Istilah passive income atau pendapatan pasif tentu tidak lagi asing di telinga. Istilah di bidang keuangan ini sendiri menjadi salah satu istilah yang diusahakan  setiap orang untuk diwujudkan demi hidup lebih sejahtera dan nyaman. 

Siapa saja bisa mendapatkan pendapatan pasif tersebut di luar pendapatan aktif seperti gaji bulanan dari kantor maupun tempat mengabdi. Namun, tidak sedikit yang kesulitan untuk mengetahui cara mendapatkannya. Jika mengalami masalah serupa, bisa menyimak informasi berikut. 

Apa Itu Passive Income?

Jika bicara mengenai sumber pendapatan atau bisa dikatakan gaji, maka ada tiga jenis pendapatan yang bisa didapatkan setiap orang. Pertama adalah pendapatan aktif, kemudian pendapatan pasif, dan disusul pendapatan portofolio (investasi).  

Pendapatan aktif adalah pendapatan yang didapatkan seseorang setelah mengeluarkan usaha secara aktif. Misalnya harus keluar rumah untuk bekerja, keluar tenaga, waktu, dan biaya. Sehingga setelah memberikan tenaga dan keterampilan diperoleh bayaran. 

Pendapatan pasif atau passive income adalah pendapatan yang didapatkan seseorang tanpa harus aktif melakukan suatu pekerjaan. Sehingga dalam kondisi ini seseorang memiliki sesuatu yang memberikan tambahan uang, meskipun diam di rumah atau tidak ada usaha fisik apapun. 

Sementara untuk pendapatan portofolio adalah pendapatan yang didapatkan seseorang setelah memperoleh keuntungan dari investasi. Misalnya investasi ke saham yang dibeli dengan harga Rp 1 juta kemudian dijual dengan harga Rp 1.5 juta. 

Maka selisih Rp 500 ribu disini masuk kategori pendapatan portofolio. Namun ada lebih banyak orang yang memiliki dua jenis pendapatan, yakni pendapatan aktif dan pendapatan pasif atau passive income. 

Lalu, apa perbedaan kedua jenis pendapatan ini? Pertama adalah dari segi usaha, pendapatan aktif didapatkan dengan usaha langsung. Misalnya bekerja secara fisik, mengerjakan suatu hal, dan sejenisnya. Sehingga ada usaha yang dilakukan. 

Sementara untuk pendapatan pasif, pemiliknya tidak perlu bersusah payah dan penghasilan akan diterima dengan sendirinya. Perbedaan yang kedua adalah dari segi nominal atau besaran pendapatan yang didapatkan. 

Secara umum, pendapatan aktif besarannya tetap seperti gaji karyawan yang sudah ditetapkan gaji pokok dan ada tambahan beberapa tunjangan. Sementara pendapatan pasif cenderung berubah-ubah, meskipun ada juga yang nominalnya bisa dipastikan. 

Kenapa Harus Memiliki Passive Income di Era Sekarang?

Membahas mengenai passive income, maka banyak orang yang bertanya-tanya apakah jenis pendapatan ini perlu dimiliki? Jawabannya adalah iya, apalagi di era digital seperti sekarang. 

Sekaligus belajar dari dampak pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu yang melumpuhkan ekonomi masyarakat Indonesia bahkan dunia. Hal ini mendorong kesadaran untuk memiliki pendapatan pasif. Detailnya adalah sebagai berikut: 

a. Bagian dari Perencanaan Keuangan 

Membangun sumber pendapatan pasif bisa disebut sebagai bagian dari perencanaan keuangan. Sehingga pemiliknya bisa mengatur alokasi pendapatan ke lebih banyak komponen. Hal ini mendorong peningkatan kesejahteraan lebih dini. 

b. Solusi saat Pendapatan Aktif yang Tersendat

Tidak selamanya pendapatan aktif bisa diandalkan. Misalnya ketika mendadak terkena PHK, pemutusan kontrak kerja oleh perusahaan, gaji terlambat diberikan perusahaan, dll.  

Jika memiliki pendapatan pasif maka bisa diandalkan saat pendapatan aktif mengalami masalah. Sehingga masih bisa berpikir jernih, mengontrol emosi, dan terpenting adalah bisa mencukupi kebutuhan hidup. 

c. Bagian dari Dana Pensiun 

Jika Anda seorang PNS maka bisa berlega hati karena di usia non produktif bisa memiliki dana pensiun sesuai kebijakan pemerintah. Namun, bagaimana jika Anda non PNS? 

Maka sudah sewajarnya mempersiapkan dana pensiun secara mandiri dan salah satunya dengan membangun sumber passive income. Sehingga saat sudah tidak produktif dan tidak lagi menerima gaji, bisa mengandalkan pendapatan pasif. 

Cara Mendapat Passive Income

Setelah memahami apa itu pendapatan pasif dan alasan kenapa harus memilikinya. Tentu akan bertanya-tanya bagaimana membangun sumber pendapatan pasif tersebut? Memasuki era digital, jenis atau ragam sumber pendapatan terus berkembang. 

Bahkan sumber pendapatan pasif pun ikut terdampak dengan hadirnya beberapa media online yang bisa menjadi sumber pendapatan tersebut. Meskipun begitu setiap orang bisa memilih sumber pendapatan pasif mana saja, baik online maupun offline. 

Bicara mengenai tata cara mendapatkan passive income maka perlu dipahami bahwa ada tiga jenis sumber pendapatan tersebut. Mulai dari paper aset (contoh: saham, reksadana, dll), investor (punya bisnis tapi tidak terlibat pengelolaan), penyewaan properti (sewa kost, apartemen, dll). 

Jadi, bagaimana cara mendapatkan pendapatan pasif tersebut? Berikut beberapa pilihan caranya: 

1. Menjadi Vlogger di YouTube 

Cara pertama yang bisa dipertimbangkan adalah membangun pendapatan pasif online melalui YouTube. YouTube diketahui sebagai situs berbagi video yang untuk konten tertentu usai memenuhi syarat monetisasi maka akan diberi iklan. 

Semakin banyak yang menonton video maka akan memberi penghasilan pada pemilik video tersebut. Meskipun tidak lagi aktif membuat konten, selama video di YouTube ditonton orang maka akan tetap memberi penghasilan. 

2. Menjual Foto Secara Online 

Punya hobi fotografi atau mungkin ada bakat membuat foto yang menarik dibanding orang lain. Maka pertimbangkan untuk dijual online di beberapa situs. Sebut saja Pixabay, Shutterstock, dll. 

Meskipun tak lagi aktif memotret, selama foto yang diunggah di situs masih digunakan oleh pengguna. Maka tetap memberikan penghasilan bagi pemilik foto tersebut. 

Menjual Hasil Desain Secara Online 

Bisa membuat desain grafis memakai aplikasi apapun? Pertimbangkan untuk dijual online. Misalnya menjual desain di aplikasi Canva atau yang lainnya. Canva bisa menjadi media menjual desain dalam bentuk apapun. 

Meskipun sudah tidak aktif membuat desain akan tetapi desain-desain sebelumnya selama masih dipakai pengguna Canva. Maka akan tetap memberi penghasilan pasif kepada kontributor Canva tersebut. 

3. Membangun Kost-Kostan 

Passive income tak hanya bisa didapatkan lewat media online, bisa juga secara offline karena jenis sumbernya ada tiga sesuai penjelasan sebelumnya. Pilihan pertama adalah membangun kost-kostan atau properti lain yang bisa disewakan. 

Misalnya membangun rumah, villa (jika di lokasi wisata), apartemen, gedung perkantoran, bahkan ruang kantor dll. Jika memiliki modal yang cukup silahkan membeli atau membangun dari nol untuk kemudian disewakan. 

4. Membeli Kendaraan untuk Disewakan 

Selain properti, aset lain juga bisa dijadikan sumber pendapatan pasif. Contohnya adalah kendaraan, baik itu kendaraan roda dua, roda tiga, maupun roda empat. Kendaraan jenis apapun pada dasarnya bisa dibeli lalu disewakan. 

Jadi, sekalipun sudah tidak lagi bekerja dan tidak berpenghasilan rutin setiap bulan dari perusahaan. Maka hasil penyewaan kendaraan tersebut bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan. 

5. Investasi Saham atau Reksadana 

Bisa juga mencoba mendapatkan pendapatan pasif melalui investasi. Bisa saham, reksadana, obligasi, deposito di bank, dan sebagainya. Investasi akan memberi return dan akan cair tanpa perlu keluar usaha ekstra. 

6. Bergabung dengan Program dari Suatu Perusahaan 

Cara berikutnya untuk mendapatkan passive income adalah bergabung dalam sebuah program dari sebuah perusahaan. Contohnya seperti marketplace yang membangun program afiliasi. 

Selama ada yang membeli produk dari link yang dibagikan maka akan mendapat penghasilan dalam bentuk fee. Contoh lainnya, suatu perusahaan yang menjalankan program kemitraan dengan siapa saja untuk menjadi reseller, dropshipper, marketing online, dll. 

Tips Mencari Passive Income

Dari beberapa cara mendapatkan sumber passive income tersebut, tentu bisa dipahami bahwa pilihan cara yang bisa diambil cukup beragam. Lalu, bagaimana  agar bisa sukses menemukan jenis sumber pendapatan pasif yang sesuai? 

Sumber pendapatan pasif bisa didapatkan dengan melakukan banyak cara. Supaya menemukan yang cocok dan bisa dilakukan secara kontinyu sehingga menjadi sumber pendapatan pasif di hari tua nanti. Maka simak dan terapkan beberapa tips mencarinya berikut ini: 

1. Aktif di Media Sosial 

Tips yang pertama adalah aktif di media sosial, sebab disini bisa mendapatkan banyak informasi mengenai sumber pendapatan pasif. Misalnya dari konten unggahan para ahli keuangan soal investasi, informasi cara menjual desain, foto, dll. 

2. Mencari Kerja Sampingan di Internet 

Kerja sampingan jenis tertentu bisa menjadi sumber pemasukan pasif. Lowongannya bisa ditemukan dengan mudah di internet sehingga tak perlu keluar rumah. Misalnya peluang menjadi kontributor desain di Canva, menjadi vlogger profesional, dll. 

3. Membangun Jaringan dan Bertanya Peluang 

Jaringan pertemanan yang dimiliki tentu bisa menjadi sumber informasi menemukan sumber passive income yang tepat. Maka silahkan jalin keakraban dan nantinya bisa berbagi informasi mengenai sumber pendapatan pasif. 

Misalnya, salah satu teman membagikan pengalaman investasi saham di sebuah aplikasi di status WhatsApp. Maka bisa memberikan komentar dan bertanya-tanya mengenai caranya. Setelahnya bisa dicoba dan bisa memiliki pendapatan pasif. 

4. Punya Tujuan 

Tips berikutnya adalah memiliki atau membangun tujuan kenapa memiliki pendapatan pasif. Misalnya ingin lepas dari jeratan kemiskinan dan ingin menjadi ibu kost. Maka akan memberi motivasi agar berpenghasilan lebih dan mewujudkan tujuan menjadi ibu kost di usia muda. 

5. Siap Bekerja Keras 

Jangan pernah berharap mendapatkan pendapatan pasif dengan ongkang-ongkang kaki. Tidak ada satupun sumber pendapatan di dunia ini yang diraih dengan hanya menjentikkan jari. 

Passive income pun demikian, apapun bentuk dan jenisnya. Jadi, bangun mindset siap bekerja keras. Misalnya ingin pendapatan pasif dari royalti buku. Maka harus melangkan waktu di luar jam kerja untuk menulis dan menerbitkan buku, baru royalti akan diterima setiap dua kali per tahun. 

6. Mencari Sumber Pendapatan Pasif yang Disukai dan Dikuasai 

Tips terakhir adalah mencari sumber pendapatan pasif yang memang disukai atau dikuasai. Misalnya suka fotografi maka silahkan menjadi penjual foto di internet. Jika mahir marketing, silahkan menjadi tenaga pemasaran di perusahaan, dll. 

Rekomendasi Passive Income

Ingin mencari rekomendasi sumber passive income yang aman, nyaman, dan benar-benar bisa diandalkan? Maka bisa mempertimbangkan program Net Promoter yang disuguhkan oleh penerbit deepublish. 

Program Net Promoter adalah program kemitraan dengan masyarakat luas dengan tugas menghimpun naskah para penulis (khususnya kalangan akademisi) untuk ditawarkan memakai layanan dari penerbit deepublish. 

Layanan penerbit deepublish sendiri seperti penerbitan buku, cetak naskah buku, pengajuan HKI, dan lain sebagainya. Setiap mitra yang tergabung dalam program dan berhasil mengajak penulis memakai jasa penerbit akan memperoleh komisi naskah, profit sharing, dll. 

Sehingga cukup menawarkan layanan dari penerbit deepublish secara offline maupun online maka sudah mendapat pemasukan tambahan. Penerbit deepublish sendiri sudah berpengalaman lebih dari 13 tahun dan menerbitkan buku karya dosen dan guru di Indonesia. 

Sehingga dijamin terpercaya dan membantu seluruh mitra mendapatkan pengguna jasa penerbit deepublish dengan mudah. Detail informasi lain mengenai Program Net Promoter bisa mengunjungi laman berikut Daftar Netpromotor Deepublish.

Baca Juga: