Menghindari plagiarisme buku ajar atau saat menulis buku ajar, tentunya menjadi kewajiban semua dosen di Indonesia. Plagiarisme dipahami sebagai tindakan mengambil karya orang lain dan diakui sebagai karya sendiri. Apa yang diambil bisa sebagian kecil sampai seluruh karya orang lain tersebut.
Dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah, tindakan plagiarisme adalah tindakan tercela yang wajib dihindari. Jika dosen terindikasi melakukan plagiarisme, baik pada penerbitan buku ajar maupun publikasi bentuk lainnya.
Maka bisa menerima sejumlah konsekuensi. Mulai dari sanksi administrasi ringan, hingga sanksi berat pemberhentian (pemecatan). Namun, plagiarisme bisa dihindari dengan berbagai strategi sampai tips yang tepat. Berikut informasinya.
Pada dasarnya siapa saja berpotensi melakukan plagiarisme. Baik ketika menulis karya tulis, membuat karya berbentuk video, aransemen musik atau lagu, dan sebagainya. Hal ini juga berlaku bagi dosen saat menulis naskah buku ajar.
Memahami tata cara menghindari plagiarisme buku ajar adalah hal krusial bagi dosen. Sebab nama baik dan karir akademiknya akan menjadi taruhan. Hanya saja, tindakan plagiarisme bisa saja terjadi. Sebab ada banyak hal yang menjadi penyebabnya. Diantaranya adalah:
Ketidaktahuan bisa menjadi penyebab dosen dan siapa saja melakukan tindakan plagiat. Pada saat menulis buku ajar, dosen yang belum memahami secara mendalam apa itu plagiat.
Kemudian apa jenis-jenisnya dan bagaimana menghindarinya. Maka lebih rentan melakukan tindakan plagiat karena tidak menyadari bahwa tindakannya tersebut termasuk. Ketidaktahuan ini pada awal karir dosen mungkin masih relatif aman.
Namun jika literasi terkait plagiat tidak ditingkatkan dan terjadi berulang. Maka karir akademik bisa terancam, dosen pun menerima sejumlah sanksi. Sebab dalam Undang-Undang sendiri, baik sengaja maupun tidak disengaja plagiat tetap plagiat dan akan diberi sanksi sesuai ketentuan.
Memahami apa itu plagiarisme dan bagaimana cara menghindari plagiarisme buku ajar adalah hal penting. Ketidaktahuan dosen untuk menghindari plagiat saat menulis buku ajar bisa menjadi masalah.
Dalam proses penulisan karya ilmiah, termasuk juga buku ajar ada banyak sekali cara untuk menghindari plagiat. Mulai dari memahami tata cara sitasi pada kutipan, menyusun daftar pustaka tanpa ada referensi yang terlewat, melakukan parafrase, dan lain sebagainya.
Keterbatasan waktu, dekat dengan tenggat waktu (deadline), dan sejenisnya. Diketahui bisa meningkatkan godaan untuk melakukan tindak plagiat. Hal ini juga berlaku untuk dosen.
Dosen yang punya kewajiban akademik sangat kompleks, diketahui selalu kesulitan dalam manajemen waktu. Alhasil, manajemen yang keliru akan memperparah keadaan.
Dosen bisa saja kesulitan menyelesaikan naskah buku ajar tepat waktu sehingga ketinggalan jadwal pelaporan BKD, penilaian eligible serdos, penilaian angka kredit, dll. Jika dipaksakan, dosen tidak memiliki sumberdaya memadai untuk meningkatkan kualitas naskah.
Poin keempat yang menjadi salah satu penyebab dosen bisa kesulitan menghindari plagiarisme buku ajar adalah mengalami tekanan akademik. Bentuk tekanan akademik disini bisa dalam banyak hal.
Salah satunya tekanan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Akan tetapi tidak ada sumberdaya yang memadai. Baik itu waktu dosen untuk menulis, tidak ada dukungan pendanaan untuk tri dharma dan biaya publikasi, dll. Sehingga rentan terjadi kecurangan seperti plagiat.
