Kurikulum OBE menjadi kurikulum yang mulai dijalankan di pendidikan tinggi Indonesia. Dalam mendukung perumusan serta penerapan kurikulum tersebut, tentunya membangun kolaborasi dengan pihak eksternal perlu dipertimbangkan.
Melalui kerjasama institusi dengan pihak eksternal, misalnya perusahaan penerbitan dan perusahaan di bidang lainnya. Maka bisa meningkatkan pemahaman para dosen dalam implementasi kurikulum OBE. Sekaligus mengembangkan bahan ajar yang sesuai.
Penerbit Deepublish memahami kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun kerjasama akademik. Sehingga menggelar program Kerjasama Institusional yang kemudian membangun kolaborasi dengan Institut Agama Islam An-Nadwah Kuala Tungkal (IAI An-Nadwah Kuala Tungkal).
IAI An-Nadwah dan Penerbit Deepublish Gelar Workshop Buku Ajar Berbasis OBE
Awal Desember 2025, Penerbit Deepublish kembali menjalin kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi kredibel di Indonesia. Yaitu IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Kegiatan perdana hasil kolaborasi tersebut adalah diselenggarakannya kerjasama workshop.
Deepublish dan IAI An-Nadwah Kuala Tungkal resmi menggelar Workshop Kurikulum Berbasis OBE dan Integrasi Bahan Ajar Menjadi Buku Ajar secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Rabu (01/12/2025).
Workshop buku ajar dan juga mengusung topik tentang kurikulum OBE ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan para dosen. Khususnya dosen yang mengabdi di IAI An-Nadwah Kuala Tungkal yang perlu memahami apa dan bagaimana penerapan kurikulum OBE.
Dalam workshop hasil kolaborasi antara Deepublish dengan IAI An-Nadwah Kuala Tungkal ini menghadirkan 2 narasumber. Yaitu Dr. Miguna Astuti, Dosen Ambassador Penerbit Deepublish, sekaligus merupakan Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta.
Sdangkan narasumber kedua, adalah Baiq Nadira Syafaati Hidayat yang merupakan Konsultan Kemitraan Institusi Penerbit Deepublish. Workshop juga dihadiri oleh seluruh sivitas akademik IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Baik itu dosen, pejabat struktural, dan juga tenaga kependidikan (tendik).
Tak hanya menggelar penyampaian materi sesuai taju dalam workshop hasil kerjasama kedua belah pihak. Workshop kali ini sekaligus menandai terjalinnya kerjasama akademik melalui penandatanganan MoU dari kedua belah pihak.
Pentingnya Penerapan Kurikulum OBE di Perguruan Tinggi
Kegiatan workshop dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Rektor IAI An-Nadwah Kuala Tungkal, Dr. H. Nur Habibullah. Dalam sambutannya tersebut, Nur menjelaskan pentingnya penerapan kurikulum OBE di perguruan tinggi. Khususnya di lingkungan IAI An-Nadwah Kuala Tungkal.
Menurutnya, implementasinya punya urgensi yang sangat tinggi. Selain sebagai bentuk kepatuhan perguruan tinggi terhadap regulasi pemerintah. Juga sekaligus menjadi respon terhadap tantangan global yang semakin kompleks.
Penerapan kurikulum OBE tentunya tidak mudah. Nur memaparkan ada banyak hal baru dan pencapaian baru yang harus diraih perguruan tinggi di Indonesia. Termasuk oleh IAI An-Nadwah Kuala Tungkal.
Mulai dari mendorong mahasiswa dan lulusan menguasai ilmu pengetahuan secara teori. Sampai pada tahap penguasaan keterampilan praktis, pembentukan karakter, dan peningkatan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Memahami pentingnya penerapan kurikulum OBE secepatnya, Nur juga memberi apresiasi pada seluruh sivitas akademik yang hadir mensukseskan workshop institusi hasil kerjasama dengan Deepublish. Sebab bersedia meluangkan waktu untuk hadir dengan penuh antusias.
Pentingnya Penyusunan Buku Ajar sebagai Implementasi Kurikulum OBE
Miguna Astuti membuka pemaparan materi dalam workshop institusi hasil kolaborasi IAI An-Nadwah Kuala Tungkal dan Deepublish dengan menyampaikan CPL pada kurikulum OBE. Salah satu tahap dalam implementasi kurikulum OBE adalah menyusun RPS yang didalamnya mencakup CPL yang sudah ditetapkan.
Miguna menjelaskan, penentuan atau perumusan CPL menjadi tahap awal. Baru kemudian menentukan materi apa saja yang akan disampaikan agar CPL tersebut bisa direalisasikan atau dicapai. Hal ini sesuai dengan ciri khas kurikulum OBE yang memiliki backward design.
“Pendidikan berbasis OBE mengharuskan kita menentukan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) terlebih dahulu sebelum menentukan apa yang akan diajarkan. Kita harus bertanya: Apa yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran berakhir”, kata Miguna membuka materi.
Lebih lanjut, Miguna juga menjelaskan sejumlah materi dalam workshop tersebut. Mulai dari membahas mengenai Program Educational Objectives, Program Learning Outcomes, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga teknik menyusun buku ajar berdasarkan mata kuliah berbasis OBE.
Penerbitan Buku Ajar Berbasis OBE dan Ber-ISBN oleh Dosen
Menulis buku ajar berbasis OBE dan menerbitkannya melalui jasa penerbit buku pendidikan yang kredibel. Juga menjadi bagian penting dari implementasi kurikulum OBE di perguruan tinggi.
Sebab buku ajar berbasis OBE ini bisa dijadikan pegangan mahasiswa saat mengikuti perkuliahan yang didasarkan pada RPS OBE yang disusun oleh dosen. Materi ini pula yang menjadi topik utama yang dipaparkan oleh Baiq Nadira Syafaati Hidayat.
Baiq menjelaskan beberapa tahapan dalam alur proses penulisan dan penerbitan buku ajar yang disusun oleh dosen. Khususnya dosen di bawah naungan IAI An-Nadwah Kuala Tungkal.
Selain itu, Baiq juga menyampaikan bahwa menulis buku ajar dan buku ilmiah lain oleh para dosen bukan sekedar rutinitas akademik. Bukan juga sekedar strategi dalam mengembangkan jenjang jabatan fungsional. Akan tetapi juga bernilai ibadah, sebab buku tersebut menjadi amal jariyah para dosen.
“Buku yang dibaca oleh banyak orang dapat menjadi amal jariyah. Selain manfaat spiritual, penerbitan buku juga memberi nilai akademik seperti kenaikan jabatan fungsional hingga membuka peluang meraih pengakuan dan penghargaan,” kata Baiq dalam pemaparan materi di workshop kerjasama IAI An-Nadwah Kuala Tungkal dan Deepublish.
Supaya buku ajar karya dosen yang telah terbit bisa mendukung pemenuhan target BKD dan menunjang kenaikan jabatan fungsional. Baiq menjelaskan pentingnya buku-buku ilmiah tersebut terbit oleh penerbit buku dosen kredibel, sehingga terbit ber-ISBN. Sekaligus memenuhi standar Ditjen Dikti lainnya.
Kerjasama Workshop untuk Meningkatkan Publikasi Akademik Dosen
Workshop kerjasama ini sekaligus bertujuan untuk memperkuat pemahaman para dosen mengenai implementasi Outcome-Based Education (OBE). Khususnya dalam proses pembelajaran.
Dosen juga dibekali kemampuan dalam mengintegrasikan bahan ajar ke dalam bentuk buku ajar yang tersusun secara sistematis. Kemudian juga relevan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta memenuhi standar akademik yang ditetapkan perguruan tinggi.
Selain itu, agenda workshop juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan luaran akademik berupa buku ajar yang bermanfaat bagi pembelajaran dan penelitian institusi.
Workshop Kurikulum Berbasis OBE dan Integrasi Bahan Ajar Menjadi Buku Ajar merupakan wujud nyata komitmen IAI An-Nadwah Kuala Tungkal dan Penerbit Deepublish dalam membangun kemitraan yang berfokus pada penguatan kapasitas dosen.
Kerjasama ini diharapkan terus berlanjut melalui program pendampingan penulisan, penerbitan buku dosen, hingga peningkatan kualitas publikasi akademik institusi secara berkelanjutan. Sehingga menjadi kerjasama jangka panjang.
Bagi perguruan tinggi, fakultas, maupun program studi yang ingin meningkatkan mutu buku ajar. Sekaligus optimasi produktivitas publikasi dosen dapat menjalin kerjasama workshop bersama Penerbit Deepublish.
Melalui program ini, perguruan tinggi dapat memperoleh pelatihan penulisan buku ajar, pendampingan naskah, pemahaman alur penerbitan buku ber-ISBN, hingga dukungan penguatan literasi akademik sesuai kebutuhan kampus. Informasi detailnya bisa mengunjungi halaman Layanan Kerjasama Institusional.








