Pengertian observasi dan jenis-jenisnya. Proses atau tindakan mengamati sesuatu hal, baik yang ada di dekat kita atau hanya sekadar memenuhi tugas merupakan pengertian observasi secara mendasar. Dalam berkehidupan, seorang manusia pasti terbiasa melakukan kegiatan observasi. Mulai dari sejak di jenjang sekolah hingga saat bersosialisasi, sehingga setiap orang harus mengetahui pengertian observasi dan jenis-jenisnya.

Tapi apa sih sebenarnya pengertian observasi dan jenis-jenisnya tersebut? Sebelum membahas mengenai pengertian observasi dan jenis-jenisnya, akan dibahas secara singkat kira-kira mengapa observasi tersebut dilakukan. Observasi dilakukan dengan tujuan mendapatkan kesimpulan mengenai objek yang diamati.

Pengertian Observasi

Ketika sudah tahu apa tujuan observasi, maka akan dipelajari mengenai pengertian observasi dan jenis-jenisnya. Observasi juga sering disebut sebagai pengamatan. Observasi biasanya digunakan untuk menelusuri atau mencari tahu suatu hal dari sebuah fenomena yang ada. 

Observasi biasanya dilakukan untuk meninjau, mengawasi, dan meneliti suatu objek, sehingga mendapat data yang sifatnya valid. Selain itu, observasi juga kerap diartikan sebagai kegiatan pengamatan yang dilakukan manusia pada objek terkecil di dalam kehidupan, sehingga intinya observasi ini mengkaji peristiwa dan aktivitas tertentu.

Berdasarkan pengetahuan dan penemuan dari pengamatan yang dilakukan, informasi yang didapatkan dari hasil observasi tersebut kemudian akan sangat berguna untuk penelitian lanjutan. Biasanya, hasil atau informasi yang didapat dari observasi ini merupakan fakta yang bersifat objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sehingga saat melakukan observasi, seseorang tidak bisa hanya mengambil kesimpulan dengan membubuhkan opini, karena opini setiap orang berbeda dan tidak selalu berdasarkan fakta atau objek yang diteliti. Meski memiliki opini yang kuat, sebenarnya sah-sah saja untuk dimasukkan ke dalam hasilnya, akan tetapi tetap harus memerlukan rujukan yang tepat.

Baca Juga:

Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian,Tujuan,Fungsi,Ciri-Ciri,Struktur,dan Contoh Lengkap

Jenis-Jenis Penelitian Lengkap dengan Contoh dan Penjelasannya

Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah: Inilah 5 Jenis Karya Tulis Ilmiah

Validitas Data: Pengertian,Jenis,Langkah-Langkah dan Hubungannya

Pengertian Observasi Menurut Para Ahli

Setelah memahami pengertian observasi dan jenis-jenisnya secara umum, kini akan diketahui pula bagaimana pengertian observasi menurut para ahli. Meski belajar di studi ilmu yang sama, tentu saja para ahli memiliki pandangan tersendiri mengenai pengertian observasi. Berikut ini merupakan pengertian observasi menurut para ahli.

1. Prof. Dr. Bimo Walgito

Menurut Prof. Dr. Bimo Walgito, pengertian observasi adalah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis dan disengaja menggunakan panca indera, terutama mata saat kejadian berlangsung.

2. Prof. Heru

Prof. Heru mengungkapkan pengertian observasi merupakan pengamatan yang sebuah studi kasus atau pembelajaran yang dilakukan dengan sengaja, terarah, urut, dan sesuai dengan tujuannya. Pencatatan pada kegiatan pengamatan tersebut disebut sebagai hasil observasi. Hasil observasi tersebut dijelaskan dengan rinci, tepat, akurat, teliti, objektif, dan bermanfaat.

3. Suharsimi Arikunto

Menurut Suharsimi Arikunto, pengertian observasi adalah pengamatan langsung terhadap suatu objek yang ada di lingkungan yang sedang berlangsung, meliputi berbagai aktivitas perhatian terhadap kajian objek dengan menggunakan penginderaan.

4. Margono (2007)

Margono menyatakan pendapatnya bahwa pengertian observasi merupakan teknik melihat dan mengamati perubahan dari fenomena sosial yang tengah berkembang dan tumbuh. Selanjutnya perubahan bisa dilakukan berdasarkan penilaian tersebut.

5. Nawawi dan Martini

Nawawi dan Martini menyatakan bahwa pengertian observasi merupakan kegiatan mengamati yang diikuti pencatatan secara urut. Hal ini terdiri atas beberapa unsur yang muncul dalam fenomena di dalam objek yang diteliti. Hasil dari proses tersebut dilaporkan dengan laporan yang sistematis dan sesuai kaidah yang berlaku.

6. Sutrisno Hadi

Menurut Sutrisno Hadi, pengertian observasi dan jenis-jenisnya adalah proses yang kompleks, yang terdiri dari berbagai macam proses biologis maupun proses psikologis. Namun, proses yang paling penting ialah ingatan dan pengamatan.

7. Gibson, R. L.

Gibson, R.L mengungkapkan bahwa observasi merupakan teknik yang digunakan sebagai seleksi derajat untuk menentukan sebuah keputusan serta konklusi terhadap orang yang sedang diamati.

8. Mitchell, M. H.

Sama halnya seperti Gibson, R.L., Mitchel, M. H. mengungkapkan bahwa pengertian observasi merupakan teknik yang digunakan sebagai seleksi derajat untuk menentukan sebuah keputusan serta konklusi terhadap orang yang sedang diamati.

9. Hanna Djumhana

Pengertian observasi menurut Hanna Djumhana adalah suatu metode ilmiah yang masih menjadi acuan dalam ilmu pengetahuan empiris sebagai cara yang sering digunakan untuk mengumpulkan data.

10. Patton

Pengertian observasi menurut Patton adalah metode yang akurat dalam mengumpulkan data. Tujuannya untuk mencari informasi tentang kegiatan yang berlangsung untuk kemudian dijadikan objek kajian penelitian.

11. Sudjana

Sudjana mengungkapkan bahwa pengertian observasi adalah metode penelitian untuk mengukur tindakan dan proses individu dalam sebuah peristiwa yang diamati.

12. Burhan

Menurut Burhan, pengertian observasi adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan pengamatannya dengan hasil kerja dari salah satu pancaindera atau mata dan dibantu dengan pancaindera lainnya.

13. Karl Welck

Karl Welck mengungkapkan pengertian observasi sebagai pencatatan, pengkodean, pemilihan, pengubahan dari serangkaian tingkah laku dan juga suasana yang berhubungan dengan organisasi sesuai pada berbagai tujuan empirisnya.

14. Kartono

Menurut Kartono, pengertian observasi adalah studi yang dilakukan dengan sistematis mengenai fenomena atau kejadian sosial serta gejala-gejala psikis dengan cara pengamatan dan pencatatan.

15. Sugiyono

Sugiyono menuturkan pengertian observasi sebagai suatu proses penelitian dengan melihat situasi dan kondisi penelitian. Teknik observasi ini sangat tepat apabila digunakan untuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari pengamatan terhadap proses pembelajaran, sikap dan tingkah laku siswa, serta interaksi antara siswa dengan siswa lain, juga siswa dengan guru.

16. Gall, dkk

Gall, dkk mengungkapkan pengertian observasi sebagai salah satu cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan terhadap perilaku dan lingkungan, baik itu sosial dan material individu maupun kelompok yang diamati.

Tujuan Observasi

Setelah mengetahui pengertian observasi dan jenis-jenisnya, tentu untuk membuat atau melakukan sebuah observasi memiliki tujuan tersendiri. Jika ditinjau secara cermat, dari pengertian yang didapatkan, observasi memiliki tujuan yakni mendapatkan informasi dari objek yang diamati. Lalu apa sebenarnya tujuan observasi? Berikut ini akan dijabarkan tujuan observasi secara menyeluruh.

1. Menggambarkan objek dan segala hal yang berhubungan melalui pengamatan pancaindera

Para pengamat melatih pancainderanya menggunakan kegiatan observasi atau mengamati berbagai peristiwa atau objek dengan sangat teliti. Dengan mengasah kemampuan dengan cara tersebut, pancainderanya akan lebih terlatih dan berbeda dengan pengetahuan orang awam.

Meski setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai proses dilakukannya observasi, akan tetapi dengan didukung teknik pengamatan yang tepat, seluruh hasil pengamatan akan berdasarkan dengan data yang akurat yang didapatkan dari lapangan secara langsung.

2. Mendapatkan kesimpulan

Tujuan dilakukannya observasi juga untuk mendapatkan kesimpulan dari objek yang telah diamati. Objek yang telah diamati dalam waktu tertentu akan memberikan kesimpulan pengamatan, sehingga penyajian kesimpulan akan lebih faktual.

Kesimpulan kemudian disajikan dalam bentuk laporan yang kemudian diharapkan bisa untuk memberikan informasi maupun bahan pembelajaran bagi pembaca.

3. Mendapatkan data atau informasi

Tujuan dilakukannya kegiatan observasi juga memiliki tujuan untuk mendapatkan data atau informasi dari objek yang diamati. Biasanya data atau informasi bisa dibagikan kepada pihak lain dalam bentuk karya ilmiah atau dalam bentuk non-ilmiah.

Karya yang sudah ditampilkan ke publik juga biasanya akan mendapat kritik maupun pujian, sehingga untuk menuju ke situ, peneliti membutuhkan waktu yang tidak sebentar atau tidak singkat dalam mengolah sebuah karya. Dengan artian, pengamat memiliki tujuan umum dan khusus, tergantung bagaimana objek yang sedang mereka amati.

Manfaat Observasi

Sesuai dengan tujuan observasi yang dijabarkan sebelumnya, oleh sebab itu observasi memiliki manfaat tersendiri, di antaranya seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Hasil observasi bisa dikonfirmasikan dengan hasil penelitian untuk mendapatkan keakuratan data dan juga membuktikan bahwa data yang dibuat adalah akurat.

2. Deskripsi pada observasi bisa menjelaskan fakta yang terjadi.

3. Pembaca mampu menafsirkan hasil observasi atau hasil penemuan dan juga berbagai interpretasinya.

4. Hasil observasi bisa menjelaskan suatu peristiwa yang bisa teruji kualitas dan spekulasinya berdasarkan aturan atau kaidah yang valid dan objektif, serta menggambarkan dunia nyata.

5. Di dalam hasil observasi, mencatat suatu peristiwa yang secara runtut atau kronologis terjadi, sehingga tidak bertele-tele atau tidak berbelit-belit.

6. Hasil observasi mampu menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu, menjadi tahu berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan.

7. Peralatan dan teknologi yang digunakan dapat merekam proses dan hasil observasi secara permanen.

8. Hasil observasi atau kegiatan observasi bisa dikombinasikan dengan metode yang lain.

Baca Juga:

Desain Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Kamu Seorang Mahasiswa? Wajib Tahu Jenis Karya Ilmiah Berikut!

Penelitian Kuantitatif: Pengertian,Tujuan,Jenis-Jenis dan Langkah Melakukannya

Instrumen Penelitian: Pengertian, Jenis-Jenis dan Contoh Lengkap

Kelebihan dan Kekurangan Observasi

Meski memiliki tujuan dan juga manfaat yang sangat membantu peneliti dalam memecahkan masalah, tentu pengertian observasi dan jenis-jenisnya tetap memiliki kekurangan dan juga kelebihan dalam penerapannya. Hal ini karena observasi dilakukan dengan berbagai cara sehingga tetap memiliki kekurangan.

Meski meneliti atau mengamati objek masih terdapat kekurangan, tentu saja ada kelebihan di dalamnya. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari kegiatan observasi.

Kelebihan Observasi

1. Observasi bisa mencatat perilaku pertumbuhan atau hal-hal terkait fenomena objek ketika kejadian berlangsung.

2. Observasi bisa memperoleh data dari subjek secara langsung, baik melalui komunikasi verbal atau nonverbal. Pengamatan pada anak-anak kecil lebih mudah dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini karena anak-anak bisa mengungkapkan perilaku atau jawaban yang tidak valid atau pura-pura.

Kelemahan Observasi

1. Observasi memiliki kelemahan yakni perlu waktu lama untuk melakukan proses pengamatan untuk mengamati suatu kejadian atau peristiwa tertentu.

2. Pengamatan yang dilakukan terhadap sebuah fenomena berlangsung lebih lama dan tidak bisa dilakukan secara langsung.

3. Kegiatan pengamatan bisa terganggu untuk kejadian, peristiwa, atau hal-hal yang bersifat pribadi. Misalnya pengamatan perilaku anak yang mengalami masalah pertengkaran orang tuanya atau konflik tertentu yang dialami. Biasanya ranah pribadi merupakan kelemahan dari observasi sehingga kegiatan tidak bisa diamati secara maksimal.

Ciri-ciri Observasi

Kegiatan observasi tentunya juga memiliki ciri-ciri. Ciri-ciri ini yang kemudian menjadi penanda atau ciri khas pembeda observasi dengan kegiatan atau penelitian lainnya.

1. Ciri-ciri Umum Laporan Hasil Observasi

Menurut buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2017), ciri-ciri umum laporan hasil observasi di antaranya:

a. Hasil pengamatan atau penelitian yang up to date atau kekinian.

b. Sifat hasil observasi universal.

c. Bahasa yang digunakan dalam hasil laporan observasi yakni menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

d. Observasi membahas mengenai objek tunggal.

e. Hasil laporan observasi tidak menggunakan bagian penutup dan kesimpulan dari penulis.

2. Ciri-ciri Kebahasaan pada Teks Laporan Hasil Observasi

Selain ciri-ciri umum laporan hasil observasi, pengertian observasi dan jenis-jenisnya juga memiliki ciri-ciri kebahasaan pada teks laporan hasil observasi, sebagai berikut.

a. Terdapat frasa atau kelompok kata.

b. Terdapat konjungsi misalkan: dan, tetapi, dan lain sebagainya.

c. Mengandung kalimat simplek, yaitu kalimat yang terdiri dari satu verba.

d. Mengandung kalimat kompleks, yaitu kalimat yang terdiri dari dua atau lebih verba.

e. Memiliki kata kerja atau verba.

f. Mengandung kata benda atau nomina.

g. Menggunakan berbagai istilah.

h. Menggunakan persamaan kata atau sinonim.

i. Menggunakan lawan kata atau antonim.

Struktur Observasi

Untuk dapat menyusun struktur laporan observasi, pengamat harus mengikuti langkah-langkah sesuai kaidah yang tepat. Sehingga saat menyusun laporan, semua hasil atau proses dapat dituangkan dengan sempurna dan tidak ada kesalahan.

– Pertama, pengamat harus menentukan terlebih dahulu objek yang akan diamati. Setelah dapat menentukan objek yang akan diamati, pengamat mulai melakukan riset singkat mengenai objek yang akan diamati.

– Setelah itu, pengamat mulai menyusun jadwal observasi yang terstruktur dan mendetail. Jadwal ini dibuat agar kegiatan observasi selesai atau dikerjakan sesuai dengan target yang dimiliki dan tidak melewati batas yang ditentukan.

– Jadwal sudah selesai disusun, pengamat bisa langsung melakukan kegiatan observasi terhadap objek yang akan diteliti. Tetapi, pengamat juga harus menyiapkan pertanyaan atau poin penting yang ingin diketahui dari seluruh proses pengamatan tersebut. Hal ini penting disiapkan agar tidak bingung mencari bahan saat mengamati.

– Saat mulai melakukan kegiatan observasi, pengamat juga harus mencatat hasil observasi secara lengkap, runut, dan juga detail. Bisa dengan hasil catatan, rekaman, video, atau foto untuk melengkapi data observasi.

– Tahap kegiatan observasi selesai, pengamat boleh mulai menyusun teks laporan dengan memerhatikan ketepatan isi, struktur, dan kaidah kebahasaan yang sudah diatur.

– Pengamat juga harus mampu menjelaskan hasil teks laporan observasi dengan baik.

– Pengamat biasanya akan mendapat kritik dan saran yang merupakan tanggapan terhadap laporan hasil observasi.

– Terakhir, laporan hasil observasi bisa dipublikasikan, baik di majalah dinding, majalah sekolah, blog pribadi, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Observasi

Terdapat pengertian observasi dan jenis-jenisnya yang berbeda-beda. Pengertian observasi dan jenis-jenisnya ini memang berbeda-beda, karena cara yang ditempuh juga berbeda-beda. Inilah beberapa jenis-jenis observasi yang sering digunakan lengkap dengan penjelasan singkatnya.

1. Observasi Partisipasi

Pengertian observasi dan jenis-jenisnya yakni observasi partisipasi ini merupakan jenis pengamatan yang dilakukan dengan aktif terlibat langsung dalam berbagai hal yang sedang diobservasi. Pengamat harus terjun langsung untuk melakukan proses observasi dan mengamati langsung sehingga mendapat gambaran yang jelas mengenai apa yang diamati.

2. Observasi Sistematis

Observasi sistematis ini merupakan pengamatan yang dilakukan sesuai prosedur atau ketentuan yang sudah dirancang sebelumnya tanpa melanggar ketentuan tersebut. Agar dapat melakukan observasi jenis ini, maka pengamat harus menentukan dulu faktor yang mendasari untuk melakukan pengamatan.

3. Observasi Eksperimental

Pengertian observasi dan jenis-jenis yang merupakan observasi eksperimental ini dilakukan dengan melakukan tindakan untuk mengendalikan situasi yang kemudian melakukan pengamatan terhadap gejala atau fenomena yang diteliti.

Macam-macam Observasi

Berikut macam-macam observasi yang perlu diketahui:

1. Observasi Menurut Peranan Observer

Menurut peranan observer, observasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

a. Observasi partisipan. Observasi yang mana observer ikut aktif di dalam kegiatan observasi.

b. Observasi non-partisipan. Artinya observer di sini tidak ikut aktif di dalam bagian kegiatan observasi atau hanya mengamati dari jauh.

c. Observasi kuasi partisipasi. Maksudnya adalah observer seolah-olah turut berpartisipasi namun sebenarnya hanya berpura-pura saja dalam kegiatan observasi.

2. Observasi Menurut Situasi

Menurut situasinya, observasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

a. Free situation. Di mana observasi ini dijalankan dalam situasi bebas dan tidak ada hal-hal atau faktor-faktor yang membatasi jalannya observasi.

b. Manipulated situation. Adalah observasi yang situasinya sengaja diadakan, tetapi sifatnya terkontrol atau dalam pengontrolan observer.

c. Partially controlled situation. Observasi ini merupakan campuran dari keadaan observasi free situation dan manipulate situation.

3. Observasi Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya, observasi dibagi menjadi dua.

a. Observasi sistematis. Yaitu observasi yang dilakukan lengkap dengan faktor-faktor yang telah diatur berdasarkan kategori dan masalah yang hendak diobservasi.

b. Observasi non-sistematis. Merupakan observasi yang dilakukan tanpa rencana terstruktur sehingga observer dapat menangkap apa saja yang diamati.

Alat Pencatat Observasi

Alat pencatat observasi ada empat, yaitu:

a. anecdotal records: yaitu melakukan pencatatan tentang kejadian yang berlaku dengan suatu kasus

b. check list: daftar pengamatan yang diberikan tanda tergantung bagaimana aspek yang diamati

c. rating scale: mengumpulkan data untuk menjelaskan, menggolongkan, dan menilai individu atau situasi

c. mechanical devices: alat dengan kemajuan teknologi, misalnya ponsel, kamera, video recorder, dan lain sebagainya.

Langkah-langkah Observasi

Berikut ini langkah dari pengertian observasi dan jenis-jenisnya yang bisa dilakukan:

– menentukan tujuan,

– menentukan sasaran,

– menentukan ruang lingkup,

– menentukan tempat dan waktu,

– mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan,

– mulai mengadakan observasi,

– mengadakan pencatatan data,

– menyusun laporan.

Artikel Terkait:

Hipotesis Penelitian: Pengertian, Jenis-Jenis,dan Contoh Lengkap

Jenis Angket Penelitian yang Wajib Diketahui 

Angket Penelitian:Pengertian,Prinsip,Jenis, Langkah-Langkah dan Contohya 

Validitas Data: Pengertian,Jenis, Langkah-Langkah dan Hubungannya