Dalam dunia akademik yang dekat dengan kegiatan tri dharma dan publikasi ilmiah. Maka ada sejumlah etika yang harus dipahami oleh dosen untuk terhindar dari plagiarisme, khususnya yang tidak disengaja.
Mulai dari kode etik profesi dosen, kemudian etika dalam pelaksanaan penelitian, etika publikasi di jurnal, etika publikasi ilmiah berbentuk buku, dan sebagainya. Literasi etika yang minim bisa menyebabkan tindakan plagiat sering dilakukan oleh dosen. Termasuk saat menulis buku ajar.
Dalam kemampuan berbahasa, keterampilan dalam menulis memiliki tingkatan paling sulit. Hal ini yang membuat tidak semua orang dan tidak semua dosen bisa menulis. Hanya saja dituntut untuk belajar mengasah keterampilan tersebut.
Dosen yang enggan mengembangkan keterampilan menulis KTI. Tentunya akan selalu kesulitan menuangkan ide abstrak di kepala menjadi teks yang enak dibaca dan mudah dipahami. Dampaknya, ada godaan besar melakukan plagiat.
Berikutnya yang menjadi penyebab dosen gagal menghindari plagiarisme buku ajar adalah budaya akademik yang tidak mendukung. Dosen yang secara kebetulan masuk ke lingkungan kampus tidak berintegritas.
Misalnya rekan sejawat dan mahasiswa banyak yang terbiasa melakukan plagiat. Maka akan menormalisasikan hal tercela tersebut, kemudian menjadi pelaku. Jadi, budaya akademik yang keliru akan membuat tindakan plagiat sering dilakukan oleh dosen.
Hal lain yang juga menjadi penyebab plagiat sulit dihindari dosen saat menulis buku ajar adalah kelalaian. Misalnya, dosen lupa mencantumkan sumber pada kutipan. Contoh lain, dosen lupa mencantumkan referensi yang dikutip di halaman daftar pustaka.
Kelalaian semacam ini tentunya menjadi hal yang sering dialami para dosen. Namun, dengan memahami tahapan penulisan buku yang harus ada proses editing mandiri. Kemudian paham juga plagiarisme dan dampaknya.
Maka akan semakin tinggi kesadaran dosen untuk lebih teliti. Sebab kelalaian ini terdengar sepele, akan tetapi karir dosen bisa menjadi taruhannya. Ada baiknya dosen menyusun checklist berisi urutan aspek-aspek dalam editing mandiri. Sehingga meminimalkan kelalaian yang terindikasi menjadi plagiat.
Baca juga: Hubungan Plagiarisme dengan Integritas Akademik Dosen: Dampak dan Cara Mencegahnya
Meski ada banyak sekali hal yang menyebabkan tindakan plagiarisme saat menulis buku. Tentunya terdapat juga beberapa strategi untuk menghindari plagiarisme buku ajar. Berikut beberapa tips dan cara menghindari plagiarisme saat menulis buku:
Tips yang pertama dan bisa menjadi prioritas para dosen adalah memahami plagiarisme secara mendalam. Terutama jenis dan bentuk tindakan plagiat. Sebab bentuknya sangat beragam, tidak hanya mengutip dari referensi tapa sitasi.
Bisa juga mengklaim ide dan aspek lain dalam kepenulisan. Semakin paham, semakin mudah bagi dosen untuk menghindari plagiat. Sebab dari awal sadar betul tindakan tersebut plagiat dan akan dihindari.
Tips kedua, literasi etika harus dioptimalkan. Sebab plagiat termasuk pelanggaran etika mulai dari kode etik profesi dosen sampai etika publikasi ilmiah. Literasi etika yang mumpuni, bisa membantu dosen mengontrol godaan melakukan plagiat.
Menghindari plagiarisme buku ajar juga bisa dengan membaca buku panduan antiplagiarisme. Bisa juga buku panduan penulisan buku ajar yang disediakan perguruan tinggi. Sebab umumnya akan membahas plagiat dan tata cara menghindarinya.
Keterampilan menulis yang mumpuni bisa menurunkan risiko terjadi tindakan plagiat saat menulis buku ajar. Sebab dosen sudah percaya diri dengan kemampuannya menulis.
Tanpa plagiat, kualitas naskah tetap optimal dan dengan mudah menembus editorial penerbitan yang ketat. Keterampilan menulis bisa diasah dosen melalui pelatihan, workshop, rajin membaca, lebih rajin menulis, dan sebagainya.
Tips berikutnya dalam menghindari plagiarisme buku ajar adalah melakukan manajemen waktu dengan baik. Dosen perlu mengatur pemanfaatan waktu yang dimiliki agar semua kewajiban akademik bisa ditunaikan. Sehingga memiliki waktu memadai untuk menulis buku ajar. Godaan plagiat bisa ditekan dengan cara ini.
Tips berikutnya dosen perlu membuka diri pada pemanfaatan teknologi untuk menulis buku ajar. Misalnya menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley agar sitasi dan daftar pustaka tepat.
Kemudian memanfaatkan Turnitin dengan cek similarity agar terdeteksi plagiat lebih dini dan diatasi sebelum proses penerbitan. Ada banyak teknologi bisa membantu menulis buku ajar dengan mutu baik dan bebas plagiat.
Tips lainnya, dosen perlu membangun budaya akademik yang anti terhadap segala bentuk plagiat. Jika ada rekan sejawat melakukan plagiat maka tidak sungkan menegur. Jika tidak mempan, maka tandanya perlu pindah circle. Bisa membangun hubungan profesional dengan dosen lain yang juga antiplagiat.
Menulis buku ajar yang berkualitas tentunya tidak hanya menggunakan sejumlah referensi kredibel. Akan tetapi juga dijamin orisinil, sehingga dosen harus memahami berbagai tips menulis buku ajar dari banyak referensi agar tetap bebas plagiat.
Hal ini penting, karena ketika dosen melakukan plagiat. Maka akan menimbulkan rasa candu. Sampai di titik ketahuan dan tidak bisa mengelak. Namun sudah terlambat, karena tentunya di momen tersebut karir akademik dosen sudah tamat.
Bagi Anda yang akan menulis buku ajar dan masih khawatir maupun kesulitan menghindari plagiarisme. Serta kesulitan menurunkan skor similarity di Turnitin. Tidak ada salahnya mengakses layanan konsultasi menulis dari Deepublish. Sehingga akan diberi dampingan dan panduan menghindari plagiarisme buku ajar yang mudah diterapkan.
Plagiarisme bisa terjadi karena kurang memahami konsep plagiat, minim literasi etika publikasi, keterbatasan waktu, tekanan akademik, keterampilan menulis yang belum optimal, hingga kelalaian dalam mencantumkan sumber.
Plagiarisme dapat merusak reputasi akademik dosen dan berisiko menimbulkan sanksi administrasi hingga pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dosen perlu memahami bentuk plagiarisme, melakukan sitasi dengan benar, menyusun daftar pustaka sesuai referensi, melakukan parafrase, serta memastikan setiap ide atau kutipan memiliki sumber yang jelas.
Buku ajar yang bebas plagiarisme dapat memperkuat reputasi akademik, menjaga integritas dosen, mendukung perkembangan karier akademik, serta membantu membangun budaya akademik yang berintegritas.
Dosen dapat membuat checklist sebelum publikasi, melakukan editing mandiri, memeriksa kembali kutipan dan daftar pustaka, serta memastikan seluruh referensi telah dicantumkan dengan benar.
Referensi:
Dalam proses penerbitan buku, seorang penulis tidak hanya perlu memahami tahapannya. Akan tetapi juga perlu…
Dalam proses penerbitan buku, diketahui ada tahapan panjang dan melibatkan berbagai pihak. Lalu, siapa saja…
dipertimbangkan para dosen. Sebab, melalui konversi maka modul pembelajaran maupun modul praktikum bisa diubah menjadi…
Bagi dosen, menulis buku ilmiah adalah proses panjang. Terlebih dengan keterbatasan sumberdaya seperti waktu sampai…
Penerbit Deepublish sukses menyelenggarakan Webinar “Optimalisasi Publikasi untuk Meningkatkan Peluang Lolos Hibah Riset” pada Jumat,…
Semua dosen di Indonesia tentunya memiliki keinginan untuk karir akademiknya berkembang. Ada banyak strategi dalam…