Kesalahan dalam penyusunan buku di dunia penerbitan dapat menyebabkan naskah Anda ditolak penerbit. Jadi buat Anda yang ngaku ingin menerbitkan buku anti ditolak penerbit, pastikan syarat dan ketentuan yang diinginkan pihak penerbit sudah dipenuhi. 

Lantas, pertanyaannya adalah kesalahan dalam penyusunan buku yang sering ditemukan oleh pihak penerbit? Jadi pada kesempatan kali ini saya akan berbagi beberapa kesalahan dalam penyusunan buku yang sering ditemukan oleh editor buku. 

Kesalahan dalam Penyusunan Buku yang Wajib Anda Ketahui

Oh iya, share di bawah ini bukan harga mutlak. Karena sampel editor yang saya Tanya hanya perwakilan dari sekian banyak editor buku yang ada di Indonesia. Jadi, hanya cerminan kecil jadi. Semoga beberapa poin ini banyak membantu Anda yang sedang mempersiapkan buku. Yuks, langsung simak ulasannya. 

1. Kesalahan Memasukan Kategorisasi Naskah 

Kesalahan dalam menyusun buku yang pertama adalah kesalahan memasukan kategorisasi naskah. Terutama buat Anda yang ingin memasukan naskah di penerbit Mayor. Anda harus detail melihat syarat dan ketentuannya. 

Karena penerbit Mayor seleksinya cukup ketat. Bisa jadi naskah yang Anda masukan tidak pernah lolos karena salah memasukan kategorisasi. Misalnya, naskah Anda adalah naskah buku-buku pendidikan. Tetapi Anda mengirimkan naskah ke penerbit fiksi. Ya, jelas akan ditolak. 

Ada juga jenis penerbit yang memiliki banyak lini yang bisa menerbitkan buku fiksi, buku non fiksi hingga buku-buku pendidikan sekalipun. Nah, bisa jadi naskah Anda ditolak karena Anda salah memasukan kategorisasi lini. Naskah Anda buku pendidikan, tetapi Anda salah memasukan ke buku umum. 

Jadi, tipsnya adalah pastikan Anda, sebagai penulis tahu betul apa yang Anda tuliskan itu kategori naskah apa. Kelihatan sepele seperti ini, tetapi banyak loh pengalaman kesalahan kirim naskah dan salah di kategorisasi buku. 

Mungkin Anda bertanya, apakah naskah yang salah pengkategorisasian tidak dapat dimaklumi dan dianggap benar oleh tim penyeleksi naskah atau editor? Jawabannya pun relatif. Tergantung dari si editor atau penyeleksi naskah. Umumnya, tidak akan diproses. Karena tugas dari penyeleksi naskah dan editor ada banyak buku yang harus mereka kerjakan. 

Mereka akan mengerjakan yang memang sudah masuk sesuai syarat dan ketentuan dan masuk sesuai standar lolos seleksi. Jadi, naskah Anda keren abis, jika hanya sepele salah memasukan folder kategori naskah, ya siap-siap makan hati.

Dan kita tidak bisa langsung menyalahkan pihak penyeleksi naskah dan editor. Karena ini termasuk kesalahan teknis yang dilakukan oleh si penulis sendiri. Jadi mulai sekarang, mulai selektif dan berhati-hati. Jangan anggap sepele apapun itu. 

Baca Juga: 6 Tips Sederhana Cara Membuat Buku Novel

2. Penulisan Judul 

Kesalahan dalam penyusunan buku yang kedua adalah kesalahan dalam penulisan judul. Berbicara tentang kesalahan judul memang bermacam-macam kasusnya. Ada yang karena salah teknis penulisan judul. 

Misal kesalahan typo, kesalahan susunan kalimat sehingga judul terkesan kurang menarik. Bahkan, kesalahan secara teknis, seperti kesalahan penulisan kalimat yang sesuai Ejaan Bahasa Indonesia yang baik. Misal kesalahan dalam penulisan kata hubung, kata pisah dan lain sebagianya. 

Memang untuk beberapa penerbit, untuk kasus kesalahan judul masih bisa di diskusikan. ASALKAN isi naskah memang menarik dan memiliki peluang pasar yang baik. Sayangnya jika naskah standar-standar saja, dan ditambah kesalahan penulisan judul, maka naskah akan ditolak. 

Ketika naskah Anda ditolak, tidak perlu cemas dan sedih. Karena Anda masih memiliki peluang menerbitkan buku ke penerbit indie dan dicetak secara mandiri. Jadi masih tetap ada peluang besar buku tetap terbit. 

3. Tidak Runtut 

Kesalahan dalam penyusunan buku yang paling umum dan sering dilakukan oleh penulis pemula, masalah keruntutan naskah. Banyak penulis pemula yang masih tidak runtut antara bab satu dengan bab yang lain. 

Padahal untuk bisa menerbitkan buku yang layak dijual dipasaran adalah buku yang saling berintegrasi antara bab satu dengan bab yang lain. Jadi berkesinambungan begitu deh. Sebagai tambahan informasi buat Anda nih. Seorang editor buku bisa melihat dengan cepat naskah Anda itu runtut atau tidak loh. 

Penasaran? Kok bisa lihat sih kalo tidak nyambung dalam waktu cepat? Jadi mereka bisa melihat sinkron tidaknya bab satu dengan bab yang lain dilihat dari daftar isi. Jadi buat Anda yang sekarang sedang menulis naskah, bisa menggunakan metode ini nih. 

Jadi sebelum menulis buku. Buat dulu daftar isi (sebagai kerangka tulisan). Pastikan runtut dan sinkron. Setelah fix, barulah ditulis dan dikembangkan daftar isi tersebut. Nulis sesimpel itu. 

Baca Juga: Kriteria Buku Ajar yang Baik dan Benar

4. Penulisan Sesuai EBI

Adapun kesalahan dalam penyusunan buku yang paling banyak ditemukan. yaitu masalah penulisan yang harus sesuai EBI. Sangat banyak dan kompleks banget masalah penulisan yang sesuai dengan EBI. Sebelum mengulas kesalahan umum penulisan EBI, barangkali Anda masih asing dengan istilah EBI? 

EBI kepanjangan dari Ejaan Bahasa Indonesia, yang merupakan istilah baru pengganti kata EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Nah, kesalahan penulisan EBI ini sampai sekarang dalam penulisan buku kasus yang paling banyak ditemukan. 

Bahkan tidak hanya dilakukan oleh penulis pemula saja loh. tetapi juga sering ditemukan juga pada penulis senior yang bukunya pernah diterbitkan. Kembali lagi ke masalah penulisan tidak sesuai EBI. Apa saja sih kesalahan dalam penyusunan buku yang umum ditemukan? Sebagai berikut. 

a. Kesalahan Penulisan Huruf Besar-Kecil 

Sebenarnya kesalahannya sepele. Misalnya kesalahan dalam penulisan huruf besar dan kecil pada nama orang, nama kota, gelar-jabatan dan masih banyak lagi. 

b. Kesalahan Penulisan Partikel –pun 

Terkait penggunaan partikel pun juga sering ditemukan. hanya saja untuk buku jenis buku pendidikan dan buku ajar, partikel –pun jarang ditemukan. kecuali di buku-buku fiksi, partikel satu ini akan banyak ditemukan. Jadi buat Anda yang menulis buku fiksi, WASPADALAH dengan partikel -pun

c. Penggunaan Kata Depan ‘di’ dan ‘ke’

Kesalahan umum yang lain yang sering ditemukan dalam naskah adalah penggunaan kata depan ‘di’ dan ‘ke’. Jadi kata ‘di’ di pisah apabila digunakan untuk menunjukan tempat. Sementara ‘di’ yang digabungkan apabila imbuhan tersebut diikuti oleh kata kerja. Berlaku juga untuk penggunaan imbuhan ‘ke’.

Itulah kesalahan umum yang sering ditemukan dalam penulisan EBI. Sebenarnya masih banyak kesalahan umum terkait penulisan sesuai EBI. Misal, kesalahan penulisan kata hubung, kata ganti, penulisan angka di depan-ditengah-dibelakang kalimat. 

5. Tidak Menentukan Segmentasi Pasar

Kesalahan dalam penyusunan buku yang lain adalah tidak menentukan segmentasi pasar. Memang masalah pasar adalah tugas penerbit. Realitanya, penulis juga wajib tahu segmentasi pasar jika ingin naskahnya diterima oleh pasar. 

Jika penulis asal menulis, tidak memperhatikan pasar, maka hasil di pasaran pun juga biasa-biasa saja. Jika naskah buku tersebut diperkirakan penerbit, penjualannya di bawah biasa-biasa saja. Maka, siap-siap naskah Anda akan ditolak mereka. 

Itu sebabnya saya mencantumkan jika masalah segmentasi pasar menjadi kesalahan dalam penyusunan buku. Sebaliknya, jika Anda sudah sejak awal naskah disegmentasikan pada pasar tertentu dan memiliki prospek tinggi. Maka, naskah Anda AUTO diterima dan diterbitkan oleh penerbit. 

Jadi, kesimpulan di sub bab ini, pastikan Anda sebagai penulis memperhitungkan masalah ini agar buku yang anda buat tidak menghabiskan waktu. Anda untung dan senang, pihak penerbit yang menerbitkan naskah Anda pun juga sama-sama senang. 

