Pernahkah membuat rangkuman dengan tulisan tangan selama proses pembelajaran? Jika pernah, maka tentu menyadari betul efek positifnya. Salah satunya menjadikan materi yang dicatat tersebut lebih mudah diingat dan tentunya dipahami.
Melalui hal praktis ini, maka tidak keliru jika menjadikan menulis sebagai metode belajar. Sebab memang bisa membantu menguatkan ingatan pada materi yang disampaikan dosen. Kemudian menjadikan pemahaman juga lebih baik. Bagaimana menerapkannya? Berikut informasinya.
Menulis menjadi salah satu kemampuan berbahasa. Menariknya, menulis bukan sekadar rutinitas akademik maupun kegiatan tanpa manfaat. Sebab menulis juga bisa dijadikan metode belajar oleh pelajar maupun mahasiswa. Sekaligus bisa menjadi media untuk menghasilkan karya bernilai ekonomi.
Namun, benarkah menulis sebagai metode belajar sangat efektif? Secara umum, manfaat menulis dalam pembelajaran bisa menguatkan daya ingat. Sehingga materi perkuliahan lebih mudah diingat oleh mahasiswa. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Berikut beberapa alasanya:
Menulis untuk mengingat materi kuliah menjadi salah satu teknik yang efektif dalam menunjang proses belajar. Sebab selama menulis atau mencatat materi yang disampaikan dosen. Selama itu pula otak terbiasa terlatih aktif.
Otak yang selalu aktif membuat daya ingat lebih kuat dan meningkatkan kemampuan menjaga fokus serta konsentrasi. Sehingga menulis menjadi metode belajar yang cukup efektif dan tentunya mudah untuk diterapkan.
Salah satu teknik atau cara mengingat materi kuliah adalah dengan menuliskan materi tersebut. Menulis materi membantu memahami informasi terkait materi dengan lebih baik.
Sebab mahasiswa perlu menyimak dulu, memahami, baru kemudian ditulis di catatan. Jadi, mahasiswa bisa menerima informasi terkait materi secara lebih utuh atau lengkap. Setelah perkuliahan selesai, isi catatan bisa dipelajari lagi untuk mengingat materi.
Alasan ketiga menerapkan menulis sebagai metode belajar adalah karena bisa menguatkan daya ingat. Hal ini sejalan dengan penjelasn di poin pertama. Pada saat menulis, maka apa yang ditulis mengasah otak untuk terus aktif.
Perlahan, kemampuan otak dalam menyimpan memori menguat. Inilah alasan kenapa orang yang sering menulis lebih mudah mengingat apa yang ditulisnya. Sehingga ideal dijadikan metode dalam belajar.
Alasan keempat, menulis bisa membantu menjaga fokus dan konsentrasi. Hal ini penting agar mahasiswa lebih mudah mengikuti pembelajaran dengan baik. Sebab merasa perlu fokus agar isi catatan lengkap dan ketika dibaca ulang bisa dipahami dengan mudah.
Terbiasa menulis untuk mengingat materi kuliah, membantu mahasiswa memiliki gaya bahasa sendiri yang khas. Misalnya memiliki singkatan, akronim, sampai simbol yang digunakan secara kreatif untuk melengkapi catatan.
Hal ini lumrah, karena penjelasan dosen pastinya cepat dan tidak semua bisa ditulis di catatan. Oleh sebab itu, mahasiswa akan lebih kreatif menggunakan singkatan sampai simbol khusus untuk efisiensi.
Alasan selanjutnya, karena dengan menulis ulang materi pembelajaran maka mahasiswa punya bahan atau media belajar siap pakai. Sebab isinya sesuai dengan penjelasan dosen dan tidak harus membayar karena disusun sendiri bukan dibeli.
Menulis sebagai metode belajar yang efektif tentunya bisa dijadikan pertimbangan. Selain memahami alasan kenapa menulis bisa menjadi metode dalam belajar. Para mahasiswa juga perlu memahami bagaimana menerapkan metode belajar dengan menulis tersebut. Berikut detail tata caranya:
Cara pertama menjadikan kegiatan menulis sebagai metode belajar efektif adalah menentukan metode menulis catatan. Secara umum, menulis sebagai metode belajar adalah proses membuat catatan atau ringkasan pembelajaran.
Pada saat kelas dimulai, dosen menjelaskan materi atau mahasiswa mempresentasikan hasil diskusi dengan kelompoknya. Pada momen tersebut, beberapa poin penting bisa dicatat. Sehingga terjadi proses menulis.
Berhubung mencatat selama pembelajaran tidak memungkinkan dilakukan tanpa jeda. Maka perlu menentukan metode menulis yang tepat, yakni yang dirasa mampu menghasilkan catatan paling lengkap dan paling mudah dipahami.
Ada banyak metode menulis catatan pembelajaran. Misalnya metode Cornell Notes, mapping, outlining, dan masih banyak lagi yang lainnya. Silahkan menentukan dulu sebelum mulai menulis materi pembelajaran.
Baca juga: 7 Macam Metode Pembelajaran, Pengajar Harus Tahu!
Cara kedua dalam menerapkan menulis sebagai metode belajar adalah datang ke kelas lebih awal. Kenapa? Sebab perlu waktu untuk mempersiapkan diri mencatat materi selama pembelajaran (perkuliahan) berlangsung.
Misalnya, saat mencatat materi secara manual. Maka setidaknya perlu menyiapkan buku catatan dan alat tulis. Kemudian, jika merasa lebih jelas saat mendengar pemaparan materi maka bisa duduk di barisan kursi paling depan.
Jika datang selalu terlambat atau lebih lambat dari teman sekelas. Maka bisa jadi kehilangan kursi barisan paling depan. Oleh sebab itu, dalam menerapkan metode belajar dengan menulis memang harus disiplin. Datang ke kelas lebih awal atau minimal tepat waktu.
Sebelum mulai mencatat apa saja materi yang dipaparkan dosen maupun dipresentasikan kelompok mahasiswa lain. Maka pentin untuk membuka catatan tersebut dengan menuliskan identitas mata kuliah.
Tujuannya untuk memudahkan kebutuhan administrasi. Misalnya memastikan catatan di buku yang tepat, yakni buku khusus mata kuliah tersebut. Jika catatan menyatu dengan mata kuliah lain, maka identitas ini bisa menjadi pembeda.
Saat dibutuhkan, maka lebih mudah untuk mencarinya. Yakni berdasarkan identitas mata kuliah di awal catatan. Identitas mata kuliah bisa mencakup nama mata kuliah tersebut, nama dosen pengampu, dan tanggal pertemuan.
Salah satu cara mengingat materi kuliah adalah degan menulis materi tersebut. Yakni dengan mencatat penjelasan dari dosen atau apa yang dipresentasikan mahasiswa lain, bergantung metode pembelajaran yang dijalanan.
Dalam mencatat materi tersebut, tentunya tidak semua bisa dicatat. Sebab ada beberapa yang akan terlewat. Bagaimana mengatasinya, padahal bisa jadi poin penting yang terlewat?
Solusinya adalah menyimak dulu, baru kemudian dicatat. Pada saat materi dipaparkan, mungkin merasa ada yang penting dan perlu dicatat. Baru kemudian mencatat. Nilai tambahnya, jika kurang jelas mendengar poi tersebut bisa ditanyakan langsung dan membuat catatan lebih tepat.
Supaya proses mencatat lebih mudah dan cepat sehingga meminimalkan poin penting terlewat. Maka dalam mencatat perlu menggunakan bahasa sendiri. Termasuk membuat singkatan, akronim, sampai menggunakan simbol khas.
Misalnya, saat materi menjelaskan hubungan sebab akibat. Maka bisa digantikan dengan simbol panah. Selama konsisten dengan singkatan, akronim, maupun simbol-simbol tertentu. Maka meski dibaca seminggu kemudian, masih bisa ingat dan dipahami.
Jadi, menulis sebagai metode belajar tidak harus langsung menghasilkan catatan yang baik dan benar sesuai EYD maupun KBBI. Namun, harus disesuaikan dengan kondisi.
Bagaimana jika khawatir ada materi yang benar-benar terlewat tanpa bisa dikontrol? Misalnya, saat materi dijelaskan ada suara bising dari luar kelas. Sehingga gagal mendengarkan secara jelas dan tuntas.
Solusinya adalah dengan menggunakan alat bantu, salah satunya alat perekam. Saat ini setiap smartphone sudah dilengkapi fitur perekam audio (suara). Sekaligus ada kamera. Jadi, bisa meminta izin pada dosen untuk merekam proses pembelajaran.
Jika jam pembelajaran berakhir atau sesampainya di rumah, rekaman bisa diputar dan dipakai melengkapi catatan. Cara ini seperti teknik yang diterapkan para jurnalis. Merekam sambil tetap mencatat apa yang disampaikan narasumber untuk melengkapi data yang akan dipakai menyusun artikel.
Cara berikutnya dalam menjadikan menulis sebagai metode belajar adalah membaca ulang catatan materi. Kemudian melakukan perbaikan pada catatan tersebut atau melakukan editing.
Misalnya saat menjumpai susunan kalimat yang kurang tepat, simbol yang keliru, singkatan yang kurang, dan sebagainya. Lebih baik lagi, jika memang memungkinkan bisa menyalin catatan ke buku khusus agar lebih rapi.
Cara berikutnya adalah melengkapi catatan dengan data dari sumber lain. Misalnya model pembelajaran, buku ajar yang dijadikan pegangan selama perkuliahan, buku referensi, artikel jurnal, dan sebagainya.
Tujuannya untuk membantu melengkapi catatan setelah jam kuliah selesai. Hal ini penting agar isi materi yang ditulis lebih lengkap. Sehingga semakin banyak informasi materi yang diingat dan dipelajari ulang. Langkah ini juga sekaligus menjadi salah satu cara mengingat materi kuliah lebih cepat.
Menulis untuk meningkatkan daya ingat juga tetap efektif ketika memanfaatkan teknologi. Misalnya menulis catatan materi dengan Ms Word atau mungkin aplikasi olah kata dan aplikasi manajemen pekerjaan lainnya.
Meskipun mengetik dengan keyboard, pada dasarnya kegiatan menulis tetap terjadi atau berlangsung. Sehingga tetap sama-sama membantu proses pembelajaran yang lebih efektif, yakni lebih mudah dan cepat dalam mengingat materi.
Jadi, jika mencatat secara manual dirasa kurang efektif. Misalnya sering catatan tidak bisa dibaca meski ditulis sendiri. Maka bisa beralih ke penggunaan aplikasi olah kata. Gunakan tablet agar lebih mudah dan ringkas saat dibawa masuk ke kelas.
Selanjutnya dalam menerapkan teknik menulis sebagai metode belajar adalah menyimpan catatan dengan rapi. Setiap materi yang sudah ditulis, pastikan disimpan rapi setelah diedit dan dirapikan.
Kenapa? Sebab semakin rapi, maka semakin mudah ditemukan saat dibutuhkan. Pada saat memasuki masa ujian, koleksi catatan ini dijamin akan dibaca saat belajar. Jadi, pastikan dibuat rapi. Catatan fisik bisa disusun di rak khusus dan diberi penanda. Sedangkan catatan dalam format digital bisa disimpan di folder khusus.
Penerapan metode belajar dengan menulis yang tepat tentunya akan memberikan hasil yang efektif dan sesuai harapan. Menulis untuk mengingat materi kuliah diketahui cukup efektif. Terlebih jika mencatat dengan benar, kemudian mempelajari catatan tersebut. Jadi, bukan sekadar dicatat lalu disimpan begitu saja.
Dalam menunjang belajar secara efektif, menulis sebagai metode belajar bisa diterapkan. Supaya lebih mudah, tidak melulu harus ditulis dengan tangan. Bisa memakai aplikasi olah kata dan teknologi terkini agar lebih efektif serta efisien.
Menulis membantu menguatkan daya ingat karena saat mencatat, otak menjadi lebih aktif dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi. Proses ini membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat kembali.
Beberapa metode mencatat yang dapat digunakan antara lain Cornell Notes, mind mapping, dan outlining. Mahasiswa dapat memilih metode yang paling sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan masing-masing.
Mahasiswa dapat memulai dengan menentukan metode mencatat yang sesuai, seperti Cornell Notes, mapping, atau outlining, kemudian menyiapkan catatan sebelum kelas dan mencatat poin penting selama pembelajaran.
Catatan dapat disimpan secara rapi, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Catatan fisik dapat disusun berdasarkan mata kuliah, sedangkan catatan digital dapat disimpan dalam folder khusus agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.
Referensi:
Buku ajar menjadi salah satu jenis buku ilmiah yang tentunya akan rutin disusun dan diterbitkan…
Memilih penerbit sering menjadi proses panjang dan bisa saja melelahkan bagi dosen dan penulis. Sebab…
Kinerja akademik dosen di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari produktivitas menulis dan menerbitkan buku. Setiap…
Menulis dan menerbitkan buku juga bagian dari agenda akademik rutin semua dosen di Indonesia. Dalam…
Sebelum mulai menulis naskah buku, para penulis tentunya perlu melakukan riset mengenai topik buku yang…
Para dosen di Indonesia yang sudah aktif dan produktif menerbitkan buku ilmiah (buku akademik). Tentunya…