Dalam membantu perguruan tinggi di Indonesia menyusun strategi aktivitas tri dharma, Kemdiktisaintek melakukan pengelompokan perguruan tinggi. Proses pengelompokan tersebut disebut dengan istilah klasterisasi perguruan tinggi.
Dalam menyusun kelompok setiap klaster, didasarkan pada kinerja akademik masing-masing perguruan tinggi. Setiap tahunnya, Kemdiktisaintek merilis hasil klasterisasi tersebut. Termasuk di tahun 2026. Kira-kira, kampus Anda posisi klastersinya bagaimana? Berikut informasinya.
Pengertian Klasterisasi Perguruan Tinggi dari Kemdiktisaintek
Sebelum update daftar perguruan tinggi di setiap klaster. Maka tentu perlu membahas apa itu klasterisasi di lingkungan perguruan tinggi. Klasterisasi perguruan tinggi adalah pengelompokan perguruan tinggi Indonesia didasarkan pada kinerja akademik yang terdata di SINTA.
Klasterisasi di tahun 2026 adalah hasil penilaian kinerja di tahun 2025. Sehingga didasarkan pada kinerja akademik perguruan tinggi di rentan tahun 2022 sampai tahun 2024. Data untuk menentukan pengelompokan klaster berbasis SINTA.
Sehingga seluruh kinerja akademik perguruan tinggi sebaiknya dipastikan sudah terdata di SINTA. Mencakup data kinerja akademik pada tugas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kekayaan intelektual, buku, serta kinerja penulis dan afiliasi. Klaster perguruan tinggi terbagi menjadi 4 kelompok. Yaitu Klaster Mandiri, Utama, Madya, dan Pratama.
Melalui klasterisasi ini, bisa diketahui perguruan tinggi mana saja yang memiliki kinerja akademik yang sudah baik dan sebaliknya. Kemudian Kemdiktisaintek bisa merumuskan kebijakan untuk pemerataan kinerja akademik.
Misalnya program pendanaan yang mendorong kolaborasi penelitian lintas klaster, hibah pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dibuat kolaborasi lintas klaster juga, dan lain sebagainya.
Baca Juga:
Indikator Penilaian dalam Menentukan Klasterisasi PT
Dalam menentukan klasterisasi perguruan tinggi, Kemdiktisaintek menggunakan data kinerja akademik di SINTA. Sesuai penjelasan sekilas sebelumnya, terdapat beberapa komponen yang dinilai untuk menentukan suatu perguruan tinggi masuk di klaster mana. Berikut detailnya:
1. Penulis (Author)
Indikator yang pertama adalah penulis (author), yaitu mengukur partisipasi SDM di perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam kegiatan publikasi ilmiah. Nama dosen maupun mahasiswa tercantum sebagai penulis di berbagai publikasi ilmiah yang terindeks SINTA. Baik itu menulis artikel jurnal, artikel prosiding, maupun buku ilmiah.
2. Afiliasi (Affiliation)
Afiliasi adalah indikator dalam penilaian klasterisasi yang didasarkan pada kuantitas kontribusi perguruan tinggi dalam publikasi ilmiah terindeks SINTA. Misalnya dosen di bawah naungannya mencantumkan nama perguruan tinggi dalam publikasi ilmiah terindeks SINTA.
3. Artikel (Article)
Artikel adalah indikator dalam penilaian klasterisasi yang didasarkan pada kuantitas atau produktivitas artikel ilmiah yang terbit (di jurnal dan prosiding) yang terdata di SINTA.
4. Penelitian (Research)
Penelitian adalah indikator dalam penilaian klasterisasi yang didasarkan produktivitas kegiatan penelitian suatu perguruan tinggi. Baik penelitian yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa.
5. Pengabdian Kepada Masyarakat (Community Service)
Pengabdian kepada Masyarakat adalah indikator dalam penilaian klasterisasi yang didasarkan produktivitas kegiatan pengabdian. Yakni kuantitas kegiatan pengabdian yang dijalankan dosen dan mahasiswa.
6. Kekayaan Intelektual (Intellectual Property Rights)
Kekayaan Intelektual adalah indikator dalam penilaian klasterisasi yang didasarkan pada hasil inovasi dengan HKI yang dihasilkan perguruan tinggi. Baik itu paten maupun HKI jenis lain yang dihasilkan dosen dan mahasiswa.
7. Buku (Book)
Buku adalah Intelektual adalah indikator dalam penilaian klasterisasi yang didasarkan pada produktivitas perguruan tinggi menulis dan menerbitkan buku. Baik buku ilmiah karya dosen maupun mahasiswa.
Baca Juga:
Hasil Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2026 oleh Kemdiktisaintek
Dalam pengelompokan atau klasterisasi perguruan tinggi di tahun 2026 dilakukan penilaian terhadap 1.159 perguruan tinggi di Indonesia. Hasil penilaian didapatkan 56 perguruan tinggi masuk Klaster Mandiri, 222 perguruan tinggi masuk Klaster Utama, 306 masuk Klaster Madya, dan 575 masuk Klaster Pratama. Berikut rinciannya:
1. Daftar Perguruan Tinggi di Klaster Mandiri 2026
Terdapat 56 perguruan tinggi yang masuk di Klaster Mandiri pada tahun 2026. Berikut daftarnya:
- Institut Pertanian Bogor
- Institut Teknologi Bandung
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Ahmad Dahlan
- Universitas Airlangga
- Universitas Andalas
- Universitas Bengkulu
- Universitas Bina Nusantara
- Universitas Brawijaya
- Universitas Ciputra Surabaya
- Universitas Diponegoro
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Hasanuddin
- Universitas Indonesia
- Universitas Islam Indonesia
- Universitas Islam Riau
- Universitas Jambi
- Universitas Jember
- Universitas Jenderal Soedirman
- Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
- Universitas Kristen Petra
- Universitas Kristen Satya Wacana
- Universitas Lambung Mangkurat
- Universitas Lampung
- Universitas Malikussaleh
- Universitas Mataram
- Universitas Mercu Buana
- Universitas Muhammadiyah Malang
- Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
- Universitas Muhammadiyah Surakarta
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
- Universitas Negeri Gorontalo
- Universitas Negeri Jakarta
- Universitas Negeri Makassar
- Universitas Negeri Malang
- Universitas Negeri Medan
- Universitas Negeri Padang
- Universitas Negeri Semarang
- Universitas Negeri Surabaya
- Universitas Negeri Yogyakarta
- Universitas Padjadjaran
- Universitas Pendidikan Ganesha
- Universitas Pendidikan Indonesia
- Universitas Riau
- Universitas Sam Ratulangi
- Universitas Sebelas Maret
- Universitas Sriwijaya
- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
- Universitas Sumatera Utara
- Universitas Surabaya
- Universitas Syiah Kuala
- Universitas Tanjungpura
- Universitas Tarumanagara
- Universitas Telkom
- Universitas Trisakti
- Universitas Udayana
2. Daftar Perguruan Tinggi di Klaster Utama 2026
Terdapat 222 perguruan tinggi yang masuk di Klaster Utama pada tahun 2026. Berikut beberapa daftarnya:
- Institut Bio Scientia Internasional Indonesia
- Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan
- Institut Bisnis dan Keuangan Nitro
- Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia
- Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
- Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi
- Institut Keuangan-Perbankan dan Informatika Asia Perbanas
- Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
- Institut Pariwisata Trisakti
- Institut Pendidikan Indonesia Garut
- Institut Pertanian Stiper
- Institut Seni Indonesia Bali
- Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
- Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto
- Institut Teknologi Indonesia
- Institut Teknologi Kalimantan
- Institut Teknologi Nasional Bandung
- Institut Teknologi Nasional Malang
- Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
- Institut Teknologi Padang
- Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara
- Institut Teknologi Sumatera
- Institut Transportasi dan Logistik Trisakti
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar Bongaya
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN
- Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi
- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan
- STIKES Wira Medika Bali
- Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
- Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
- Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
- Universitas Advent Indonesia
- Universitas ‘Aisyiyah Bandung
- Universitas Aisyiyah Yogyakarta
- Universitas AKPRIND Indonesia
- Universitas Al Asyariah Mandar
- Universitas Al-Azhar Indonesia
- Universitas Alma Ata
- Universitas Almarisah Madani
- Universitas Amikom Yogyakarta
- Universitas Asahan
- Universitas Atma Jaya Yogyakarta
- Universitas Bakrie
- Universitas Bandar Lampung
- Universitas Bangka Belitung
- Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
- Universitas Bina Darma
- Universitas Bina Sarana Informatika
- Universitas Binawan
- Universitas Borneo Tarakan
3. Daftar Perguruan Tinggi di Klaster Madya 2026
Terdapat 306 perguruan tinggi yang masuk di Klaster Madya pada tahun 2026. Berikut beberapa daftarnya:
- Iisip Yapis Biak
- IKIP PGRI Bojonegoro
- IKIP Saraswati
- Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo
- Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya
- Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia
- Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan
- Institut Desain dan Bisnis Bali
- Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada
- Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya
- Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
- Institut Kesehatan Immanuel
- Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
- Institut Kesehatan YARSI Mataram
- Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
- Institut Sains dan Bisnis Internasional Singkawang
- Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya
- Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
- Institut Seni Indonesia Padang Panjang
- Institut Seni Indonesia Surakarta
- Institut Seni Indonesia Yogyakarta
- Institut Shanti Bhuana
- Institut Teknologi Batam
- Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang
- Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim Bukittinggi
- Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa
- Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia
- Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali
- Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
- Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat
- Institut Teknologi dan Sains Mandala
- Institut Teknologi Del
- Institut Teknologi Garut
- Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
- Institut Teknologi Sains Bandung
- Institut Teknologi Sawit Indonesia
- Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari
- Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya
4. Daftar Perguruan Tinggi di Klaster Pratama 2026
Terdapat 575 perguruan tinggi yang masuk di Klaster Pratama pada tahun 2026. Berikut beberapa daftarnya:
- IKIP Widya Darma
- Institut Az Zuhra
- Institut Batari Toja Bone
- Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957
- Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie
- Institut Bisnis dan Multimedia Asmi Jakarta
- Institut Bisnis Informasi Teknologi dan Bisnis
- Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi
- Institut Bisnis Nusantara
- Institut Citra Internasional
- Institut Cokroaminoto Pinrang
- Institut Digital Ekonomi LPKIA
- Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
- Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
- Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/ Hasanuddin
- Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta
- Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
- Institut Informatika Indonesia Surabaya
- Institut Karya Mulia Bangsa
- Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
- Institut Kesehatan dan Bisnis Annisa
- Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju
- Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya
- Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
- Institut Kesehatan dan Teknologi Pondok Karya Pembangunan
- Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua
- Institut Kesehatan Helvetia
- Institut Kesehatan Helvetia Pekanbaru
- Institut Kesehatan Hermina
- Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
- Institut Kesehatan Mitra Bunda
- Institut Kesehatan Rajawali
- Institut Kesehatan Sumatera Utara
- Institut Kesenian Jakarta
- Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR
- Institut Maritim Prasetiya Mandiri
- Institut Media Digital Emtek
- Institut Modern Arsitektur dan Teknologi
- Institut Pangeran Dharma Kusuma
- Institut Pariwisata Tedja Indonesia
- Institut Pendidikan Nusantara Global
- Institut Pendidikan Soe
- Institut Prima Bangsa
- Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara
- Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal
- Institut Sains dan Teknologi Muhammadiyah Tarakan
- Institut Sains dan Teknologi Nasional
- Institut Sains dan Teknologi Td Pardede
- Institut Sains Teknologi dan Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro
- Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
Urutan daftar perguruan tinggi di masing-masing klaster di atas diurutkan berdasarkan alfabetis. Bukan pada urutan kinerja akademik. Selain itu, detail keseluruhan daftar bisa mengecek di Surat Edaran No. 1436/C3/AL.04/2025.
Surat edaran tersebut bisa dilihat maupun diunduh melalui https://konten.usu.ac.id/storage/year/2025-11/posts/52/announcement/Pengumuman%20Klasterisasi%20Perguruan%20Tinggi%20Tahun%202026.pdf.
Hasil klasterisasi perguruan tinggi bukanlah pemeringkatan. Melainkan proses pengelompokan berbasis kinerja yang dilaksanakan Kemdiktisaintek. Data hasil klasterisasi ini dijadikan acuan dalam merumuskan kebijakan terkait tri dharma perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga merata kuantitas dan kualitasnya. Kampus Anda, posisi klasternya naik, stagnan, atau turun di tahun 2026?
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa itu klasterisasi perguruan tinggi? Klasterisasi perguruan tinggi adalah pengelompokan perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan kinerja akademik yang terdata di SINTA. Klasterisasi ini digunakan Kemdiktisaintek untuk melihat capaian kinerja kampus dalam bidang penelitian, pengabdian, publikasi, kekayaan intelektual, buku, dan afiliasi.
2. Apa saja klaster perguruan tinggi tahun 2026? Klaster perguruan tinggi tahun 2026 terbagi menjadi empat kelompok, yaitu Klaster Mandiri, Klaster Utama, Klaster Madya, dan Klaster Pratama. Setiap klaster menunjukkan pengelompokan berdasarkan kinerja akademik perguruan tinggi.
3. Apa indikator penilaian klasterisasi perguruan tinggi? Indikator penilaian klasterisasi perguruan tinggi meliputi penulis, afiliasi, artikel, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kekayaan intelektual, dan buku. Seluruh indikator tersebut dinilai berdasarkan data yang terintegrasi di SINTA.
4. Apakah klasterisasi perguruan tinggi sama dengan pemeringkatan? Klasterisasi perguruan tinggi bukan pemeringkatan. Klasterisasi merupakan pengelompokan kampus berdasarkan kinerja akademik, bukan urutan peringkat dari yang terbaik sampai terendah.
5. Mengapa data SINTA penting dalam klasterisasi perguruan tinggi? Data SINTA penting karena menjadi dasar penilaian kinerja akademik perguruan tinggi. Oleh sebab itu, kampus perlu memastikan data publikasi, penelitian, pengabdian, HKI, buku, penulis, dan afiliasi sudah tercatat dengan baik di SINTA.
Baca Juga:
Referensi:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Surat Edaran No. 1436/C3/AL.04/2025 Tentang Pengumuman Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2026. https://konten.usu.ac.id/storage/year/2025-11/posts/52/announcement/Pengumuman%20Klasterisasi%20Perguruan%20Tinggi%20Tahun%202026.pdf
- Aziz, A. (2025). Pengumuman Hasil Penetapan Klasterisasi Perguruan Tinggi 2026. Diakses pada 15 Juni 2026 dari https://duniadosen.com/informasi/klasterisasi-perguruan-tinggi-2026/