Baca Juga: 4 Kesalahan Penulisan yang Harus Dihindari saat Menerbitkan Buku

6. Malas Membaca Buku

Siapa nih di sini yang merasa tidak suka membaca buku, tetapi ingin menjadi penulis buku? Tidak dapat dipungkiri jika menulis buku dibutuhkan wawasan yang luas tentang tema yang hendak dibuat. Salah satu caranya ya hanya dengan membaca buku. 

Jika mengaku tidak suka membaca buku dan ingin jadi penulis, apakah Anda sudah siap dengan risikonya? Ya, meskipun ada juga beberapa orang yang mendapatkan wawasan tidak melulu lewat buku sih. Ada juga yang lewat pengalaman yang mereka temukan, dari renungan hidup mereka dan lewat pelatihan-pelatihan. 

Apalagi jaman sekarang sudah banyak akses dan cara mendapatkan wawasan, pengalaman dan kompetensi selain lewat membaca. Hanya saja, dengan membaca setidaknya memberikan ilmu tambahan disamping ilmu-ilmu yang tadi disebutkan. 

Dan lagi, semakin banyak membaca, semakin memudahkan Anda dalam mengungkapkan gagasan. Ulasan buku semakin kritis, menarik dan endingnya pasti akan disenangi pembaca karena tulisan Anda memang memberi banyak wawasan baru. 

7. Tidak Ada Sinopsis 

Kesalahan dalam penyusunan buku yang sering terlupakan adalah tidak menyertakan sinopsis. Ups, entah terlupakan atau memang tidak tahu, itu hanya dapat diketahui oleh si penulis buku. Jadi penting banget nih setiap kali mengirimkan naskah ke penerbit buku, Anda wajib menyertakan sinopsis buku. 

Sinopsis cukup dibuat secara singkat, padat, jelas tetapi juga ada daya tariknya. Tipsnya, tonjolkan impresi emosi atau konflik dari isi buku Anda (buku fiksi). JIka buku Anda non fiksi, tonjolkan selling point atau yang berbeda dari buku Anda daripada buku-buku yang lainnya. Memang tidak mudah sih membuat sinopsis yang pendek tetapi berisi dan berimpresi seperti itu. 

Sekali lagi yang perlu diingat, jangan anggap sepele sinopsis buku. Karena nasib baik naskah Anda diterima atau tidak, bergantung pada sinopsis yang Anda buat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini.  karena diterima atau tidaknya naskah sebenarnya juga tergantung dari usaha dan pengorbanan Anda juga. 

Baca Juga: Kenali 4 Poin Penting Menyusun Buku Teks

8. Tidak Memiliki Semangat Menulis

Kesalahan dalam penyusunan buku secara umum adalah tidak memiliki semangat menulis buku. Penting banget buat pemula nih. Pertama kali menulis dan mengirimkan buku, ditolak penerbit itu hal biasa. Selalu ada penolakan pertama, kedua, ketiga dan mungkin lebih banyak dari itu, sebelum bukunya diterbitkan. 

Buat penulis pemula yang gigih dan benar-benar ingin menjadi penulis, penolakan bukan kendala. penolakan tidak menyurutkan semangat untuk menulis lagi. Nah, sayangnya tidak semua penulis pemula memiliki mental dan keberanian seperti itu. 

Jadi penting banget nih buat penulis pemula membangun mental yang gigih dan tahan banting. Meskipun gagal, tidak menjadi masalah. Oh iya, buat Anda yang mungkin naskahnya baru kemarin ditolak dan ini pengalaman pertama, Anda bisa mengirimkan naskah yang ditolak ke penerbit lain loh.

Karena penerbit A menolak naskah kamu bukan berarti naskah kamu jelek. Bisa jadi karena karena selera penerbitnya berbeda. banyak loh pengalaman penulis-penulis lain yang naskah tolakan diterbitkan di penerbit yang lain. 

Jadi, Anda tidak perlu putus asa dan langsung menyerah. Karena memang begitulah siklus penerbit buku yang penuh lika liku yang unik. 

Baca Juga: Mengintip Pengertian – Karakteristik & Susunan Buku Monograf

9. Kerapian Naskah 

Kesalahan dalam penyusunan buku yang lazim ditemukan yang lain masalah kerapian naskah. Kerapian naskah dalam hal ini secara layout. Sedikit penulis yang bisa menulis dengan rapi. Misalnya di atur margin kanan kiri. 

Kemudian dari bab ke sub bab ada tanda-tanda. Misalnya menggunakan bold, menggunakan bullet & numbering dan masih banyak lagi. Masalah kerapian naskah ternyata hal yang dianggap sepele bagi penulis. padahal sangat penting bagi editor. 

Setidaknya naskah yang ditulis kurang rapi, relatif tidak menarik bagi penyeleksi naskah atau editor buku. Selain tidak menarik, dari tingkat keterbacaan pun juga membuat mata editor pusing. Dari perspektif yang lain, naskah yang tidak rapi bukannya penulis tidak rapi dan teliti. Tetapi karena tidak tahu bagaimana mengatur naskah agar rapi dan enak baca.

Jadi buat Anda yang hendak mengirimkan naskah, tidak ada salahnya lihat buku yang sudah diterbitkan. Sekedar melihat bagaimana menulis naskah yang rapi. Karena ini sangat penting banget buat para penulis.   

10. Pemilihan Diksi 

Pemilihan diksi ternyata juga menjadi kesalahan dalam penyusunan buku yang sering ditemukan. untuk menghindari hal seperti ini, penulis sebelum mengirimkan naskah perlu dibaca dan diedit ulang terlebih dahulu. Agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan. 

Buat Anda yang mungkin tidak punya waktu luang tentang hal ini, Anda bisa kok mencari jasa editor pribadi. Misalnya, Anda punya teman yang memiliki bakat mencari kesalahan teknis penulisan, bisa juga tuh Anda jadikan editor pribadi Anda. 

Lumayan bukan? Anda bisa tetap produktif menulis karya yang lain. Sementara kesalahan yang kecil bisa diselesaikan oleh pihak editor pribadi Anda. Jika sudah dirasa sempurna, maka baru deh naskah Anda dikirimkan ke penerbit incaran Anda. 

Baca Juga: Model Pengembangan Alinea dalam Menyusun Buku Ajar

11. Penyampaian Naskah 

Penyampaian naskah juga menjadi kesalahan dalam penyusunan buku yang juga penting loh. Seringkali apa yang ingin disampaikan oleh penulis, saat dituangkan dalam tulisan sulit dipahami oleh editor atau pembaca. 

Ada juga kasus dimana naskah yang disampaikan tidak sesuai dengan selera penerbit. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Misalnya penerbit yang Anda tuju adalah penerbit buku fiksi, maka penyampaian naskah bisa menggunakan bahasa yang santai, dan relative tidak ada aturan dan batasan yang baku dan kaku. 

Sementara jika penyampaian naskah yang terlalu kaku, jika dimasukan ke penerbit fiksi justru potensi untuk di tolak karena tidak sesuai dengan selera mereka. Ada juga masalah naskah yang terlalu vulgar, padahal penerbit yang dituju bukanlah penerbit yang menerima topik dan tema yang bersifat vulgar. 

Jadi dengan kata lain, Anda harus selektif dan mengenal betul seperti apa karakter dan jenis buku yang hendak Anda tuju. 

Itulah kesalahan dalam penyusunan buku yang sering ditemukan. dari beberapa share pengalaman tentang kesalahan umum di atas, semoga memberikan gambaran agar Anda bisa lebih hati-hati dalam menyusun naskah. 

Tentu saja, saya berharap ulasan ini membantu Anda lebih berhati-hati dalam banyak hal yang sudah disebutkan di atas. Semoga sedikit ulasan ini memberikan wawasan, gambaran dan pemahaman. Buat Anda yang naskahnya masih belum ada yang lolos redaksi, Anda bisa kok menerbitkan buku Anda secara indie di Penerbit Deepublish. DIJAMIN TERBIT! (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait:

10 Tips Menerbitkan Buku Agar Menarik

Cara Membuat Buku agar Diterima Penerbit dan Pembaca

Langkah-Langkah Menerbitkan Buku Digital Secara Mandiri

Menerbitkan Buku saat WFH, Kenapa Tidak?

Apa Saja Keuntungan Menerbitkan Buku di Penerbit Indie?

5 Langkah Mudah Menerbitkan Buku Sendiri

Cara Menerbitkan Buku Ber ISBN

Cara Menerbitkan Buku di Media


Apakah Anda sedang atau ingin melakukan cara membuat buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silahkan isi data diri Anda di : Daftar Menjadi Penulis Buku

Jika Anda Membutuhkan Referensi Tambahan, Kami Menyediakan EBOOK GRATIS yang Spesial Kami Persembahkan untuk Anda. Adapun Macam Ebook yang Bisa Anda Download sebagai Berikut:

Ebook : Cara Praktis Menulis Buku

Ebook : Rahasia Menulis Buku Ajar

Ebook : Self Publishing

Ebook : Pedoman Menulis Buku Tanpa Plagiarisme

Ebook : Strategi Jitu Menulis Buku Monograf

Ebook : Cerdas Menulis Buku Referensi