Seputar Dosen

6 Strategi Meningkatkan Angka Kredit Kumulatif Dosen Lewat Buku Monograf

Menunjang kenaikan jenjang jabatan akademik, maka dosen perlu mengoptimalkan perolehan AK Kumulatif (Angka Kredit Kumulatif). Ada banyak sekali strategi yang bisa diterapkan untuk mencapai hal tersebut. Salah satunya lewat menulis buku monograf. 

Perlu diikuti juga dengan menetapkan strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf tersebut. Tanpa strategi yang tepat dan efektif, maka buku monograf tidak berdampak signifikan pada kenaikan AK Kumulatif. Berikut informasinya. 

Mengenal Buku Monograf dan Karakteristiknya

Membahas strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf. Tentunya harus memahami apa itu buku monograf, seperti apa karakteristiknya, dan bagaimana agar berkontribusi menambah poin AK Kumulatif. 

Buku monograf adalah salah satu jenis buku ilmiah dari hasil penelitian yang fokus membahas satu topik sesuai bidang keilmuan yang dikuasai oleh dosen (penulis). Sesuai ketentuan, buku monograf termasuk bentuk pelaksanaan tugas pokok penelitian. 

Sehingga dalam penilaian angka kredit kenaikan jabatan akademik akan masuk ke AK Prestasi (Angka Kredit Prestasi). Besaran poin angka kredit untuk buku monograf sesuai Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026 mencapai 40 poin. 

Buku monograf sering disamakan dengan buku referensi. Hal ini terjadi karena keduanya punya beberapa persamaan. Misalnya sama-sama bersumber dari hasil kegiatan penelitian dosen, ditujukan untuk dosen sebagai pegangan mengajar dan referensi kegiatan penelitian, sama-sama bernilai 40 poin angka kredit, dan sebagainya. 

Namun, secara substansi pembahasan buku referensi membahas beberapa topik di suatu bidang keilmuan. Sehingga kedalam pembahasan tidak sedetail buku monograf yang fokus pada satu topik saja. 

Buku monograf juga tidak sama dengan buku ajar. Buku ajar disusun dosen dari RPS (Rencana Pembelajaran Semester). Substansi pembahasan buku ajar adalah materi perkuliahan dan tugas (latihan soal). 

Sehingga buku ajar masuk dalam bentuk pelaksanaan tugas pendidikan pada unsur pengembangan bahan ajar. Nantinya akan masuk dalam penilaian AK Konversi (Angka Kredit Konversi) yang diperoleh dari SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) dosen. 

Baca juga: Buku Monograf: Pengertian, Karektiristik, Isi, Contoh

Mengapa Buku Monograf Bisa Meningkatkan AK Kumulatif Dosen

Setelah memahami apa itu buku monograf. Maka pembahasan penting lain berkaitan strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf adalah bagaimana saling terkait. Artinya, bagaimana buku monograf bisa mempengaruhi AK Kumulatif dosen? Berikut penjelasannya: 

1. Buku Monograf Diakui sebagai Karya Tulis Ilmiah

Dalam dunia pendidikan tinggi, buku monograf diakui sebagai salah satu jenis karya tulis ilmiah dalam bentuk buku. Sesuai ketentuan, buku ilmiah harus ditulis oleh ahli di bidangnya. Dosen memenuhi kriteria ini. 

Selain buku monograf, dosen juga bisa menulis buku ilmiah jenis lainnya. Seperti buku ajar, buku referensi, dan bunga rampai (book chapter yang bertaraf nasional maupun internasional. 

Adanya pengakuan ini, membuat buku monograf menjadi bagian dari bentuk pelaksanaan tugas akademik dosen. Sesuai penjelasan sebelumnya, masuk dalam pelaksanaan tugas penelitian. Jika diakui demikian, maka praktis buku monograf bisa masuk pelaporan BKD dan proses penilaian AK Prestasi. 

Jika masuk dalam penilaian Angka Kredit Prestasi, maka otomatis ikut berkontribusi dalam meningkatkan perolehan Angka Kredit Kumulatif. Sebab AK Kumulatif adalah gabungan dari perhitungan AK Konversi, AK Prestasi, AK Pendidikan Formal, dan AK Integrasi atau AK Penyetaraan. 

2. Buku Monograf Diakui sebagai Bentuk Pelaksanaan Tugas Penelitian

Sesuai penjelasan di poin pertama, maka bisa dipahami buku monograf diakui Kemdiktisaintek sebagai bentuk pelaksanaan tugas pokok penelitian. Sehingga memiliki kontribusi untuk menambah nilai AK Prestasi. Sejalan dengan hal ini, maka AK Kumulatif juga ikut bertambah. 

Tentunya dengan catatan dalam proses penilaian AK Prestasi, buku monograf yang diklaim dosen diakui asesor. Misalnya memenuhi kriteria atau standar yang ditetapkan Kemdiktisaintek. 

3. Buku Monograf Punya Bobot Nilai Angka Kredit

Buku monograf memiliki nilai angka kredit. Sesuai kebijakan terbaru, nilainya mencapai 40 poin. Kebijakan ini tentunya menjadi angin segar bagi para dosen. Sebab pada kebijakan sebelumnya, buku monograf bernilai 20 poin angka kredit. 

Selain itu, buku monograf bisa ditulis berkolaborasi dengan dosen lain. Nantinya perhitungan angka kredit disesuaikan ketentuan. Dipengaruhi oleh peran dosen sebagai penulis apa dan bentuk kontribusinya. 

Apakah penulis pertama atau penulis anggota? Penulis pertama memiliki hak mendapat angka kredit lebih tinggi. Detail ketentuan ini bisa dibaca di dokumen Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026. 

Sebagai informasi tambahan, dosen yang meraih AK Kumulatif dalam jumlah tertentu. Maka akan dinilai sudah memenuhi syarat mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik. Misalnya, jika dosen Asisten Ahli dan setelah memiliki AK Kumulatif di minimal 200 poin. Maka sudah memenuhi AK Kumulatif minimal mengajukan ke jenjang Lektor. 

Baca juga: 3 Perbedaan Buku Monograf dan Referensi & Persamaannya

Strategi Meningkatkan Angka Kredit Kumulatif Dosen lewat Buku Monograf

Meskipun buku monograf memang bisa berdampak langsung pada perolehan AK Kumulatif dosen. Namun, tidak semua buku monografi yang ditulis dan diterbitkan dosen Indonesia diakui untuk menambah poin angka kredit. 

Hal ini terjadi karena memang terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi buku monograf agar masuk dalam BKD dan penilaian AK Prestasi. Berikut beberapa strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf secara efektif: 

1. Menyusun Roadmap Publikasi agar Terfokus pada Kepakaran Dosen

Strategi yang pertama adalah menyusun roadmap penelitian dan merealisasikan isi rencana penelitian di dalamnya. Sebab roadmap ini menjadi rencana dosen untuk membangun kepakaran pada topik apa di bidang keilmuan yang ditekuni. 

Hal ini membantu juga untuk menyusun buku monograf. Sebab di dalamnya fokus membahas satu topik secara mendalam. Jika dosen belum menguasai topik tersebut, maka akan kesulitan mengembangkan naskahnya sampai 125 halaman. 

Roadmap penelitian membantu dosen konsisten meneliti satu topik. Setelah beberapa rencana penelitian dijalankan, dosen bisa lebih mudah menyusun buku monograf. 

Jadi, roadmap publikasi bagian dari strategi agar bisa menulis buku monograf sesuai ketentuan yang berlaku. Sebab dosen bisa lebih sering meneliti, bisa lebih mudah menerbitkan buku monograf, dan menambah poin AK Prestasi. 

2. Mengakses Program Hibah

Poin kedua di dalam strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf adalah meraih program hibah atau program pendanaan. Baik itu hibah kegiatan penelitian maupun hibah penerbitan buku ilmiah (mencakup buku monograf). 

Hibah penelitian diselenggarakan banyak pihak. Meski sifatnya kompetitif dan peminatnya tinggi, yakni semua dosen di Indonesia. Namun, ikut berkompetisi meraihnya adalah keharusan dan kebutuhan semua dosen. Sehingga menciptakan peluang menjadi penerima hibah. 

Melalui hibah inilah dosen bisa lebih leluasa merealisasikan rencana penelitian dalam roadmap yang disusun. Bahkan tersedia pendanaan untuk menerbitkan buku monograf. Sehingga bisa segera diklaim dalam laporan BKD dan penilaian AK Prestasi. 

Bersama program hibah juga, dosen bisa meningkatkan riwayat publikasi ilmiah di berbagai media publikasi. Sebab luaran wajib hibah tersebut biasanya publikasi jurnal. Jadi, dosen bisa punya riwayat publikasi jurnal dan buku monograf sekaligus. Keduanya bisa diraih karena dana publikasi disediakan penyelenggara hibah. 

3. Optimasi Luaran Penelitian dengan Konversi ke Buku Monograf

Langkah ketiga dalam strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf adalah mengoptimalkan luaran penelitian. Sesuai penjelasan sebelumnya, luaran kegiatan penelitian umumnya publikasi jurnal dan prosiding. 

Namun, jika dosen hanya fokus pada luaran wajib saja. Maka dosen tidak memiliki peluang membangun rekam jejak publikasi berbentuk buku ilmiah. Padahal dengan cara ini, hasil penelitian dosen bisa diketahui dan dimanfaatkan lebih banyak orang. Sebab tidak sebatas pada pembaca jurnal dan prosiding, tapi juga buku ilmiah. 

Maka untuk memastikan dosen konsisten menulis dan menerbitkan buku ajar, perlu meraih luaan tambahan. Yakni mengkonversi luaran jurnal atau prosiding menjadi buku monograf. Sehingga satu penelitian memberi setidaknya 2 sumber AK Prestasi, yakni jurnal dan buku monograf tersebut. Pencapaian AK Kumulatif bisa lebih cepat. 

4. Berkolaborasi dalam Penelitian dan Penyusunan Buku Monograf

Menulis naskah buku monograf bisa memakan waktu lama. Sebab dosen tentunya tidak hanya sibuk menulis naskah tersebut. Akan tetapi juga memiliki kesibukan akademik lain yang juga wajib dan penting untuk dilaksanakan. 

Maka salah satu strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf adalah dengan berkolaborasi. Baik kolaborasi dalam penelitian maupun penulisan naskah. Bisa juga hanya berkolaborasi dalam penulisan dan penerbitan naskah buku monograf. 

Lewat kolaborasi ini, naskah dikerjakan bersama-sama sehingga bisa membagi tugas. Hal ini membuat naskah bisa cepat diselesaikan dan dikirim ke penerbit. Kualitas substansi juga lebih optimal, karena disusun oleh beberapa pakar sekaligus. Bukan hanya satu dosen atau satu pakar di suatu bidang. 

5. Menyusun Kerangka Buku Monograf

Semakin cepat selesai naskah buku monograf, maka semakin cepat ikut penilaian AK Prestasi. Jadi, selain berkolaborasi untuk efisiensi durasi penulisan bisa juga dengan menyusun kerangka buku monograf. 

Kerangka ini membantu dosen menentukan struktur semua bab, subbab, subsubbab, dan turunannya secara sistematis dan mendetail. Sehingga menjadi peta jalan agar fokus di pembahasan setiap bab dan dikembangkan berurutan dari bab pertama ke bab berikutnya. Proses penulisan naskah menjadi lebih efektif dan efisien. 

6. Diterbitkan Sesuai Standar Kemdiktisaintek

Strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf lainnya adalah memastikan terbit sesuai standar Kemdiktisaintek. Sehingga diakui dalam penilaian AK Prestasi. 

Standarnya mencakup substansi pembahasan yang fokus di satu topik sesuai kompetensi dosen. Kemudian terdiri dari minimal 125 halaman dihitung dari halaman bab pertama, bukan dari sampul. 

Selain itu, harus terbit ber-ISBN dan melewati proses editorial. Jika semua standar ini bisa dipenuhi, maka buku monograf yang disusun dosen bisa berkontribusi menambah poin AK Kumulatif. 

Solusi Praktis: Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku Monograf

Melalui penjelasan sebelumnya, bisa dipahami bahwa salah satu strategi meningkatkan AK Kumulatif dosen lewat buku monograf adalah dengan melakukan konversi. Yakni mengkonversi laporan penelitian maupun luaran dalam bentuk artikel jurnal dan prosiding menjadi buku monograf. 

Secara umum, konversi bisa dilakukan semua dosen. Sebab dosen memiliki bahan yang cukup untuk mengubah hasil penelitian menjadi buku monograf. Hanya saja, banyak yang kesulitan membagi waktu karena kesibukan akademik yang tinggi. 

Memahami kendala tersebut, Penerbit Deepublish menyediakan Layanan Konversi KTI. Melalui layanan ini, proses konversi hasil penelitian menjadi buku monograf dikerjakan tim berpengalaman dan bersertifikasi. Para dosen bisa berlega hati dan memfokuskan diri menjalankan agenda akademik lain yang lebih krusial. 

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Kenapa buku monograf belum tentu meningkatkan angka kredit dosen secara signifikan?

Karena tidak semua buku monograf memenuhi standar penilaian. Jika tidak sesuai ketentuan Kemdiktisaintek, seperti substansi, jumlah halaman, atau proses penerbitan, maka buku tersebut bisa tidak diakui dalam AK Prestasi.

2. Bagaimana cara memastikan buku monograf benar-benar menambah AK Kumulatif?

Pastikan buku: fokus pada satu topik sesuai kepakaran, berbasis hasil penelitian, memiliki minimal 125 halaman, diterbitkan ber-ISBN dan melalui proses editorial. Dengan memenuhi standar ini, buku monograf dapat diakui dan memberikan poin maksimal.

3. Bagaimana cara mempercepat proses penulisan buku monograf?

Gunakan strategi seperti: menyusun kerangka buku sejak awal, mengembangkan hasil penelitian yang sudah ada, menulis secara bertahap dan konsisten. Anda bisa menggunakan jasa konversi karya tulis ilmiah menjadi naskah buku di Penerbit Deepublish agar mempercepat penerbitan buku monograf.

Referensi:

  1. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2026). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39/M/Kep/2026 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/03/Salinan-Kepmendiktisaintek-39MKEP2026_Juknis-Layanan-Pengembangan-Profesi-dan-Karier-Dosen.pdf
  2. Zulfikar, R. (2021). Menulis Buku Monograf dan Referensi. UPT Publikasi Uniska MAB Banjarmasin. https://ppj.uniska-bjm.ac.id/wp-content/uploads/2021/11/Materi-Menulis-Buku-Referensi-dan-Monograph_Rizka-Zulfikar.pdf
  3. Aziz, A. (2026). Cara Memenuhi Angka Kredit Dosen melalui Publikasi Buku Referensi dan Monograf. Diakses pada 21 April 2026 dari https://duniadosen.com/publikasi/cara-memenuhi-angka-kredit-dosen-melalui-publikasi-buku-referensi-dan-monograf/
  4. Amelia, L. (n.d). Jangan Tunggu Lama! Segera Tingkatkan Angka Kredit Dosen dengan Buku. Diakses pada 21 April 2026 dari https://nasmedia.id/blog/jangan-tunggu-lama-segera-tingkatkan-angka-kredit-dosen-dengan-buku/
  5. Nurlina., Basaria, F. T., Ernawati, E., Supria., & Taruliasi, A. M. (2023). Panduan Penerbitan Buku BINUS Press. BINUS University Press. https://research.binus.ac.id/wp-content/uploads/2024/09/Pedoman-Penerbitan-Buku-BINUS-Press.pdf
Karimatun Nisa

Recent Posts

6 Bahaya Plagiarisme bagi Dosen dan Pihak Lain

Banyak yang mengira bahasa plagiarisme bagi dosen hanya dirasakan dosen itu sendiri. Padahal, bahasa dari…

1 jam ago

8 Kesalahan Menyusun Buku Referensi yang Perlu Diketahui dan Dihindari Dosen

Dalam menulis buku ilmiah, termasuk buku referensi para dosen mungkin menghadapi berbagai kendala. Kendala-kendala inilah…

2 hari ago

Memahami Daftar Kesalahan Menyusun Buku Ajar dan Cara Mengatasinya

Salah satu agenda rutin dosen di Indonesia adalah menulis dan menerbitkan buku ajar. Namun, masih…

3 hari ago

Panduan Menulis Buku Ajar sesuai Format dan Disajikan dengan Prinsip Pedagogis

Menulis buku ajar untuk dosen merupakan sebuah kewajiban akademik. Sekaligus bisa disebut sebagai kebutuhan semua…

3 hari ago

Penerbit Deepublish bersama Politeknik Internasional Bali Selenggarakan Workshop Penulisan dan Penerbitan Buku: Mendorong Setiap Dosen Menghasilkan Karya Akademik Berkualitas

Penerbit Deepublish bekerja sama dengan Politeknik Internasional Bali sukses menyelenggarakan Workshop Penguatan Publikasi Akademik Melalui…

3 hari ago

Masih Bingung Memilih Buku Referensi atau Monograf? Ini Panduan untuk Dosen

Dalam menjalankan tugas akademik, dosen di Indonesia tentunya akan menulis buku ilmiah. Baik itu buku…

6 hari ago