⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Penulisan Kata ‘Non’ yang Benar

penulisan kata non yang benar

Sudahkah Anda mengetahui bagaimana penulisan kata non yang benar dan sesuai kaidah? Misalnya saat mau menulis kata non dan blok, Anda akan menulis non-blok atau nonblok? Jika Anda masih bingung, maka Anda harus membaca pembahasan penulisan kata non sampai habis.

Mengenal Bentuk Terikat dalam Bahasa Indonesia 

Membahas mengenai penulisan kata non yang benar, bisa dimulai dengan mengenal bentuk terikat dalam bahasa Indonesia. Menurut Kamus Linguistik Edisi Keempat (2009), bentuk terikat adalah bentuk bahasa yang harus bergabung dengan unsur lain untuk dipakai dengan makna yang jelas.

Secara sederhana, artinya ada beberapa kata yang sifatnya menyatu dengan suatu kata agar membentuk makna yang jelas. 

Bentuk terikat dari suatu kata membuat kata tersebut tidak bisa berdiri sendiri, ketika berdiri sendiri maka tidak memiliki makna. Sebaliknya, ketika kata yang masuk kategori bentuk terikat ini bersatu dengan kata lain. Barulah ada makna yang terbentuk dan bisa dipahami. 

Ada beberapa jenis kata yang memiliki sifat bentuk terikat. Seperti kata “pra”, “antar”, “maha”, “kontra”, “pro”, dan “pasca”. Semua kata bentuk terikat ini tidak bisa berdiri sendiri. Ketika ingin diberi makna maka harus menyatu dengan kata lainnya. 

Baca Juga: Cara Cek Kesalahan Kata (Typo & Kata Baku) Melalui Google Doc

Penulisan Kata Non yang Benar 

Kata “non” yang masuk dalam kategori kata bentuk terikat, kemudian memiliki aturan khas dalam penulisan. Jadi, sesuai dengan namanya yakni “bentuk terikat” maka penulisan kata non yang benar mengikuti makna tersebut. 

Penulisan kata non yang benar ditulis menyatu atau tidak dipisahkan spasi dengan kata di depannya. Tahukah Anda? Kata “non” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “tidak” atau “bukan”. Jadi, kata non merupakan bentuk kata yang membantu menunjukan pengecualian. 

Standar penulisan kata bentuk terikat mengacu pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan juga EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Sebagai kata bentuk terikat, maka bentuk baku ditulis dengan cara disambung dengan kata setelahnya. 

Berikut beberapa contoh penulisan kata non yang benar: 

SalahBenar
non tunainontunai
non teknisnonteknis
non migasnonmigas
non regulernonreguler
non stopnonstop
non karyawannonkaryawan

Jadi, dari penjelasan ini bisa dipahami bahwa penulisan non yang benar adalah disambung. Tidak lagi dipisahkan oleh spasi apalagi tanda strip (-) misalnya pada kata “non-tunai”. Pemahaman ini membantu menuliskannya dengan benar dan sesuai standar atau kaidah bahasa Indonesia. 

Baca Juga: 300+ Kata Baku dan Tidak Baku Yang Sering Dipakai dan Salah

Tips Menghindari Kesalahan Penulisan dalam Bahasa Indonesia 

Penulisan kata non dalam bahasa Indonesia yang mengikuti ketentuan dalam EYD atau PUEBI akan membentuk suatu kata baku. Ketika Anda masih menuliskan kata non dipisah maupun tanda strip, maka hasilnya akan membentuk kata tidak baku. 

Kata non sendiri merupakan sebagian kecil dari ragam kata yang diperdebatkan bentuk bakunya. Kata non menjadi perdebatan lantaran salah satu instansi pemerintah memang memakai istilah “Non Tunai” yang dipisahkan dengan spasi. 

Dikutip melalui salah satu artikel yang diunggah di laman Kompasiana, Bank Indonenesia (BI) sempat membuat gerakan dengan tajuk GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai).  

Penulisan instansi ini lantas membuat penulisan “non tunai” dianggap benar dan menjadi bentuk baku. Hal tersebut memicu kebingungan publik yang sudah memahami bentuk bakunya yang benar seperti apa. 

Terlepas dari hal ini, tentu masih banyak jenis kata dalam bahasa Indonesia yang memberi rasa bingung mengenai bagaimana penulisannya. Jika Anda seorang penulis, hal ini tentu bisa menjadi masalah jika tidak dicari solusinya. 

Maka ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari kesalahan penulisan, termasuk penulisan kata non tunai yang benar, yaitu: 

1. Memperbanyak Aktivitas Membaca 

Tips pertama adalah memperbanyak aktivitas membaca. Bisa membaca apa saja, semakin beragam bahan bacaan yang dibaca maka semakin baik. Kenapa? Sebab dengan cara ini Anda bisa mengenal lebih banyak kata, baik baku dan tidak baku. 

Ada kalanya, Anda akan bertemu kata yang masih rancu dan terindikasi tidak baku pada sebuah karya tulis yang idealnya berisi ragam kata baku. Hal ini akan memunculkan rasa ingin tahu untuk mengenal dan memahami tata penulisan kata tersebut seperti apa. 

Selain itu, dengan membaca karya tulis orang lain Anda juga bisa mengetahui bagaimana penulisan suatu kata yang baik, terutama dari tulisan yang memang dari karya seseorang yang kredibel dan dipublikasikan perusahaan yang sudah dikenal profesional. 

Baca Juga: 5 Cara Membedakan Kata Baku dan Tidak Baku Agar Tak Keliru

2. Melakukan Pengecekan Kata di KBBI 

Khusus jika Anda mendapati suatu kata yang dicurigai atau terindikasi tidak baku tetapi muncul di karya tulis, maka jangan membuat asumsi pribadi dulu. 

Anda bisa mengecek kata tersebut di KBBI yang sudah online. Cukup membuka laman KBBI dan mengetik kata yang dicurigai tidak baku tersebut. KBBI akan mendeteksi baku tidaknya kata tersebut dalam hitungan detik. 

Jika memang KBBI menyatakan kata tersebut sudah baku, maka artinya asumsi Anda keliru dan semakin tahu penulisan yang benar seperti apa. Sebaliknya, jika KBBI menyebut kata tersebut tidak baku maka wawasan Anda sudah semakin luas. Ketika memakai kata ini dalam menulis, Anda akan menuliskannya sesuai kaidah. 

3. Mencari Pembahasan Mengenai Kata yang Diduga Tidak Baku 

Selain mencari atau mengecek baku tidaknya suatu kata dari KBBI online. Ada baiknya Anda juga mencari tahu lebih dalam mengenai kata tersebut. Misalnya mengenai penulisan kata non yang benar. 

Anda bisa mencari buku atau artikel online yang membahasnya. Sehingga bisa lebih tahu kata non ini masuk kategori kosakata apa dan bagaimana aturan penulisannya sesuai dengan EYD maupun PUEBI. Hal ini penting, agar ketika menemukan kata yang satu kategori bisa menuliskannya dengan benar. 

Baca Juga: 2 Cara Cek Kata Baku, Pasti Benar! [Rekomendasi]

4. Memperbanyak Latihan Menulis 

Tips terakhir untuk menghindari penulisan suatu kata dalam bahasa Indonesia adalah memperbanyak latihan menulis. Menulis kata baku memang lebih sulit dibanding mengucapkannya. 

Sebab, aturan di dalam menulis kata baku lebih kompleks dibanding ketika suatu kata baku diucapkan secara lisan. Oleh sebab itu, usahakan latihan menulis secara kontinyu agar bisa ingat aturan-aturan penulisan kata baku yang benar. 

Itulah penjelasan detail mengenai seperti apa penulisan kata non yang benar dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Sebab, penulisan dari kata jenis ini memang masih memicu kebingungan banyak orang. 

Jika ada pertanyaan yang berkaitan dengan isi artikel ini, jangan ragu menuliskannya di kolom komentar. Klik tombol Share untuk membagikan artikel ini ke kolega dan orang terdekat Anda. Semoga bermanfaat. 

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama