Penelitian terdahulu menjadi unsur penting setiap kali Anda sebagai penulis akan membuat sebuah karya tulis ilmiah, baik itu tugas akhir, skripsi, artikel ilmiah, tesis, maupun disertasi. Penelitian terdahulu ini menjadi bukti bahwa suatu karya ilmiah yang ditulis oleh penulis merupakan karya ilmiah yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sudah diketahui banyak orang, bahwa dalam melakukan penelitian sebagai karya ilmiah diperlukan riset dan juga penelitian mendalam. Dalam pelaksanaannya, penulis membutuhkan referensi yang mana referensi tersebut menjadi materi penguat atau dasar teori yang digunakan untuk memperkuat penelitian atau isi karya ilmiah.

Salah satu hal yang penting dalam referensi adalah penelitian terdahulu atau penelitian yang sudah pernah ada sebelumnya. Penelitian sebelumnya tersebut kemudian menjadi pembanding dengan penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti di kemudian hari.

Akan tetapi masih banyak yang belum mengetahui apa itu penelitian terdahulu dan bedanya dengan referensi lain yang digunakan oleh penulis untuk dijadikan acuan dalam menulis. Oleh sebab itu, di bawah ini akan dikupas secara mendalam mengenai pengertian penelitian terdahulu menurut ahli, tujuan pembuatan penelitian terdahulu, pentingnya penelitian terdahulu, hingga cara membuat dan contoh penelitian terdahulu.

Pengertian Penelitian Terdahulu Menurut Ahli

Sudah disinggung secara singkat bahwa penelitian terdahulu dijadikan pembanding antara penelitian yang pernah ada dengan penelitian yang akan dilakukan. Pemilihan penelitian terdahulu ini biasanya dipilih yang paling relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Oleh sebab itu dalam memilih penelitian terdahulu, penulis harus betul-betul selektif.

Penelitian terdahulu dapat diartikan sebagai sumber lampau atau sumber yang pernah ada dari hasil penelitian yang kemudian akan digunakan dan juga digunakan oleh penulis sebagai pembanding dengan peneliti yang akan dilangsungkan. Penelitian terdahulu ini juga dapat diartikan sebagai sumber inspirasi bagi peneliti di kemudian hari.

Mengapa demikian? Penelitian terdahulu ini bisa jadi inspirasi untuk membantu penulis-penulis lain agar penelitian yang dilakukan di kemudian hari lancar. Dengan adanya penelitian terdahulu, peneliti dapat meneliti dan melihat berbagai kekurangan dan juga kelebihan yang dilakukan peneliti sebelumnya di dalam penelitian terdahulu tersebut.

Dengan demikian, peneliti akan mampu mengembangkan dan bahkan memperbaiki penelitian yang akan dilakukannya, agar kesalahan atau kekurangan yang terjadi di penelitian terdahulu tak terulang lagi, sehingga penelitian yang akan dilangsungkan benar-benar sempurna dan baik.

Selain itu, adanya penelitian terdahulu ini juga menjadi bukti bahwa sebuah penelitian yang akan dilangsungkan merupakan penelitian yang orisinil dan juga baru karena di dalam penelitian yang akan berlangsung ditemukan berbagai hal baru dan temuan baru di dalam penelitian yang kemudian dapat memperbaiki atau melengkapi penelitian sebelumnya.

Penelitian terdahulu memiliki fungsi lain yaitu memperdalam dan juga memperluas teori yang akan digunakan di dalam kajian penelitian yang akan dilakukan di kemudian hari, sehingga biasanya di dalam penelitian terdahulu tersebut dijadikan sebuah referensi atau landasan teori yang mana memiliki kaitan dan hubungan yang erat dengan penelitian lain yang relevan.

Dengan demikian, penelitian terdahulu tersebut dapat dijadikan dasar atau pijakan yang kuat pada penelitian karena dengan adanya penelitian terdahulu atau penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, maka landasan teorinya lebih jelas, valid, dan juga bahkan sudah memiliki hipotesis yang dibuat berdasarkan riset di dalam penelitian yang penting untuk dilakukan.

Karena dapat dijadikan landasan teori, maka biasanya penelitian terdahulu ini diletakkan di Bab 2 yang mana merupakan bab landasan teori.

Selain diartikan secara umum, para ahli juga memiliki pandangannya masing-masing mengenai pengertian dari penelitian terdahulu. Berikut adalah pendapat para ahli mengenai penelitian terdahulu.

1. Randi (2018)

Menurut Randi, penelitian terdahulu  menjadi salah satu acuan peneliti dalam melakukan penelitian sehingga peneliti dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan.

Dari penelitian terdahulu, peneliti tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian peneliti. Namun peneliti mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian ini.

2. Sugiyono

Penelitian terdahulu yang ada di dalam landasan teori merupakan seperangkat konstruk atau konsep, definisi, dan juga proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematis melalui spesifikasi hubungan antara variabel, sehingga berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

Baca Juga:

Reduksi Data: Pengertian, Tujuan, Langkah-Langkah, dan Contohnya

Distribusi Probabilitas: Pengertian, Karakteristik, Macam, dan Contohnya

Validasi Data Penelitian: Pengertian, Metode, dan Contoh Lengkap

Tujuan Pembuatan Penelitian Terdahulu

Tujuan utama dari pembuatan penelitian terdahulu di dalam sebuah penelitian adalah agar akar keilmuan yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu dapat diteruskan dan juga kemudian dapat menghasilkan penelitian atau temuan yang baru, sehingga setiap masalah yang terjadi memiliki solusi dan penyelesaian yang tidak sia-sia.

Akan tetapi, ada pula tujuan dibuatnya penelitian terdahulu yang lebih spesifik seperti di bawah ini.

1. Penelitian Mencapai Hasil Maksimal

Dengan adanya penelitian terdahulu, maka penelitian yang akan berlangsung akan lebih maksimal karena penulis dapat menhembangkan tujuan penelitian dan juga memperbaharui berbagai aplikasi yang ada di penelitian dan juga peneliti dapat membuat penelitian yang baru dan orisinil tentu dengan solusi yang lebih mutakhir.

2. Mencegah Terjadinya Plagiasi

Adanya penelitian terdahulu di dalam karya tulis ilmiah di dalam sebuah penelitian adalah untuk membuktikan bahwa penelitian yang akan dilakukan benar-benar asli, valid, dan orisinil karena tidak ada unsur plagiasi. Dengan adanya penelitian terdahulu, pembaca dapat mengetahui tidak adanya unsur plagiasi

Dengan demikian, maka penelitian terdahulu juga dapat memacu peneliti untuk dapat meneliti dan juga mendapatkan solusi serta penyelesaian masalah yang baru dan asli.

3. Mengetahui Bangunan Keilmuan

Penelitian terdahulu juga harus dicantumkan agar penulis atau peneliti dapat mengetahui bagaimana bangunan suatu keilmuan tersebut atas permasalahan yang akan diteliti dan bagaimana permasalahan yang ditemui dan diselesaikan oleh peneliti sebelumnya yang sudah melakukan penelitian.

4. Memperkuat dan Mendukung Penelitian

Adanya penelitian terdahulu juga untuk memperkuat dan juga mendukung adanya kekuatan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti karena peneliti sudah memiliki referensi ilmiah yang valid dan kredibel.

5. Menggambarkan Perbedaan Penelitian

Dengan adanya penelitian terdahulu, maka dapat menjadi gambaran atau menggambarkan secara jelas bahwa ada perbedaan antara penelitian yang akan berlangsung dengan penelitian yang pernah ada atau pernah berlangsung sebelumnya. Selain itu, penelitian terdahulu juga bisa digunakan sebagai pembanding.

Dengan demikian, adanya penelitian terdahulu ini meyakinkan pembaca atau masyarakat luas bahwa penelitian yang akan berlangsung atau akan terlaksana tersebut terhindar dari plagiarisme atau penjiplakan.

Pentingnya Penelitian Terdahulu

Mengapa penelitian terdahulu ini penting di dalam menulis karya ilmiah di dalam sebuah penelitian? Penelitian terdahulu ini berguna untuk mengetahui bagaimana metode penelitian dan hasil-hasil penelitian yang dilakukan. Penelitian terdahulu digunakan sebagai tolak ukur peneliti untuk menulis dan menganalisis suatu penelitian.

Tujuan penelitian terdahulu sendiri guna mengetahui langkah penulis salah atau benar. Selain itu, penelitian terdahulu dalam penulisan karya ilmiah di dalam suatu penelitian ini mampu membantu peneliti dalam menjalankan penelitian yang akan dilakukan dengan memposisikan penelitian tersebut dengan baik.

Selain itu, penelitian terdahulu ini juga penting untuk peneliti agar dapat menghindari plagiasi dan dapat membantu peneliti untuk terpacu sehingga dapat melakukan penelitian dan juga memperoleh solusi yang baru, asli, atau orisinil. Artinya, penelitian terdahulu ini memang dianggap penting di dalam suatu penulisan karya ilmiah di dalam sebuah penelitian.

Hal tersebut dilakukan adalah agar keilmuan yang telah dilakukan oleh para ilmuan atau peneliti sebelumnya dapat diteruskan dengan mudah dan juga dapat menghasilkan berbagai penelitian baru yang khususnya pada penelitian ilmiah dan juga skripsi sebagai solusi dan pemecahan masalah yang bermanfaat.

Sehingga dengan adanya penelitian terdahulu ini, penelitian terdahulu akan bermanfaat untuk mendukung dan juga sebagai penguat agar penelitian tidak sia-sia. Sederhananya bisa dicontohkan dengan ketika Anda akan menulis sebuah skripsi. Sebelumnya Anda tentu sudah akan mengetahui dan juga memahami kira-kira apa yang perlu diberikan dan disumbangkan dalam skripsi yang Anda tulis.

Dari situlah Anda membutuhkan referensi berupa penelitian terdahulu yang sudah pernah ada dan dipilih sebagai referensi. Kemudian Anda menggunakan penelitian terdahulu tersebut sebagai acuan yang mana Anda dapat memecahkan masalah di penelitian Anda di kemudian hari atau masalah yang terjadi di skripsi yang Anda tulis tersebut.

Karena dengan adanya masalah baru tersebut, maka penelitian yang telah berlangsung di berbagai penelitian sebelumnya tersebut mampu membuat para peneliti terbantu dengan adanya referensi yang ada, sehingga kemudian mampu memecahkan masalah sehingga kemudian muncul karya baru yang asli atau orisinil serta benar-benar baru.

Dengan demikian, penelitian terdahulu ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak hanya sebagai pelengkap saja dan penelitian yang akan berlangsung atau akan terlaksana juga bermanfaat bagi masyarakat luas dan bisa berkelanjutan.

Baca Juga:

Jenis-Jenis Penelitian Lengkap dengan Contoh Penjelasannya

Objek Penelitian: Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Lengkap

Subjek Penelitian: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Cara Membuat Penelitian Terdahulu

Agar Anda lebih mahir dan tepat dalam menulis penelitian terdahulu di dalam sebuah karya ilmiah di dalam penelitian, Anda harus memperhatikan langkah-langkah atau cara membuat penelitian terdahulu seperti di bawah ini.

1. Mencari Judul atau Topik yang Sesuai

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat penelitian terdahulu dengan tepat adalah mencari judul atau topik pembahasan dari penelitian terdahulu yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis. Caranya adalah bisa mencari di database universitas, mencari pada website resmi yang dilengkapi dengan berbagai variabel atau konsep penelitian yang akan Anda lakukan.

Setelah mendapatkan topik atau judul yang sesuai dengan tulisan atau penelitian yang akan Anda lakukan, Anda bisa memilih jurnal dan disertasi atau skripsi yang sesuai dan juga paling relevan dengan yang akan Anda teliti.

2. Membuka Abstrak

Setelah mencari judul dan topik yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan, hal kedua yang harus dilakukan untuk membuat penelitian terdahulu adalah membuka jurnal atau penelitian terdahulu yang sudah dicari tersebut dan buka bagian abstraknya. 

Di dalam bagian abstrak tersebut memuat berbagai isi dan juga maksud dari berlangsungnya penelitian yang pernah dilakukan dan kemudian tercantum juga latar belakang masalah yang diperlukan, rumusan masalah, landasan teori, metode penelitian, dan juga kesimpulan yang penting dan harus diperhatikan untuk menjadi penguat di penelitian yang akan dilakukan.

3. Menulis Studi Pendahuluan

Selanjutnya, Anda harus menuliskan studi pendahuluan yang akan ditulis di dalam karya ilmiah pada penelitian yang akan terlaksana. Studi pendahuluan tersebut dapat ditulis ke dalam penelitian.

4. Membandingkan

Setelah semua persiapan dilakukan dan sudah siap, Anda bisa melakukan perbandingan. Lakukan perbandingan dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan Anda lakukan. Pentingnya melakukan perbandingan adalah agar topik atau masalah yang dibahas tidak sama dan penelitian yang akan terlaksana nantinya memuat masalah dan penyelesaian masalah baru.

Contoh Penelitian Terdahulu

Sumber: Digilib IAIN Palangkaraya

A. Penelitian Terdahulu yang Relevan 

Untuk mendukung permasalahan terhadap bahasan, peneliti berusaha melacak berbagai literatur dan penelitian terdahulu (prior research) yang masih relevan terhadap masalah yang menjadi objek penelitian saat ini. Selain itu yang menjadi syarat mutlak bahwa dalam penelitian ilmiah menolak yang namanya plagiarisme atau mencontek secara utuh hasil karya tulisan orang lain.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kode etik dalam penelitian ilmiah maka sangat diperlukan eksplorasi terhadap penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Tujuannya adalah untuk menegaskan penelitian, posisi penelitian dan sebagai teori pendukung guna menyusun konsep berpikir dalam penelitian. 

Berdasarkan hasil eksplorasi terhadap penelitian-penelitian terdahulu, peneliti menemukan beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Meskipun terdapat keterkaitan pembahasan, penelitian ini masih sangat berbeda dengan penelitian terdahulu. Adapun beberapa penelitian terdahulu tersebut yaitu: 

1. Pelaporan Corporate Social Responsibility Perbankan Syari’aḥ Dalam Perspektif Syari’aḥ Enterprise Theory (Studi Kasus Pada Laporan Tahunan PT Bank Syarī‟aḥ Mandiri). Oleh Syuhada Mansur. 

Penelitian ini berfokus kepada pelaporan tahunan Corporate Social Responsibility di Bank Mandiri Syari’aḥ serta informasi apa saja yang diungkapkan bank Syari’aḥ dalam pelaporan tanggung jawab sosial perusahaannya, serta apa saja informasi-informasi terkait dengan tanggung jawab sosial dan dana CSR yang diungkapkan oleh bank Syari’aḥ sesuai dengan konsep dan karakteristik pengungkapan tanggung jawab sosial berdasarkan Shariah Enterprise Theory (SET). 

Hasil penelitian saudara Syuhada Mansur adalah untuk pengungkapan CSR yang dilakukan oleh Bank Mandiri Syari’aḥ masih belum sesuai dengan konsep Shariah Enterprise Theory (SET), terutama pada bagian akuntabilitas horizontal terhadap alam. Masih sedikitnya pengungkapan CSR terhadap lingkungan menunjukkan bahwa, Bank Syari’aḥ Mandiri memiliki kepedulian rendah terhadap lingkungan perusahaan.

2. Pengaruh corporate social responsibility terhadap kinerja keuangan perusahaan “(studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2005 – 2008). Oleh EKO ADHY KURNIANTO.

Penelitian ini menggunakan Ordinary Least Square (OLS) yang terdiri atas model regresi I (menggunakan ROE sebagai proksi variabel dependen Kinerja. Keuangan dan variabel kontrol leverage, size dan growth) dan model regresi II (menggunakan Return realisasi sebagai proksi variabel dependen Kinerja Keuangan dan variabel kontrol leverage, size, beta, growth dan unexpected return) untuk menguji pengaruh CSR disclosure terhadap Kinerja Keuangan perusahaan Perbankan.

Penelitian ini menggunakan data tahun 2005-2008 dengan sampel keseluruhan 40 perusahaan yang terdiri 10 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI selama tahun 2005 – 2008. 

Hasil penelitian ini tidak berhasil membuktikan kedua hipotesis penelitian yaitu pengungkapan aktivitas CSR (CSR disclosure) berpengaruh positif terhadap ROE perusahaan satu tahun ke depan(ROEt+1) dan pengungkapan aktivitas CSR (CSR disclosure) berpengaruh positif terhadap abnormal return karena baik menggunakan model regresi I & II, menunjukkan bahwa CSR disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai ROEt+1 dan Return realisasi.

Hal ini membuktikan bahwa investor masih berorientasi jangka pendek dan tidak mempertimbangkan pengungkapan CSR di dalam melakukan investasi pada perusahaan perbankan pada tahun 2005-2008.Diterbitkannya UU NO 40 tahun 2007 ternyata tidak mempengaruhi aktivitas pengungkapan CSR pada perusahaan perbankan.

3. Analisis pelaporan corporate social responsibility perbankan Syari’aḥ dalam perspektif shariah enterprise theory : studi kasus pada laporan tahunan Bank Syari’aḥ Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia. Oleh Fadilla Purwitasari.

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis bagaimana Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) melaporkan tanggung jawab sosial perusahaannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika yang didasarkan pada item-item pengungkapan tanggung jawab sosial berdasarkan shariah enterprise theory

Penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan pelaporan tanggung jawab sosial oleh BSM dan BMI masih dipengaruhi oleh kepentingan mereka masing-masing. Kepentingan-kepentingan ini terutama dipengaruhi oleh money dan power. Peranan ‘prinsip’  tidak terlalu terlihat dalam cara pelaporan tanggung jawab sosial mereka.

Artikel Terkait:

Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Empiris: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Penelitian Pengembangan: Tujuan, Ciri-Ciri, Alasan, dan Caranya

Penelitian Kualitatif: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, dan Karakteristik