Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

8 Tantangan Pendidikan di Era Digital

tantangan belajar di era digital

Berkembangnya teknologi digital menjadi pembuka peluang sekaligus pemberi tantangan pendidikan di era digital. Tantangan ini tentu saja menjadi perhatian semua pihak karena ketika tidak disikapi dan diatasi dengan benar, bisa memunculkan dampak berlebihan. 

Oleh sebab itu, pemahaman mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk akses pendidikan dengan baik sangat penting. Sehingga bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dibanding kerugian. 

Mengenal Era Digital 

Sebelum membahas tentang tantangan pendidikan di era digital, maka dibahas dulu mengenai era digital itu sendiri. Dikutip melalui laman resmi Gramedia, era digital didefinisikan sebagai salah satu era atau zaman pada kehidupan dimana telah mengalami kondisi kemajuan yang cukup pesat dan mengarah ke bentuk digital.

Bentuk digital disini sangat beragam. Misalnya perubahan kebiasaan masyarakat dari transaksi belanja yang sebelumnya secara luring menjadi daring, kebiasaan membaca buku cetak menjadi buku digital atau ebook, komunikasi dari SMS menjadi pesan instan di WhatsApp dan Telegram, dll. 

Kepraktisan dan efisiensi dari segi biaya, waktu, sampai tenaga yang ditawarkan oleh teknologi digital. Membuat perkembangannya yang masif diterima secara positif oleh masyarakat, tak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. 

Perkembangan Era Digital 

Memahami apa itu era digital dan bagaimana perkembangannya serta dampak yang ditimbulkan di masyarakat. Maka perlu memahami seperti apa perkembangannya yang sudah berjalan selama ini. Berikut beberapa bentuknya: 

1. Komunikasi 

Bicara mengenai era digital maka akan langsung terhubung dengan bidang komunikasi. Sebab dampaknya sendiri bisa dikatakan paling luar biasa dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Komunikasi dulunya lewat berkirim surat, lalu memakai pesawat telepon dan SMS, berganti dengan komunikasi online di aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram. Tak hanya mengirim teks dan komunikasi dua arah (mengobrol), tapi juga berkirim dokumen baik foto, video, dokumen, dll. 

2. Aplikasi 

Bentuk kedua dari perkembangan teknologi digital adalah kehadiran aplikasi. Aplikasi menurut Kadir (2003) adalah program yang dibuat oleh pemakai yang ditujukan untuk melakukan suatu tugas khusus. 

Aplikasi kemudian masuk ke berbagai bidang kehidupan. Mulai dari aplikasi pendidikan seperti EdApp, Edmodo, dll. Kemudian aplikasi di bidang kesehatan seperti kehadiran aplikasi Halodoc, Alodoc, dll. 

3. Finansial 

Teknologi digital juga berkembang sangat pesat di bidang finansial atau keuangan. Dulunya, masyarakat melakukan transaksi secara tunai pada belanja luring. Kini, transaksi dilakukan secara online dengan metode pembayaran digital. 

Masyarakat bisa mengandalkan layanan mBanking, iBanking, dompet digital atau e-wallet, dan lain sebagainya. Masyarakat juga bisa menggunakan jasa perbankan secara online tanpa perlu datang ke bank untuk berbagai urusan. Dari pembukaan rekening sampai tarik tunai dan ganti kartu ATM. 

Digitalisasi di Dunia Pendidikan 

Teknologi digital kemudian juga merambah ke dunia pendidikan disebut digitalisasi di dunia pendidikan. Dikutip dari laman resmi Acer, digitalisasi pendidikan adalah proses penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 

Digitalisasi ini kemudian diterapkan untuk nyaris semua kegiatan di lingkungan sekolah atau kampus. Seperti proses pembelajaran, administrasi, interaksi antara siswa atau mahasiswa dengan guru atau dosen, orang tua, dan staf sekolah, sampai manajemen sekolah. 

Tujuan utama dari digitalisasi pendidikan adalah untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kualitas pendidikan secara menyeluruh mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju seperti sekarang. 

Selain itu, dengan melibatkan teknologi digital dalam kegiatan pendidikan maka bisa menjadikan pembelajaran lebih optimal. Sebab membuat prosesnya menjadi lebih interaktif, menarik, dan mudah diakses oleh pendidik dan peserta didik. 

Adanya perubahan ke era digital mengakibatkan pengajar perlu putar otak menentukan metode mengajar yang tepat. Untuk itu, pahami ‘metode pembelajaran’ lebih lanjut:

Hambatan Digitalisasi di Dunia Pendidikan 

Meskipun digitalisasi di dunia pendidikan bisa memberikan manfaat yang besar dan tujuannya juga sangat menguntungkan dalam jangka panjang. Namun terdapat hambatan dan tantangan pendidikan di era digital. 

