ide atau gagasan utama dari bahasan esai. Apakah penulis akan pro, kontra atau netral.

Semakin fokus topiknya, semakin baik. Begitu pun, semakin kuat karakternya, semakin baik. sebuah esai yang baik, harus memiliki satu ide yang jelas. Jangan berada pada sudut pandang yang tidak jelas karena akan mengurangi kualitas esai.

Menulis Esai: 2. Siapkan Outline

Dalam menulis esai, outline membantu untuk memberikan gambaran umum yang memuat poin-poin khusus dari topik yang ingin diuraikan. Dalam sebuah esai, outine bisa berfungsi sebagai peta dan pikiran atau uraian dalam pertanyaan-pertanyaan khusus yang menunjukkan hal apa saja yang akan dijabarkan dalam esai.

Outline dalam esai merupakan hal penting. Sayangnya, banyak yang bingung dan menyepelekan pembuatan outline ketika hendak membuat esai. Padahal, outline-lah yang berperan dalam menjaga konsistensi tulisan kita. Outline-lah yang akan menjadi patokan kita dalam menguraikan pokok materi apa aja yang akan dibahas dalam esai.

Sebagai contoh, semisal yang akan dibahas “Degradasi Moral Bangsa”. Berarti outline yang mungkin dibuat adalah:

  • Pentingnya moral
  • Kondisi moral bangsa era kini
  • Kondisi moral bangsa era dulu
  • Perkembangan kondisi moral di dunia.
  • Pengaruh moral dunia pada moral bangsa Indonesia.
  • Bagaimana pendidikan moral saat ini.
  • Bagaimana idealnya pendidikan moral.
  • Peran serta masyarakat luas dalam pendidikan moral.
Menulis Esai: 3. Kumpulkan materi

Dari outline yang sudah dibuat sebagai panduan menulis esai, kita bisa mulai mengumpulkan materi untuk menguraikan poin-poin dalam outline. Pilih materi yang relevan dan mendukung satu gagasan utama esai. Pastikan agar materi yang dipilih dapat memperkuat karakter esai. Alangkah baiknya bila esai dilengkapi dengan data faktual untuk mendukung argumen.

Menulis Esai: 4. Uraikan isi

Setelah mendapatkan materi sesuai outline, cara membuat essay selanjutnya adalah menguraikan poin utama tersebut. Uraikan setiap poin yang hendak dijabarkan sesuai konsep outline tadi. Pastikan tiap-tiap paragraf harus memiliki satu topik utama yang jelas untuk diuraikan.

contoh esai singkat tentang internet

Selain itu, isi masing-masing paragraf juga harus diperhatikan. Uraian dalam satu paragraf harus utuh dan padu menguraikan ide utama paragraf termasuk untuk mendukung atau menguraikan ide utama esai. Ide esai baiknya dijelaskan dan diilustrasikan lewat contoh, detail dan deskripsi. Ini dapat memperkuat argumen yang disajikan dalam menulis esai.

Menulis Esai: 5. Tulis Pendahuluan

Setelah ide atau isi esai dituliskan, barulah kita bisa menuliskan pendahuluan. Menulis pendahuluan dalam esai memang sebaiknya dilakukan setelah kita selesai menguraikan isi paragraf, bukan sebaliknya. Sebab, ketika kita sudah selesai menguraikan isi esai, kita lebih memahami isi esai tersebut sehingga kita bisa membuat pendahuluan yang lebih tepat guna mendukung isi esai serta mengantarkan pembaca untuk memahami isi dalam menulis esai.

Menulis Esai: 6. Tulis Kesimpulan

Setelah isi dan pendahuluan ditulis, terakhir bisa dituliskan mengenai kesimpulan esai. Kesimpulan esai dapat ditulis paling akhir. Ini memungkinkan kita bisa membuat kesimpulan esai yang tepat karena kita sudah memahami dan selesai menguraikan seluruh bagian menulis esai lainnya, sehingga simpulan dan saran yang dibuat bisa sesuai.

Menulis Esai: 7. Baca Ulang dan Beri Sentuhan Akhir

Jika seluruh bagian esai sudah selesai ditulis. Jangan lupa untuk melakukan self editing. Self editing dilakukan dengan membaca ulang seluruh esai dari awal sampai akhir secara cermat. Perhatikan setiap kata, kalimat dan paragrafnya. Cermati dan pahami apakah tulisan sudah padu, utuh dan mudah dipahami.

Pastikan bahasa menulis esai yang digunakan sudah sesuai dan mudah dipahami oleh pembaca. Jadi, pembaca bisa dengan mudah menangkap pesan yang disampaikan dalam esai. Segala bentuk kesalahan ketik, kesalahan ejaan dan tanda baca juga harus diperhatikan. Jika ada kesalahan, perbaikilah. Jika ada kalimat yang masih membingungkan, bisa ditata ulang. Berikan sentuhan akhir agar esai menarik.


Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri dan DAFTAR JADI PENULIS atau Anda bisa langsung Kirim Naskah dengan mengikuti prosedur.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang menulis esai, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut:

Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS!

Kontributor: Novia Intan

(Visited 1 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.