Penerbit Deepublish bersama Dunia Dosen menggelar workshop bertajuk Klinik Publikasi untuk Pengembangan Karir Dosen. Workshop ini sendiri terselenggara berkat dukungan dari penerbit deepublish yang akan diselenggarakan selama empat minggu di bulan Juni 2022. 

Sesi pertama merupakan Kelas Penulisan Buku yang mengusung materi Overview Karir Dosen & Menulis Karya Ilmiah untuk Menunjang Karir Dosen. Workshop sesi pertama ini diselenggarakan daring melalui aplikasi Zoom pada Jumat (3/06/2022). 

Workshop dibuka oleh Moderator, yakni Silvia Noor Indah yang menjelaskan pokok penting acara workshop tersebut di sesi pembukaan. Materi sendiri disampaikan oleh Rizka Heny Maya Meutia selaku narasumber. 

Kelas Penulisan Buku Mendukung Peserta Menyelesaikan Naskah Buku 

Klinik Publikasi untuk Pengembangan Karir Dosen – Kelas Penulisan Buku terselenggara dengan baik pada Jumat, 3 Juni 2022 secara daring melalui aplikasi Zoom. Workshop ini sendiri sesuai penjelasan di awal akan berlangsung selama 4 minggu. 

Setiap minggunya akan disampaikan dan dijelaskan mengenai satu materi khusus yang membantu para peserta, mayoritas adalah kalangan dosen untuk menulis naskah buku dengan baik dan benar. 

Penyelenggaraan workshop ini juga diharapkan mampu memberi dorongan dan kemudahan bagi para dosen untuk menyelesaikan naskah bukunya dalam kurun waktu satu bulan. Sehingga selama mengikuti workshop, diharapkan para dosen juga menyelesaikan naskah yang baru disusun. 

Pada materi sesi pertama, workshop akan membedakan topik Overview Karir Dosen & Menulis Karya Ilmiah untuk Menunjang Karir Dosen. Materi ini akan disampaikan oleh Rizka Heny Maya Meutia selaku Keynote Coach Klinik Karir Dunia Dosen. 

Bu Rizka memiliki banyak pengalaman dalam memberi dampingan dan bimbingan kepada dosen dalam mengurus kenaikan jabatan fungsional. Sehingga materi yang disampaikan di dalam workshop diharapkan memberi dukungan maksimal kepada peserta untuk mengajukan kenaikan jabatan fungsional masing-masing. 

Materi kemudian mulai dipaparkan oleh Bu Rizka sebagai narasumber utama di sesi pertama workshop Klinik Publikasi untuk Pengembangan Karir Dosen – Kelas Penulisan Buku. 

Bu Rizka menjelaskan, pemahaman mengenai karir dosen perlu dipahami para dosen di awal karirnya. Sehingga sebelum menandatangani kontrak sebagai pendidik di perguruan tinggi, hal ini wajib dipahami secara mendalam. 

Sebab karir dosen adalah salah satu bukti tanggung jawab dosen terhadap profesinya. Sehingga perlu dijadikan fokus utama saat merintis karir dan berjuang untuk terus mengembangkan karir akademik. 

Baca Juga:

Syarat dan Prosedur Pengajuan NIDN Dosen Perguruan Tinggi

Syarat Menjadi Dosen yang Harus Dipenuhi

Prosedur Menjadi Dosen Tetap Yayasan

Hal yang Harus Dipersiapkan dalam Mengembangkan Karir Dosen

klinik penulisan buku

Terdapat beberapa hal yang diperlukan dosen untuk mengembangkan karir akademiknya. Yaitu: 

1. NIDN 

NIDN atau Nomor Induk Dosen Nasional merupakan hal pertama yang dibutuhkan dosen untuk mengembangkan karir akademiknya. Kinerja program studi dinilai saat akreditasi dilakukan berdasarkan kinerja dosen yang memiliki NIDN. 

Adapun yang harus dipersiapkan untuk mengurus NIDN adalah empat berkas penting berikut ini: 

  • SK Dosen Tetap. 
  • Surat Perjanjian Kerja (bermaterai). 
  • Surat Pernyataan Pimpinan (bermaterai). 
  • Surat Keterangan Tri Dharma. 

Dosen harus fokus dalam mengurus NIDN terlebih dahulu pada saat merintis karir di dunia akademik. Mayoritas proses pemahaman tentang pengurusan NIDN dilakukan secara mandiri atau otodidak. 

Sebab kebanyakan PT tidak memberi penjelasan kepada dosen baru. Maka dosen sebaiknya dari awal sudah tahu apa saja yang dibutuhkan agar jenjang karirnya terus berkembang. 

Sehingga hari pertama menjadi dosen sudah paham apa yang harus dikerjakan, apa yang harus diurus, dan sebagainya. Khususnya NIDN dulu, karena menjadi anak kunci untuk bisa mengakses pintu lain menuju pengembangan karir akademik. 

2. Memiliki Akun Dosen 

Hal penting berikutnya yang wajib dimiliki dosen untuk mengembangkan karir adalah memiliki akun di sejumlah aplikasi karir dosen. Kapan dosen harus memiliki akun? Yakni setelah dosen memiliki NIDN. Akun yang dimaksud adalah: 

  • Simlitabmas (Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). 
  • SINTA (Science and Technology Index). 
  • Google Scholar (GS). 
  • Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT). 

Empat akun tersebut membantu dosen untuk mendapatkan program hibah. Sebab lewat program tersebut memberi banyak manfaat bagi para dosen. Yakni mendapatkan bantuan pendanaan untuk melaksanakan seluruh isi Tri Dharma. 

Sehingga empat akun di empat media dan aplikasi tersebut membantu dosen mengembangkan karirnya tanpa harus menggunakan modal pribadi. Melainkan didanai oleh pemerintah. 

3. Jabatan Fungsional 

Dosen yang memiliki NIDN kemudian sudah bisa mengajukan kenaikan jabatan fungsional. Jadi, pastikan paham bagaimana mengajukan jabatan fungsional pertama dan apa saja syarat yang harus dipenuhi. 

4.     Serdos (Sertifikasi Dosen) 

Berikutnya adalah serdos atau sertifikasi dosen. Alasan pertama kenapa dosen butuh serdos adalah butuh dana untuk memenuhi berbagai keperluan akademik. 

Serdos membantu dosen mendapatkan tunjangan profesi yang nilainya minimal Rp 2.5 juta untuk dosen dengan ijazah S2. Jika sudah naik jabatan fungsional misalnya menjadi Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar maka nilai tunjangan akan naik sesuai aturan yang berlaku. 

Terdapat dua akun yang harus dimiliki untuk mengikuti sertifikasi dosen, yaitu akun di PLTI (Pusat Layanan Tes Indonesia) dan akun di SISTER (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi). 

Pentingnya Publikasi Karya Ilmiah

Dalam Tri Dharma, dosen memiliki tugas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua tugas dari tiga tugas pokok tersebut tidak hanya sekedar melaksanakan kegiatan. Akan tetapi juga melakukan publikasi untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengabdian. 

Publikasi ii bisa dalam berbagai bentuk seperti artikel ilmiah di jurnal, kemudian artikel ilmiah di prosiding, lalu bisa juga lewat buku. Dalam mengembangkan karir akademik, para dosen bisa mencari tahu bentuk publikasi mana yang diganjar dengan angka kredit (KUM). 

Setelah itu, bisa mencari tahu jenis publikasi seperti apa yang mendapatkan angka kredit dalam jumlah yang besar. Sehingga bisa dijadikan fokus utama sebagai strategi percepatan pengembangan karir dosen. 

Misalnya untuk publikasi dalam bentuk artikel, Bu Rizka menjelaskan akan lebih baik jika dosen memilih publikasi dalam bentuk artikel di jurnal ilmiah. Baik jurnal internasional maupun internasional, dibandingkan artikel di prosiding. Kenapa? 

Sebab nilai angka kredit untuk publikasi di jurnal lebih tinggi dibandingkan angka kredit untuk prosiding. Hal serupa juga bisa diterapkan untuk publikasi bentuk lainnya. Kemudian usahakan saat mengajukan program hibah menjadi Ketua Pengusul. 

Sebab Ketua Pengusul yang akan mendapatkan pendanaan paling besar dan juga yang publikasinya paling dianggap atau diakui, hal ini untuk beberapa jenis publikasi. Oleh sebab itu, para dosen wajib paham apa saja yang perlu dilakukan dalam publikasi agar mendapat angka kredit yang tinggi. 

Tidak kalah penting adalah untuk melengkapi seluruh data di semua akun penting yang dijelaskan sebelumnya. Data ini mencakup data publikasi, di masing-masing aplikasi ada beberapa menu yang membantu dosen mengupdate histori publikasinya. 

Misalnya di Simlitabmas, dimana para dosen perlu mengupdate publikasi dari awal sampai yang terbaru. Mulai dari artikel jurnal, artikel prosiding, HKI, buku, karya monumental, sampai naskah akademik dan naskah urgensi. 

Semua data perlu di update secara berkala, sehingga saat data tersebut dibutuhkan bisa langsung digunakan. Misalnya saat mengajukan program hibah dan Ketua Pengusul akan dicek histori publikasinya seperti apa di berbagai akun di atas. 

Artikel Terkait:

Penilaian Poin Angka Kredit Dosen – Kuasai 3 Ketentuan

Prinsip Penilaian Angka Kredit Dosen

Dosen Menulis Buku sebagai Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat

Syarat-Syarat Sertifikasi Dosen yang Wajib Diketahui


Tahukah Anda bahwa salah satu cara untuk meningkatkan poin KUM adalah menerbitkan buku. Aturan ini tertuang dalam PO PAK 2019.

Sayangnya, kesibukan dalam mengajar, membuat dosen lupa dengan kewajiban lainnya yaitu mengembangkan karir. Maka dari itu, Penerbit Deepublish hadir untuk membantu para dosen meningkatkan poin KUM dengan menerbitkan buku.

Kunjungi halaman Daftar Menerbitkan Buku, agar konsultan kami dapat segera menghubungi Anda.

Selain itu, kami juga mempunyai E-book Gratis Panduan Menerbitkan Buku yang bisa membantu Anda dalam menyusun buku. Berikut pilihan E-Book Gratis yang bisa Anda dapatkan: