Saat menerbitkan buku, ISBN menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki. ISBN (International Standard Book Number) adalah nomor identitas unik untuk setiap judul buku yang berlaku secara internasional. ISBN biasanya tercantum di cover belakang buku dan sering ditampilkan dalam bentuk barcode. Saat ini ISBN terdiri dari 13 digit (dulu 10 digit).
Sistem ISBN pertama kali muncul di Britania Raya pada 1966, awalnya bernama SBN (Standard Book Numbering), lalu diadopsi menjadi standar internasional. Selain ISBN, ada juga ISSN (International Standard Serial Number) yang digunakan untuk terbitan berkala seperti jurnal atau majalah.
Di Indonesia, penerbitan ISBN dikelola oleh Perpustakaan Nasional RI. Pengurusan ISBN biasanya sekaligus dengan KDT (Katalog Dalam Terbitan), yaitu data pengkatalogan yang membantu klasifikasi buku di perpustakaan dan toko buku. Pengurusan ISBN tidak dipungut biaya, dan ketentuan resminya bisa dilihat di situs Perpusnas (pnri.go.id). Setelah ini, akan dijelaskan syarat-syarat yang perlu dipenuhi untuk mengurus ISBN.
Cara Mengurus ISBN untuk Anggota Baru
Bagi anggota baru, Anda akan bertemu dengan beberapa berkas yang harus di isi:
- Mengisi formulir dengan mengisi surat pernyataan kemudian stempel penerbit dengan menunujukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab. Setidaknya ada akta notarisnya.
- Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan diterbitkan.
- Mengirimkan fotokopi:
a. Halaman judul
b. Balik halaman judul (halaman copyright)
c. Daftar isi
d. Kata pengantar
Cara Mengurus ISBN untuk Anggota Lama
Sementara untuk anggota lama, kalian hanya membutuhkan butir 2 dan 3 saja yang perlu dikirimkan kepada Tim ISBN/KDT. Setelah buku diterbitkan, dimohon kesediaan penerbit untuk mengirimkan 2 (dua) eksemplar dari hasil terbitan tersebut.
Ingat, perhatikan persyaratan pada butir A.1 bahwa penerbit atau lembaga yang menerbitkan buku diwajibkan untuk memiliki legalitas badan usaha atau badan hukum dengan bukti fotokopi akta notaris. Dalam hal ini tentu penerbit-penerbit swakelola (self-publisher) yang tidak berbadan usaha atau berbadan hukum kini tidak dapat mengurus ISBN.
Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah kopi halaman prelims buku, yaitu halaman judul penuh, halaman hak cipta, halaman daftar isi, dan halaman kata pengantar berikut halaman prakata. Kepentingan halaman ini untuk menyusun katalog dalam terbitan (KDT) yang terkadang juga memerlukan informasi spesifikasi buku, yaitu ukuran buku dan tebal buku. Selain itu, penerbit juga perlu menginformasikan jumlah terbitan tiap tahunnya sehingga Perpusnas RI dapat mempertimbangkan pemberian nomor ISBN yang panjang dalam urutan produksi buku.
Fungsi dari ISBN bagi Penulis
ISBN memiliki peran penting bagi penulis karena menjadi identitas resmi sebuah buku yang diakui secara nasional maupun internasional. Dengan adanya ISBN, buku lebih mudah dikenali, didata, dan didistribusikan oleh perpustakaan, toko buku, maupun lembaga pendidikan. Oleh karena itu, ketika menerbitkan buku, sebaiknya penulis juga memastikan bukunya memiliki ISBN agar karya yang diterbitkan lebih mudah diakses dan dimanfaatkan oleh pembaca.
1. Memberikan Identitas Terhadap Satu Judul Buku
Buku yang terbit di Indonesia sangat banyak dan beragam, sehingga diperlukan sistem identifikasi agar setiap judul mudah dikenali, salah satunya melalui ISBN. Karena ISBN adalah identitas resmi buku, penggunaannya diatur secara internasional dan pengajuannya hanya bisa dilakukan melalui lembaga yang ditunjuk di tiap negara, di Indonesia melalui Perpustakaan Nasional lewat penerbit. Bagi penulis, kebutuhan ISBN tergantung tujuan penerbitan, ada yang menerbitkan tanpa ISBN. Jika ingin buku punya identitas resmi, ISBN menjadi penting.
2. Menambah Jumlah Penulis yang Menerbitkan Buku
Penulis yang ingin menerbitkan buku ber-ISBN perlu bekerja sama dengan penerbit, karena ISBN tidak bisa diajukan secara perseorangan. Penerbit akan mengurus ISBN ke Perpustakaan Nasional melalui prosedur tertentu yang pada dasarnya gratis, namun tetap harus sesuai aturan dan tidak boleh disalahgunakan. Jenis buku yang umum diajukan ISBN meliputi fiksi, buku penelitian, modul/buku ajar, terbitan pemerintah (grey literature), dan terjemahan.
3. Membantu Memperlancar Arus Distribusi Buku
Kode numerik pada ISBN juga sebagai alat untuk memperlancar arus distribusi buku. Langkah ini dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku. Penerbit akan lebih mudah dalam memproses pendistribusian buku sehingga tidak akan ada salah buku. Dalam pendistribusiannya, ISBN Terdiri dari 10 digit yang terbagi atas 4 bagian yakni:
- Pengenal kelompok (group identifier)
- Pengenal penerbit (publisher prefix)
- Pengenal judul (Title identifier)
- Angka pemeriksaan (check digit)
- LAN Barcode untuk produk terbitan
- Angka pemeriksaan setelah penggabungan dengan LAN Barcode
4. Sarana Promosi
Pencantuman ISBN juga menjadi sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarluaskan baik oleh Badan Nasional ISBN di Jakarta maupun Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di Berlin – Jerman. Di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.
Dengan pencantuman ISBN, secara tidak langsung buku yang Anda tulis disebarluaskan melalui perpusatakana RI. Ini menjadi peluang yang bagus, mengingat perpustakaan merupakan salah satu tempat yang dituju bagi siswa dan mahasiswa. Dengan begitu, buku Anda akan lebih banyak dilihat orang dan berpeluang untuk dicari oleh lebih banyak orang.
Aturan Pencantuman ISBN
Dilansir dari laman Perpusnas Indonesia, pencantuman ISBN juga ada aturannya. Sebagai informasi, ISBN ditulis dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis dengan huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal penerbit, pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:
ISBN 978-602-8519-93-9
Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:
- Bagian bawah pada sampul belakang (back cover)
- Verso (dibalik halaman judul) (halaman copyright)
- Punggung buku (spine) untuk buku tebal, bila keadaan memungkinkan
Itulah beberapa fungsi ISBN bagi penulis yang ingin menerbitkan buku secara resmi. Dengan memiliki ISBN, buku tidak hanya memiliki identitas yang jelas, tetapi juga lebih mudah didata, didistribusikan, dan ditemukan oleh pembaca di berbagai tempat, termasuk perpustakaan dan toko buku.
Jika Anda berencana menerbitkan buku dan ingin memastikan proses penerbitannya berjalan sesuai prosedur, mulai dari pengurusan ISBN hingga kelengkapan penerbitan lainnya, tim Deepublish siap membantu dalam mendampingi prosesnya. Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui langkah terbaik agar naskahmu dapat terbit dengan lebih profesional.
Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini. atau Anda bisa langsung Kirim Naskah dengan mengikuti prosedur berikut ini: KIRIM NASKAH
Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang buku ajar, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut:
- Syarat Jurnal yang Baik Untuk Referensi Buku Ajar
- Cara Menerbitkan Buku Ajar di Penerbit Buku Pendidikan
- Teknik Menulis Buku Ajar Sesuai Alur KTSP
- Bagaimana Cara Membuat Buku Ajar yang Dicintai Mahasiswa?
- Empat Fungsi Ilustrasi dalam Teknik Menulis Buku Ajar
Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!
Kontributor: Novia Intan








