Penelitian Empiris. Penelitian merupakan suatu proses investigasi yang selalu ada dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya di bidang pendidikan. Tapi, ada banyak jenis penelitian yang memiliki tujuan berbeda.

Salah satunya penelitian empiris, jenis penelitian ini tergolong bisa diterapkan pada berbagai bidang, baik bidang sosial, ekonomi, sains hingga kesehatan. Tapi, ada banyak hal yang perlu dipahami sebelum melakukan penelitian empiris.

Anda perlu memahami pengertian penelitian empiris secara umum, menurut pandangan para ahli, ciri-ciri, tujuan, jenis-jenis hingga contoh penelitian empiris di berbagai bidang tersebut.

Pengertian Penelitian Empiris

Penelitian atau riset adalah suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun dan sistematis untuk menemukan, menginterpretasikan dan merevisi fakta-fakta. Penelitian juga bisa diartikan sebagai suatu proses logis untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan menggunakan informasi empiris.

Sedangkan, definisi empiris berasal dari empirisme, yakni suatu istilah filsafat untuk menjelaskan teori epistemology yang menganggap bahwa pengalaman sebagai sumber pengetahuan.

Maksudnya, pengalaman adalah sesuatu yang diperoleh melalui indera atau bisa diamati. Sehingga, suatu hal yang empiris berdasar pada pengalaman atau observasi secara langsung.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empiris adalah sesuatu yang berdasarkan pengalaman, terutama pengalaman yang diperoleh melalui penemuan, percobaan atau pengamatan.

Maka, penelitian empiris bisa diartikan sebagai ilmu pengetahuan sosial, yakni suatu pengelompokan ilmu pengetahuan yang fokus pada penelitian perilaku manusia dan lingkungan. Tetapi, berbeda dengan ilmu pengetahuan alam atau sains yang meneliti alam dan gejalanya.

Penelitian empiris merupakan metode penelitian dilakukan menggunakan bukti-bukti empiris. Bukti empiris inilah sebagai informasi yang diperoleh melalui observasi atau Eksperimen. 

Para ilmuwan memperoleh bukti empiris itu dengan cara merekam dan menganalisis data. Kemudian, bukti empiris ini dikumpulkan menggunakan metode penelitian kuantitatif maupun kualitatif. 

Penelitian empiris ini pun memiliki berbagai cabang ilmu sosial, baik yang bersifat dasar maupun terapan. Cabang ilmu sosial bersifat dasar termasuk psikologi, ekonomi, pendidikan, sosiologi, ilmu politik dan lainnya. Sedangkan, ilmu sosial terapan termasuk administrasi, manajemen, kebijakan publik, ilmu pemerintahan, pemasaran, perkembangan anak dan lainnya.

Saat ini, ilmu sosial dasar maupun terapan pun terus berkembang pesat yang mampu menjelaskan berbagai fakta dan fenomena sosial yang mengagumkan.

Satu hal yang membuat cabang ilmu sosial dalam penelitian empiris ini berkembang pesat adalah penerapan metode ilmiah yang ketat. Hal yang paling utama dalam konsep metode ilmiah adalah keberadaan peran data dari dunia nyata yang merupakan data empiris.

Ilmu pengetahuan mengakui keberadaan data empiris ini dan setiap ide-ide ilmiah pun harus diuji menggunakan data yang diperoleh. Bila hasil pengujian menunjukkan datanya valid, maka data yang ada akan diolah dan dikembangkan menjadi suatu teori yang bisa menjelaskan data dan memprediksi data dalam taraf tertentu.

Sehingga, ilmu sosial dalam hal ini bertujuan mencoba membuat berbagai teori yang bisa menjelaskan tentang manusia dan perilakunya. Namun, teori mengenai manusia ini harus berdasarkan pada data dan diuji berdasarkan data dunia nyata.

Dalam ilmu sosial, penelitian empiris juga bukan satu-satunya jenis penelitian yang digunakan. Ada berbagai jenis penelitian lain yang bisa dilakukan, seperti penelitian teoritis, riset konseptual-filosofis maupun penelitian historis.

Tetapi, fokus utama penelitian empiris berupa informasi yang diperoleh dari pengalaman langsung, yang mana berupa data. Dalam konteks penelitian empiris, data memiliki makna sangat luas. Data dalam penelitian empiris juga terbagi menjadi dua jenis, yakni data kuantitatif dan data kualitatif.

Metode penelitian empiris ini juga merupakan sebuah penelitian hukum yang berfungsi melihat hukum sebagai arti yang nyata dan meneliti cara kerja hukum dalam lingkungan masyarakat.

Karena penelitian ini meneliti hubungan hidup orang dalam kehidupan bermasyarakat, maka metode penelitian hukum empiris bisa dikatakan sebagai penelitian hukum sosiologis. Penelitian hukum ini diambil dari banyak fakta yang ada di masyarakat, badan pemerintah dan badan hukum.

Pengertian Penelitian Empiris Menurut Para Ahli

Para ahli pun memiliki pandangan masing-masing mengenai pengertian penelitian empiris, antara lain:

1. Amiruddin dan Zainal Asikin (2004)

Menurut Amiruddin dan Zainal Asikin, penelitian empiris berfokus meneliti suatu fenomena atau keadaan dari objek penelitian secara detail dengan menghimpun kenyataan yang terjadi dan mengembangkan konsep yang ada.

2. Yesmil Anwar dan Adang (2005)

Yesmil Anwar dan Adang mengatakan bahwa penelitian empiris merupakan suatu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada akal sehat, tidak spekulatif dan berdasarkan observasi terhadap kenyataan.

3. Hilman Hadikusuma (1995)

Menurut Hilman Hadikusuma, penelitian empiris merupakan suatu penelitian yang sifatnya menjelajah (eksplorator), melukiskan (deskriptif), dan menjelaskan (eksplanatori).

4. Sugiyono (2013)

Menurut Sugiyono, penelitian empiris ini merupakan suatu metode pengamatan yang dilakukan oleh indera manusia, sehingga metode penelitian yang digunakan itu juga bisa diketahui dan diamati oleh orang lain.

5. Izzatur Rusuli (2015)

Izzatur Rusuli mengatakan penelitian empiris ini merupakan suatu gagasan yang sifatnya rasional dengan cara dibentuk serta diperoleh individu melalui pengalaman. Jadi kesimpulannya, empiris ini merupakan suatu ilmu pengetahuan berdasarkan kejadian atau peristiwa nyata yang pernah dialami oleh panca indra manusia yang diperoleh dari pengamatan, pengalaman serta eksperimen yang sudah dilakukan. Empiris ini juga tidak terlepas dari empirisme.

Baca Juga:

Instrumen Penelitian: Pengertian,Jenis-Jenis,dan Contoh Lengkap

11 Jenis Laporan Penelitian yang Baik dan Benar 

Jenis Data Penelitian yang Perlu Anda Ketahui 

Kesulitan Menentukan Topik Penelitian ? Temukan Jawabannya Disini!

Ciri-ciri Penelitian Empiris

Penelitian empiris memiliki dua ciri-ciri, yakni makna dan pengetahuan yang penjelasannya seperti berikut.

1. Makna

Teori makna ini merupakan teori yang menyatakan asal mula suatu pengetahuan, seperti asal-usul ide atau konsep. Menurut teori makna, asal-usul suatu ilmu pengetahuan berasal dari konsep sejarah yang sudah diketahui dan ditemukan sejak dahulu. Jadi, ilmu pengetahuan yang sekarang diperoleh berasal dari asal usul masa lalu yang pernah terjadi.

2. Pengetahuan

Teori pengetahuan merupakan teori yang menyatakan bahwa kebenaran sesuatu berasal dari kebenaran yang diperoleh melalui posteriori atau observasi. Sehingga, kebenaran tentang sesuatu hal diperoleh berdasarkan fakta. Seseorang tidak dapat mengandalkan opini semata tanpa adanya observasi atau pengamatan nyata menggunakan panca indera.

Karena, empiris dianggap sebagai suatu sifat dari kebenaran yang diperoleh secara objektif berdasarkan pengamatan menggunakan panca indera. Jika suatu kebenaran hanya berdasarkan pada praduga, maka hal itu tidak bisa disebut sebagai kebenaran yang bersifat empiris.

Baca Juga:

Pengertian Observasi dan Jenis-Jenisnya(Lengkap)

10 Contoh Karya Ilmiah yang Baik dan Benar 

Contoh Variabel Kontrol Lengkap Dengan Pengertian dan Ciri-Cirinya

Contoh Variabel Terkait yang Baik dan Benar 

Instrumen Penelitian:Pengertian,Jenis-Jenis,dan Contoh Lengkap

Jenis Angket Penelitian yang Wajib Diketahui 

Desain Penelitian: Pengertian,Jenis,dan Contoh Lengkap

Tujuan Penelitian Empiris

Sebelum masuk era filsafat, orang hanya meyakini praduganya berdasarkan pengalaman yang tidak dibuktikan. Informasi tersebut diwariskan secara turun-temurun tanpa membuktikan kebenaran atau ketepatannya. 

Kemudian, orang-orang membuktikan hal-hal yang selama ini diyakini setelah ilmu filsafat mulai menunjukkan perkembangan di kawasan Yunani.

Pembuktian data-data ini tidak hanya terbatas pada informasi lama, tetapi juga hal-hal baru. Misalnya, saat para ilmuwan menduga bahwa bumi itu bulat tetapi mereka juga tidak serta-merta meyakininya.

Para ilmuwan itu tetap akan membuktikan dugaannya itu seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Dugaan-dugaan inilah yang disebut hipotesis dalam penelitian. Adapun tujuan penelitian empiris termasuk:

1. Membuktikan dugaan

Penelitian empiris bertujuan membuktikan sebuah dugaan dengan melakukan pengamatan atau observasi dan percobaan untuk menemukan kebenarannya. 

Observasi untuk membuktikan dugaan ini bisa dilakukan berdasarkan peristiwa yang sedang berlangsung atau mempelajari dokumen-dokumen lama untuk menemukan pola yang membentuk sebuah masalah.

Sedangkan, percobaan dalam penelitian empiris bertujuan menemukan informasi baru guna membuktikan dugaan tersebut benar atau salah.

2. Mengembangkan ilmu pengetahuan

Penelitian empiris juga bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena, ilmu oengetqhuan bisa saja sudah tidak relevan seiring berkembangnya zaman atau salah, meskipun hal itu diperoleh melalui penelitian dan percobaan. Contohnya, alkohol yang digunakan untuk mensterilkan peralatan medis pada zaman dahulu sudah dianggap sebagai teknik yang tidak cocok lagi sekarang ini.

Ilmu pengetahuan memang membutuhkan pembaharuan melalui penelitian-penelitian baru. Karena itu, data empiris sangat penting sebagai informasi terkini yang berdampak positif pada masyarakat. Informasi inilah yang akan menggantikan pengetahuan lama yang sudah tidak relevan.

Jenis-jenis Penelitian Empiris

Jenis-jenis penelitian empiris pun terbagi menjadi 2 macam, yakni penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan cara mengumpulkan dan menguji data dalam bentuk angka. Sedangkan, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis data dalam bentuk kata-kata.

Sehingga perbedaan kedua jenis penelitian empiris ini tidak hanya sekedar jenis data, tetapi juga melibatkan pola pikir tentang realitas sosial yang sedang diamati, pendekatan yang harus dilakukan dan cara mengonseptualisasikan hal tersebut. Berikut ini, penjelasan lebih dalam mengenai kedua jenis penelitian empiris.

1. Penelitian kuantitatif

Penelitian empiris kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis pada bagian-bagian, fenomena dan kausalitas hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif bertujuan mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam.

Proses pengukuran adalah bagian sentral dalam penelitian kuantitatif. Karena, hal ini menunjukkan hubungan yang fundamental antara pengamat empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian empiris kuantitatif ini pun lebih cocok digunakan untuk meneliti masalah sosial dan segala sesuatu yang sifatnya berkembang serta sulit di statistika. Karena itu, penelitian kuantitatif ini juga banyak diterapkan bahwa pembelajaran ilmu sosial, fisika, biologi, sosiologi dan jurnalisme. 

Bahkan, jenis penelitian empiris ini juga sering digunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif. Contohnya, meneliti rasa kebahagiaan, perkembangan sosial dan lain sebagainya.

2. Penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian empiris yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dalam penelitian kualitatif ini, proses dan makna atau perspektif subjek lebih ditonjolkan.

Berbeda penelitian kuantitatif, objek dalam Penelitian kualitatif biasanya berjumlah terbatas. Peneliti juga biasanya ikut serta dalam peristiwa atau kondisi yang sedang diteliti.

Karena itu, hasil Penelitian ini membutuhkan analisis mendalam oleh para peneliti. Selain itu, hasil penelitian kualitatif juga bersifat subjektif sehingga tidak bisa digeneralisir.

Secara umum, penelitian kualitatif dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Peneliti menggunakan metode ini untuk menganalisis data yang diperoleh dari lapangan dengan detail.

Peneliti tidak bisa melakukan riset kondisi sosial yang diobservasi, karena seluruh realitas yang terjadi merupakan kesatuan yang terjadi secara ilmiah. Hasil penelitian kualitatif juga memunculkan teori atau konsep baru,bila penelitiannya bertentang dengan konsep dan teori yang sudah ada sebelumnya.

Landasan teori pun memiliki peran yang berbeda dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Secara umum, landasan teori ini digunakan untuk memandu penelitian agar fokus pada fakta di lapangan.

Tapi, landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum mengenai latar penelitian dan bahan pembahasan hasil penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berlandaskan teori yang fokus pada data dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan.

Sedangkan, landasan teori yang digunakan dalam penelitian kualitatif bertolak dari data sehingga memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan suatu teori.

Contoh Penelitian Empiris

Ada beberapa contoh penelitian empiris dalam berbagai bidang, antara lain:

1. Sosial

Beberapa contoh penelitian empiris dalam bidang sosial, meliputi:

a. Penelitian untuk mencari tahu penyebab dan solusi dari kesulitan mendapatkan air bersih di suatu desa. Kepala desa dan perangkat desa bisa melakukan peninjauan langsung di lapangan ke sumber mata air warga untuk menemukan faktor penyebab permasalahan desa tersebut.

b. Penelitian untuk menyelesaikan permasalahan kepala suku dari kedua suku yang saling berselisih. Penelitian ini bertujuan mencari solusi yang adil dari masalah tersebut, caranya mencari tahu akar permasalahan secara langsung melalui wawancara warga. 

2. Ekonomi

Ada beberapa contoh penelitian empiris di bidang ekonomi, termasuk:

a. Penelitian untuk mencari tahu penyebab harga jual cabai yang tinggi di pasar tradisional. Dalam hal ini, pemerintah bisa meninjau langsung jumlah ketersediaan bahan pangan di pasar dan lokasi penghasil komoditas cabai untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga cabai naik. Sehingga, peninjauan langsung ke lapangan ini bisa menemukan penyebab naiknya harga cabai dan solusi yang tepat untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

b. Penelitian atau observasi yang dilakukan oleh pemasok susu kedelai untuk melihat langsung proses pembuatan susu kedelai yang dibelinya berkualitas baik dan higienis dari pabrik pembuatannya.

3. Sains

Beberapa contoh penelitian empiris di bidang sains, antara lain:

a. Penelitian untuk mengetahui golongan darah seseorang dengan cara melakukan tes darah langsung menggunakan alat khusus. Contoh ini merupakan penelitian empiris menggunakan metode percobaan secara langsung untuk mendapatkan hasil akurat.

b. Penelitian untuk mengetahui kandungan emas dalam tanah dengan cara riset atau observasi langsung ke lokasinya. Observasi langsung ini bertujuan menentukan banyaknya kadar emas dengan menggunakan alat yang sesuai untuk menggali emas dalam tanah agar keseimbangan alam tetap terjaga.

b. Peninjauan langsung posisi bulan atau hilal menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk umat Islam juga termasuk contoh penelitian empiris di bidang sains. Proses penentuan hilal ini dilakukan menggunakan alat khusus yang dirancang untuk melihat benda luar angkasa dan dilakukan oleh orang yang ahli di bidang tersebut.  Peninjauan ini akan menghasilkan data empiris mengenai penetapan Hari Raya Idul Fitri bagi umat islam.

4. Kesehatan

Ada beberapa contoh penelitian empiris dalam bidang kesehatan, antara lain:

a. Penelitian untuk mengetahui penyebab seorang pasien mengalami gejala mual dan pusing. Dalam hal ini, seorang dokter bisa membuktikan kebenarannya dengan melakukan tes laboratorium pada darah pasien yang menderita penyakit tersebut.

b. Penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan asuransi kesehatan terhadap para pelanggannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi atau survey langsung ke rumah sakit yang bekerjasama dengan jasa asuransi tersebut. Selain itu, pihak asuransi juga bisa menanyakan langsung beberapa hal kepada pengguna jasa asuransi tersebut sehingga diperoleh data yang bersifat empiris.

Artikel Terkait: