Langkah-langkah menulis karya ilmiah – Menulis karya ilmiah sudah menjadi salah satu kewajiban seorang pengajar. Selain sebagai salah satu syarat untuk naik jabatan, menulis karya ilmiah juga menjadi tanggung jawab para akademisi untuk perkembangan pengetahuan. 

Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis artikel non ilmiah pada umumnya. Menulis karya ilmiah berarti kita membuat suatu penelitian yang ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu tidak bisa sembarangan dalam menulis karya ilmiah ini.

Tapi yang harus ditekankan, bukan berarti sebuah karya tulis ilmiah non penelitian itu kualitas keilmuannya diragukan, lho. Perlu diketahui bahwa suatu karya ilmiah berkualitas atau tidak bukan berdasarkan penelitian atau non penelitian.

Namun dari seberapa tajam analisisnya dan seberapa kuat justifikasi kesimpulannya (klaim keilmuannya) berdasarkan dari data teoritis maupun empiris terpercaya yang dipaparkan oleh penulis. 

Struktur Karya Ilmiah

Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang baik, beberapa struktur ini harus Anda perhatikan terlebih dahulu. 

1. Bentuk Populer

Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya adalah pilihan.

Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai populer).

Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah.

Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh orang kebanyakan karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami.

Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan).

2. Bentuk Semiformal

Karya ilmiah bentuk ini biasanya sudah tersusun dari beberapa bab, diantaranya adalah halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Bentuk karya ilmiah sejenis ini umumnya digunakan di berbagai laporan biasa dan makalah. 

3. Bentuk Formal 

Lain halnya dengan karya ilmiah berbentuk formal. Tulisan ini tentu lebih lengkap dan terstruktur. Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Judul
  2. Tim pembimbing
  3. Kata pengantar
  4. Abstrak
  5. Daftar isi
  6. Bab pendahuluan
  7. Bab telaah kepustakaan/kerangka teoritis
  8. Bab Metode penelitian
  9. Bab Pembahasan hasil penelitian
  10. Bab Kesimpulan dan rekomendasi
  11. Daftar pustaka
  12. Lampiran-lampiran
  13. Riwayat hidup

Langkah-Langkah Menulis Karya Ilmiah

Meskipun terdiri dari tiga bentuk yang berbeda, secara garis besar dalam menyusun karya ilmiah langkah-langkahnya tetap sama. Yang membedakan hanyalah struktur susunan tulisannya. Maka untuk menulis karya ilmiah yang baik, langkah-langkah yang harus kita tempuh adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Tema atau Topik Penelitian

Langkah-langkah menulis karya ilmiah yang pertama adalah Anda harus menentukan tema penelitian. Penentuan topik ini sangat penting dalam penulisan karya ilmiah. Sebab topik adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan kepada pembaca. 

Wahab (1994:4) menyebutkan bahwa yang dimaksud topik adalah bidang medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian.

Sementara itu, tema diartikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis.

Topik yang memang masih terlalu luas harus dibatasi menjadi sebuah tema. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik karya ilmiah adalah:

  • Isu-isu yang masih hangat
  • Peristiwa-peristiwa nasional atau internasional
  • Sesuatu (benda, karya, orang, dan lain-lain) yang dikaitkan dengan permasalahan politik, pendidikan, agama, dan lain-lain
  • Pengalaman-pengalaman pribadi yang berbobot

2. Membuat Outline/Kerangka Penelitian

Langkah-langkah menulis karya ilmiah sebaiknya menggunakan outline atau kerangka penelitian. Outline karya tulis ini berperan sebagai pemandu saat Anda melakukan proses penulisan karya ilmiah supaya tulisan tidak melebar jauh dari topik yang sudah ditentukan. 

Outline tulisan ilmiah disusun secara hierarki untuk menunjukkan garis besar cakupan dan haluan tulisan yang berupa topik utama (judul dan bab) serta poin-poin pentingnya yang disusun dalam Sub BAB hingga anak Sub BAB. Langkah ini penting dilakukan supaya karya tulis ilmiah Anda memiliki haluan/pedoman yang jelas. 

Lalu bagaimana jika kita sudah menulis outline terus tiba-tiba ada ide baru penunjang topik tulisan? Jika hal tersebut terjadi, Anda tidak dilarang untuk menambahkan pada poin-poin outline yang sudah disusun. 

Pada dasarnya tujuan outline ini kan mempermudah proses penulisan alur dan mengembangkan tulisan hingga terperinci, maka jika ada ide yang muncul, Anda bisa langsung tahu dimana letak penambahan maupun pengurangan muatan isi tulisan Anda.

Dengan adanya outline ini tandanya tulisan ilmiah yang sedang Anda buat ini ditulis dengan perencanaan yang matang. 

Baca juga : Aturan Penulisan Karya Ilmiah

3. Mengumpulkan Bahan

Setelah poin-poin outline tersusun dengan rapi, penulis dapat mulai mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun elektronika.

Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis.

Pemilihan bahan yang relevan ini bisa dengan cara membaca atau mempelajari bahan secara sepintas serta menilai kualitas isi bahan. 

Anda dapat mencari bahan referensi bahan dari jurnal, disertasi, manuskrip, atau karya terpercaya dan berkualitas lainnya. 

Pada prinsipnya mencari bahan literatur Anda jangan hanya terpaku pada satu sumber rujukan saja. Anda harus membuka diri untuk mencari referensi di tempat lain dengan metode berbeda agar sumber rujukan tulisan Anda semakin beragam. 

4. Survei Lapangan

Langkah ini adalah melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian.

5. Membangun Bibliografi

Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki.

Dengan demikian tujuan bibliografi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

6. Menyusun Hipotesis

Langkah ini adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari objek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.

7. Menyusun Rancangan Penelitian

Merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.

8. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan

Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian

Baca juga : Cara Mengubah Karya Ilmiah Dalam Bentuk Buku Ajar

9. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data

Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut.

10. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data

Langkah ini menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan.

Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan.

Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.

11. Merumuskan Kesimpulan dan Teori

Langkah ini merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data.

Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian.

Baca juga : 4 Tips Menulis Abstrak Pada Karya Ilmiah


Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan daftar menjadi penulis atau Anda bisa langsung kirim naskah dengan mengikuti prosedur berikut pada situs kami.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang buku karya ilmiah, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut:

Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS!