Jenis karya ilmiah – karya ilmiah menjadi salah satu jenis tulisan yang ternyata cukup ditakuti oleh sebagian orang. Karya ilmiah dianggap tugas yang paling menakutkan bagi sebagian orang karena susah. Harus terjun langsung ke lapangan atau harus melakukan kajian teori. 

Benarkah demikian? Lantas apa saja jenis karya ilmiah? Jadi pada kesempatan kali ini kita akan mengintip pengertian dan jenis karya ilmiah itu apa. Langsung saja, yuks kita simak ulasannya sebagai berikut. 

Pengertian Karya Tulis Ilmiah 

Karya ilmiah adalah sebuah karya yang disusun dengan memperhatikan aspek rasionalitas, kaidah ilmiah, memperhatikan objektivitas dan faktual. Dari segi pembahasannya juga ditulis sesuai dengan permasalahan yang diangkat. 

Secara teknis, penulisan karya ilmiah disusun menggunakan bahasa yang jelas, tidak berambigu, bahasa lugas, menggunakan bahasa yang sesuai dengan EBI dan bersifat eksplisit. Memang sedikit berbeda penulisan karya tulis ilmiah tidak seperti menulis novel atau menulis cerpen yang berdasarkan pada proses berfikir imajinatif.

Buat Anda yang ingin menulis karya ilmiah. Secara teknis penulisan karya ilmiah, dapat disusun berdasarkan hasil observasi, penelitian ataupun evaluasi. Untuk penulisannya pun, karya ilmiah ditulis sesuai dengan sistematika penulisan.  

Dibandingkan dengan menulis fiksi, karya ilmiah memiliki aturan atau standarisasi yang harus diikuti. Untuk standar atau aturan penulisan karya ilmiah, dapat dilihat di artikel sebelumnya di sini. Oh iya, adapun pendapat dari beberapa tokoh. Di antaranya sebagai berikut.

Baca Juga: 10 Contoh Karya Ilmiah yang Baik dan Benar

1. Brotowijoyo, Arifin 

“Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar” (Brotowijoyo, 1993). Dari pendapat di atas sesuai dengan pengertian umum yang sudah dijelaskan di atas.  Dimana penulisan karya ilmiah tidak dapat ditulis seenaknya dan sebebas si penulis inginkan. 

2. Munawar Syamsudin 

Menurut Munawar Syamsudin, karya ilmiah dapat diartikan sebagai karya tulis yang mengulas tentang masalah tertentu. Di mana masalah tersebut akan dipecahkan dengan keilmuan tertentu dan penyajian metode penelitian tertentu. 

3. Samsoerizal 

Sementara menurut Samsoerizal mendefinisikan karya ilmiah termasuk ragam karya ilmiah yang terdiri dari beberapa jenis dan fungsi. Samsoerizal menyebutkan bahwa karya ilmiah memiliki banyak ragamnya, di antaranya adalah skripsi, tesis, disertasi, dan makalah. Untuk lebih lanjut akan dibahas di sub bab di bawah nanti. 

4. Sikumbang 

Karya ilmiah menurut sikumbang secara garis besar seperti yang sudah disebutkan sebelum-sebelumnya. Ia menyampaikan ada empat manfaat yang akan dirasakan ketika melakukan karya ilmiah. Manfaat tersebut meliputi mengasah keterampilan dalam membaca dan menulis secara ilmiah. 

Adapun tiga manfaat lain, yaitu mahir dalam mengelaborasi referensi satu dengan yang lain, akrab dengan dunia pustaka dan memiliki kemampuan mengorganisasi data. Ada dua manfaat tambahan lain, yaitu penulis memiliki kepuasan ilmu pengetahuan dan memiliki wawasan lebih luas. 

5. Eko Susilo 

Sementara Eko Susiolo mengartikan karya ilmiah adalah karya yang ditulis oleh penulis yang memiliki penguasaan di bidang tertentu. Pengambilan data dilakukan dengan tinjauan dan dianalisa berdasarkan pada keilmuan dan ditulis secara sistematis. Hasilnya, dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

Itulah beberapa pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli dan pengertian karya ilmiah secara umum. Setelah mengetahui, penting sekali mengetahui jenis dari karya ilmiah. Penasaran? Langsung saja simak di sub bab di bawah ini.

Baca Juga: 2 Teknik Menulis Menghindari Plagiarisme dalam Karya Ilmiah

Jenis-Jenis Umum Dari Karya Tulis Ilmiah 

Jenis karya ilmiah – Dilihat dari jenis-jenis umum dari karya tulis ilmiah, ternyata ada banyak sekali macamnya loh. Dari berbagai jenis tersebut, saya yakin Anda sudah sering menemukannya. Langsung saja, berikut ulasannya. 

1. Artikel Ilmiah 

Jenis dari karya tulis ilmiah yang pertama adalah artikel ilmiah. Ada juga yang menyebutnya dengan artikel jurnal ilmiah. Yang termasuk ke dalam artikel ilmiah adalah hasil pemikiran dari penulis, yang kemudian dikembangkan dengan kajian kepustakaan yang komprehensif dan relevan. 

Secara teknis sama, ditulis berdasarkan sistematika penulisan artikel jurnal ilmiah. Umumnya gaya yang digunakan adalah gaya selingkung yang telah ditentukan oleh penyelenggara atau pengelola jurnal. 

Barangkali Anda penasaran, sistematika penulisan artikel ilmiah bagaimana sih? Berikut sistematika penulisan yang harus ada dalam artikel ilmiah. 

  1. Judul 
  2. Nama penulis 
  3. Abstrak 
  4. Kata kunci 
  5. Pendahuluan 
  6. Metode 
  7. Hasil penelitian 
  8. Pembahasan 
  9. Kesimpulan & Saran

Kunci mendasar penulisan artikel ilmiah adalah diulas secara mendalam, spesifik, dan dibahas sesuai dengan bidang keilmuan. Dengan kata lain, artikel ilmiah hanya direkomendasikan ditulis oleh penulis atau peneliti spesialis di bidangnya, bukan ditulis oleh penulis generalis. 

2. Makalah 

Anda sering mendengar makalah? Pastinya sudah tidak asing lagi. Makalah termasuk karya ilmiah yang membahas tema tertentu. Tema atau topik tersebut bisa dari forum ilmiah ataupun dari ide atau gagasan si penulis dan peneliti. 

Buat Anda yang masih kuliah, pastinya sering mendengar makalah, karena Anda selalu dihadapkan tugas dari dosen. Secara teknis, makalah dikembangkan dan ditulis dari hasil pemikiran yang dikembangkan dengan kajian literatur.

Makalah dibagi menjadi beberapa kategori. Common paper dan position paper.

  1. Common paper yang merupakan makalah biasa yang dikerjakan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan tugas dari dosen.   
  2. Position paper atau disebut dengan makalah posisi adalah makalah yang diperuntukkan untuk teoretik yang mendefinisikan masalah atau topik secara teoritik. Di mana di dalam pembahasan juga menuliskan di mana posisi makalah tersebut. 

Adapun karakteristik dari makalah yang wajib Anda garis bawahi, sebagai berikut. 

  1. Hasil kajian pustaka atau laporan kegiatan lapangan 
  2. Mengilustrasikan pemahaman permasalahan yang diangkat secara teoritis sesuai dengan bidang keilmuannya 
  3. Memperlihatkan kompetensi keilmuan yang relevan 
  4. Menganalisis sesuai dengan sumber informasi secara utuh

Itulah keempat karakteristik dari makalah dan seputar singkat tentang makalah. 

3. Tesis 

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang diperuntukkan untuk jenjang pendidikan perguruan tinggi S2. Secara teknis, tesis disusun berdasarkan hasil penelitian, kajian teori ataupun bentuk pengambilan data secara ilmiah yang lainnya. 

Secara rinci, tesis dapat diartikan sebagai karya ilmiah mahasiswa yang menempuh pendidikan kesarjanaan S-2. Di mana penelitian tersebut dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa. 

secara umum, format penulisan tesis berbeda dengan jenis karya ilmiah yang lain. Misalnya jika Anda ingin mengajukan proposal tesis, disarankan menggunakan kertas HVS 80 gram menggunakan kertas kuarto atau (A4). Standar penulisan karya ilmiah, semuanya menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12. 

Adapun aturan-aturan lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Misalnya masalah spasi baris, jumlah kata yang diajukan dalam bentuk proposal, aturan penulisan judul sub bab atau anak sub bab. Semuanya ada aturan dan ketentuan. Nah, Anda bisa mengetahui aturan tersebut pada metodologi penelitian di mata kuliah di masing-masing Perguruan Tinggi. Atau bisa dilihat dari aturan yang diberikan dari pihak kampusnya.

Baca Juga: 11 Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah yang Efektif

4. Skripsi 

Saya yakin semuanya pasti sudah tahu tentang skripsi. Skripsi salah satu karya tulis ilmiah yang diakui dan resmi. Skripsi disusun oleh mahasiswa S1. Skripsi disusun sebagai bukti kemampuan akademik dalam penelitian yang ada di bidang keahliannya. Skripsi memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut. 

  1. Eksploratif dan tetap terarah
  2. Disusun berdasarkan observasi lapangan dan tinjauan pustaka yang tentu saja harus relevan sesuai dengan bidangnya. 
  3. Disusun menggunakan bahasa yang baik, benar, dan baku 
  4. Penulis wajib memenuhi bobot SKS yang sudah ditentukan oleh pihak Perguruan Tinggi. 

Buat Anda yang baru mempersiapkan diri menyelesaikan tugas akhir skripsi, ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi. Apa saja persyaratan tersebut? Bisa simak ulasannya sebagai berikut. 

  1. Sudah menyelesaikan 141 SKS dengan minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2,50 (atau tergantung ketentuan dari perguruan tinggi). 
  2. Menyelesaikan Penelitian Pendidikan, batas minimal nilai yang didapatkan 2,0. 
  3. Konseling bimbingan skripsi maksimal 6 bulan saja. Setelah itu Anda bisa memperpanjang bimbingan paling lama 1 x 6 bulan, atau mengikuti saran dari pembimbing. 
  4. Skripsi disusun minimal 50 halaman (belum termasuk lampiran). Maksimal tidak boleh lebih dari 200 halaman.

Itulah beberapa hal tentang skripsi. Sebagai tambahan informasi agar skripsi mendapatkan nilai yang memuaskan, anda harus mengetahui penilaian skripsi itu di bagian apa saja. Tentu saja di bagian isi, bahasa, sistematika, penyajian, dan metode penelitian yang akan dinilai dalam skripsi. Di bagian inilah anda tidak boleh sembarangan dalam menyusun. 

Kenapa? Karena dosen penguji tidak sekedar membaca, tetapi juga menelaah dan memastikan bahwa skripsi kamu memang benar-benar disusun dan diteliti. Baca juga Apa itu Skripsi? Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Unsurnya

5. Disertasi 

Disertasi adalah karya ilmiah akademik yang disusun oleh mahasiswa S-3. Disertasi ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan ataupun kepustakaan yang dilakukan secara intens dan mendalam. Ditulis oleh mahasiswa S-3 secara mandiri yang isi penelitian bersifat novelty

Oh iya, seperti halnya dengan skripsi dan tesis, Disertasi ditulis menggunakan pendekatan transdisipliner. Dapat pula disebutkan bahwa disertasi sebagai penelitian yang berbasis pada pengumpulan data empirik. Terkait dengan pendekatan penelitian lapangan, ada dua macam yaitu bisa menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. 

Jumlah mahasiswa yang melanjutkan hingga jenjang disertasi memang lebih sedikit. Selain karena masalah biaya yang lebih banyak, tentu saja tantangan yang harus dipersiapkan pun juga lebih matang. 

Agar lebih matang, penting sekali memahami tujuan kenapa Anda harus lanjut ke S-3 yang dapat disimak sebagai berikut. 

  1. Menyeragamkan format penulisan disertasi 
  2. Dapat digunakan sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam menulis disertasi 
  3. Menjadi pedoman bagi komisi pembimbing dalam mengarahkan penulisan disertasi 
  4. Sebagai pedoman penguji dalam menilai disertasi.

Itulah beberapa ulasan tentang disertasi. Sebenarnya jika dibahas lebih mendalam lagi, masih banyak hal yang bisa dibahas. 

6. Paper 

Paper termasuk karya ilmiah. Paper dikembangkan pada sebuah topik tertentu yang sudah ditentukan oleh penulis. Paper ditulis didasarkan pada data penelitian. Secara sederhananya, paper adalah tugas akhir yang prinsip pengambilan data dan informasi seperti pengambilan data tesis, skripsi, artikel jurnal, dkk. Hanya saja ada perbedaan paling menonjol. Jadi paper hanya ditulis sebanyak 6 halaman saja. 

