5 Peran Penting Buku Ajar Yang Wajib Diketahui

Perbandingan buku ajar dan buku populer di Indonesia masih terbilang sedikit. Masyarakat masih dihantui bahwa menulis buku ajar lebih sulit daripada menulis buku populer dan buku fiksi.

Peluang menjadi penulis buku ajar di Indonesia masih terbuka lebar. Dari pihak pemerintah selalu memberikan tawaran bagi guru dan dosen untuk menulis buku jenis ini. Berikut peran penting yang wajib diketahui sebelum menulis buku ajar yang menarik, menyenangkan dan tidak membosankan.

 

  1. Sebagai Buku Instruksional

Buku Ajar merupakan yang ditulis untuk kepentingan proses belajar. Proses penulisan bisa mengacu pada jurnal, buku maupun sumber lain yang sudah melali beberapa kajian, penelitian dan pengamatan. Sebagai buku instruksional, isi harus mengikuti kurikulum dan standar kompetensi yang sudah ada.

Siapa saja yang berhak menulis buku ini? Siapa saja boleh menulis dan menyusun buku ajar, dengan catatan memang menguasai materi yang ingin dituliskan. Misalnya guru Matematika, Ia memiliki kemampuan ilmu lebih tentang per-matematika-an. Secara pengalaman, kredibilitas dan jam terbang tidak diragukan lagi. Maka, apabila ingin menulis buku matematika, pembaca tidak meragukan kemampuannya.

Sebagai buku instruksional, konten isi tersusun secara sistematis. Cara ini membantu siswa untuk memahami dan mempermudah siswa melakukan proses belajar. Isi yang tersistematisasi memudahkan siswa memahami isi buku. Semakin maksimal tingkat pemahamannya, semakin banyak siswa cerdas.

 

  1. Mengikuti Kaidah Kompetensi Dasar

Menulis buku ajar tidak jauh beda dengan menulis buku pada umumnya. Prinsip menulis buku jenis ini berbasis multipel representasi. Kaidah penulisan buku ini diupayakan menarik, mudah dipahami, variatif, atraktif dan mengalir. Tujuannya, agar pembaca tidak mudah bosan. Di dalamnya, selain dijelaskan atau dijabarkan secara teks, disertai juga contoh soal dan latihan soal. Di lembar terpisah, atau di lembar bagian belakang, disediakan kunci jawaban.

Prinsip pengembangan buku ajar adalah terstruktur dengan baik. Menjelaskan dari hal yang paling mudah, ke level yang lebih sulit atau lebih kompleks. Misalnya, sebelum mempelajari rumus trapesium, keliling lingkaran dan perhitungan matematika yang tingkatan sulit, siswa sejak SD telah diajarkan bagaimana cara berhitung. Mulai dari dasar belajar menambah, mengurangi, membagi dan mengalikan angka.

 

  1. Tujuan Membuat Buku Teks

Tujuan membuat teks memberikan panduan untuk pengguna buku, para penulis dan penelaah. Tugas dari seorang penyusun buku bukanlah mendapatkan royalti dan uang, melainkan memiliki tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Mampu menciptakan minat baca dan kesadaran dari para pembaca dengan buku jenis ini, yang memang di di Indonesia masih tergolong kurang.

Tujuan buku ajar memiliki sudut pandang yang jelas, sumber yang jelas, pendekatan, metode dan teknik yang digunakan juga harus jelas. Karena sumber yang digunakan valid dan terkesan serius dan baku, buku jenis ini harusnya mampu membangkitkan semangat, ketertarikan dan mambangkitkan kreativitas, motivasi dan semangat.

 

  1. Memahami Peran Penting Buku Teks

Proses belajar mengajar menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh anak-anak bangsa. Buku ajar memiliki peran penting sebagai perantara penyampai ilmu pengetahuan. Hanya saja, seiring berkembangnya pernak-pernik teknologi, pergaulan dan sosial, menjadikan buku ini tidak penting lagi. Karena pengaruh media sosial mampu menyilaukan keinginan mereka.

Buku ajar secara teks dibubuhi dengan contoh kasus. Tidak melulu mengupas tentang teori dan pengertian yang kaku. Melainkan disertai contoh konkrit yang ada disekitar kita. Upaya ini diterapkan agar sesuai dengan tujuan dan perannya. Secara kemanfaatan, buku ini menawarkan fasilitas untuk para siswa bisa belajar secara mandiri diluar sekolah. Kehadiran buku teks pun memiliki peranan penting untuk meningkatkan kompetensi para siswa lewat latihan soal. Langkah ini dianggap lebih efektif membantu siswa terampil menyelesaikan kesulitan mengerjakan soal.

 

  1. Memahami dan Menguasai Teknis Pembuatan Buku Ajar

Teknis pembuatan buku ajar diawali dengan membuat halaman pendahuluan, halaman judul, daftar isi, daftar gambar dan daftar tabel jika ada. dilanjutkan dengan membuat kata pengantar dan kata sambutan. Selanjutnya yang paling inti, membuat uraian materi dari bab satu ke bab yang lain. Jumlah bab dalam hal ini tidak dibatasi, tergantung penulis ingin membuat berapa bab. Selanjutnya dilanjutkan dengan penutup. Bagian penutup terdiri dari lampiran, daftar pustaka, kunci jawaban untuk latihan soal yang ada di dalamnya, dan glossary

Itulah lima peran penting buku ajar. Semoga banyak membantu dan bisa memberikan gambaran sebelum menyusun buku teks ini. Jika ada kesulitan dan masih binggung mencari teman bimbingan menulis buku, Penerbit Deepublish siap untuk membantu.

Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini. atau Anda bisa langsung Kirim Naskah dengan mengikuti prosedur berikut ini: KIRIM NASKAH

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang buku ajar anda dapat melihat Artikel-artikel berikut:

  1.  Teknik Menulis Buku Ajar dengan Gaya Ilmiah Populer
  2. Manfaat Menulis : 5 Keuntungan dari Menulis Buku Ajar
  3. Membuat Buku Ajar, Inilah Langkah Mudah dan Persiapannya!
  4. Naskah Buku Ajar Punya Banyak Kelemahan? Apa Saja Kira-Kira?
  5. Cara Membuat Buku : Pentingnya Ilustrasi Untuk Buku Ajar

Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!

[Elisa]

 

Referensi :

  1. https://prasxo.wordpress.com/tag/pengertian-buku-ajar/, Diakses pada hari Kamis, 05 Mei 2016, Pukul 16.00 WIB
  2. https://penerbitdeepublish.com/tiga-cara-mudah-menulis-buku-ajar/, Diakses pada hari Kamis, 05 Mei 2016, Pukul 17.00 WIB
  3. https://penerbitdeepublish.com/buku-ajar-ilmu-sosial/, Diakses pada hari Kamis, 05 Mei 2016, Pukul 16.30 WIB

 



This post has been seen 1122 times.
(Visited 185 times, 1 visits today)

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *