Kondisi perekonomian Indonesia pernah sangat terpuruk ketika dihantam oleh pandemi Covid-19. Memasuki tahun 2022 awal, sektor perekonomian masuk ke babak baru dimana industri-industri kreatif di tanah air menjadi penopang bangkitnya perekonomian Indonesia. 

Memahami betul industri kreatif ini bisa menjadi cikal bakal industri berskala besar dan menghadirkan produk yang tidak mudah digerus oleh kondisi seperti pandemi. Maka Gekrafs (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) mengadakan webinar khusus yang dibuka untuk umum. 

Minggu terakhir bulan Agustus 2022, Gekrafs menyelenggarakan webinar series dan telah masuk ke seri ke-17. Webinar ini bertajuk Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia – Fundamental Industri Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045. Konsep webinar ini adalah NGEBUT (Ngobrolin Ekraf Biar Gak Gabut). 

Webinar NGEBUT (Ngobrolin Ekraf Biar Gak Gabut)

Webinar yang diselenggarakan oleh Gekrafs bertajuk Ekonomi Kreatif Masa Depan Indonesia – Fundamental Industri Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045. Kini sudah masuk seri atau episode ke-17. 

Webinar ini sendiri merupakan bagian Sub Sektor Industri Kreatif dalam rangka menyambut Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Fokus utamanya membahas mengenai dunia ekonomi kreatif. 

Dimana ekonomi kreatif ini memang menghasilkan produk-produk kreatif dan inovatif yang bisa dengan mudah beradaptasi dengan perubahan. 

Belajar dari kondisi pandemi yang membuat perekonomian mengalami kondisi terpuruk dalam sejarah. Kemudian di tengah kondisi tersebut membuat banyak pelaku industri kreatif mampu berinovasi dan kemudian bertahan. 

Menjadi salah satu bukti bahwa ekonomi kreatif adalah industri yang potensial dan cocok disebut sebagai masa depan perekonomian di Indonesia. Pada webinar episode ke-17 ini sendiri digelar pada Sabtu (27/08) secara daring melalui aplikasi Zoom. 

Webinar diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum sekaligus mengundang sejumlah narasumber. Webinar sendiri sengaja dibuat santai sehingga mengusung konsep NGEBUT (Ngobrolin Ekraf Biar Gak Gabut). 

Adapun narasumber di dalam webinar ini antara lain: 

  • Sub Sektor: TV & Radio

Yasser fikry.,SE.M.Si.,Chat

( Kepala Bagian Kemahasiswaan & Alumni STIKOM InterStudi).

  • Sub Sektor Penerbitan:

An Nuur Budi Utama

CEO Penerbit Deepublish.

  • Sub Sektor Periklanan :

Dion Wardyono Subiakto

Director of strategic planning, Trojan Brand Activation

CEO of TROJAN POWER, dan juga 

  • PARLEMEN :

Dr. Andreas Hugo Pareira

Anggota Komisi X DPR RI

  • Keynote Speaker

Sandiaga Salahuddin Uno

MENPAREKRAF RI

Hambatan Menciptakan Peluang 

Webinar dengan slogan NGEBUT (Ngobrolin Ekraf Biar Gak Gabut) dibuka oleh pembawa acara, yakni Derie Arya  yang merupakan Wakil Ketua Badan Otonom Kominfo DPP Gekrafs. 

Selanjutnya proses penyampaian materi dipimpin oleh Yanuardi Syukur – Dewan Pakar DPP Gekrafs selaku moderator acara. Materi pertama dibuka oleh Yasser fikry.,SE.M.Si.,Chat yang menjelaskan pesatnya perkembangan teknologi dan dampak-dampaknya. 

Menurut beliau, kemajuan atau perkembangan teknologi perlu disikapi dengan sangat bijak dan diolah agar menghasilkan ide-ide kreatif. Jika tidak maka teknologi ini akan menjajah suatu negara yang merupakan penemu teknologi itu sendiri. 

Dikatakan demikian karena teknologi bisa membuat seseorang menjadi malas dan kemudian kehilangan kesempatan untuk berkarir, berkarya, dan mendirikan usaha. Terlihat dari fakta di lapangan, yakni kemajuan teknologi membuat beberapa profesi hilang. 

Meskipun begitu, kemajuan teknologi juga berhasil disikapi dan diolah dengan baik. Terbukti dari banyaknya profesi baru yang bermunculan, hal ini tanda bahwa hambatan bisa menciptakan peluang. Solusi agar teknologi tidak menjajah pembuat teknologi tersebut. 

Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif 

Materi selanjutnya dipaparkan oleh CEO Penerbit Deepublish, yaitu An Nur Budi Utama. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa ekonomi kreatif adalah industri yang potensial. Lewat kreativitasnya maka ada lebih banyak produk yang dipasarkan secara kreatif. 

Produk ini dikemas sedemikian rupa agar tidak hanya menarik tapi juga mampu memutus segala kelemahan dari produk-produk sebelumnya. Adanya perkembangan ini tentu memberi banyak ide bagi masyarakat untuk ikut terjun di dunia ekonomi kreatif. 

Selain itu, ada kesempatan ekonomi kreatif tumbuh dengan pesat. Meskipun begitu beliau menjelaskan bahwa ekonomi kreatif bukan ajang kuat-kuatan produk. Melainkan ajang untuk membangun ekosistem perekonomian yang kreatif, sehat, dan menguatkan perekonomian Indonesia melalui kerjasama yang saling menguatkan. 

Diperlukan Kreativitas dalam Promosi 

Dalam webinar NGEBUT (Ngobrolin Ekraf Biar Gak Gabut) tersebut, materi berikutnya kemudian disampaikan oleh Dion Wardyono Subiakto yang diketahui merupakan Director of strategic planning, Trojan Brand Activation, dan juga CEO of TROJAN POWER. 

Pada materi yang disampaikan, beliau fokus pada pembahasan konten pemasaran atau konten iklan. Disampaikan di awal bahwa konten iklan masa sekarang sebaiknya dibuat kreatif. Menariknya standar kreatif jaman dulu dengan sekarang jauh berbeda. 

Konten yang kreatif dan mampu menarik perhatian publik sekaligus mendapatkan hati mereka dan menancap kuat di ingatan mereka. Akan memberikan dorongan maksimal pada penjualan produk kreatif. 

Sehingga tidak cukup pelaku industri ekonomi berpegangan pada produk yang kreatif saja. Tapi juga membutuhkan strategi pemasaran yang tepat dengan konten-konten yang kreatif dan menarik. 

Hal ini sangat penting, karena selain untuk memperkenalkan produk agar lebih dikenal dan laku di pasaran. Konten iklan yang tidak kreatif bisa membuat pelaku (industri) justru terkena bullying. Efeknya produk dinilai negatif oleh masyarakat. 

Proses membuat konten iklan kreatif bisa dilakukan dengan banyak cara. Bisa dimulai dengan memahami betul apa itu konten iklan dan bagaimana membuat konten yang menarik sehingga relevan untuk konsumen masa sekarang. 

Beliau juga menjelaskan berbagai keuntungan yang didapatkan jika sukses membuat konten iklan yang menarik. Salah satunya menciptakan penilaian atau review yang positif terhadap produk dan juga penyedia produk tersebut. Sehingga konten yang ditayangkan tidak asal menyebutkan produk. 

Oleh bapak Andreas Hugo Pareira selaku narasumber dan merupakan Anggota Komisi X DPR RI juga memberi tambahan. Bahwa ekonomi kreatif merupakan urgensi yang harus dikelola dan dibangun dengan segera. 

Pertumbuhan ekonomi kreatif terbukti mampu menghasilkan produk yang menarik dan punya daya saing sekaligus daya adaptasi yang baik. Hal ini membantu menata dan menstabilkan perekonomian negara. 

Semakin banyak masyarakat di Indonesia yang terjun di bidang ekonomi kreatif dan memaksimalkan penggunaan internet. Semakin memungkinkan bagi Indonesia untuk mencapai kestabilan kondisi perekonomian. 

Sehingga masyarakat bisa dengan mudah menemukan peluang untuk mendirikan usaha atau perusahaan baru. Masyarakat pun bisa dengan mudah menemukan lapangan kerja yang luas dan kemudian bisa hidup dengan layak. 

Sehingga tidak keliru rasanya jika ekonomi kreatif adalah urgensi yang harus dikejar untuk memperkuat perekonomian negara. Sekaligus harus melibatkan dukungan berbagai pihak agar bisa segera diwujudkan dengan tujuan yang sama.  

Webinar NGEBUT (Ngobrolin Ekraf Biar Gak Gabut) dengan menghadirkan berbagai narasumber berjalan dengan sukses. Peserta webinar ini sendiri berjumlah ratusan orang dan membahas secara mendalam mengenai dunia ekonomi kreatif. 

Ada banyak pembahasan menarik dan kaya manfaat bisa didapatkan oleh para peserta. Berhubung webinar ini adalah webinar series, maka bisa menantikan seri atau episode selanjutnya yang akan membahas ekonomi kreatif secara lebih mendalam lagi. 


Tahukah Anda bahwa salah satu cara untuk meningkatkan poin KUM adalah menerbitkan buku. Aturan ini tertuang dalam PO PAK 2019.

Sayangnya, kesibukan dalam mengajar, membuat dosen lupa dengan kewajiban lainnya yaitu mengembangkan karir. Maka dari itu, Penerbit Deepublish hadir untuk membantu para dosen meningkatkan poin KUM dengan menerbitkan buku.

Kunjungi halaman Daftar Menerbitkan Buku, agar konsultan kami dapat segera menghubungi Anda.

Selain itu, kami juga mempunyai E-book Gratis Panduan Menerbitkan Buku yang bisa membantu Anda dalam menyusun buku. Berikut pilihan E-Book Gratis yang bisa Anda dapatkan: