Cara Menerbitkan Buku Sendiri | Jika Skripsi Anda Bagus, Mengapa Tidak Dibukukan?

Ayo Bukukan Skripsi Kita Semua!

cara menerbitkan buku sendiri penerbit buku g029

Cara Menerbitkan Buku Sendiri | Banyak buku teks atau buku referensi yang tersedia di berbagai toko buku. Bahkan buku-buku tersebut dapat dipesan secara online dengan memesan penerbitnya. Hanya saja, masih sangat sedikit buku-buku yang diterbitkan dari hasil karya ilmiah atau tugas akhir (skripsi) mahasiswa. Dengan kata lain, buku yang selama ini ada di pasaran banyak ditulis oleh mereka yang memang sudah ahli di bidangnya masing-masing, seperti praktisi, dosen, akademisi, peneliti, dan lain sebagainya. Kalaupun ada buku yang diterbitkan oleh kalangan mahasiswa (anak muda), buku yang dimaksud cenderung bersifat fiksi seperti novel, puisi, cerita pendek, dan lain sebagainya. Masih cukup sedikit mahasiswa yang berani dan mampu untuk menerbitkan sebuah buku yang memiliki latar belakang ilmiah. Dengan kata lain, buku tersebut merupakan hasil penelitian dari mahasiswa yang bersangkutan, khususnya dari skripsi yang telah selesai dibuatnya.

Skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mereka yang berada di jenjang sarjana mensyaratkan mahasiswa untuk melakukan penelitian. Bagi mereka yang ada di bidang ilmu sosial, mereka seperti terbiasa untuk melakukan penelitian di masyarakat (turun ke lapangan). Selanjutnya, mahasiswa juga bisa menggunakan metode studi literatur sebagai salah satu metode penelitian. Di sisi lain, bagi mereka yang berada di bidang ilmu alam, tidak hanya turun di lapangan, mereka juga bisa melakukan penelitian berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukannya. Sebagai tugas atau penilaian akhir di masa kuliah, skripsi pada dasarnya memiliki bobot nilai yang cukup tinggi. Selain itu, mahasiswa juga diminta untuk menghasilkan karya ilmiah berupa skripsi yang memiliki kualitas ilmiah yang tinggi. Dengan kata lain, mahasiswa diminta untuk menghasilkan laporan yang komprehensif.

Sebagai salah satu instrumen penilaian akhir terhadap proses perkuliahan yang dilakukan mahasiswa, skripsi telah berhasil menjatuhkan mental mahasiswa. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya fenomena mahasiswa yang tidak lulus karena kualitas skripsi yang dibuatnya tidak bagus, termasuk mereka yang gagal mengerjakan skripsi. Proses penyusunan skripsi yang membutuhkan waktu berbulan-bulan tentu membuat mahasiswa bosan terhadap proses penyusunannya. Pada titik itulah kemudian mahasiswa cenderung asal dalam mengerjakan skripsi. Tidak mengherankan ada mahasiswa yang kemudian meminta pertolongan orang lain (berupa jasa) untuk membuatkan skripsinya. Proses yang lama dan banyaknya aturan yang ada dalam proses penyusunan skripsi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya.

Tantangan tugas akhir ini terus berlanjut ketika mahasiswa telah berhasil menyelesaikan skripsinya. Adapun tantangan yang dimaksud adalah kewajiban mahasiswa untuk menghadapi pendadaran atau ujian skripsi dimana ada beberapa dosen penguji yang akan menguji hasil karya ilmiah mahasiswa yang bersangkutan. Ketika sidang tersebut selesai dijalani oleh mahasiswa, tantangan kembali datang. Tantangan tersebut yaitu kewajiban mahasiswa untuk melakukan revisi terhadap skripsi yang telah dibuatnya. Bagi beberapa jurusan, revisi bisa jadi menjadi hal opsional. Dengan kata lain, mahasiswa juga bisa untuk tidak melakukan revisi terhadap skripsi yang dibuatnya. Hanya saja hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas nilai yang akan didapatkannya. Proses revisi yang dilakukan mahasiswa juga tidak dalam jangka waktu yang sebentar. Hal tersebut membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan kembali berbulan-bulan.

Setelah proses revisi tersebut selesai dilakukan, maka selanjutnya mahasiswa akan mendapatkan nilai dari apa yang telah mereka kerjakan selama berbulan-bulan. Apabila mereka berhasil mendapatkan nilai maksimal (seperti A), maka dosen menilai bahwa kualitas skripsi mahasiswa yang bersangkutan pada dasarnya baik dan berpeluang besar untuk dipublikasikan di dalam perpustakaan. Dengan kata lain, skripsi tersebut akan disimpan di perpustakaan sebagai bahan referensi bagi mereka yang ingin menyusun skripsi atau karya ilmiah lain yang temanya masih relevan. Meskipun demikian, ada cara lain untuk menghargai proses yang telah diperjuangkan oleh mahasiswa selama berbulan-bulan tersebut yaitu dengan cara dibukukan. Apabila dibukukan, maka skripsi tersebut kemudian akan masuk dalam kategori buku teks dimana buku tersebut berfungsi sebagai referensi bagi lingkungan akademik. Hal tersebut tentu akan mengangkat nilai jual dari skripsi yang telah dibuat oleh mahasiswa.

Proses perubahan dari skripsi menjadi buku pada dasarnya tidak rumit karena sifat skripsi yang cenderung komprehensif. Hanya saja, mahasiswa yang bersangkutan perlu untuk melakukan revisi ulang terhadap skripsinya seperti gaya bahasa dan susunan bab. Saat ini, mahasiswa tidak perlu ragu untuk membukukan skripsinya karena proses penerbitan skripsi menjadi buku tidak sulit. Bahkan mereka bisa mempublikasikan karyanya tersebut tidak dalam jumlah yang besar, bahkan bisa diterbitkan dalam jumlah satuan. Apabila proses mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses editing, maka pihak penerbit pun akan memberikan bantuan. Bahkan apabila skripsi mahasiswa tersebut berhasil dibukukan, maka pihak penerbit juga akan membantu penulis untuk mempromosikan buku tersebut kepada publik, khususnya melalui media internet.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa skripsi yang baik perlu untuk dibukukan. Setidaknya ada beberapa keuntungan yang didapatkan mahasiswa sebagai penulis dengan cara menerbitkan buku sendiri, yaitu menerbitkan skripsinya  menjadi sebuah buku.

Pertama, penerbitan skripsi menjadi buku tersebut secara tidak langsung akan membantu mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan profit yang tidak sedikit. Dengan kata lain, semakin laku buku tersebut di kalangan publik, maka secara finansial juga akan semakin banyak keuntungan yang didapatkan oleh penulis. Hal tersebut nantinya akan dibicarakan antara pihak penerbit dan penulis terkait dengan kontrak penerbitan buku.

Kedua, buku yang dipromosikan, baik melalui internet ataupun di-supply ke toko buku tentu akan membuat nama penulis semakin dikenal oleh publik. Sebagai buku teks, apabila buku tersebut banyak dicari publik, maka buku tersebut bisa dijadikan referensi bagi mereka.

Ketiga, mahasiswa yang berhasil menerbitkan skripsinya menjadi buku tentu berkontribusi nyata di dalam dunia pendidikan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa buku ilmiah yang disusun mahasiswa tersebut berfungsi sebagai buku teks yang bisa dijadikan referensi oleh berbagai kalangan yang membutuhkan kajian tersebut. Bahkan dari buku tersebut, mahasiswa sebagai penulis bisa berinteraksi atau berdiskusi langsung dengan mereka yang telah membaca buku tersebut.

Keempat, menerbitkan skripsi menjadi buku adalah cara yang bijak untuk menghargai kerja keras mahasiswa selama melakukan penyusunan skripsi yang memakan waktu hingga berbulan-bulan. Bahkan buku tersebut bisa disimpan di rumah sebagai kenang-kenangan atas kerja keras yang telah dilakukannya selama masa kuliah. Apabila ingin menjadi akademisi, menerbitkan buku tentu menjadi langkah yang tepat untuk menunjukkan kualitas diri sebagai calon akademisi yang patut dipertimbangkan.

Itulah keuntungan-keuntungan yang mungkin diperoleh mahasiswa dengan cara menerbitkan buku sendiri. Mahasiswa bisa menerbitkan Skripsinya. Cara menerbitkan buku sendiri ini tidaklah susah, karena skripsi yang sudah jadi sudah merupakan hasil penelitian, tinggal perlu membahasakan nya menjadi sebuah buku. Tentu hal ini lebih mudah daripada dengan cara menerbitkan buku sendiri dari awal atau dari nol.

Apakah Anda serius ingin membukukan skripsi atau laporan penelitian lainnya? Jika ingin menerbitkan buku dan menjadi penulis kami, Anda berkesempatan menerbitkan buku secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di penerbit buku Deepublish

Sekian artikel “Cara Menerbitkan Buku Sendiri | Jika Skripsi Anda Bagus, Mengapa Tidak Dibukukan?” semoga bermanfaat.

Silakan Anda simak Artikel yang lain :

langkah awal Cara Menerbitkan buku dengan Mengenal Lebih Jauh Tentang Penerbit Buku

 

[Bastian Widyatama]

 



This post has been seen 2182 times.
(Visited 654 times, 1 visits today)

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *