Menulis buku motivasi sering menjadi pilihan para penulis untuk berkontribusi dalam memberi inspirasi positif pada masyarakat luas. Namun, menulisnya tidak bisa sembarangan. Terdapat sejumlah cara menulis buku motivasi agar disukai pembaca dan berdampak positif bagi mereka.
Buku motivasi memang memiliki penggemar tersendiri dan jumlahnya tidak sedikit. Namun, tidak semua buku motivasi dipandang menarik. Banyak pembaca yang tidak bisa menuntaskan sampai halaman paling belakang. Kenapa? Berikut informasinya.
Salah satu cara menulis buku motivasi yang bagus dan menggugah minat pembaca adalah memenuhi ciri-ciri buku motivasi yang bagus itu sendiri. Apa saja ciri-cirinya? Berikut penjelasannya:
Ciri buku motivasi yang menarik dan menggugah minat baca, salah satunya memiliki tema dan topik jelas serta spesifik. Sehingga fokus di satu tema dan satu topik saja. Atau satu tema dengan beberapa topik yang relevan.
Jika campuran, biasanya akan dirasa kurang pas. Sebab tidak semua cerita motivasi cocok dijadikan satu. Kemudian, jika berisi cerita motivasi tunggal (bukan antologi). Fokus di satu topik menjadi langkah paling tepat agar tidak membingungkan pembaca.
Ciri kedua, buku motivasi perlu dipaparkan dengan gaya bahasa yang sesuai karakter target pembaca. Jika remaja, maka gaya bahasa santai dan ada candaan lebih cocok. Berbeda jika target pembaca kalangan profesional, orang dewasa, ibu rumah tangga, dll.
Buku motivasi dengan mudah menarik minat baca jika mengangkat topik yang relevan dengan pembaca. Misalnya mengangkat satu permasalahan. Jika masalah ini umum dialami target pembaca, maka dengan mudah menarik minat mereka. Begitu juga sebaliknya.
Buku motivasi yang menarik memang tidak harus berisi kisah nyata. Akan tetapi, harus diakui bahwa cerita dari peristiwa nyata lebih mudah mendapat minat pembaca. Sebab pembaca merasa isinya lebih relevan dengan pengalaman sendiri dan solusinya lebih aplikatif.
Alur yang jelas menjadi salah satu kunci agar buku motivasi sukses menggaet minat pembaca. Sebab memudahkan mereka memahami isinya. Sekaligus memberi kenyamanan selama membaca, jadi bisa diselesaikan sampai halaman terakhir.
Baca juga: 12 Tips Membuat Alur Cerita yang Menarik Pembaca
Memastikan ciri-ciri yang dijelaskan sebelumnya bisa dimiliki oleh buku motivasi yang disusun. Maka tentunya cara menulis buku motivasi juga harus tepat. Berikut detail tata caranya:
Cara pertama agar buku motivasi yang ditulis bisa menggugah minat baca adalah tujuannya jelas. Jadi, sebelum mulai menulis pastikan sudah memiliki tujuan jelas dan spesifik yang menjadi alasan menulis buku motivasi tersebut.
Tujuan yang jelas mungkin terkesan tidak ada kaitannya dengan isi buku motivasi. Namun, tujuan ini memiliki pengaruh yang signifikan. Sebab tujuan akan menentukan tema dan topik dari buku motivasi, nada penulisan, struktur bukunya, dan sebagainya.
Selain itu, tujuan ini bisa memotivasi diri sendiri untuk merampungkan naskah agar bisa segera dibaca masyarakat. Lalu, tujuan seperti apa yang ideal? Semua tujuan menulis buku motivasi adalah bagus. Misalnya bertujuan membantu pembaca mengatasi masalahnya, sarana meluapkan emosi tertahan, dll.
Cara menulis buku motivasi yang menarik dan menggugah minat baca berikutnya adalah punya tema dan topik jelas serta terfokus. Jadi, penulis perlu menentukan dulu tema dan topik dari buku motivasi yang akan disusun.
Jangan sampai tema dan topik tidak sesuai. Jangan sampai pula terjadi inkonsistensi topik di setiap babnya. Sebab tentunya akan membingungkan pembaca dan membuat buku motivasi kurang menarik minat mereka.
Contohnya, Anda ingin menulis buku motivasi bertemakan pendidikan. Kemudian menentukan topik agar isi buku lebih spesifik. Apakah mengangkat topik mengenai strategi belajar, motivasi untuk belajar, atau perjuangan meraih pendidikan tinggi?
Ada banyak topik bisa dipilih, disarankan hanya 1 topik yang diangkat. Tujuannya agar isi buku motivasi fokus di topik tersebut. Jika campur-campur, maka motivasi yang diberikan kurang maksimal. Selain itu, berpotensi membingungkan pembaca.
Sesuai penjelasan sebelumnya, salah satu ciri buku motivasi yang baik dan menarik di mata pembaca adalah yang relevan dengan kebutuhan pembaca tersebut. Bisa juga disebut relevan dengan permasalahan yang dialami pembaca.
Pada dasarnya, apapun masalah yang diusung tentunya akan memiliki target pembaca tersendiri. Sebab setiap manusia atau pembaca, tentunya punya masalah masing-masing.
Namun, jika dari awal ada target pembaca yang jelas maka bisa lebih mudah. Misalnya buku motivasi untuk kalangan mahasiswa. Maka penulis bisa melakukan riset masalah apa saja yang sering dihadapi mahasiswa. Sehingga ada kesesuaian dan menarik minat mereka membaca isinya.
Selain melakukan riset terkait permasalahan yang dialami oleh target pembaca. Cara menulis buku motivasi yang menggugah minat juga dari pembahasan mendalam. Jadi, setelah menentukan masalah apa pada tema dan topik apa yang akan dikembangkan.
Penulis perlu mendalaminya dengan baik. Misalnya saat memilih topik permasalahan stres mahasiswa semester akhir. Maka jangan hanya memahami kondisi tersebut lumrah. Namun didalami untuk mengetahui apa saja penyebabnya, bagaimana cirinya, dampaknya, dan solusi terbaiknya.
Melakukan kajian literatur menjadi kunci untuk memahami masalah yang akan dibahas di buku motivasi. Semakin paham dan informasi didapat berbasis data valid. Maka pembahasan semakin mendalam dan mengalir. Sehingga secara alami dianggap menarik oleh pembaca karena apa yang disampaikan adalah benar.
Berikutnya yang menjadi cara menulis buku motivasi agar menarik minat baca adalah menyusun kerangka. Kerangka tulisan membantu menyusun buku motivasi yang penjelasannya runtut sesuai alur logika.
Sehingga alurnya mudah dipahami dan diikuti oleh pembaca. Hal ini akan membuat mereka merasa tertarik menyelesaikan isi buku motivasi. Selain itu, kerangka menjadi peta jalan dalam proses menulis naskah buku motivasi. Sehingga selalu bisa fokus pada topik yang sudah ditentukan.
Meskipun buku motivasi bisa disusun dalam bentuk antologi. Namun, urutan setiap cerita motivasi di dalamnya juga harus runtut. Tidak bisa asal diceritakan dan per bab berbeda topik. Jadi, kerangka tulisan sangat penting agar buku motivasi tersusun dengan lebih baik.
Motivasi kehidupan memang tidak melulu harus dari kisah nyata. Hanya saja untuk mendapatkan emosi pembaca dan meningkatkan ketertarikan mereka pada buku. Dianjurkan untuk menggunakan kisah nyata.
Kenapa? Sebab ketika pembaca menyadari apa yang dibacanya memang terjadi dan ada yang mengalami. Kemudian ada relevansi dengan cerita hidup mereka. Maka minat untuk membacanya sampai tuntas lebih tinggi.
Sebab kisah dan solusi atau langkah yang diambil tokoh yang diceritakan memang berhasil. Hal ini yang membuat pembaca lebih tergugah minat bacanya. Jadi, tidak ada salahnya mencoba membagikan kisah nyata yang menginspirasi.
Cara menulis buku motivasi yang menarik berikutnya adalah disusun secara sistematis. Penyampaian dengan alur yang jelas dan konsisten sangat penting. Sehingga memudahkan pembaca memahami setiap cerita yang disajikan penulis di dalam buku motivasi.
Sebaliknya, jika alur tidak jelas dan inkonsisten. Maka cenderung dengan mudah kehilangan minat dari pembaca. Sebab alur yang berantakan bisa membuat pusing. Terlebih dalam memahami maknanya juga menjadi perkara sulit.
Kerangka tulisan membantu penulis memastikan urutan isi buku lebih sistematis dan konsisten. Hal ini berlaku untuk buku motivasi dengan topik atau cerita tunggal, maupun dalam bentuk antologi kisah inspiratif.
Berikutnya yang menjadi tata cara menulis buku motivasi yang sukses menggugah minat baca adalah menggunakan teknik menulis buku fiksi. Buku motivasi pada dasarnya masuk kategori buku nonfiksi (buku ilmiah).
Namun, bukan berarti isinya harus murni berupa data atau fakta dan disampaikan dengan ragam kalimat pasif. Sebab pembacanya adalah masyarakat luas, dan banyak diantaranya awam terhadap hal teknis keilmuan.
Jadi, menggunakan teknik menulis buku fiksi sangat dianjurkan. Artinya, cerita di dalamnya diceritakan seperti sedang bercerita dengan orang terdekat. Bukan sekadar menyampaikan suatu pengalaman yang dialami atau pengalaman orang lain. Buat sudut pandang yang tepat agar cerita lebih hidup dan menarik.
Baca juga: Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi, Apa Saja?
Buku motivasi tidak selalu berisi kisah inspiratif yang dialami seorang tokoh. Namun, bisa juga berisi motivasi terkait suatu bidang untuk memberikan ilmu dan wawasan lebih kepada pembaca.
Misalnya buku motivasi mengenai cara menjaga kebugaran tubuh. Isinya tentu tidak selalu kisah perjuangan seseorang hidup sehat. Bisa juga berisi seluruh informasi yang mendukung pembaca bisa hidup lebih sehat dan bugar.
Salah satu cara agar buku motivasi menjadi menarik bagi pembaca adalah tidak hanya fokus pada masalah. Akan tetap juga memberikan solusi. Misalnya, ada tantangan hidup sehat karena keterbatasan biaya untuk membeli makanan segar dan bernutrisi lengkap. Sampaikan juga alternatif lebih hemat.
Menggugah minat baca masyarakat juga bisa dilakukan dengan membagikan pengalaman diri sendiri. Pengalaman yang dialami langsung oleh penulis cenderung bisa diceritakan apa adanya, mengalir, dan juga lebih rinci.
Tidak hanya membahas masalah yang dihadapi. Akan tetapi juga cara menangani dampaknya. Sehingga pembahasan lebih lengkap yang tentu akan dinilai menarik oleh pembaca.
Cara berikutnya adalah terkait judul. Jika memperhatikan buku-buku di toko buku daring dan luring. Maupun di berbagai perpustakaan. Ada banyak judul yang menarik. Namun ada juga yang judul tersebut tidak sesuai isi.
Jadi, memastikan minat baca dari pembaca tidak drop setelah membaca bab pertama. Penting untuk memastikan judul tidak hanya menarik, tapi sesuai dengan isi. Jangan sampai clickbait, karena akan membuat buku terlihat gagal di mata pembaca.
Cara berikutnya adalah menambahkan kutipan atau quote yang dirasa relevan dengan apa yang akan diceritakan pada buku motivasi. Adanya kutipan dan quotes ini akan membuat buku terasa lebih menarik bagi pembaca. Sebab memberikan kata dan paragraf yang juga menginspirasi, menguatkan, dan memberi efek lainnya.
Melalui beberapa cara tersebut, maka penulisan buku motivasi menjadi lebih terperinci dan sistematis. Sekaligus memperbesar potensi menjadi buku motivasi yang menggugah minat baca masyarakat luas. Jadi, dari beberapa poin cara menulis buku motivasi tersebut. Mana saja yang sudah Anda terapkan?
Penulis dapat memulai dengan menentukan tujuan penulisan, memilih tema dan topik yang jelas, mengenali target pembaca, lalu menyusun kerangka tulisan sebagai panduan pengembangan naskah.
Tema yang fokus membantu buku memiliki arah pembahasan yang jelas dan membuat pembaca lebih mudah memahami pesan utama yang ingin disampaikan penulis.
Topik dapat ditentukan berdasarkan masalah atau kebutuhan yang dekat dengan target pembaca. Penulis perlu melakukan riset untuk mengetahui tantangan yang sering dialami pembaca sehingga isi buku lebih relevan.
Buku motivasi dapat dibuat lebih menarik dengan menggunakan kisah nyata, alur yang jelas, gaya bahasa sesuai pembaca, serta memberikan solusi, bukan hanya membahas masalah.
Kisah nyata membuat pembaca lebih mudah merasa terhubung karena pengalaman yang diceritakan terasa lebih relevan dengan kehidupan mereka. Hal ini dapat meningkatkan ketertarikan pembaca terhadap isi buku.
Gaya bahasa perlu disesuaikan dengan karakteristik target pembaca. Buku untuk remaja dapat menggunakan bahasa yang lebih santai, sedangkan buku untuk profesional dapat menggunakan gaya bahasa yang lebih formal dan reflektif.
Quotes yang relevan dapat memberikan penguatan emosional kepada pembaca dan membuat pesan utama dalam buku lebih mudah diingat.
Referensi:
Penerbit Deepublish memiliki visi dan misi menyediakan buku berkualitas bagi masyarakat. Sehingga mendorong peningkatan literasi…
Bagi penulis, ide tulisan adalah aset berharga dan sangat krusial. Hanya saja, ide dalam menulis…
Dalam menulis buku ajar, para dosen bisa mempertimbangkan untuk memiliki mentor. Mentor menulis buku ajar…
Dalam proses menerbitkan buku ilmiah, seorang dosen tentunya perlu teliti memilih penerbit buku akademik. Pasalnya,…
Menyusun laporan PkM menjadi buku, tentunya menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para dosen. Tujuannya…
Kewajiban akademik dosen di Indonesia, bukan sekadar melaksanakan tugas pokok sesuai isi tri dharma. Sejalan…
View Comments
keren banget postnya