Sebelum mengirimkan naskah buku ke penerbit pastikan sudah paham cara menulis sinopsis buku tersebut. Kenapa? Sebab sebagian besar penerbit meminta penulis untuk melengkapi naskah yang dikirim dengan sinopsis disamping persyaratan lainnya. 

Hal ini lumrah, karena setiap harinya ada banyak penulis yang mengirimkan naskah ke penerbit tersebut. Tanpa sinopsis yang disusun penulis, proses menyaring dan memilih naskah yang masuk ke redaksi memakan waktu sangat lama. 

Lain halnya jika penulis melampirkan sinopsis yang memberi garis besar isi naskah yang dikirimkan. Maka prosesnya cepat, sehingga penulis bisa segera mengetahui nasib naskahnya di meja redaksi penerbit tersebut. Namun, bagaimana menulis sinopsis yang baik? 

Sekilas Tentang Sinopsis 

Secara umum, sinopsis merupakan ringkasan yang padat dan jelas dari sebuah cerita, film, maupun teater (pertunjukan) tanpa menghilangkan inti cerita di dalamnya. Sehingga meskipun diringkas namun jalan cerita tetap bisa dipahami. 

Sebab di dalam sinopsis akan mencantumkan awal atau asal muasal inti permasalahan (konflik) kemudian bagaimana tokoh bereaksi terhadap konflik tersebut. Kemudian diakhiri dengan penjelasan sekilas tentang cara tokoh mengatasinya. 

Sinopsis biasanya tidak menceritakan atau menuliskan cara penyelesaian konflik dari tokoh dalam cerita secara lengkap dan gamblang. Justru seringnya diakhiri dengan pertanyaan. Misalnya, penulis menceritakan tokoh bernama Gagah yang dikejar kemiskinan saat tumbuh dewasa. 

Penulis dalam mengakhiri sinopsis kemudian mengajukan pertanyaan, seperti: 

  • Mampukah Gagah keluar dari kemiskinan yang membelenggu keluarganya dari dulu? 
  • Bagaimana strategi Gagah dalam mengatasi problem kemiskinan yang mencekiknya? 
  • dan lain sebagainya. 

Namun, akhir dari sinopsis tidak harus berbentuk pertanyaan bisa juga dibuat kisah sepotong sehingga menggantung. Tujuannya agar memunculkan rasa penasaran bagi pembaca. 

Teknik ini juga bisa diterapkan saat mempraktekan cara menulis sinopsis buku yang akan dikirimkan ke penerbit. Sebab editor tidak harus langsung tahu ending ceritanya seperti apa, hanya diberikan gambaran sekilas. 

Hal ini justru membuat sinopsis lebih menarik, dan jika sinopsisnya saja menarik maka isinya juga pasti menarik. Maka editor sebuah penerbit bisa tertarik membaca seluruh isi naskah dan segera memberi kepastian kepada penulisnya. 

Baca Juga:

10 Tips agar Naskah Dilirik Penerbit

Mengenal Ciri-Ciri Penerbit Buku yang Baik

Biaya Menerbitkan Buku di Penerbit Deepublish

Cara Menulis Sinopsis Buku yang Menarik

Sinopsis mampu menjadikan naskah yang dikirimkan ke penerbit lebih mudah dilirik. Selain itu, sinopsis juga bisa menjadi magnet bagi siapa saja untuk membaca buku yang dibuat dan membelinya. 

Semakin menarik sinopsis yang disusun maka semakin baik dan semakin menguntungkan. Maka menulis sinopsis tidak bisa asal-asalan, dan berikut beberapa cara menulis sinopsis buku agar menarik minat baca siapa saja: 

1. Mulailah dengan Menentukan Hook 

Cara yang pertama dalam menulis sinopsis buku adalah memulainya dengan menentukan atau menjelaskan hook. Apa itu hook? Istilah hook mengarah pada sesuatu di dalam cerita buku yang menarik minat pembaca. 

Hook disini bisa diambil dari penjelasan tentang suatu kondisi di tempat dimana pusat cerita terjadi. Kondisi tempat ini jika diceritakan tentunya langsung mempengaruhi inti cerita dan alur cerita di dalam buku. 

Misalnya sinopsis untuk film The Silent Sea yang menceritakan para ilmuwan sedang meneliti di bulan. Asal muasal penelitian ini adalah kondisi bumi yang tidak lagi memiliki air bersih. 

Kemudian ditemukan unsur menyerupai air di bulan dan diteliti untuk dijadikan pengganti air bagi kehidupan makhluk di bumi. 

Menceritakan sesuatu yang unik dan menarik dari buku di awal sinopsis mampu meningkatkan daya tarik buku itu sendiri. Sehingga sinopsis bisa dimulai dengan menyebutkan atau menceritakan jook di dalam buku. 

2. Merangkum Seluruh Isi Buku 

Jika mempelajari cara menulis sinopsis buku maka akan dipahami  bahwa sinopsis inia dalah sebuah rangkuman dari seluruh cerita dalam buku tersebut. Maka saat menulis sinopsis perlu dipastikan isinya sudah merangkum cerita buku secara keseluruhan. 

Artinya, perlu dipaparkan mengenai awal mula konflik yang dihadapi tokoh utama kemudian tokoh mana saja yang terlibat di dalamnya. Baru kemudian diceritakan perjuangan sekilas dari tokoh utama mengatasinya. 

Persoalan berhasil atau tidak, bisa memberi saran pada pembaca untuk membaca buku secara keseluruhan. Sehingga sinopsis mampu merangkum keseluruhan isi cerita namun dalam versi dipadatkan atau dibuat ringkas. 

3. Ditulis dengan Bahasa yang Mudah Dipahami 

Dalam membuat sinopsis yang menarik, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Jadi, sinopsis akan merangkum isi cerita di dalam buku. 

Jadi, pastikan disampaikan dengan bahasa sederhana dengan menghapus berbagai istilah yang hanya dipahami kalangan terbatas. Tujuannya agar sinopsis ini bisa segera dipahami dan mampu menarik minat pembacanya untuk beralih ke isi buku. 

4. Dibuat Singkat dan Padat Namun Jelas 

Sinopsis adalah ringkasan cerita di dalam buku yang disusun. Sebagai ringkasan, sudah tentu isi sinopsis dijabarkan dengan bahasa yang efektif dan efisien. Sehingga perlu menggunakan susunan kalimat yang singkat, padat, dan jelas. 

Hindari menceritakan bagian cerita yang keluar dari inti, jangan sampai panjang sinipsis sepanjang isi buku. Sinopsis idealnya hanya satu halaman saja atau bahkan setengah halaman kertas HVS ukuran A4. Sehingga perlu menghindari penjelasan bertele-tele. 

5. Ceritakan Sesuai Alur pada Buku 

Cara menulis sinopsis buku berikutnya adalah menceritakan alur cerita sesuai isi buku. Jika di dalam buku konflik dimulai sejak pertemuan tokoh utama dengan tokoh yang menjadi pasangannya, maka bisa dicantumkan di sinopsis. 

Alur pada sinopsis sesuai dengan alur pada cerita di dalam buku, sehingga jangan sampai dibolak-balik. Kesesuaian ini penting agar pembaca tidak bingung dan tidak memberi stempel sinopsis tidak akurat. 

Baca Juga:

Pengertian Template Buku

Identitas Buku, Unsur-unsur, dan Contoh Lengkap

Template Modul Pembelajaran Beserta Tips Membuatnya

6. Menjelaskan Tema dan Kelebihan Cerita dalam Buku 

Sinopsis disusun adalah untuk menarik minat editor penerbit maupun minat dari para pembaca yang merupakan masyarakat umum. Maka di dalam sinopsis tersebut perlu dijelaskan mengenai tema cerita dan kelebihan cerita tersebut. 

Bisa disampaikan secara sekilas, bisa juga menjelaskan tema utama dengan mengutip bagian dalam buku. Baik dalam bentuk paragraf maupun dialog dari tokoh sentral di dalamnya. 

7. Sebutkan Tokoh Utama dan Tokoh Pendukung 

Terakhir, adalah membuat sinopsis buku yang bagus dan menarik perlu mencantumkan nama tokoh utama. Tokoh utama saja sudah cukup. Namun jika ada tokoh pendukung yang berhubungan dengan konflik, maka silahkan dicantumkan. 

Misalnya saja di dalam novel Seribu Kerinduan karya Herlina P. Dewi yang menceritakan konflik perpisahan tokoh utama dengan pria yang dicintainya akibat perjodohan orangtua si pria. 

Dalam sinopsisnya, penulis menjelaskan nama pria yang dijodohkan yakni Panji dan menjadi asal muasal konflik batin dari tokoh utamanya yang bernama Renata. Sehingga di dalam sinopsis bisa menyebutkan 1-2 tokoh pendukung selain tokoh utama. 

Lewat penjelasan di atas, tentunya diharapkan semakin memudahkan para penulis untuk membuat sinopsis yang baik dan benar sekaligus menarik. Sebab bisa menjadikan naskah segera diterima penerbit dan banyak dibaca. Oleh sebab itu, pahami betul cara menulis sinopsis buku yang dijelaskan di atas.

Artikel Terkait:

Pengertian Sinopsis, Unsur-Unsur, dan Skema Pembuatannya

Menonjolkan Sinopsis agar Dilirik Penerbit Buku

Format Buku Digital

Langkah-Langkah Menerbitkan Buku Digital Mandiri

Cara Membuat Buku Digital dari File Word