Jangan Buru-Buru, Yuk Kenali Kelebihan dan Kekurangan Ebook (Buku Digital) Sebelum Mengurus Penerbitan!

Kelebihan dan Kekurangan Ebook (Buku Digital) Sebelum Mengurus Penerbitan

Menerbitkan ebook (buku elektronik) mulai jamak dilakukan penulis di Indonesia. Namun, masih banyak juga penulis yang setia menerbitkan naskahnya dalam versi cetak. Memahami fenomena ini, para penulis tentunya perlu mengecek kelebihan dan kekurangan ebook. 

Tujuannya, tentu saja untuk mendapat bahan pertimbangan yang jelas dan menyeluruh. Sehingga bisa menentukan, naskah buku yang sudah disusun ideal diterbitkan dalam versi cetak atau elektronik? Berikut informasinya. 

Kelebihan Menerbitkan Ebook (Buku Digital)

Menerbitkan buku, tentunya membuat para penulis melakukan banyak sekali pertimbangan. Hal ini berlaku untuk penerbitan buku cetak, elektronik, maupun keduanya sekaligus. Bagi para penulis yang tertarik atau punya rencana menerbitkan ebook. Sangat penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan ebook tersebut. 

Jika dilihat dari sisi kelebihan. Menerbitkan ebook memang memberikan cukup banyak keuntungan bagi penulis. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Proses Penerbitan Lebih Cepat 

Kelebihan yang pertama dari penerbitan ebook, adalah proses penerbitan tersebut lebih cepat. Hal ini dapat terjadi karena ada beberapa tahapan dalam proses penerbitan yang tidak ada di penerbitan ebook. 

Misalnya, dalam penerbitan buku cetak ada tahap cetak dan proses jilid. Namun, tidak demikian pada ebook. Sehingga di proses produksi yang ditangani pihak penerbit ada beberapa tahapan yang memang tidak ada. 

Tahapan yang lebih ringkas dan pendek tersebut, tentunya mempengaruhi durasi penerbitan yang menjadi lebih singkat. Bagi penulis yang ingin naskah bukunya segera terbit. Maka penerbitan di versi ebook bisa dipertimbangkan. 

2. Distribusi Cepat dengan Jangkauan Luas 

Kelebihan menerbitkan ebook yang kedua, proses distribusi lebih cepat. Selain itu juga memiliki jangkauan distribusi yang luas. Hal ini bisa terjadi, karena tidak ada proses distribusi fisik buku. 

Distribusi ebook dilakukan secara jarak jauh melalui sejumlah platform digital dan daring. Misalnya lewat platform jual beli ebook daring, marketplace, website resmi penerbitnya, dan sebagainya. 

Distribusi menjadi cepat karena dengan mengirimkan link tautan ebook. Maka pembaca sudah bisa melakukan order, mendapatkan file ebook resmi, dan bisa membacanya. Sekali distribusi di platform digital, maka terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia. Sehingga disebut jangkauan lebih luas. 

3. Biaya Penerbitan Lebih Terjangkau 

Menerbitkan ebook juga memberi kelebihan berupa biaya penerbitan yang lebih terjangkau. Sesuai penjelasan sebelumnya, kondisi ini tentu dipahami dengan baik. Proses penerbitan ebook tidak ada tahap cetak, potong, jilid, dan distribusi fisik buku ke berbagai daerah maupun kota. 

Hal ini membuat biaya penerbitan menjadi lebih ekonomis. Pihak penerbit juga menetapkan biaya yang lebih sesuai. Menerbitkan ebook kemudian bisa menjadi pilihan para penulis untuk menghindari biaya penerbitan yang terlalu tinggi. Maupun yang melebihi budget yang telah disiapkan. 

4. Risiko Merugi Lebih Rendah 

Dalam dunia penerbitan, risiko ada kerugian tentu ada dan bahkan tinggi. Khususnya dalam menerbitkan buku cetak. Pihak penerbit akan mencetak dalam jumlah tertentu dan kadang tidak semua laku terjual. 

Pada penerbit mayor, kerugian karena stok cetak menumpuk ditanggung pihak penerbit. Namun, pada penerbit selain mayor tentunya kerugian ditanggung oleh penulis. Sebab mempengaruhi biaya penerbitan yang dibayarkan penulis. 

Ebook bisa menjadi solusi untuk penulis menghindari risiko stok menumpuk dan kehilangan terlalu lebih banyak biaya. Sebab tidak memiliki fisik, sehingga tidak ada stok yang harus disimpan. 

5. Jangkauan Pembaca Lebih Luas 

Kelebihan kelima, menerbitkan ebook memberi jangkauan pembaca yang lebih luas. Sebab memang tidak memiliki fisik, sehingga tidak ada benturan geografis dalam proses distribusi ke lokasi pembaca. 

Bahkan ketika ebook terbit di penerbit yang berlokasi di kota Jakarta. Maka bisa diakses pembaca dari Sabang sampai Merauke. Termasuk pembaca dari Indonesia yang berada di luar negeri. Jangkauan pembaca yang luas meningkatkan potensi penjualan ebook dan manfaat ebook tersebut bagi publik. 

6. Perbaikan Buku Lebih Mudah dan Fleksibel 

Kelebihan berikutnya, penerbitan ebook membuat proses perbaikan pada desain cover hingga substansi isi buku lebih mudah serta fleksibel. Sebab ketika ada kesalahan, dan perlu koreksi atau revisi. Maka bisa dilakukan segera. 

Lain halnya dengan buku cetak. Jika ada kesalahan cetak, maka seluruh buku harus ditarik oleh penerbit. Bayangkan jika distribusinya sudah nasional. Maka prosesnya panjang, butuh waktu lama, dan tentunya memakan biaya tidak sedikit. 

7. Mendukung Penerbitan Buku yang Ramah Lingkungan 

Kelebihan lainnya, menerbitkan buku elektronik sama artinya mendukung proses penerbitan yang lebih ramah lingkungan. Sebab bisa membantu meminimalkan penggunaan tinta dan kertas. 

Sebab kertas dibuat dari batang pohon, sedangkan tinta di era sekarang kebanyakan adalah tinta dengan kandungan bahan kimia. Menerbitkan ebook membantu meminimalkan penggunaan keduanya, sehingga lebih berdampak positif bagi lingkungan. 

Kekurangan Menerbitkan Ebook

Meskipun memiliki cukup banyak kelebihan. Namun, harus dipahami juga menerbitkan ebook juga memberi beberapa efek kurang menguntungkan. Sebab memang ada kelebihan dan kekurangan ebook. 

Lalu, apa saja kekurangan menerbitkan ebook? Secara umum, kekurangan tersebut antara lain: 

1. Persaingan di Pasar Digital yang Tinggi 

Kekurangan yang pertama, ebook termasuk dalam kategori konten digital atau konten dalam format digital. Meski mudah dipasarkan dan didistribusikan secara daring. Misalnya lewat platform digital seperti toko buku daring, platform jual beli buku daring, marketplace, dll. 

Akan tetapi, persaingan dalam platform digital sangat tinggi. Pada satu platform, sangat mungkin ada ratusan hingga ribuan judul buku. Calon pembaca atau pembeli, belum tentu menemukan judul buku Anda. 

Sehingga untuk bisa tampil di halaman muka, biasanya saat awal terbit dan hanya beberapa hari. Kemudian, untuk ebook yang penjualannya bagus (best seller). Pada beberapa platform, biasanya mempromosikan buku-buku karya dari penulis terkemuka. 

2. Tidak Semua Pembaca Memilih Ebook 

Kekurangan yang kedua, ebook tidak selalu menjadi pilihan para pembaca. Sebab, ada beberapa pembaca yang lebih nyaman dengan buku cetak. Sehingga, format ebook yang meski bisa menjangkau pembaca tanpa hambatan geografis. 

Bukan berarti akan selalu dibaca banyak orang ketika resmi terbit. Hal ini tetap dipengaruhi oleh pilihan  dari para pembaca. Sehingga tetap ada kemungkinan ebook sudah terbit dan memiliki jumlah pembaca yang sedikit. Atau dengan kata lain, memiliki angka penjualan yang terbilang rendah. 

3. Risiko Pembajakan dan Penyebarluasan Tidak Resmi Masih Tinggi 

Secara umum, ebook memang mudah disebarluaskan. Terlebih banyak pembeli ebook yang secara otomatis menerima file ebook tersebut. Pada akhirnya, ada risiko file ebook diteruskan ke pembaca lain. 

Tindakan ini tentunya masuk kategori penyebarluasan ebook secara tidak resmi. Sebab tidak dilakukan oleh pemegang Hak Cipta dan tidak ada izin dari pemegang lisensi tersebut. 

Hanya saja, karena memang file berbentuk digital. Maka dengan cepat bisa saling dibagikan secara daring. Baik itu lewat email, chat di WhatsApp maupun Telegram, dan sebagainya. Kondisi ini tentu berdampak pada rendahnya angka penjualan buku. 

Bukan karena ebooknya jelek, dan bukan juga karena ebook tersebut tidak disukai pembaca. Akan tetapi ada lebih banyak pembaca mendapat file ebook gratis dari jaringan personal mereka. Perlindungan terhadap ebook secara hukum juga harus diperkuat. 

4. Ketergantungan pada Perangkat Elektronik 

Kekurangan yang keempat, ebook termasuk produk digital dan konten digital. Maka salah satu karakteristik khasnya adalah sangat bergantung dengan perangkat elektronik. 

Kondisi ini yang membuatnya tidak selalu menjadi pilihan para pembaca luas. Sebab beberapa pembaca mungkin tidak memiliki perangkat elektronik yang memadai atau kompatibel. Baik dengan format ebook, ukuran file ebook tersebut, maupun dengan aplikasi pembaca (reader) yang sesuai dengan format ebook tersebut. 

5. Biaya Produksi dan Distribusi Rendah Tidak Menjamin Profit Tinggi 

Kekurangan lainnya, ebook mungkin diketahui bisa membantu menghemat biaya produksi dan distribusi bagi pihak penerbit. Hanya saja meskipun modal dalam proses produksi dan distribusi lebih rendah dibanding buku cetak. Belum menjamin penerbit menerima profit lebih tinggi.

Hal ini dapat terjadi, karena profit tetap dipengaruhi oleh angka penjualan ebook tersebut. Padahal berhadapan dengan persaingan di platform digital yang tinggi, tidak semua pembaca adalah target market ideal ebook, dan masih rentan ada penyebarluasan file ebook ilegal. 

Baca juga: Cetak Buku vs Ebook: Penulis Sebaiknya Pilih Mana?

Tips dalam Menerbitkan Ebook 

Memahami adanya kelebihan dan kekurangan ebook, tentu memberikan persiapan yang matang sebelum mengurus penerbitan. Selain memperhatikan dua aspek tersebut. Hal penting lainnya adalah mengurus penerbitan ebook dengan benar. 

Sebab, sebagai penulis buku perlu memastikan penerbitan ebook adalah pilihan terbaik. Pasalnya, kadang kala penerbitan buku cetak dan ebook perlu dilakukan bersamaan. Jadi, ada baiknya menerapkan beberapa tips berikut sebelum mengurus penerbitan: 

1. Memahami dan Menetapkan Tujuan Penerbitan Ebook yang Jelas 

Tips yang pertama adalah memahami dan kemudian menetapkan tujuan dari penerbitan ebook. Memiliki tujuan penerbitan ebook yang jelas dan memang logis, biasa menguatkan urgensi penerbitan tersebut. 

Sebaliknya, jika tujuan ternyata lebih sesuai untuk menerbitkan buku cetak. Maka penulis bisa fokus mengurus penerbitan buku secara konvensional tersebut. Jadi, penerbitan ebook maupun cetak sejak awal memang sudah yang paling tepat. 

Sebagai contoh, jika penulis ingin menerbitkan ebook sebagai sarana menyediakan pegangan siswa maupun mahasiswa mengikuti pembelajaran daring. Maka penerbitan ebook sudah menjadi langkah yang tepat. 

Sebaliknya, jika tujuan menerbitkan buku adalah untuk hiburan. Maka tentunya lebih leluasa untuk menerbitkan dalam versi cetak, elektronik, atau keduanya sekaligus. Jadi, menentukan tujuan menerbitkan ebook perlu dilakukan dari awal. Setiap penulis dipastikan punya tujuannya sendiri-sendiri. 

2. Sudah Memahami Target Pembaca yang Dituju 

Tips kedua, penulis perlu memahami target pembaca yang dituju. Tidak hanya memperhatikan usia, genre yang disukai pembaca, topik yang banyak dicari pembaca, dan sejenisnya. 

Akan tetapi juga memastikan, target pembaca tersebut memang punya preferensi terhadap ebook yang lebih baik. Sehingga mereka juga merasa ada kesesuaian dengan format ebook. Hal ini penting agar saat sudah terbit, para pembaca bisa segera mengaksesnya. 

Jadi, jika berhadapan dengan data bahwa target pembaca yang dituju lebih condong ke buku cetak. Maka hindari menerbitkan ebook, dan mengutamakan ke versi cetak. Tujuannya agar bisa menyesuaikan dengan karakteristik pembaca yang dituju. Semakin sesuai, maka semakin positif sambutan saat buku sudah terbit. 

3. Memilih Penerbit Ebook yang Tepat dan Kredibel 

Harus diakui, tidak semua ebook yang ada di pasaran memiliki mutu yang baik. Baik itu mutu dari segi substansi, maupun dari segi desain layout. Tidak sedikit yang terbit secara asal. 

Penulis perlu memahami dengan baik, bahwa menerbitkan ebook bukan sekadar menerbitkan naskah buku dari file Word langsung ke pembaca. Tetap harus ada proses editorial. Kemudian, buku perlu didesain layout dan cover secara profesional. 

Jadi, menerbitkan ebook tidak memungkinkan untuk dilakukan sendiri dan mandiri oleh penulis. Tetap membutuhkan bantuan penerbit kredibel. Selain untuk kebutuhan editorial demi menjaga mutu substansi. Serta proses desain profesional. 

Penerbit yang kredibel juga membantu penulis memastikan ebook karyanya terbit dengan ISBN, dilindungi Hak Cipta, dan detail lainnya. Sebab semua diurus secara profesional dan transparan oleh pihak penerbit. Jadi, pemilik Hak Cipta sudah jelas dari awal. Termasuk ketentuan perhitungan dan persentase royalti. 

Jadi, pastikan naskah buku diterbitkan oleh penerbit kredibel dan berpengalaman dalam menerbitkan ebook berkualitas. Cek legalitas penerbit tersebut, cek portofolionya, dan cek juga kualitas pelayanan seluruh timnya bagaimana. Pastikan memang memuaskan dan profesional. 

Baca juga: Paket Penerbitan Ebook Deepublish: Pilihan Paket, Fasilitas, dan Alur Penerbitannya

4. Pastikan Editorial Berjalan Baik 

Menerbitkan ebook tentunya harus dipastikan kualitasnya mumpuni. Sebab ebook ini harus berisi data atau informasi yang benar dan disajikan secara jelas serta menarik kepada pembaca. Sehingga tidak biasa asal disusun. 

Selain itu, isi dari ebook adalah cerminan dari kompetensi penulisnya. Jika bagus, maka mencerminkan penulis yang memang kompeten menyusun buku. Begitu sebaliknya, jika isinya jelek maka pembaca menilai naskah disusun penulis yang tidak kompeten. 

Oleh sebab itu, pastikan naskah buku melewati proses editorial di penerbit yang dipilih. Hal ini terlihat dari proses seleksi, kemudian ada permintaan revisi yang jelas, dan detail lainnya. Jadi, naskah yang dikirim tidak langsung terbit dan ada revisi bukan berarti penerbitnya jelek. Tapi proses editorial sudah berjalan baik. 

5. Pastikan Layout Ebook Sudah Benar

Ebook tidak memiliki fisik, sebab tidak ada tahap cetak di media kertas sebagaimana pada penerbitan buku cetak. Maka kekuatan dari ebook selain dari substansi yang memang bermutu. Adalah dari segi desain tampilan yang nyaman dan mumpuni. 

Maka utamakan penerbit yang memiliki tim desain profesional, sudah ahli, dan juga hasil desain mumpuni. Penerbit juga harus mengirimkan hasil desain cover serta layout untuk dinilai oleh penulis. 

Jadi, penulis terlibat langsung untuk memastikan tampilan ebook sudah menarik dan enak dibaca. Sebab ebook yang layout sembarangan, bisa menurunkan kenyamanan pembaca. Dampaknya ulasan ebook buruk, sepi pembaca, dan angka penjualan jeblok. 

6. Pilih Penerbit dengan Jaringan Digital yang Luas 

Ebook akan lebih mudah sampai ke pembaca dan memberi manfaat saat distribusi lancar serta berskala luas. Maka penting sekali untuk memilih penerbit yang punya jaringan pemasaran digital luas. 

Selain mengandalkan website, akun marketplace, dan akun media sosial resmi milik penerbit. Juga bekerjasama dengan sejumlah platform jual beli buku daring. Kemudian bekerjasama dengan berbagai toko buku daring dan luring. Distribusi yang luas membuat jangkauan pembaca lebih luas dan efektif. 

7. Memilih Format Ebook yang Sesuai 

Format ebook di Indonesia tentunya bukan hanya PDF. Masih ada banyak pilihan format lainnya mulai dari TXT sampai dengan MOBI. Jadi, pastikan melakukan riset dan konsultasi dengan penerbit sebaiknya memakai format yang mana. 

Tujuannya agar lebih relevan dengan jaringan platform digital pemasaran. Sekaligus dengan karakter pembaca di Indonesia menggunakan perangkat dan pembaca ebook yang digunakan. 

Melalui penerapan sejumlah tips tersebut. Ditunjang pula dengan pemahaman penulis mengenal seluruh kelebihan dan kekurangan ebook. Maka bisa menguatkan persiapan dalam menerbitkan buku ke versi ebook. Sebab sudah dipastikan pilihan ini menjadi pilihan terbaik. 

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa saja kelebihan menerbitkan ebook?

Menerbitkan ebook memiliki beberapa kelebihan, seperti proses penerbitan lebih cepat, distribusi lebih luas, biaya lebih terjangkau, risiko stok menumpuk lebih rendah, serta lebih fleksibel dalam melakukan perbaikan isi maupun desain.

2. Apa kekurangan menerbitkan ebook?

Beberapa kekurangan ebook antara lain persaingan tinggi di pasar digital, tidak semua pembaca memilih ebook, risiko pembajakan, ketergantungan pada perangkat elektronik, serta biaya produksi rendah yang tidak selalu menjamin keuntungan tinggi.

3. Kapan penulis sebaiknya memilih menerbitkan ebook?

Ebook dapat menjadi pilihan ketika penulis membutuhkan distribusi cepat, ingin menjangkau pembaca digital, memiliki target pembaca yang terbiasa menggunakan perangkat elektronik, atau ingin menyediakan akses buku secara praktis.

4. Bagaimana menentukan apakah buku sebaiknya diterbitkan dalam bentuk ebook atau cetak?

Penulis perlu mempertimbangkan tujuan penerbitan, karakter target pembaca, kebutuhan distribusi, dan strategi pemasaran. Dalam beberapa kondisi, penerbitan versi cetak dan ebook secara bersamaan juga dapat menjadi pilihan.

5. Apa yang harus diperhatikan saat memilih penerbit ebook?

Penulis perlu mengecek legalitas penerbit, portofolio buku yang sudah diterbitkan, kualitas layanan, proses editorial, desain ebook, jaringan distribusi digital, serta transparansi kerja sama.

Referensi:

  1. Kawatu, R. (2021). What Are the Major Advantages of Online Book Publishing? Diakses pada 29 September 2026 dari https://www.magloft.com/blog/online-book-publishing/ 
  2. Kelebihan dan Kekurangan Buku Fisik dan Buku Digital (E-Book). (2022). Penerbit Adab. Diakses pada 29 September 2026 dari https://penerbitadab.id/blog/kelebihan-dan-kekurangan-buku-fisik-dan-buku-digital-e-book/
  3. 5 Kelebihan Menerbitkan Ebook atau Buku Digital yang Patut Dijadikan Pertimbangan. (n.d). Detak Pustaka. Diakses pada 29 September 2026 dari https://detakpustaka.com/kelebihan-menerbitkan-ebook/
  4. Nisa, K. (2026). Cetak Buku vs Ebook: Penulis Sebaiknya Pilih Mana? Diakses pada 29 September 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/penerbitan-dan-percetakan/cetak-buku-vs-ebook/
  5. Keunggulan Buku Cetak vs E-Book : Selera Membaca Gen Z di Era Digital. (2023). Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Diakses pada 29 September 2026 dari https://library.umy.ac.id/keunggulan-buku-cetak-vs-e-book-selera-membaca-gen-z-di-era-digital/
  6. Pros and Cons of Ebooks. (2022). The Urban Writer. Diakses pada 29 September 2026 dari https://theurbanwriters.com/blogs/publishing/pros-and-cons-of-ebooks

Rekomendasi Artikel Lainnya