Seputar Dosen

Buku untuk Karir Dosen: Jenis, Angka Kredit, Manfaat, dan Strategi Publikasinya

Semua dosen di Indonesia tentunya memiliki keinginan untuk karir akademiknya berkembang. Ada banyak strategi dalam mengembagkan karir akademik dosen. Salah satunya melalui produktivitas penerbitan buku untuk karir dosen. 

Akselerasi kenaikan jenjang jabatan akademik dosen bukan hanya lewat penerbitan artikel di jurnal ilmiah. Akan tetapi juga lewat penerbitan buku ilmiah secara rutin dan berkelanjutan. Menerbitkan buku, sekaligus memberi manfaat tambahan bagi dosen. Berikut informasinya. 

Pentingnya Penerbitan Buku untuk Akselerasi Karir Akademik Dosen

Menerbitkan buku untuk karir dosen yang terus berkembang menjadi strategi yang tepat. Sebab termasuk dalam publikasi ilmiah dan bisa masuk dalam BKD. Sekaligus masuk penilaian angka kredit. Baik itu AK Konversi maupun AK Prestasi, bergantung pada jenis buku ilmiah yang disusun oleh dosen. 

Kabar baiknya lagi, ada banyak alasan yang membuat penerbitan buku ilmiah berpotensi mempercepat pengembangan karir akademik dosen. Berikut penjelasannya:

1. Nilai Angka Kredit Buku Terbilang Tinggi

Alasan yang pertama kenapa buku bisa menunjang percepatan kenaikan jabatan akademik dosen karena nilai angka kreditnya yang tinggi. Mengacu pada Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026 nilai angka kredit buku referensi dan monograf mencapai 40 poin.

Poin angka kredit ini setara dengan publikasi di jurnal internasional bereputasi pada peringkat Q1. Padahal publikasi di jurnal dengan kriteria tersebut jauh lebih sulit karena melewati proses peer review dan tentunya harus disusun dengan bahasa PBB. Misalnya bahasa Inggris.

Jadi, bagi dosen yang masih kesulitan membangun riwayat publikasi di jurnal internasional bereputasi. Akan tetapi ingin meraih poin angka kredit yang setara. Maka bisa menerbitkan buku ilmiah, baik itu buku referensi maupun buku monograf.

Semakin rutin menerbitkan buku, semakin cepat memenuhi ketentuan jumlah AK Kumulatif. Sehingga semakin cepat pula dosen bisa eligible untuk mengajukan usulan kenaikan jenjang jabatan akademik.

2. Penerbitan Buku Menjadi Luaran Tambahan dalam Penelitian

Alasan kedua, buku untuk karir dosen yang progresnya cepat adalah karena bisa menjadi luaran tambahan. Menerbitkan buku bisa menjadi bagian dari penyebarluasan hasil penelitian dosen.

Kemudian dilaporkan sebagai luaran tambahan, karena umumnya luaran wajib dalam bentuk publikasi di jurnal ilmiah sampai HKI jenis Paten. Jadi, dari satu kegiatan penelitian dosen bisa memiliki minimal 2 jenis publikasi.

Keduanya sama-sama bisa diklaim dosen saat pelaporan BKD. Sekaligus sama-sama diakui dalam penilaian AK Prestasi. Terutama jika memenuhi standar Kemdiktisaintek. Sehingga dosen bisa segera eligible untuk mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik.

3. Proses Penerbitan Buku Cenderung Lebih Cepat

Alasan dan arti penting ketiga kenapa buku untuk karir dosen bisa sebagai strategi akselerasi, adalah proses penerbitan cenderung lebih cepat. Harus diakui, publikasi ilmiah di suatu jurnal butuh waktu lama.

Biasanya bersumber dari durasi peer review oleh 2 orang pakar di bidangnya yang butuh waktu panjang. Bisa sampai beberapa bulan, bahkan bisa sampai beberapa tahun. Sebab hasil review tersebut biasanya diikuti revisi. Sehingga jarak waktu dari submit artikel sampai statusnya terpublikasi bisa sampai tahunan.

Berbeda dengan menerbitkan buku ilmiah, biasanya dalam hitungan bulan. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya tingkat kesiapan naskah untuk terbit. Jika naskah tidak ada kabar dari penerbit, maka dosen bisa langsung beralih ke penerbit lain. Sehingga bisa segera diterbitkan oleh penerbit lain.

Dalam hitungan bulan setelah naskah buku diterima penerbit, biasanya sudah terdistribusi ke berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga isa segera dosen klaim dalam pelaporan BKD. Supaya sistem di SISTER mendeteksi Anda sudah eligible untuk mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik.

Jenis-Jenis Buku untuk Menunjang Karir Akademik Dosen

Apakah semua buku bisa difungsikan sebagai penunjang karir akademik dosen? Jika merujuk pada sejumlah aturan yang diterbitkan Kemdiktisaintek, ada beberapa jenis buku untuk karir dosen. 

Jadi, tidak semua jenis buku bisa disusun dosen dan kemudian diklaim dalam penilaian angka kredit. Berikut jenis-jenis buku yang bisa membantu dosen mengembangkan karir akademik:

1. Buku Ajar

Jenis buku pertama yang bisa ditulis dan diterbitkan dosen untuk pengembangan karir akademik adalah buku ajar. Buku ajar karya ilmiah berbentuk buku yang disusun ahli di bidangnya sebagai pegangan dan pedoman kegiatan belajar mengajar.

Buku ajar sendiri termasuk jenis buku ilmiah yang umum ditulis oleh dosen. Target pembacanya adalah kalangan mahasiswa untuk dijadikan pegangan mengikuti perkuliahan. Sekaligus pegangan saat belajar mandiri di luar jam kuliah.

Buku ajar sendiri sesuai ketentuan masuk dalam pelaksanaan tugas pendidikan dalam subunsur pengembangan bahan ajar. Buku ajar memberi tambahan poin angka kredit untuk penilaian AK Konversi.

2. Buku Referensi

Jenis buku untuk karir dosen berikutnya adalah buku referensi. Buku referensi adalah karya tulis ilmiah dalam bentuk buku yang pembahasannya terdiri dari beberapa topik di suatu bidang keilmuan.

Buku ilmiah jenis ini juga umum ditulis oleh kalangan dosen dan didasarkan pada hasil penelitian. Oleh sebab itu bisa diklaim dosen dalam BKD untuk tugas penelitian. Kemudian menambah poin angka kredit dalam penilaian AK Prestasi.

Buku referensi memiliki poin angk akredit tinggi, yakni sebesar 40 poin. Besaran angka kredit ini membuatnya setara dengan 1 publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi pada peringkat Q1.

3. Buku Monograf

Jenis buku untuk karir dosen yang ketiga adalah buku monograf. Buku monograf adalah karya tulis ilmiah dalam bentuk buku yang pembahasannya fokus di satu topik saja pada suatu bidang keilmuan.

Buku monograf juga menjadi buku ilmiah yang umum ditulis dosen dan didasarkan pada hasil penelitian. Sehingga sama seperti buku referensi, monograf bisa diklaim ke BKD dalam tugas penelitian. Sekaligus masuk ke penilaian AK Prestasi.

Sesuai regulasi terbaru, nilai angka kredit untuk buku monograf sekarang sudah setara dengan buku referensi. Sehingga sama-sama memberi tambahan 40 poin angka kredit.

Baca juga: Layanan Konversi Karya Ilmiah menjadi Buku Akademik untuk Mendukung Rekognisi Dosen

4. Bunga Rampai (Book Chapter)

Buku untuk karir dosen berikutnya adalah bunga rampai, dikenal juga dengan sebutan book chapter. Bunga rampai adalah karya tulis ilmiah berbentuk buku yang isinya kumpulan artikel ilmiah dan dijadikan satu.

Bunga rampai umumnya ditulis beberapa orang dosen, dan setiap bab memiliki judul tersendiri. Sekaligus tidak berkaitan dengan bab lainnya. Namun, semua bab tersebut masih di topik yang sama pada bidang keilmuan yang sama juga.

Secara umum, bunga rampai minimal tersusun dari 5 bab dan bisa ditulis minimal oleh 2 orang dosen. Meskipun begitu, bunga rampai juga bisa ditulis oleh dosen sebagai penulis tunggal. Angka kreditnya adalah 15 poin untuk bunga rampai internasional, dan 10 poin untuk bunga rampai nasional.

5. Buku sebagai Karya Sastra

Berikutnya yang menjadi buku untuk karir dosen adalah buku karya sastra. Khusus untuk dosen di bidang ilmu sastra. Maka kegiatan penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah, Kemdiktisaintek tidak hanya mengakui jurnal maupun prosiding dan buku ilmiah. Akan tetapi juga mengakui buku karya sastra.

Jadi, setiap karya sastra dalam bentuk buku yang diterbitkan oleh dosen bisa diklaim dalam BKD untuk tugas penelitian. Sekaligus menambah poin angka kredit dalam AK Prestasi untuk kenaikan jabatan akademik.

Karya sastra dalam bentuk buku yang diakui mencakup novel, antologi puisi, antologi cerpen, naskah drama, sampai skenario film. Besaran angka kredit berbeda-beda tergantung pada tingkat rekognisinya. Apakah lokal, nasional, atau sudah diakui secara internasional.

Misalnya untuk novel bertaraf internasional, maka memberikan 20 poin angka kredit. Jika bertaraf nasional maka memberi 15 poin angka kredit. Jika bertaraf lokal, maka memberi 10 poin angka kredit.

Manfaat Tambahan Menerbitkan Buku bagi Dosen

Bukan hanya buku untuk karir dosen saja, akan tetapi masih banyak lagi manfaat lain yang diterima dosen. Dalam menerbitkan buku, dosen bisa mendapatkan manfaat yang beragam. Diantaranya adalah:

1. Membangun dan Menguatkan Portofolio Dosen

Menerbitkan buku ilmiah maupun buku karya sastra sesuai penjelasan sebelumnya, bisa membantu menguatkan portofolio dosen. Bagi dosen pemula, efektif membangun portofolio.

Sebab seluruh buku yang diterbitkan tersebut menjadi bukti kompetensi dan kinerja tri dharma yang dijalankan. Sekaligus membangun kepakaran di topik apa pada bidang keilmuan apa.

Sebab seluruh buku tersebut akan fokus pada satu topik di bidang keilmuan yang ditekuni dosen. Semakin banyak buku diterbitkan, semakin jelas kepakaran dosen di topik apa. Sehingga memudahkan proses kolaborasi sampai tawaran mengisi seminar maupun webinar yang mengusung topik relevan.

2. Meningkatkan Mutu Pembelajaran

Buku yang ditulis oleh dosen an diterbitkan, bisa menjadi pegangan dosen lain dalam menjalankan perkuliahan. Sekaligus bisa menjadi pegangan mahasiswa saat mengikuti perkuliahan maupun belajar mandiri.

Maka artinya, menerbitkan buku oleh dosen bisa bermanfaat bagi akademisi lain. Baik dosen lain maupun kalangan mahasiswa. Sebab bisa mendukung jalannya pembelajaran kemudian meningkatkan mutu pembelajaran tersebut.

3. Sumber Penghasilan bagi Dosen

Manfaat lainnya, menerbitkan buku bisa membantu dosen mendapatkan penghasilan tambahan. Yaitu melalui royalti. Semakin tinggi angka penjualan buku tersebut, semakin besar nilai royalti yang diterima oleh dosen.

Meski hanya cair 1-2 kali dalam setahun dan bergantung pada angka penjualan buku. Namun, banyak juga dosen yang bisa mendapat royalti lumayan setiap tahunnya.

Strategi Publikasi Buku agar Efisien dan Terus Produktif

Publikasi buku untuk karir dosen akan memberikan manfaat yang lebih beragam lagi. Sehingga tidak hanya mendukung kenaikan jenjang jabatan akademik. Oleh sebab itu, mengupayakan agar produktif menerbitkan buku dan secara kontinyu adalah hal penting. 

Namun, agenda akademik dosen tentunya sangat padat. Sebab harus menjalankan seluruh tri dharma, disusul tugas penunjang sampai tugas tambahan. Lalu, bagaimana agar bisa menjaga produktivitas menerbitkan buku berkualitas? 

Salah satu strategi yang efektif adalah melakukan konversi KTI. Karya tulis ilmiah nonbuku bisa diubah menjadi naskah buku. Misalnya skripsi, tesis, disertasi, artikel jurnal maupun prosiding, modul pembelajaran, dan lain sebagainya. 

Naskah hasil konversi tersebut kemudian diterbitkan melalui penerbit resmi dan kredibel. Sehingga bisa membantu mempercepat penyusunan naskah buku, sekaligus meraih poin angka kredit yang optimal. 

Namun, bagi dosen yang masih kesulitan untuk melakukan konversi KTI sendiri. Maka tidak perlu pusing, sebab bisa menggunakan Layanan Konversi KTI profesional dari Penerbit Deepublish. Tim berpengalaman dan bersertifikat BNSP akan mengerjakan proses konversi. Naskah pun segera selesai dan siap untuk diterbitkan sesuai standar Kemdiktisaintek. 

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa penerbitan buku penting untuk karir dosen?

Menerbitkan buku membantu memenuhi BKD, mendapatkan angka kredit, meningkatkan reputasi, memperkuat portofolio, dan mendukung kenaikan jabatan akademik.

2. Jenis buku apa saja yang mendukung karir akademik dosen?

Jenis buku yang diakui meliputi buku ajar, buku referensi, monograf, bunga rampai (book chapter), dan buku karya sastra, tergantung bidang keilmuan dan regulasi Kemdiktisaintek.

3. Berapa nilai angka kredit buku untuk dosen?

Buku referensi dan monograf masing-masing dapat memberi 40 poin AK, sementara bunga rampai internasional 15 poin, nasional 10 poin, dan lokal 10–20 poin sesuai tingkat pengakuan.

4. Bagaimana penerbitan buku menjadi luaran tambahan penelitian?

Buku bisa menjadi publikasi tambahan dari kegiatan penelitian dosen, selain artikel jurnal atau HKI, sehingga meningkatkan peluang pengakuan di BKD dan AK Prestasi.

5. Bagaimana strategi agar publikasi buku dosen efisien dan terus produktif?

Dosen dapat melakukan konversi KTI nonbuku (skripsi, tesis, disertasi, artikel jurnal) menjadi buku, menggunakan penerbit resmi dan kredibel, serta memanfaatkan layanan profesional untuk mempercepat penerbitan.

Referensi:

  1. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39/M/KEP/2026 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/03/Salinan-Kepmendiktisaintek-39MKEP2026_Juknis-Layanan-Pengembangan-Profesi-dan-Karier-Dosen.pdf
  2. Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan. (2021). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12/E/KPT/2021 Tentang Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen. https://serdos.ub.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/PO-BKD.pdf
  3. Rubrik BKD 2021. (2021). Universitas Brawijaya. https://serdos.ub.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Rubrik-BKD-2021.pdf
  4. 7 Manfaat Menerbitkan Buku bagi Dosen. (2025). Penerbit Pena Cendekia. Diakses pada 6 Juli 2026 dari https://www.penacendekia.com/2025/03/7-manfaat-menerbitkan-buku-bagi-dosen.html
Karimatun Nisa

Recent Posts

Lewat Webinar Penerbit Deepublish, Dosen ITS Bagikan Tips Memenangkan Hibah Riset

Meraih program hibah riset atau hibah penelitian, tentunya menjadi harapan atau keinginan semua dosen di…

5 jam ago

Tidak Memiliki Roadmap Publikasi Ilmiah? Ini Dampaknya!

Dalam menunjang pemenuhan target BKD dan pengembangan karir akademik. Para dosen tentunya tidak cukup hanya…

4 hari ago

Layanan Konversi KTI menjadi Buku Akademik: Solusi Cepat Mewujudkan Buku Siap Terbit

Melakukan konversi KTI menjadi buku akademik menjadi salah satu strategi untuk dosen bisa menerbitkan buku…

6 hari ago

BKD Dinyatakan Tidak Memenuhi? Ini Penyebab dan Solusi Terbaiknya

Sesuai ketentuan, hasil penilaian BKD menghasilkan 2 kemungkinan. Yakni mendapat nilai M (Memenuhi) dan TM…

1 minggu ago

Memahami Pengertian, Struktur, dan Tata Cara Membuat Buku Panduan yang Baik

Mencari informasi mengenai bagaimana cara membuat buku panduan tentu penting. Apalagi jika dalam waktu dekat…

1 minggu ago

Fakultas Psikologi UIN Suska Riau Apresiasi Kerjasama Penerbitan Bersama Deepublish

Budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi tidak sebatas kegiatan tri dharma. Melainkan juga lebih luas…

1 minggu ago