Salah satu agenda akademik rutin para dosen di Indonesia adalah menulis sekaligus menerbitkan buku ilmiah. Dalam proses penulisan, naskah yang disusun sampai bab terakhir belum menjadi tahap akhir. Sebab masih disusul dengan proses penerbitan.
Penerbitan diawali para dosen dengan memilih penerbit yang tepat. Sekaligus yang memang sudah berpengalaman dalam menerbitkan buku ilmiah. Dalam proses ini, dosen seringkali melakukan kesalahan sehingga terhubung dengan penerbit yang kurang profesional.
Pengalaman serupa dialami oleh Dr. Moh. Rusnoto Susanto, S.Pd., M.Sn., MCE. yang merupakan salah satu dosen di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Sebelum menjadi penulis Deepublish, diakuinya sudah ada beberapa penerbit lain yang digunakan jasanya. Sebelum benar-benar tertaut dengan Deepublish sampai sekarang.
Saat ditemui Deepublish, Rusnoto membagikan pengalaman panjangnya menerbitkan buku. Dalam momen tersebut, dijelaskan bahwa pertemuan dengan Deepublish masih terbilang baru. Yakni belum sampai 2 tahun ke belakang.
Rusnoto juga mengaku, jauh sebelum bertemu Deepublish. Sudah ada beberapa penerbit yang dipilih olehnya untuk membantu penerbitan naskah buku. Hanya saja, karena merasa Deepublish berbeda dan bisa menjawab kebutuhannya. Rusnoto pun setia menjadi penulis Deepublish sampai sekarang.
“Saya mengenal Deepublish tidak (belum) terlalu lama, sekitar satu setengah tahun ini. Tetapi, saya memiliki pandangan berbeda (perbedaan) dengan penerbit-penerbit lain,” kata Rusnoto membagikan pengalamannya.
Rusnoto kemudian menuturkan beberapa perbedaan Deepublish dengan penerbit yang pernah digunakan layanannya. Menurutnya, Deepublish mampu tampil beda dan menarik dari paket penerbitan yang dibuat beragam. Sekaligus dibuat lebih menarik bagi dosen.
Tak hanya itu, Deepublish juga disebut mampu menawarkan pola penerbitan yang beragam. Sehingga para dosen, termasuk Rusnoto sendiri bisa leluasa menerbitkan berbagai jenis buku ilmiah yang telah disusun. Baik itu buku ajar, referensi, atau jenis lainnya.
“Setelah saya menerbitkan (buku, di) sekitar 5 sampai 6 penerbit sebelum ini (sebelum Deepublish). Saya melihat, Deepublish memiliki berbagai macam penawaran paket publikasi yang sangat menarik. Ini yang paling membedakan,” terang Rusnoto.
“Deepublish (juga) memfasilitasi berbagai macam pola penerbitan. Baik penerbitan monograf, penerbitan buku referensi, maupun buku ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan penulisnya,” sambungnya.
Pengalaman panjang menerbitkan buku dan bekerjasama dengan beberapa penerbit. Rusnoto juga mengaku ada nilai tambah lain yang ditawarkan Deepublish. Mulai dari layanan pendampingan yang intensif.
Menurutnya melalui pendampingan ini, Deepublish telah berhasil membangun hubungan yang dekat dan kuat dengan para penulis. Penulis dari kalangan dosen juga punya ruang yang memadai untuk memaksimalkan kualitas naskah buku yang disusun.
Sebab bisa dengan mudah berkonsultasi mengenai kesulitan dan detail lain di proses penulisan. Kemudian juga berkonsultasi dengan proses penerbitan. Sehingga penulis merasa mendapat dampingan secara utuh dari awal sampai akhir. Penulis pun tidak lagi merasa berjuang sendiri.
“Deepublish (juga) memberikan suatu pembinaan, semacam membangun relationship engage dengan para penulisnya. Ini yang menarik buat saya. Sehingga penulis lebih punya kesempatan untuk merefleksikan, mengimajinasikan kegiatan-kegiatan penelitiannya yang dikonversi ke dalam buku,” terang Rusnoto.
Lebih lanjut, Rusnoto juga menjelaskan mengenai fasilitas tambahan yang disediakan Deepublish. Melalui fasilitas ini, diakuinya sebagai penulis bisa mendapat ruang inkubasi yang membantu lebih produktif menulis.
Rusnoto juga mengaku membangun hubungan profesional dengan Deepublish melalui 3 program sekaligus. Yakni sebagai penulis Deepublish, editor penerbitan, dan juga dalam program Netpromoter sebagai mitra aktif.
Dalam 3 program berbeda tersebut, Rusnoto kemudian mendapat akses ke fasilitas villa Deepublish yang ada di 3 wilayah. Mencakup villa di Yogyakarta sendiri, kemudian di Cirebon, dan juga villa di Bali.
“Kemudian, program lain yang ditawarkan Deepublish terhadap penulis, ini sudah saya alami (mengakses sendiri). Saya memiliki, jejaring dengan Deepublish dengan 3 aspek. Saya sebagai penulis, editor, juga saya sebagai Netpromoter,” jelas Rusnoto.
“3 Aspek ini, kemudian diberikan fasilitas Deepublish untuk menikmati satu ruang produktif. Ruang kreatif. Ruang inkubasi, untuk saya dan teman-teman sebagai penulis menggunakan fasilitas villa. Yaitu di Yogyakarta, di Bali, maupun di Cirebon,” sambungnya.
Fasilitas villa yang disediakan Deepublish menurut Rusnoto bukan sekadar tempat untuk menenangkan pikiran dan rekreasi. Meskipun bisa mengajak rekan sejawat dan keluarga untuk mengunjungi villa tersebut. Menurutnya, villa ini lebih ideal digunakan para penulis untuk menggarap naskah.
Villa dari Deepublish menawarkan tempat yang bersih dan nyaman. Sekaligus dilengkapi dengan banyak fasilitas. Seperti makanan, aneka snack, dan lain sebagainya. Sekaligus memberikan suasana yang lebih tenang dan sejuk.
Kondisi ini membuat villa yang disediakan Deepublish bisa difungsikan para penulis sebagai ruang produktif. Mencari ide tulisan, ide untuk mengembangkan naskah, menulis untuk melanjutkan bab pada naskah yang sedang digarap, dan sebagainya.
“(Villa) itu menjadi ruang yang paling inkubasi buat kita untuk merefleksikan, merencanakan, untuk memproduksi satu draft penulisan buku yang lebih produktif. Ini akses yang diberikan Deepublish untuk lebih produktif (dalam) penulisan,” ungkap Rusnoto.
Tak hanya membagikan pengalaman menggunakan layanan penerbitan buku dari Deepublish. Sekaligus memaparkan sejumlah program dan fasilitas untuk menunjang produktivitas para penulis menghasilkan karya baru yang berkualitas.
Rusnoto juga menyampaikan harapannya kepada Deepublish agar bisa berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Salah satu saran yang diberikan, Deepublish bisa membangun jejaring yang skalanya lebih besar dan luas.
Sehingga bisa menggandeng lebih banyak dosen untuk menjadi penulis Deepublish yang produktif. Sekaligus memberi keleluasaan bagi para penulis untuk mengembangkan hubungan kerjasama dengan Deepublish melalui berbagai program menarik.
Jadi, tidak hanya terbangun hubungan antara penulis dan penerbit. Akan tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang. Dimana dalam program-program tersebut, Deepublish mampu memfasilitasi para penulis untuk memperluas jaringan dalam skala lebih besar lagi.
“Harapannya bahwa setelah ini, Deepublish membangun suatu jejaring yang lebih besar lagi. Jejaring yang lebih luas lagi. Saya yakin (bisa), karena Deepublish punya program-program Netpromoter yang juga luar biasa. Juga tim yang sudah sangat komplit dan solid,” terang Rusnoto.
“Sehingga kami bersama teman-teman di Prodi Seni Rupa juga merekomendasikan berbagai macam universitas untuk bisa bekerja sama dengan Deepublish. Harapannya, kedepan bisa melakukan sinergitas yang tanpa batas,” pungkasnya.
Para dosen di Indonesia yang selama ini mengalami kendala dalam memilih penerbit buku. Sekaligus merasa ada ketidakpuasan dengan layanan penerbit yang selama ini digunakan. Maka bisa mempertimbangkan menggunakan layanan dari Penerbit Deepublish.
Sehingga bisa ikut merasakan langsung pengalaman positif yang juga dialami Rusnoto. Para dosen bisa mulai terhubung dengan tim Deepublish dengan daftar sebagai penulis Deepublish. Pendaftaran bisa melalui halaman Daftar menjadi Penulis Buku.
Bagi akademisi, yakni dosen maupun mahasiswa aktivitas menyusun karya tulis ilmiah (KTI) menjadi agenda rutin.…
Dalam kegiatan belajar, membaca, maupun menulis, tentunya akan dekat dengan proses parafrase, meringkas, dan menarik…
Menulis buku, baik ilmiah maupun nonilmiah memang bukan hal yang mudah. Banyaknya kendala dan hambatan,…
Dalam proses penerbitan buku, penulis tentu perlu mengirimkan naskahnya ke penerbit. Jadi, tidak bisa terbit…
Konversi KTI merupakan proses mengubah satu jenis KTI ke jenis KTI lainnya. Misalnya mengubah laporan…
Publikasi hasil penelitian dosen bisa dalam bentuk publikasi artikel ilmiah di prosiding maupun jurnal. Bisa…