Event Penerbit

Lewat Webinar Penerbit Deepublish, Dosen ITS Bagikan Tips Memenangkan Hibah Riset

Meraih program hibah riset atau hibah penelitian, tentunya menjadi harapan atau keinginan semua dosen di Indonesia. Hanya saja karena sifat programnya yang kompetitif. Ditambah peminat dari semua dosen di Indonesia. Maka peluang memenangkan hibah terbilang kecil. 

Padahal melalui hibah inilah para dosen berkesempatan mendapat dukungan pendanaan penelitian yang memadai. Bahkan termasuk juga biaya publikasi ilmiah sebagai luaran dan gaji dosen selaku peneliti. 

Memahami kebutuhan para dosen untuk bisa meraih hibah penelitian tersebut. Penerbit Deepublish menggelar webinar bertajuk “Optimalisasi Publikasi untuk Meningkatkan Peluang Lolos Hibah Riset” yang menghadirkan Dr. Soehardjoepri, M.Si. yang merupakan dosen Aktuaria di ITS sebagai narasumber utama pada Jumat (03/07/2026). 

Salah Satu Dosen ITS yang Menerbitkan Banyak Buku di Deepublish

Sebelum memaparkan materi inti, Dr. Soehardjoepri, M.Si. membagikan pengalaman positifnya menggunakan layanan penerbitan buku dari Deepublish. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi seluruh tim Deepublish yang telah mendukungnya menulis sampai menerbitkan buku tanpa kendala apapun. 

“Matur nuwun Deepublish. Buku pertama saya diterbitkan di Deepublish. Saking senengnya support systemnya, saking senengnya tim muda-muda, dedikasi mulai dari marketing dan front office. Saya sudah kesana (kantor Deepublish). Bahkan saya sudah merasakan Villa Deepublish 2 kali,” kata Soehardjoepri membagikan pengalamannya. 

Kepuasan dengan layanan dan dedikasi seluruh tim Deepublish yang profesional tersebut. Soehardjoepri pun mengaku semakin sering menerbitkan naskah bukunya bersama Deepublish. Terhitung 3 buku ilmiah karyanya sudah dibantu terbit sesuai standar Kemdiktisaintek. 

Tak hanya sampai disitu saja, Soehardjoepri juga mengaku masih dalam proses penerbitan buku keempat bersama Deepublish. Beliau pun sangat merekomendasikan Deepublish kepada para dosen yang hadir sebagai peserta webinar. 

“Saking senengnya seperti itu, buku kedua terbit. Buku ketiga terbit. Belum pernah saya terbitkan dimana-mana (ke penerbit lain). Insyaallah, ini bulan Juli akan saya terbitkan lagi satu buku di Deepublish,” terangnya. 

Kesalahan dan Strategi agar Lolos Hibah Riset

Pada sesi pemaparan materi, Soehardjoepri kemudian membuka dengan menjelaskan berbagai kesalahan yang menjadi penyebab gagal meraih hibah riset. Soehardjoepri pun mengaku pengalaman panjang sering gagal meraih hibah riset dirasakan tidak hanya sekali. Kegagalan ini yang membuat beliau terus belajar melakukan evaluasi. 

“Kalau saya nggak pernah gagal (meraih program hibah), itu bohong. Saya yakin, bapak ibu (dosen lain) juga pernah. Namun, gagal itu boleh bapak/ibu. Tapi jangan pernah menyerah,” kata Soehardjoepri. 

“Setelah saya gagal beberapa kali, saya punya tips dan ini yang akan saya tularkan (sampaikan) kepada bapak dan ibu hari ini. Oh ternyata ini tipsnya, oh ternyata ini,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Soehardjoepri  kemudian membuka materi webinar dengan memaparkan daftar penyebab gagal lolos hibah riset. Mulai dari gagasan penelitian tidak meyakinkan, tidak adanya novelty, tujuan tidak selaras dengan metode penelitian, roadmap riset tidak konsisten, sampai proposal yang kurang rapi. 

“Idenya bagus, tapi novelty tidak muncul. Apa itu novelty? Kebaruan bapak ibu. Baru, menurut definisi Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) itu dari tidak ada menjadi ada. Itu baru. Dari ada, dimodif. Itu baru,” ungkap Soehardjoepri. 

“Kalau bapak dan ibu susah membuat dari yang tidak ada menjadi ada. Maka tolong (yang sudah ada) dimodifikasi. Tapi punya value. Apakah value pada industri, science, apapun di bidang bapak dan ibu,” sambungnya. 

Soehardjoepri juga menyampaikan sejumlah tips, agar peluang meraih hibah riset lebih besar. Sehingga para dosen berkesempatan menjadi penerima hibah, termasuk hibah dari BRIN di tahun 2026. 

Tips tersebut dimulai dari penentuan topik penelitian yang relevan dengan prioritas riset nasional. Kemudian, research gap harus ditunjukan dalam proposal usulan. Metode penelitian jag harus disusun secara rinci dan realistis. 

Karimatun Nisa

Recent Posts

Pengalaman Nopi Rantika M.Farm Menerbitkan Buku Ilmiah Bersama Deepublish

Proses menulis hingga penerbitan buku ilmiah, tentunya bukan proses mudah dan singkat. Dosen butuh waktu…

9 jam ago

Memahami Jenis Luaran Hibah BRIN 2026 pada Skema RIIM Kompetisi agar Tidak Salah Pilih

Bagi para dosen yang menantikan program hibah penelitian bergengsi dengan pendanaan berskala besar. Maka selain…

9 jam ago

Satu Riset Banyak Luaran Penelitian, Apakah Bisa dan Boleh Dicapai Dosen? Ini Penjelasannya

Dalam kegiatan penelitian atau riset, bisanya para dosen akan fokus pada didapatkan hasil riset dan…

3 hari ago

Dorong Ekosistem Riset Nasional, Deepublish Dukung Publikasi Ilmiah Melalui Beasiswa Cendekia Nusantara

Penerbit Deepublish resmi mengumumkan empat dosen terpilih sebagai penerima Program Bantuan Publikasi Jurnal SINTA 2026.…

6 hari ago

Penerbit Deepublish Sukses Selenggarakan Webinar Strategi Menulis dan Menerbitkan Buku Berstandar ISBN Bersama DPW AGPAII Sumatera Utara

Penerbit Deepublish berhasil menyelenggarakan webinar eksklusif bertajuk “Strategi Menulis dan Menerbitkan Buku Berstandar ISBN bagi…

6 hari ago

Apakah Buku Ajar Bisa Didaftarkan HKI? Ini Jawabannya

Pernahkah Anda bertanya mengenai apakah buku ajar bisa didaftarkan HKI (Hak Kekayaan Intelektual)? Pertanyaan ini…

6 hari ago