Panduan Menggunakan Ilustrasi dalam Menulis Buku dan Tata Caranya agar Tidak Keliru 

Panduan Menggunakan Ilustrasi dalam Menulis Buku dan Tata Caranya agar Tidak Keliru 

Memutuskan untuk menggunakan ilustrasi dalam menulis buku, tentunya menjadi langkah yang tepat. Terlebih jika penjelasan dalam bentuk teks dirasa masih belum optimal. Sehingga ilustrasi ditambahkan untuk memperluas penjelasan atau pemaparan informasi. 

Namun, penambahan ilustrasi pada naskah buku tentunya tidak bisa sembarangan. Penulis perlu memahami cara memilih ilustrasi buku dan bagaimana menyisipkannya. Baik itu di tengah bab, pembuka bab, atau lainnya yang memang tepat. Berikut informasinya.

Mengapa Ilustrasi Penting dalam Buku?

Menambahkan atau menggunakan ilustrasi dalam menulis buku sifatnya tidak wajib. Sehingga tidak semua buku terdapat ilustrasi di dalamnya. Hanya saja, menambahkan ilustrasi bisa dipertimbangkan para penulis jika dirasa dibutuhkan. Berikut beberapa alasan untuk mempertimbangkan penambahan tersebut: 

1. Menguatkan Imajinasi Pembaca

Alasan yang pertama adalah untuk menguatkan imajinasi para pembaca. Sehingga pembaca bisa membayangkan tokoh maupun informasi yang disampaikan penulis pada bukunya. 

Misalnya, pada buku anak-anak keberadaan ilustrasi membantu anak-anak tersebut berimajinasi mengenai tampilan si tokoh dalam buku dan bagaimana interaksinya dengan tokoh lainnya. 

Pada buku ilmiah, jika ada pemaparan suatu permasalahan. Maka ilustrasi bisa memberi imajinasi untuk pembaca membayangkan masalah tersebut, merasakan dampaknya secara tidak langsung, dll. 

2. Memperjelas Informasi pada Teks Buku 

Alasan kedua kenapa menggunakan ilustrasi dalam menulis buku adalah untuk memperjelas informasi. Buku berisi data atau informasi yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca. 

Kadang kala informasi dalam bentuk teks saja cenderung lebih sulit dipahami pembaca. Maka  ditambahkan ilustrasi yang memberi penjelasan secara visual. Seringnya adanya ilustrasi justru memudahkan pembaca memahami informasi apa yang ingin disampaikan oleh penulis. 

3. Berfungsi sebagai Narasi Paralel 

Alasan ketiga, karena dengan menyisipkan ilustrasi pada buku maka bisa memberikan narasi paralel. Artinya, ilustrasi tersebut bisa memberi informasi tambahan yang tidak ada pada teks. Bisa karena keterbatasan penulis menyampaikan informasi tersebut atau karena sebab lainnya. 

Misalnya buku menjelaskan apa itu fotosintesis pada tumbuhan. Namun, karena suhu ekstrim cahaya matahari bisa merusak klorofil pada daun tumbuhan. Menjelaskan si tanaman sedih karena daunnya rusak, bisa diganti ke ilustrasi yang menampilkan tanaman yang daunnya menghitam dan si tanaman menangis. 

4. Meningkatkan Keterlibatan Emosional Pembaca

Alasan keempat menggunakan ilustrasi dalam menulis buku adalah untuk meningkatkan keterlibatan emosional pembaca. Misalnya, dalam novel penulis ingin pembaca merasakan kesedihan tokoh utama. Ilustrasi bisa menguatkan rasa empati para pembaca. 

Contoh lain, dalam buku pendidikan menjelaskan peningkatan suhu ekstrim di berbagai negara di Eropa. Disajikan dalam ilustrasi berbentuk infografis. Negara Eropa dengan suhu paling tinggi diberi warna merah, di suhu rendah diberi warna kuning, sedangkan suhu tengah-tengah diberi warna jingga. 

Perbedaan warna ini akan memberi sentuhan emosional pada pembaca. Sehingga mereka memahami dan merasakan bagaimana masyarakat di negara Eropa yang paling panas karena menggunakan warna merah. 

5. Memudahkan Pemahaman dan Mengingat Isi Buku 

Alasan kelima kenapa menggunakan ilustrasi dalam menulis buku adalah memudahkan pembaca memahami isi buku tersebut. Sekaligus membantu pembaca mengingat informasi yang disajikan di dalam naskah buku. 

Sebab seringnya, penjelasan informasi  secara visual lewat ilustrasi lebih mudah diingat. Pada banyak pembaca, informasi yang disajikan dalam bentuk ilustrasi juga lebih mudah dipahami. Sehingga komunikasi antara penulis dengan pembaca terbentuk dengan sangat baik. 

6. Mengembangkan Kemampuan Bahasa Visual 

Menambahkan ilustrasi pada buku juga karena mendorong pembaca memiliki kemampuan memahami bahasa visual dengan baik. Sehingga saat menemukan gambar, foto, infografis, dan ilustrasi dalam bentuk lainnya. 

Bisa lebih mudah dipahami dan lebih teliti dalam membaca keseluruhan informasi pada ilustrasi tersebut. Literasi ilustrasi yang tinggi membantu pembaca mendapatkan ilmu pengetahuan dan data valid dari berbagai ilustrasi yang ada di banyak media. 

7. Meningkatkan Minat Baca

Menambahkan ilustrasi pada buku juga bisa meningkatkan daya tarik buku tersebut di hadapan pembaca. Ilustrasi bisa meningkatkan minat baca mereka. Sehingga tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku. 

Jenis Ilustrasi yang Umum Disisipkan ke Naskah Buku 

Jenis ilustrasi sendiri dalam ilmu desain cukup beragam. Beberapa jenis tersebut paling sering disisipkan di dalam naskah buku. Baik buku ilmiah maupun nonilmiah (buku fiksi). Apabila berniat menggunakan ilustrasi dalam menulis buku, beberapa jenis berikut bisa dipertimbangkan: 

1. Ilustrasi Kartun 

Ilustrasi kartun bisa dipahami sebagai gambar dengan gaya visual sederhana, lucu, dan cenderung tidak realistis yang ditambahkan pada naskah buku. Ilustrasi jenis ini seringkali ditambahkan pada buku untuk anak-anak. 

2. Ilustrasi Karikatur 

Ilustrasi karikatur adalah gambar yang menampilkan tokoh atau objek dengan ciri-ciri tertentu yang sengaja dilebih-lebihkan. Biasanya bertujuan untuk menonjolkan karakter yang digambarkan pada karikatur. Bisa juga bertujuan untuk menyampaikan kritik, satire, humor, atau memperjelas suatu gagasan.

Karikatur sering dijumpai pada tulisan artikel opini yang dipublikasikan media massa seperti koran atau majalah. Meskipun begitu, pada buku ilmiah juga memungkinkan ditambahkan ilustrasi karikatur. 

Misalnya buku ilmiah yang membahas tugas mahasiswa prodi DKV. Penulis ingin menyampaikan tugas mahasiswa yang berat untuk diselesaikan, maka bisa dibuat dengan ilustrasi karikatur. 

3. Ilustrasi Cerita Bergambar 

Ilustrasi cerita bergambar dipahami sebagai rangkaian gambar yang disusun secara berurutan untuk mendukung alur cerita atau penyampaian informasi sehingga pembaca lebih mudah memahami isi teks. Ilustrasi jenis ini sering dijumpai pada buku anak, buku cerita, dan tentunya pada komik. 

4. Ilustrasi Buku Pelajaran (Buku Ilmiah) 

Ilustrasi buku pelajaran dipahami sebagai gambar yang dibuat untuk mendukung penyampaian informasi, konsep, data, atau prosedur yang ingin disampaikan penulis buku kepada pembaca. 

Ilustrasi jenis ini dijumpai pada buku-buku pelajar untuk siswa sekolah maupun mahasiswa. Termasuk juga buku ilmiah yang umumnya disusun dosen seperti buku ajar, referensi, dll. Ilustrasi buku pelajaran paling sering dalam bentuk bagan, gambar natural, dan foto. 

Kesalahan Umum saat Menggunakan Ilustrasi

Memutuskan untuk menggunakan ilustrasi dalam menulis buku, tentunya harus memperhatikan beberapa hal. Selain memahami bagaimana tips menyisipkan ilustrasi. Juga harus menghindari berbagai kesalahan dalam penambahan ilustrasi ke naskah. Kesalahan tersebut, antara lain: 

1. Ilustrasi Tidak Relevan dengan Isi Buku 

Ilustrasi yang keliru biasanya tidak relevan dengan isi buku. Hal ini tentunya membingungkan pembaca. Lebih-lebih jika ilustrasi ditambahkan penulis dengan tujuan memperjelas informasi yang dipaparkan pada naskah. 

Pembaca bukan makin paham, yang ada malah semakin bingung dan pusing. Sebab idealnya ilustrasi harus relevan dengan isi buku. Misalnya pada buku pendidikan menjelaskan proses fotosintesis. Maka jangan sampai ilustrasi menunjukan gambar ikan. 

2. Kualitas dan Resolusi Ilustrasi Rendah

Kesalahan umum yang kedua, ilustrasi yang disisipkan ke dalam naskah kualitas rendah. Bisa dilihat dari file ilustrasi tersebut yang resolusinya rendah. Sehingga saat disisipkan ke dalam naskah, justru pecah dan tidak terlihat jelas. 

Hal ini tentunya menurunkan keterbacaan dari ilustrasi tersebut. Padahal, penambahan ilustrasi bukan sekedar pemanis dan untuk menghibur pembaca. Akan tetapi berfungsi juga sebagai penyedia penjelasan tambahan. 

3. Tidak Memperhatikan Hak Cipta 

Ilustrasi jenis apapun dan dalam bentuk apapun, tentunya termasuk ke dalam sebuah karya. Sesuai ketentuan, karya seni dan karya tulis dilindungi oleh hukum melalui Hak Cipta. 

Sayangnya banyak penulis yang belum memahami perlindungan hukum tersebut. Namun, ada juga yang sudah paham akan tetapi sengaja melanggar. Sehingga asal mencomot gambar dari internet. Sumber tidak jelas dan ada indikasi terjadi pelanggaran Hak Cipta. 

Baca juga: Tujuan dari Hak Cipta, Apa Saja?

4. Gaya Ilustrasi Tidak Konsisten 

Kesalahan keempat, saat menggunakan ilustrasi dalam menulis buku terjadi ketidakkonsistenan pada gaya ilustrasi. Misalnya jenis ilustrasi yang digunakan campuran. Halaman pertama ilustrasi karikatur, halaman berikutnya ilustrasi buku pendidikan. 

Inkonsistensi seperti ini tidak berdampak positif pada naskah. Justru sebaliknya. Sebab naskah buku akan terlihat aneh dan terkesan disusun dan di desain layout-nya secara serampangan atau tidak profesional. 

5. Penempatan Ilustrasi Kurang Tepat 

Kesalahan umum berikutnya adalah pada penempatan atau tata letak ilustrasi di dalam proses desain layout buku yang kurang tepat. Kadang kala ilustrasi bisa merusak fokus pembaca, bukan pada teks tapi langsung ke ilustrasi tersebut. 

Bisa juga penambahan ilustrasi malah mengganggu. Misalnya karena ilustrasi tampak aneh, tidak relevan, warna terlalu terang, dan sebagainya. Jadi, fungsi ilustrasi sebagai penjelas informasi pada teks tidak berjalan baik. 

6. Keterbacaan Ilustrasi Rendah 

Ilustrasi idealnya harus bisa dibaca dan mudah dipahami, serta menarik karena menyajikan informasi secara visual. Sayangnya keterbacaannya bisa rendah. Misalnya pemilihan jenis dan ukuran huruf yang kurang tepat, pemilihan warna latar ilustrasi yang kurang tepat, dll. 

Cara Memilih dan Menggunakan Ilustrasi yang Tepat

Supaya proses menggunakan ilustrasi dalam menulis buku tidak menyebabkan kesalahan. Kemudian menurunkan kualitas buku yang disusun. Maka berikut beberapa tips menyisipkan ilustrasi  dan juga cara memilih ilustrasi buku dengan benar: 

1. Pilih Sumber Ilustrasi yang Tepat

Cara dan tips pertama dalam menambahkan ilustrasi pada naskah buku sumbernya harus tepat. Jika memungkinkan, ilustrasi dibuat sendiri oleh penulis. Opsional lain, ilustrasi dibuat oleh tim desain dari penerbit buku yang dipilih. 

Ilustrasi yang dibuat sendiri tentunya dijamin legalitasnya. Selain itu dijamin unik dan relevan dengan isi buku. Namun, jika tidak memungkinkan maka bisa memanfaatkan layanan ilustrasi yang bisa diakses publik luas. 

Ada banyak situs jual beli foto yang menyediakan ilustrasi, beberapa diantaranya bisa relevan dengan naskah buku yang disusun. Pastikan situs asal ilustrasi tersebut kredibel. Sehingga menyediakan akses terbuka, baik dalam bentuk Public Domain maupun Creative Commons (CC). 

2. Sesuaikan Ilustrasi dengan Isi Buku dan Target Pembaca

Cara kedua dalam menggunakan ilustrasi dalam menulis buku adalah menyesuaikan dengan isi dan karakteristik pembaca yang ditargetkan. Ilustrasi wajib relevan dengan informasi yang disajikan penulis pada naskah buku. 

Jangan sampai tidak ada keterkaitan sama sekali. Sebab hanya akan menjadi penghias, tidak penting, dan tentunya hanya menambah beban bagi pembaca. Jenis ilustrasi juga perlu disesuaikan dengan karakteristik target pembaca. 

Misalnya, jika buku untuk anak-anak maka ilustrasi kartun lebih sesuai. Jika buku ajar untuk mahasiswa, maka ilustrasi buku pendidikan tentunya jauh lebih tepat untuk dipilih. 

3. Buat Ilustrasi Sejelas dan Sesederhana Mungkin

Menggunakan ilustrasi dalam menulis buku, tentunya tidak hanya bertujuan mempermanis tampilan buku. Sebab ilustrasi di dalam naskah berbeda fungsi dengan ilustrasi di sampul buku. Artinya, keterbacaan ilustrasi harus optimal. 

Jika ilustrasi dalam bentuk kartun, maka harus terlihat jelas. Jika ilustrasi dalam bentuk infografis, maka teks di dalamnya harus bisa terbaca. Selain itu, buat ilustrasi yang sederhana tapi relevan dengan isi dan mudah dipahami. Minimalkan keinginan membuat ilustrasi rumit, karena bisa memusingkan pembaca. 

4. Gunakan Keterangan Penjelas dan Harus Tepat

Ada kalanya ilustrasi yang ditambahkan ke dalam naskah buku perlu ditambahkan keterangan penjelas. Baik di dalam ilustrasi tersebut, maupun teks yang diletakan di bagian bawah ilustrasi. Hal ini bisa meningkatkan keterbacaan ilustrasi tersebut. 

Sekaligus menjelaskan lebih rinci kepada pembaca maksud dari ilustrasi. Ilustrasi dengan keterangan penjelas yang rinci dan tepat, juga akan memudahkan pembaca memahami keseluruhan isi buku. Baik pada bagian teks, maupun ilustrasi itu sendiri. 

5. Konsisten dalam Gaya Ilustrasi

Gaya ilustrasi menjadi salah satu kesalahan yang harus dihindari saat menggunakan ilustrasi dalam menulis buku. Khususnya jika tidak bisa konsisten. Jadi, jika dari awal menggunakan ilustrasi buku pendidikan. 

Pada halaman lainnya di dalam naskah, jangan menggunakan ilustrasi jenis lainnya. Sebab tentu akan menjadi aneh, menunjukan inkonsistensi, yang kemudian menurunkan kesan profesional dari penulis dan penerbit yang mengerjakan layout naskah tersebut. 

Maka di tahap awal, penulis perlu menentukan jenis ilustrasi apa yang akan digunakan. Kemudian jenis tersebut memang cocok dengan jenis buku yang disusun. Baru kemudian menyiapkan ilustrasi yang akan ditambahkan pada naskah buku. 

6. Editing Sebelum Dikirim ke Penerbit 

Tips menyisipkan ilustrasi pada buku berikutnya adalah selalu diakhiri dengan proses editing dan penyuntingan oleh penulis. Tujuannya untuk memastikan ilustrasi sudah benar dan tidak ada kesalahan apapun seperti penjelasan sebelumnya. 

Jika ilustrasi dikerjakan tim desain penerbit yang dipilih. Biasanya hasil desain ilustrasi akan diberikan ke penulis lebih dulu untuk meminta persetujuan dan koreksi. Jadi, pastikan tahap ini sudah dilakukan agar ilustrasi dijamin tepat. 

Melalui penjelasan di atas, tentunya bisa dipahami pentingnya mempertimbangkan untuk menggunakan ilustrasi dalam menulis buku. Hanya saja, penambahannya tidak bisa asal-asalan karena akan mempengaruhi kualitas naskah buku itu sendiri. Jadi, pastikan pemilihan ilustrasi sudah tepat dan desainnya pada layout buku juga sudah benar. 

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa fungsi ilustrasi dalam buku?

Ilustrasi membantu memperjelas informasi, memperkuat imajinasi, menambah narasi paralel, meningkatkan keterlibatan emosional, dan memudahkan pembaca mengingat isi buku.

2. Apa kesalahan umum saat menggunakan ilustrasi?

Kesalahan termasuk ilustrasi tidak relevan, resolusi rendah, melanggar hak cipta, gaya tidak konsisten, penempatan kurang tepat, dan keterbacaan ilustrasi rendah.

3. Bagaimana memilih ilustrasi yang tepat?

Ilustrasi harus relevan dengan isi buku, disesuaikan dengan target pembaca, legal secara hak cipta, jelas, sederhana, dan konsisten dalam gaya di seluruh naskah.

Referensi:

  1. Fauni, A. M., Rini, S., Setyaningrum, D., & Huda, M. (2025). Kelayakan Materi dan ilustrasi dalam buku Pelajaran bahasa Indonesia Edisi Revisi Kelas X. Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran, 7(1), 210-224. https://journals2.ums.ac.id/bppp/article/view/11632 
  2. Khumairah, T. (n.d). 3 Pengaruh Ilustrasi Terhadap Buku. Diakses pada 30 Juni 2026 dari https://nasmedia.id/blog/3-pengaruh-ilustrasi-terhadap-buku/
  3. Why Book Illustration Still Matters in Modern Publishing? (2025). Maple Publisher. Diakses pada 30 Juni 2026 dari https://maplepublishers.com/blog/why-book-illustration-still-matters-in-modern-publishing/
  4. Darisman, A. (n.d). Peran Ilustrasi dalam Cerita Pendek: Fungsi Visual dalam Meningkatkan Pemahaman dan Pengalaman Naratif. Diakses pada 30 Juni 2026 dari https://binus.ac.id/bandung/2025/04/peran-ilustrasi-dalam-cerita-pendek-fungsi-visual-dalam-meningkatkan-pemahaman-dan-pengalaman-naratif/
  5. Nawangwulan, A. (2023). Mengetahui Fungsi Hingga Karakteristik Ilustrasi Bagi Illustrator Pemula. Diakses pada 30 Juni 2026 dari https://kelas.work/blogs/mengetahui-fungsi-hingga-karakteristik-ilustrasi-bagi-illustrator-pemula
  6. 7 Jenis Ilustrasi dalam Desain Grafis Berdasarkan Tampilannya. (n.d). Binus University. Diakses pada 30 Juni 2026 dari https://binus.ac.id/malang/2024/10/7-jenis-ilustrasi-dalam-desain-grafis-berdasarkan-tampilannya/
  7. Niftah, A. (n.d). 5 Kesalahan Umum dalam Layout Buku dan Cara Menghindarinya. Diakses pada 30 Juni 2026 dari https://nasmedia.id/blog/5-kesalahan-umum-dalam-layout-buku-dan-cara-menghindarinya/

Rekomendasi Artikel Lainnya