Sementara dari sistematika penulisan paper, tidak selengkap seperti halnya skripsi, tesis, ataupun disertasi. Sistematika paper lebih sederhana dan lebih singkat. Berikut adalah sistematika yang umum digunakan. 

a. Pendahuluan

Teknis penulisan pendahuluan pada paper juga sedikit lebih berbeda nih. Pasalnya, Anda cukup menuliskan secara singkat, kurang dari 2-3 halaman saja sudah cukup.  

b. Pembahasan 

Di bab pembahasan, adalah tempat inti dari penelitian dan pesan yang ingin Anda sampaikan dan yang Anda teliti. Ingat, penelitian yang Anda angkat didasarkan pada daftar pustaka, referensi, buku, dan masih banyak lagi. 

Apakah ada batasan lembar penulisan pembahasan? Jawabannya ada. Untuk ukuran paper, pembahasan cukup dikemas dalam  sampai 6 halaman saja sudah sangat cukup baik. 

c. Penutup 

Bagian penutup berisi kesimpulan dari hasil pembahasan yang sudah Anda angkat. Kesimpulan yang baik ditulis menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan singkat. Oh iya, bagian kesimpulan cukup ditulis 1 halaman saja. 

d. Daftar pustaka 

Bagian yang tidak boleh diabaikan dari setiap penulisan karya ilmiah. Yaitu penulisan daftar pustaka. Semua sumber referensi yang Anda gunakan wajib dituliskan dan dicantumkan di sini. Karena menuliskan sumber referensi bentuk dari pertanggungjawaban penulis terhadap paper yang dibuat.

Itulah beberapa hal penting tentang paper. Apakah Anda sudah pernah menulis paper? Jika belum, mulai sekarang bisa mulai mencobanya. 

7. Kertas Kerja 

Mungkin Anda merasa asing dengan istilah kertas kerja? Meskipun tidak banyak orang familiar dengan istilah ini. Ternyata kertas kerja termasuk dalam karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian juga. 

Sekilas, kertas kerja ini mirip dengan makalah. Di mana kertas kerja juga disusun dengan analisis yang tajam. Hanya saja bentuk dari kertas kerja ini lebih sering dipresentasikan dalam sebuah lokakarya ataupun dalam sebuah seminar. Tentu saja yang ada peserta. 

Oh iya, berbicara tentang peserta presentasi kertas kerja, bukanlah sembarang orang loh. Pesertanya adalah seorang ilmuwan. Karena memang kertas kerja ini lebih sering digunakan dalam perhelatan ilmiah. 

Karena dipresentasikan di depan para ilmuwan, tentu saja hasil kertas kerja ini ada yang ditentang, dipatahkan, atau ditolak. Sementara terkait dengan sistematika penulisannya bergantung pada instansi atau lembaga yang mengadakan kertas kerja. Jadi tidak ada aturan pasti dan jelas. 

Itulah jenis-jenis umum dari karya ilmiah. Ternyata ada banyak jenis dan variasinya. Dari beberapa jenis yang sudah disebutkan di atas. Jenis mana yang sudah pernah Anda kerjakan? Anda bisa tuliskan pengalaman kamu dalam menuliskannya. Siapa tahu bermanfaat bagi saudara di luar sana. 

Dari pembahasan di atas, jika dibahas lebih spesifik dan terfokus lagi, tentu saja akan ada banyak sekali uraiannya. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat dan memberikan pemahaman dan mulai berani untuk segera menyelesaikan tugas akhir. 

Buat Anda yang masih takut memulai terjun dan mengambil data di lapangan. Anda bisa mengawalinya dengan mengubah perspektif berpikir tentang dunia penelitian. Umumnya penelitian dianggap horror dan menyulitkan. Padahal jika dinikmati, menarik dan memberi pengalaman hebat untuk Anda sebagai peneliti. 

Setidaknya di sana Anda dapat belajar banyak hal yang tidak semua orang merasakan dan mengalaminya. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. Selamat menyelesaikan tugas karya ilmiah. (Irukawa Elisaa)

Baca Juga: 90+ Contoh Rumusan Masalah untuk Penelitian, Skripsi, dan Karya Ilmiah