Artinya, digitalisasi di dunia pendidikan tidak selalu berjalan mulus. Salah satunya ada sejumlah hambatan yang perlu dipahami dan dicari solusinya bersama-sama. Dikutip melalui laman resmi MI Nor Rahman Banjarmasin, berikut adalah hambatan dari proses digitalisasi tersebut: 

1. Keterbatasan Akses dan Infrastruktur

Hambatan yang pertama dari proses digitalisasi di dunia pendidikan adalah keterbatasan akses dan infrastruktur. Artinya, tidak semua peserta didik atau bahkan pendidik memiliki akses yang mudah ke teknologi digital. 

Misalnya bagi peserta didik yang kondisi perekonomiannya belum baik cenderung kesulitan untuk memiliki perangkat elektronik seperti smartphone apalagi laptop. Kondisi ini menghalangi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran digital

Sementara dari infrastruktur, aktualnya sejumlah daerah dan wilayah di Indonesia masih menganggap internet dan smartphone aset mewah. Bahkan beberapa wilayah yang belum tersentuh listrik apalagi internet. 

2. Kurangnya Keterampilan Teknologi

Hambatan kedua yang memunculkan tantangan pendidikan di era digital adalah kurangnya keterampilan teknologi. Baik pendidik maupun peserta didik juga bisa berhadapan dengan hambatan ini. 

Pendidik senior yang dulunya belum mengenal internet dan smartphone akan kesulitan memanfaatkannya dalam menjalankan tugas mengajar. Sebaliknya, peserta didik yang tidak pernah menggunakan smartphone dan internet juga akan mengalami gagap teknologi. 

3. Tekanan Akademik Lebih Tinggi 

Hambatan ketiga dari digitalisasi pendidikan adalah tekanan akademik yang lebih tinggi. Misalnya tuntutan untuk seluruh peserta didik terlibat dan tampil mencolok di setiap kegiatan pembelajaran. Sehingga bisa menyulitkan mereka yang introvert untuk bisa mengatasinya. 

Baca Juga:

Tantangan Pendidikan di Era Digital 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, digitalisasi di dunia pendidikan juga berhadapan dengan sejumlah tantangan. Dikutip melalui laman resmi milik Sekolah CHIS Bali dijelaskan ada 8 hal yang menjadi tantangan pendidikan di era digital. Yaitu: 

1. Kesenjangan Akses Teknologi 

Tantangan yang pertama dari digitalisasi di dunia pendidikan adalah kesenjangan akses teknologi itu sendiri. Meskipun saat ini akses terhadap teknologi dan internet sudah mainstream (umum). 

Aktualnya, tidak sedikit yang masih kesulitan untuk mengaksesnya. Sebab ada beberapa orang yang memang memiliki perekonomian kurang bagus, sehingga membeli smartphone terasa sulit untuk dilakukan. 

Beberapa lagi tinggal di daerah pedalaman yang akses internetnya masih susah. Sehingga kesulitan untuk mengakses teknologi dan mengikuti kegiatan pendidikan, khususnya pembelajaran jarak jauh. 

2. Pembelajaran Jarak Jauh (Daring) 

Tantangan pendidikan di era digital yang kedua adalah untuk penerapan pembelajaran jarak jauh atau daring (online). Harus diakui, selama pandemi Covid-19, pembelajaran dengan sistem ini menuai banyak keluhan. 

Penyebabnya mulai dari kesenjangan akses perangkat dan internet, kemudian ada perbedaan suasana dan kondisi lingkungan rumah masing-masing, pendidik kesulitan memotivasi peserta dalam belajar, minim interaksi sosial, dll. 

Hingga saat ini menerapkan pendidikan dengan sistem daring secara penuh masih belum memungkinkan untuk dilakukan. Kecuali untuk kampus dan sekolah-sekolah yang peserta didiknya memiliki kesamaan dari banyak aspek. Misalnya tempat tinggal, kondisi perekonomian, dll. 

3. Berkembangnya Kecerdasan Buatan (AI) dan Otomatisasi 

Tantangan pendidikan di era digital yang kedua adalah berkaitan dengan keberadaan teknologi AI (Artificial Technologi—kecerdasan buatan). Penggunaan AI sangat umum digunakan di dunia pendidikan di era sekarang. 

Misalnya dengan kehadiran video game edukasi, tutor virtual, dan sebagainya. Namun di sisi lain keberadaan AI juga menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan kegiatan pembelajaran. 

Salah satunya ada tantangan untuk memiliki kebutuhan memanfaatkan AI tersebut, selain itu juga masih ada tantangan lainnya. Sehingga AI menuntut dunia pendidikan untuk cepat beradaptasi dan menyesuaikan dengan isi kurikulum yang dijalankan. 

4. Informasi Berlebihan (Information Overload)

Berikutnya dalam daftar tantangan pendidikan di era digital adalah keberadaan informasi yang berlebihan. Internet dan teknologi digital masa kini membantu siapa saja mengakses informasi apapun dan dimanapun dengan cepat serta murah. 

Sayangnya ketika mencari informasi, maka akan menemukan hasil yang sangat banyak. Kondisi ini memberi tantangan tersendiri. Pertama, banyaknya informasi bisa membuat pemahaman terpecah dan sulit didapatkan. 

Kedua, informasi yang terlalu berlebihan bisa memunculkan keraguan kredibilitas. Apalagi internet memungkinkan siapa saja membuat konten informasi dan menyebarluaskannya dengan tujuan personal. 

5. Gangguan Digital (Digital Distractions)

Dalam dunia pendidikan, tantangan dari digitalisasi juga bisa berbentuk gangguan digital. Apa itu gangguan digital? Gangguan digital atau digital distraction adalah bentuk gangguan dari keberadaan teknologi digital. 

Misalnya, kehadiran media sosial yang membantu membangun interaksi online dan akses informasi secara cepat dan menarik. Namun media sosial dengan segala hiruk pikuknya membuat fokus tercurah ke dalamnya sehingga minim waktu untuk belajar. 

Notifikasi dari akun media sosial juga sering menjadi sumber distraksi dalam belajar. Sehingga dengan mudah mengalihkan pandangan dari buku digital di smartphone ke akun media sosial tersebut. 

6. Keamanan Digital dan Privasi 

Tantangan pendidikan di era digital berikutnya adalah berkaitan dengan keamanan digital dan privasi. Kehadiran digitalisasi di sektor pendidikan memunculkan pelanggaran pada keamanan digital, perlindungan privasi, serta etika penggunaan teknologi.

Sehingga peserta didik perlu memahami bagaimana menjaga keamanan akunnya, bagaimana menyadari adanya aksi penipuan melalui pengiriman link phising, dan lain sebagainya. 

Sehingga isu keamanan penggunaan internet dan perangkat elektronik serta data pribadi menjadi penting untuk diperhatikan. Sebab peserta didik disini bisa saja menjadi korban atas pelanggaran etika dan tindak kejahatan digital. 

7. Perubahan Paradigma Pembelajaran

Poin ketujuh yang menjadi salah satu tantangan pendidikan di era digital adalah perubahan paradigma pembelajaran. Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan digitalisasi di dunia pendidikan ada banyak perubahan terjadi. 

Salah satunya perubahan dari pusat utama kegiatan pendidikan tersebut. Dulunya, pendidik baik dosen dan guru adalah inti atau pusat dari kegiatan pembelajaran. Seluruh aktivitas pembelajaran akan menyesuaikan dengan keputusan pendidik. 

Namun dengan kehadiran digitalisasi di pendidikan paradigma ini berubah, dimana pusat pembelajaran beralih ke peserta didik. Sehingga seluruh peserta didik diharapkan lebih aktif dibandingkan pendidik mereka. Perubahan ini memang memberi hasil baik, akan tetapi penerapannya tidak selalu mudah. 

8. Perubahan Peran Pendidik 

Tantangan yang terakhir adalah perubahan peran pendidik. Dulunya, pendidik berperan sebagai pusat ilmu pengetahuan. Sehingga apa yang disampaikan adalah seluruh materi dari pembelajaran. 

Namun, saat ini sudah terjadi perubahan dimana pendidik berperan sebagai fasilitator. Tujuannya agar peserta didik bisa belajar mandiri dan mengakses ilmu pengetahuan dari berbagai sumber dengan dampingan pendidik. 

Keberadaan sejumlah tantangan pendidikan di era digital tentu mendorong kemampuan adaptasi yang tinggi oleh masyarakat. Sehingga muncul keutuhan dan kewajiban untuk meningkatkan keterampilan teknologi, literasi digital, dll agar pembelajaran tetap optimal. 

Jika memiliki pertanyaan atau ingin sharing pengalaman berkaitan dengan topik dalam artikel ini. Jangan ragu menuliskannya di kolom komentar. Klik juga tombol Share untuk membagikan artikel ini ke kolega Anda. Semoga bermanfaat.

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe

Mau dapat update promo dan artikel eksklusif? Tulis e-mail di bawah!
logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama