Information

7 Cara Membuat Naskah Buku Lebih Berkualitas dan Diterima Penerbit

Menjadi seorang penulis buku, tentunya tidak hanya mampu menulis naskah buku sampai puluhan bahkan ratusan halaman. Akan tetapi, mampu juga memahami bagaimana cara membuat naskah buku berkualitas. 

Menulis menjadi keterampilan berbahasa yang paling sulit dibanding 3 keterampilan lainnya. Yaitu menyimak, berbicara, dan membaca. Tingkat kesulitan dalam menulis lebih kompleks lagi jika berhadapan dengan kualitas. Jadi, bagaimana agar kualitas buku bisa optimal? Berikut informasinya. 

Pentingnya Menulis Naskah Buku Berkualitas

Siapa saja bisa mulai menjadi penulis buku dan menghasilkan naskah buku. Namun, tidak semua penulis memahami tata cara membuat naskah buku berkualitas. Jadi, dalam menulis naskah buku memang penting sekali untuk memastikan kualitasnya baik. Kenapa? Berikut beberapa arti pentingnya: 

1. Memberikan Informasi yang Benar dan Akurat

Kualitas naskah buku sangat penting dan dilihat dari seberapa kredibel informasi yang tercantum di dalamnya. Buku termasuk sumber informasi yang dinilai masyarakat punya kredibilitas tinggi. Sebab melewati proses editorial ketat dari pihak penerbit. 

Penerbit pun bisa dikatakan meletakan nama baiknya pada seluruh naskah yang diterbitkan. Jika buku tersebut memaparkan informasi hoax, tidak bisa dipertanggung jawabkan, ada unsur pelanggaran hukum, dll. Maka tentunya akan merusak reputasi dan kredibilitas penerbit. 

Oleh sebab itu, naskah buku wajib disusun dengan kualitas optimal oleh penulis. Dimulai dari memastikan isinya benar dan tentunya akurat. Jika buku tersebut fiksi, maka setidaknya harus logis. 

2. Memudahkan Pembaca Memahami Isi Buku

Alasan kedua naskah buku harus berkualitas karena meningkatkan keterbacaan naskah tersebut, Editor suatu penerbit bisa dengan mudah memahami isi naskah buku. Begitu juga dengan para pembaca. 

Jika naskah buku sulit dipahami, bisa karena pembahasan tidak jelas, alur melompat-lompat sehingga tidak runtut, tanda baca banyak yang keliru, banyak salah ketik (typo), dll. Maka keterbacaannya rendah, kualitas naskah juga dinilai rendah. 

Sebagai penulis, tentunya ingin naskah buku yang disusun bisa dipahami pembaca. Informasi di dalamnya bisa meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan pembaca. Sehingga bermanfaat, sehingga keterbacaan naskah harus diperhatikan oleh penulis. 

3. Memperbesar Peluang Naskah Buku Diterima Penerbit

Alasan ketiga, kenapa cara membuat naskah buku berkualitas harus dipahami penulis adalah melancarkan proses penerbitan. Semua penulis tentunya berharap naskahnya diterima penerbit dan bisa diakses masyarakat luas. 

Namun, setelah dikirim ke penerbit belum tentu diterima dan diterbitkan. Baik itu penerbit mayor, penerbit indie, dan jenis lainnya. Sebab kualitas naskah sangat diperhatikan. Reputasi penerbit juga dipertaruhkan di dalam buku-buku yang diterbitkan. 

Jadi, untuk menghindari resiko naskah buku ditolak penerbit sampai revisi skala besar yang melelahkan. Sebaiknya menyusun naskah buku dengan kualitas yang optimal dari awal. Jadi, proses penerbitan efisien dan penulis bisa fokus menulis naskah berikutnya. 

4. Memberi Pengalaman Positif pada Pembaca

Aktivitas membaca tidak selalu cocok di semua orang. Inilah alasan kenapa ada orang yang suka dan hobi membaca. Namun ada juga yang tidak suka membaca, bahkan cerpen pun mereka tak sanggup membacanya dalam satu waktu. 

Jadi, kualitas naskah buku perlu diperhatikan penulis agar memberi pengalaman membaca yang positif. Hal ini penting agar pembaca memiliki penilaian bahwa membaca menyenangkan selama bukunya tepat atau berkualitas. 

Maka jadilah penulis yang menyusun buku tersebut. Kualitas perlu diprioritaskan agar satu pembaca puas dan akan mendorong pembaca lainnya. Setiap pembaca tidak akan segan merekomendasikan buku yang Anda tulis. Sehingga jumlah pembaca dan angka penjualan buku naik signifikan. 

5. Meningkatkan Daya Saing Naskah Buku di Pasaran

Buku yang terbit di pasaran tentunya tidak hanya satu dua, tidak juga hanya seratus atau dua ratus buku. Namun jumlahnya lebih banyak lagi dan beredar atau terdistribusi di berbagai wilayah Indonesia. 

Jika kualitas naskah buku tidak optimal, maka tidak akan dilirik oleh pembaca. Penjualannya rendah dan tidak butuh waktu lama buku tersebut tidak lagi menghiasi rak buku di toko buku. 

Jadi, disinilah arti penting memahami dan mempraktekan cara membuat naskah buku berkualitas. Sebab kualitas inilah yang menjadi nilai tambah buku dan meningkatkan daya saingnya di pasaran. Sebagai penulis, mengetahui bukunya laris dan dibaca banyak orang tentunya merasa senang dan bangga. 

6. Buku Disukai dan bermanfaat bagi Pembaca

Alasan berikutnya kenapa naskah buku harus berkualitas adalah agar disukai pembaca. Kemudian bermanfaat bagi mereka yang membaca keseluruhan informasi di dalamnya. 

Buku yang ditulis dengan baik dan membahas topik sesuai kebutuhan pembaca. Tentunya akan dibaca lebih banyak orang. Buku tersebut bisa bermanfaat sebagai sumber ilmu, sumber memperluas wawasan, bahkan bisa juga menjadi sumber hiburan. Bergantung pada jenis dan topik buku tersebut. 

7. Membangun Reputasi Penulis

Alasan lainnya, karena buku cerminan dari penulisnya sendiri. Buku yang berkualitas menjadi cermin yang menunjukan kualitas penulisnya. Oleh sebab itu, jika penulis ingin dikenal sebagai penulis profesional dan karyanya dicari banyak orang. 

Maka tentunya perlu memastikan naskah buku disusun sebaik mungkin dan punya kualitas mumpuni. Kualitas disini bisa dari pembahasan yang mendalam, penyampaian yang jelas, enak dibaca, orisinil, dan sebagainya. 

Baca juga: Pengertian Naskah, Jenis-Jenis, dan Cara Penulisan

Cara Membuat Naskah Buku Lebih Berkualitas

Melalui penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami bahwa proses menulis buku tidak bisa dilakukan sembarangan. Mengedepankan kualitas menjadi kebutuhan dan kewajiban seorang penulis buku. 

Lalu, apa saja yang harus dilakukan penulis? Berikut adalah beberapa cara membuat naskah buku berkualitas dan menarik minat penerbit serta pembaca: 

1. Pilih Topik yang Dibutuhkan Pembaca

Salah satu kriteria penting yang menunjukan naskah buku berkualitas, siap terbit, dan tentunya layak terbit adalah topik yang diangkat. Sebuah penerbit akan memprioritaskan buku yang topiknya memiliki nilai ekonomi. 

Artinya ada potensi diminati masyarakat, sehingga angka penjualannya bagus. Jadi, penentuan topik pada buku harus teliti dan dinilai sesuai kebutuhan masyarakat atau pembaca. Semakin menarik dan semakin naik daun topik tersebut, maka semakin baik. 

Dalam hal ini, penulis tentunya perlu melakukan riset sederhana. Sehingga bisa mengetahui pembaca saat ini  membutuhkan topik tentang apa? Misalnya di masa pandemi Covid-19, masyarakat lebih mengutamakan buku yang berkaitan dengan Covid-19. 

2. Angkat Topik yang Sedang Hangat

Sebagai penulis, tentunya penting untuk terus update isu terkini. Sebab isu-isu ini bisa menjadi ide tulisan dan topik yang ideal untuk diangkat ke dalam naskah buku. Langkah ini meningkatkan potensi topik pada buku yang disusun dibutuhkan oleh banyak pembaca. 

Oleh sebab itu menjadi penulis harus aktif mencari informasi dan berita terkini. Aktif membaca artikel berita, aktif di media sosial meski hanya sebagai pengamat tanpa perlu rajin posting konten, rajin bersosialisasi dengan orang sekitar, dan sebagainya. 

Semakin aktif bersosialisasi dan aktif di berbagai media daring. Maka semakin mudah untuk mengikuti isu terkini. Isu-isu ini tentunya yang paling banyak dicari oleh pembaca. Jika bisa dikuasai dan menjadi isi naskah buku berkualitas, maka bisa dipilih untuk dikembangkan. 

3. Pastikan Menguasai Topik yang Diangkat

Pembaca buku tentunya memiliki harapan bisa mendapatkan penjelasan rinci terkait topik yang menarik minat mereka. Maupun pada topik yang perlu mereka pahami dan kuasai, misalnya seorang mahasiswa. 

Penerbit pun biasanya akan menilai kelayakan terbit suatu naskah buku jika penulis terlihat menguasai topik tersebut. Maka topik perlu dikembangkan secara rinci dan mendalam. Supaya bisa dilakukan, maka memahami dan menguasai topik menjadi kunci utama. 

Penulis juga harus melakukan riset dan mempelajari topik tersebut. Semakin paham pada topik, semakin mudah menjelaskan topik tersebut. Sebaliknya, jika pemahaman terbatas maka apa yang disampaikan penulis juga terbatas. 

4. Pastikan Naskah Memiliki Permintaan atau Potensi Pasar

Naskah dianggap berkualitas dan layak terbit oleh sebuah penerbit ketika potensi pasarnya bagus. Artinya, buku tersebut punya potensi disukai pembaca dan laris di pasaran. 

Penerbit bisa mendapat profit dan bisa menjalankan roda usaha serta menggaji seluruh SDM di dalamnya dengan layak dan tentunya tepat waktu. Jadi, salah satu cara membuat naskah buku berkualitas dan dilirik penerbit adalah punya potensi pasar. 

Buku dengan potensi pasar memiliki sejumlah tanda dan kriteria. Beberapa diantaranya seperti topik sesuai isu atau tren yang sedang naik, topik yang banyak dicari, topik yang disukai banyak pembaca, topik yang relevan untuk berbagai kalangan, topik yang masih jarang diangkat menjadi buku, dan sebagainya. 

5. Menyajikan Informasi Mendalam dan Terstruktur

Cara membuat naskah buku berkualitas berikutnya adalah pembahasan mendalam. Kemudian pembahasan topik yang diangkat juga harus runtut atau terstruktur. Sehingga alurnya logis atau sesuai logika keilmuan (pada buku ilmiah). 

Pembahasan yang sebatas tahap mendasar, tentunya akan mengecewakan pembaca. Sebab mereka cenderung berharap bisa mendapat penjelasan lebih dan memahami topik yang dipaparkan oleh penulis. 

Tak hanya itu, tingkat kedalaman dan keruntutan pembahasan menjadi pertimbangan penerbit. Sebab kedalam pembahasan mencerminkan pemahaman dan penguasaan topik oleh penulis. Hal ini menjadi nilai tambah dan naskah potensi naskah diterima lebih besar. Semakin layak lagi jika pembahasannya runtut. 

6. Penyampaian Topik Jelas dan Mudah Dipahami

Berikutnya yang juga merupakan salah satu tata cara membuat naskah buku berkualitas dan dilirik penerbit adalah penyampaian topik jelas. Kemudian mudah untuk dipahami karena runtut dan disusun oleh kalimat efektif. 

Jadi, selain memastikan topik dibahas secara mendalam. Penulis buku juga harus memastikan topik tersebut disampaikan dengan jelas agar mudah dipahami. Kejelasan pembahasan bisa dimulai dari penyusunan kalimat efektif. 

Sehingga tidak ada kalimat terlalu panjang dan berbelit-belit, sekaligus tidak ada pengulangan pembahasan. Menggunakan diksi atau gaya bahasa yang sederhana dan umum digunakan dalam percakapan keseharian bisa diutamakan. 

7. Lakukan Penyempurnaan dan Editing Naskah

Tidak ada naskah buku yang langsung sempurna sesaat setelah selesai disusun oleh penulis.  Memastikan kualitas naskah optimal dan bisa menarik minat penerbit sampai pembaca. Maka menyempurnakan naskah sangat dibutuhkan. 

Penyempurnaan naskah dilakukan penulis dengan proses editing dan penyuntingan mandiri. Setelah seluruh bab disusun dan diselesaikan, maka dibaca ulang, kemudian mengoreksi saat menjumpai kesalahan. 

Kesalahan disini bisa kesalahan teknis sederhana. Seperti kesalahan ketik, susunan kalimat, pemilihan diksi, tanda  baca, dll. Sedangkan untuk editing dan penyuntingan lebih kompleks bisa diserahkan ke editor penerbit. 

Melalui sejumlah cara membuat naskah buku berkualitas tersebut. Tentunya bisa mengoptimalkan kualitas naskah buku dan potensi dilirik oleh penerbit. Namun, pastikan juga sudah memilih penerbit yang sesuai. Sebab penerbit hanya akan menerbitkan naskah yang topiknya sesuai dengan fokus bisnis penerbit tersebut. 

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa naskah buku harus berkualitas?

Naskah berkualitas memberikan informasi akurat, memudahkan pembaca memahami isi, meningkatkan peluang diterima penerbit, dan memberi pengalaman membaca positif.

2. Apa kriteria naskah buku yang siap terbit?

Naskah berkualitas harus orisinil, siap dibaca, menyajikan informasi penting, lengkap, jelas, dan sesuai kebutuhan pembaca serta tren pasar.

3. Bagaimana memilih topik naskah buku?

Pilih topik yang dibutuhkan pembaca, relevan, memiliki potensi pasar, dan sesuai dengan isu terkini untuk meningkatkan minat baca dan peluang diterbitkan.

4. Bagaimana menyusun isi buku agar mudah dipahami?

Susun materi secara runtut dan terstruktur, gunakan kalimat efektif, hindari pengulangan, dan sampaikan topik secara jelas agar pembaca mudah menangkap informasi.

5. Bagaimana naskah buku berkualitas memengaruhi peluang diterbitkan?

Naskah yang terstruktur, informatif, dan relevan meningkatkan kemungkinan diterima penerbit, memperlancar proses editorial, dan mengurangi revisi skala besar.

Referensi:

  1. Hilabi, R. P. (n.d). Proses Pembuatan Buku. Repository Universitas Bakrie. https://repository.bakrie.ac.id/9277/2/PPT%20PENULISAN%20BUKU.pdf
  2. BAB II Kajian Pustaka. (n.d). Universitas Muhammadiyah Surabaya. https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/7567/3/BAB%20II.pdf
  3. Mengapa Penerbitan Buku Berkualitas Itu Penting? (2024). Penerbit K-Media. Diakses pada 1 Juli 2026 dari https://kmedia.co.id/mengapa-penerbitan-buku-berkualitas-itu-penting/
  4. Pentingnya Menyediakan Sumber Bacaan yang Berkualitas. (2023). Cipta Publishing. Diakses pada 1 Juli 2026 dari https://ciptapublishing.id/pentingnya-menyediakan-sumber-bacaan-yang-berkualitas/
deepublish

Recent Posts

Tidak Memiliki Roadmap Publikasi Ilmiah? Ini Dampaknya!

Dalam menunjang pemenuhan target BKD dan pengembangan karir akademik. Para dosen tentunya tidak cukup hanya…

1 hari ago

Layanan Konversi KTI menjadi Buku Akademik: Solusi Cepat Mewujudkan Buku Siap Terbit

Melakukan konversi KTI menjadi buku akademik menjadi salah satu strategi untuk dosen bisa menerbitkan buku…

3 hari ago

BKD Dinyatakan Tidak Memenuhi? Ini Penyebab dan Solusi Terbaiknya

Sesuai ketentuan, hasil penilaian BKD menghasilkan 2 kemungkinan. Yakni mendapat nilai M (Memenuhi) dan TM…

4 hari ago

Memahami Pengertian, Struktur, dan Tata Cara Membuat Buku Panduan yang Baik

Mencari informasi mengenai bagaimana cara membuat buku panduan tentu penting. Apalagi jika dalam waktu dekat…

5 hari ago

Fakultas Psikologi UIN Suska Riau Apresiasi Kerjasama Penerbitan Bersama Deepublish

Budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi tidak sebatas kegiatan tri dharma. Melainkan juga lebih luas…

5 hari ago

Punya Naskah Tidak Siap Menjadi Buku? Ini Penyebab dan Solusi Terbaiknya

Dalam proses penerbitan buku, kadang kala penerbit menilai naskah tidak siap menjadi buku. Dalam kondisi…

1 minggu ago