Contoh Kesimpulan. Mencoba mencari contoh Simpulan tentu menjadi hal yang akan dilakukan oleh semua penulis karya tulis ilmiah. Kesimpulan merupakan bagian akhir dari suatu karya tulis ilmiah baik itu artikel ilmiah, laporan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan lain sebagainya. 

Kesimpulan sendiri masuk ke bab Penutup, dan menjadi satu bab dengan Saran jika penulis akan menyampaikan sejumlah saran kepada pihak-pihak yang terkait. Menyusun Kesimpulan perlu menyesuaikan dengan kaidah yang ada, sehingga bisa menutup karya tulis ilmiah dengan baik dan benar juga. 

Bagian akhir ini juga menjadi salah satu bagian yang langsung dituju para pembaca, karena memaparkan hasil akhir dari proses penelitian panjang yang dilakukan oleh penulis. Lalu, bagaimana cara menyusun Kesimpulan yang baik dan benar? Kemudian, seperti apa contoh Kesimpulan yang benar di dalam karya tulis ilmiah? 

Pengertian Kesimpulan Menurut Para Ahli

Kesimpulan yang merupakan bagian dari bab Penutup merupakan kesempatan terakhir penulis karya ilmiah untuk memberi kesan yang baik. Yakni dengan menjelaskan kembali secara sekilas mengenai penelitian yang dilakukan beserta dengan hasilnya. Kemudian akan dilengkapi juga dengan Saran untuk menyempurnakan bab Penutup tersebut. 

Sebagai bagian akhir dari karya ilmiah, maka Kesimpulan menjadi bagian penting yang tidak bisa ditinggalkan atau dihapus begitu saja. Hal ini sejalan dengan pendapat para ahli mengenai pengertian dari Kesimpulan tersebut. Berikut beberapa pendapat tersebut: 

1. USC Library 

Pengertian Kesimpulan disampaikan oleh USC Library yang menjelaskan bahwa Kesimpulan adalah ringkasan dari topik penelitian sekaligus sintetis dari sejumlah poin-poin utama dari karya tulis ilmiah yang disusun. Secara umum, Kesimpulan kemudian disusun menjadi 1 atau 2 paragraf. 

Hal ini berlaku atau diterapkan di hampir semua perguruan tinggi di dunia, termasuk juga di Indonesia. Meskipun begitu, penulis yang kebetulan memiliki kesimpulan lebih mendetail. Maka bisa menyusunnya lebih panjang lagi, yakni lebih dari 2 paragraf. 

2. Vocabulary 

Pendapat kedua datang dari Vocabulary yang menjelaskan bahwa Kesimpulan adalah sebuah bagian yang berada di posisi paling akhir pada suatu hal, atau menjadi yang paling akhir dari sebuah hasil. Sehingga Kesimpulan tidak selalu ditemukan pada karya tulis ilmiah, bisa juga pada karya lain. 

Misalnya karya dalam bentuk film pendek maupun panjang, ada kalanya ditulis bagian Kesimpulan pada bagian akhir. Sehingga sampai saat ini Kesimpulan diletakan di bab Penutup yang merupakan bab akhir di dalam karya tulis ilmiah. Berisi semua hal penting dan hasil dari penelitian yang dibahas di dalamnya. 

3. Merriam Webster

Pendapat ketiga datang dari Merriam Webster, dijelaskan bahwa Kesimpulan adalah penilaian yang bisa masuk dalam akal pikiran seseorang. Kesimpulan ini dibutuhkan ketika terdapat dua atau lebih preposisi yang dapat diambil sebagai sebuah premis.Sebab Kesimpulan sendiri disusun berdasarkan hasil penilaian yang masuk akal dari penulisnya. 

4. Cambridge Rindge & Latin School  

Kemudian, pengertian Kesimpulan juga disampaikan oleh Cambridge Rindge & Latin School. Dijelaskan bahwa Kesimpulan adalah paragraf yang paling akhir dari suatu makalah hasil penelitian ataupun bagian paling belakang dari suatu presentasi jenis yang lain. Pada bagian inilah, seseorang biasanya bisa mendapatkan inti dari pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya.

5. KBBI 

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) menjelaskan bahwa Kesimpulan adalah sebuah keputusan yang didapatkan berdasarkan cara berpikir deduktif atau induktif dari sebuah pembahasan atau gagasan tertentu.

Metode Penulisan Kesimpulan

Kesimpulan kemudian diketahui menjadi bagian penting dari karya tulis ilmiah. Penyusunannya pun harus mengikuti kaidah yang ada sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Diketahui bahwa dalam menyusun Kesimpulan penulis bisa menggunakan sejumlah metode. Berikut beberapa diantaranya: 

1. Metode Generalisasi 

Metode penyusunan Kesimpulan yang pertama sebagaimana contoh Kesimpulan pada umumnya adalah dengan metode generalisasi. Metode jenis ini diketahui menjadi metode yang paling banyak dipilih oleh penulis. Paling banyak juga diaplikasikan pada karya tulis ilmiah seperti makalah, skripsi, dan lain sebagainya. 

Metode generalisasi dimulai dengan menjelaskan poin-poin penting suatu karya tulis ilmiah dari awal sampai akhir. Kemudian diberi penutup yang merupakan kesimpulan utama dari penjelasan secara keseluruhan tadi. Sehingga susunannya akan menjelaskan secara singkat dari karya tulis dan diakhiri dengan kesimpulan yang disusun menggunakan penilaian personal penulis. 

Kesimpulan dengan metode ini akan memiliki jumlah paragraf lebih panjang. Agar tidak terlalu panjang maka penulis bisa menyampaikan bagian awal penelitian secara sekilas. Baru kemudian langsung pada kesimpulan yang merupakan penilaian pribadi penulis yang disampaikan tadi. 

2. Metode Analogi 

Metode selanjutnya adalah metode analogi, dan juga menjadi metode penyusunan Kesimpulan yang banyak diterapkan pada karya ilmiah. Metode analogi ditandai dengan proses memberikan pandangan atau menyampaikan pokok penelitian. Kemudian menjelaskan dengan singkat mengenai pandangan penulis tersebut. 

Biasanya dalam bentuk paragraf pendek, dan kemudian bisa menyampaikan keseluruhan isi dari karya tulis ilmiah yang disusun. Metode analogi ini pada dasarnya jauh lebih mudah untuk digunakan dibanding metode generalisasi. Hanya saja, setiap penulis memiliki selera dan kebutuhan sendiri-sendiri. Sehingga ada yang lebih menyukai metode ini dibanding metode lainnya. 

3. Metode Korelasi 

Jika ingin menulis Kesimpulan sebagaimana contoh Kesimpulan yang bagus di dalam karya ilmiah. Maka selain menggunakan dua metode yang sudah dijelaskan sebelumnya. Penyusunan Kesimpulan juga bisa menggunakan metode korelasi, yaitu proses menyusun Kesimpulan dengan menggunakan hubungan sebab akibat. 

Secara teknis, penyusunannya tidak berbeda jauh dengan dua metode lainnya. Akan tetapi penulis fokus mencari sebab dan akibat dari karya tulis ilmiah yang disusun. Sehingga pembaca kemudian mengetahui sebab dan akibat dari topik yang diteliti oleh penulis, dan kemudahan mengetahui solusinya juga. 

Metode korelasi juga banyak diterapkan oleh penulis saat menyusun karya ilmiah, sebab membuat bagian Kesimpulan lebih hidup. Sekaligus membuat isi karya ilmiah lebih mudah dipahami oleh pembacanya. 

Cara Membuat Kesimpulan Karya Ilmiah

Lalu, bagaimana cara menyusun Kesimpulan yang baik dan benar? Mempelajari berbagai contoh Kesimpulan dari karya tulis yang sudah ada. Maka tahapan di dalam menyusun Kesimpulan ini ada beberapa, dan berikut adalah detailnya: 

1. Membaca Ulang Karya Ilmiah 

Tahap pertama dalam menyusun Kesimpulan adalah membaca ulang karya tulis ilmiah yang sudah disusun. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui proses awal kenapa memilih topik penelitian, proses pelaksanaan penelitian, dan bagaimana dengan hasil yang didapatkan. 

Semua ini nantinya perlu disampaikan secara sekilas di dalam bagian Kesimpulan. Jika masih ingat maka susunan paragraf Kesimpulan bisa segera dieksekusi. Namun, jika ada beberapa bagian yang terlupa karena memang penelitian dilakukan dalam waktu yang lama sehingga wajar jika lupa. 

Perlu membaca ulang, supaya antara isi karya tulis ilmiah ini sama dengan isi dari bab Kesimpulan yang sudah disusun. Peneliti yang melakukan banyak penelitian bisa lupa dan mencampur Kesimpulan penelitian satu dengan yang lainnya. Membaca ulang mencegah menyusun Kesimpulan yang sama dan berbeda dengan isi, yang tentu merupakan kesalahan besar. 

2. Meringkas Poin-Poin Utama 

Jika sudah dibaca ulang, maka ada baiknya meringkas karya ilmiah tersebut menjadi bentuk poin-poin. Isi setiap poin adalah menjelaskan hal-hal atau bagian-bagian penting yang dirasa perlu dicantumkan di bagian Kesimpulan. Biasanya akan terdiri dari 3 atau 5 poin, namun bisa juga lebih. 

Isi Kesimpulan kemudian disesuaikan dengan jumlah poin-poin penting yang didapatkan. Penulis juga memiliki hak untuk menghapus poin-poin tertentu dengan tujuan menjadikan bagian Kesimpulan lebih ringkas. Pasalnya, Kesimpulan bukan isi karya ilmiah maka penyusunannya harus dibuat sangat sederhana. 

Jangan sampai lebih dari 3 paragraf, karena akan membuat pembaca merasa bagian Kesimpulan terlalu bertele-tele. Ada baiknya penulis fokus pada sebab atau masalah yang diangkat menjadi topik penelitian. Kemudian menjelaskan hasilnya, sebab detail pembahasan penelitian sudah dicantumkan di bab inti sehingga tidak perlu diulang di bagian Kesimpulan. 

3. Menambahkan Poin Penting Jika Ada 

Jika sudah sampai ke tahap kedua seperti penjelasan poin di atas, maka ada kemungkinan penulis perlu menambahkan sejumlah poin penting. Dari susunan daftar poin-poin penting tadi kemungkinan akan perlu ditambah. 

Maka perlu dibaca ulang dulu setiap poinnya, dan jika memang ada tambahan bisa ditambahkan. Baru kemudian berlanjut ke tahap selanjutnya yang membantu menyempurnakan isi dari Kesimpulan karya tulis yang disusun. 

4. Membuat Ajakan untuk Bertindak 

Saat menyusun paragraf Kesimpulan, penulis sebaiknya membuat ajakan bagi pembaca untuk memahami dan mengimplementasikan hasil penelitian. Artinya, hasil penelitian yang dicantumkan ke dalam Kesimpulan kemudian seolah-olah mengajak pembaca untuk mengaplikasikannya juga. 

Tentunya pada saat menjumpai masalah serupa, sehingga temuan penelitian tersebut bisa menjadi solusi terbaiknya. Hal ini penting agar isi dari karya tulis ilmiah bisa dipahami kembali oleh pembaca. Kemudian juga bisa menerapkannya secara langsung, bukan hanya dibaca dan kemudian selesai. 

5. Jelaskan Solusi dan Hasil Akhir Penelitian 

Menjelaskan solusi atau temuan yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan adalah hal penting. Cantumkan poin ini di dalam Kesimpulan dan gunakan bahasa sendiri. Namun tetap gunakan bahasa yang formal, dan pastikan dibaca kembali jika sudah selesai. Pastikan inti dari Kesimpulan bisa dipahami dan kemudian tidak perlu merevisi tulisan tersebut. 

7 Contoh Kesimpulan Karya Ilmiah

Berikut contoh kesimpulan karya ilmiah yang bisa dijadikan referensi :

1. Contoh Kesimpulan Karya Ilmiah

Adapun kesimpulan atas penelitian yang telah disebutkan, antara lain:

  • Ketersediaan bahan baku gurita dan kulit pisang yang melimpah di Provinsi Bengkulu dengan memanfaatkan kearifan lokal tentu akan menjadikan produk nugget gurita kulit pisang menjadi makanan khas dari provinsi Bengkulu. Hal ini karena pemanfaatan atau pembuatan produk sejenis belum ada di daerah lain.
  • Daerah Provinsi Bengkulu yang mayoritas pantai dan pegunungan menjadikan gurita serta Kulit Pisang tersedia melimpah. Pengolahan gurita di Provinsi Bengkulu sudah ada seperti pembuatan sate gurita dan gurita kering. Sementara itu kulit pisang belum dimanfaatkan. Dengan adanya nugget gurita ini tentu akan menghasilkan produk diversifikasi baru terhadap pengolahan gurita dan kulit pisang di provinsi bengkulu.
  • Berdasarkan analisis kelayakan usaha yang telah dilakukan pada pembahasan, pembuatan nugget gurita ini layak untuk dikembangkan, dari hasil perhitungan didapatkan laba sebesar Rp. 7.805.000, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) sebesar 2.08, BEP harga sebesar Rp. 2398.333 dan BEP Produksi sebesar 1439 pack. Dengan kata lain produk nugget gurita kulit pisang ini layak untuk dikembangkan

2. Contoh Kesimpulan Makalah

Kesimpulan dari hasil pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut :

Hasil pengamatan terhadap official website Unilever menunjukkan bahwa Unilever telah mencoba memanfaatkan laman resminya untuk mengungkapkan program CSR yang dilakukannya. Baik dari sisi tata kelola perusahaan dan pelaporan, kebijakan lingkungan dan kebijakan sosial. 

Penelitian ini menunjukkan bahwa Index Publisitas Unilever adalah 13, index tersebut diperoleh dari tata kelola perusahaan dan pelaporan sebanyak 4 kategori, dari dasar kebijakan terhadap lingkungan yang dilakukan sebanyak 4 kategori, dan dari sisi kebijakan sosial sebanyak 5 kategori. 

Dengan demikian Unilever telah mengungkapkan 13 informasi yang relevan dengan CSR kepada publik melalui official website-nya.

3. Contoh Kesimpulan Laporan Penelitian

Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Dusun Sarip Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang dilaksanakan dari tanggal 7 September 2021 – 4 Oktober 2021 antara lain:

  1. Mampu beradaptasi dengan baik sehingga terjalin hubungan kerjasama antara masyarakat di Dusun Sarip.
  2. Mahasiswa memberikan bantuan alat berupa maket wilayah tempat wisata di Dusun Sarip, lampiran paket wisata yang disediakan oleh Dusun Sarip, pembuatan website, fanspage facebook, dan akun instagram tentang desa wisata dusun Sarip, serta pembuatan maket desain wisata di bantaran sungai Mudal di dusun Sarip.

4. Contoh Kesimpulan Skripsi

Dari hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan mengenai praktek penyiaran TV berjaringan antara Kompas TV dan TV Borobudur. Peneliti mendapatkan kesimpulan yang pertama, TV Borobudur sebagai tv lokal belum punya kemandirian secara mutlak.  Kemandirian secara proses produksi memang TV Borobudur sudah banyak mengalami peningkatan. 

Potensi seperti kualitas SDM dan skill orang-orang sudah lebih berkembang, dibandingkan dengan sebelum bergabung dengan Kompas TV. Hal ini karena didukung oleh pelatihan dan fasilitas operasional yang diberikan oleh Kompas TV. Namun, dari sisi finansial, nampaknya TV Borobudur masih akan selalu terkoneksi dengan Kompas TV.

5. Contoh Kesimpulan Tesis

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 

  1. Kompetensi kepribadian guru memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA sebesar 95,1%. 
  2. Kemampuan Matematika siswa memberikan pengaruh terhadap hasil belajar belajar IPA sebesar 65%. 
  3. Kompetensi kepribadian guru dan kemampuan Matematika siswa secara bersama-sama memberikan pengaruh hasil belajar IPA sebesar 95,4%. 

6. Contoh Kesimpulan Disertasi

Disertasi ini bertolak dari beberapa pertanyaan spesifik berikut:

  1. Mengapa kekerasan anti-Tionghoa terjadi di Surakarta tapi tidak di Yogyakarta? 
  2. Mengapa kerusuhan Islam-Kristen terjadi di Ambon tetapi tidak di Manado? 
  3. Apakah pemilahan etnis dapat menjelaskan insiden kekerasan di Surakarta dan Ambon? 

Karenanya dalam rangka memahami variasi dramatis dalam ruang kekerasan dan anti kekerasan. Disertasi ini mencari sumber-sumber penjelasan selain dari hubungan sehari-hari dan organisasi yang kuat. Diketahui adanya masalah seperti diskriminasi yang bersumber dari kebijakan negara di Surakarta dan Yogyakarta. 

7. Contoh Kesimpulan Jurnal

Berdasarkan hasil analisis data hubungan Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, dan Lingkungan Masyarakat dengan prestasi belajar secara parsial maupun secara simultan pada siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik  Otomotif di SMK X adalah: 

  1. Lingkungan keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa kelas Xi Jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Hal ini ditunjukan dengan koefisiensi korelasi yang diperoleh yaitu sebesar 0,391. 
  2. Lingkungan sekolah berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa Kelas XI Jurusan teknik Mekanik Otomotif. Hal ini ditunjukan dengan koefisiensi korelasi yang diperoleh sebesar 0,556. 

Artikel Terkait:

Contoh Penutup Makalah

Tips Menulis Pendahuluan Laporan 

Rahasia Menulis Pendahuluan

Tips Menulis Pendahuluan Esai 

Cara Membuat Kata Pengantar Modul 

Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar 

Contoh Halaman Persembahan 

Contoh Lembar Pengesahan