Ada berbagai aspek yang harus diperhatikan saat melakukan penelitian. Selain metode observasi, Anda juga harus memperhatikan instrumen observasi yang sangat penting di dalam penelitian. Instrumen observasi tersebut sangat penting digunakan di dalam penelitian, untuk melakukan riset kualitatif dan riset observasi lainnya.

Dengan demikian, penelitian yang berlangsung di lapangan akan lebih lancar dan juga mudah karena memiliki pedoman yang tepat dan didukung dengan berbagai instrumen observasi yang mampu menguatkan dan juga membantu jalannya proses penelitian. Instrumen observasi ini juga memiliki fungsi yaitu memberi tuntunan terhadap riset yang dilakukan.

Sehingga dengan adanya instrumen observasi, maka riset yang dilakukan lebih tertuntun dan terarah, serta tidak keluar dari topik observasi atau topik penelitian yang diangkat. Tapi apa sebenarnya pengertian instrumen observasi, apa saja macam-macam instrumen observasi, bagaimana langkah-langkah membuat instrumen observasi, dan apa saja contohnya bisa disimak pada artikel di bawah ini.

Pengertian Instrumen Observasi

Instrumen observasi  merupakan alat bantu yang dipilih dan kemudian akan digunakan oleh peneliti dalam melangsungkan kegiatan penelitiannya. Instrumen observasi tersebut digunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis data penelitian melalui berbagai pengamatan, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sistematis dan terarah.

Selain itu, instrumen observasi ini juga diperlukan agar data yang didapatkan di dalam penelitian atau observasi lebih mudah diperoleh dan juga lebih relevan dan sesuai dengan fakta.

Instrumen observasi ini dapat digunakan oleh peneliti sebagai alat pengumpulan data dalam berbagai jenis karya tulis ilmiah, baik itu mulai dari skripsi, tesis, disertasi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, instrumen observasi ini juga harus dipersiapkan sebaik dan sematang mungkin agar proses observasi atau penelitian sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Instrumen observasi atau yang sering disebut sebagai instrumen penelitian ini biasanya digunakan sebagai alat pengukuran dalam penelitian, baik berupa survei, tes, kuesioner, dan lain sebagainya. Instrumen tersebut disiapkan untuk membedakan antara instrumen yang ada, penelitian yang berlangsung, atau instrumentasi.

Sehingga di dalam instrumen observasi, harus dipertimbangkan bahwa instrumen tersebut harus berupa perangkat, berbeda dengan instrumentasi yang merupakan tindakan yang berupa proses pengembangan, pengujian, dan juga penggunaan perangkat.

Selain pengertian secara umum, para ahli juga memiliki pendapatnya masing-masing mengenai pengertian dari instrumen penelitian atau instrumen observasi. Berikut adalah pendapat ahli mengenai instrumen penelitian atau instrumen observasi.

1. Ibnu Hajar

Menurut Ibnu Hajar, instrumen penelitian merupakan alat ukur yang dipakai untuk mendapatkan informasi kuantitatif yang berisi variabel berkarakter dan objektif. Menurut Ibnu, data atau informasi yang dimaksud meliputi:

a. data kuantitatif yaitu jenis data yang berkaitan dengan jumlah atau kuantitas yang berbentuk angka. Sehingga data hitungnya disimbolkan dalam bentuk ukuran-ukuran tertentu,

b. data kualitatif merupakan jenis data yang memiliki hubungan dengan nilai kualitas, misalnya sangat baik, baik, sedang, cukup, kurang, dan lain sebagainya,

c. data nominal, data ordinal, data interval atau rasio,

d. data primer atau data sekunder.

2. Suharsimi Arikunto

Sementara itu, Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa instrumen sebagai alat bantu yang digunakan oleh peneliti ketika mengumpulkan data. Tujuanya adalah agar penelitian sistematis dan mudah.

3. Notoatmodjo (2010)

Menurut Notoatmodjo, instrumen penelitian atau instrumen observasi adalah alat-alat yang digunakan untuk mendapatkan atau mengumpulkan data. Caranya bisa dengan menggunakan kuesioner, formulir observasi, dan formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data, dan lain sebagainya.

4. Suryabrata (2008)

Suryabrata mengungkapkan pendapatnya bahwa instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk merekam keadaan atau aktivitas yang berupa atribut-atribut psikologis. Istilah atribut psikologis memang kurang familiar, akan tetapi atribut tersebut dibagi menjadi dua, yaitu atribut kognitif dan atribut non-kognitif.

Atribut kognitif merupakan atribut yang identik dengan pertanyaan, sementara atribut non-kognitif merupakan atribut yang berkaitan dengan suatu pernyataan.

Dari penelitian tersebut, jelas bahwa instrumen observasi merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suatu data pada penelitian yang mana perlu diketahui bahwa instrumen penelitian dengan jenis kuantitatif dan instrumen penelitian kualitatif tidaklah sama.

Di dalam instrumen penelitian kualitatif, instrumen pengumpulan data yaitu adalah peneliti itu sendiri, sehingga peneliti yang melakukan pengamatan, bertanya, mendengar, dan juga mengambil data penelitian. Oleh sebab itu, peneliti dituntut untuk mendapatkan data yang valid, sehingga data yang diperoleh tidak sembarangan dan juga dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, maka kondisi informasi yang didapatkan juga harus jelas dan sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dilakukan agar data yang dikumpulkan dapat diakui kebenarannya.

Sementara itu, dalam penelitian kuantitatif, biasanya data akan didapatkan dengan menggunakan angket atau kuesioner yang mana data tersebut akan dikuantifikasikan dan dapat diolah secara statistik. Yang mana bila terdapat data yang ternyata menyimpang dari ketentuan statistik, maka dapat diabaikan saja.

Sehingga dari penjelasan tersebut dapat ditarik garis besar bahwa instrumen observasi kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan, yang mana perbedaannya terletak pada jenis data yang didapatkan. Data kualitatif bersifat sebagai pernyataan, sementara data kuantitatif disajikan dalam bentuk angka atau simbol yang kemudian diolah secara statistik.

Baca Juga:

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli dan Cara Membuatnya

Manfaat Penelitian: Pengertian, Karakteristik, Fungsi, dan Contoh

Pengertian Tabel, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

Validasi Data Penelitian: Pengertian, Metode, dan Contoh Lengkap

Macam-macam Instrumen Observasi

Instrumen observasi tentu saja memiliki beberapa jenis atau beberapa macam yang digunakan sesuai dengan kebutuhan observasi atau kebutuhan penelitian. Di bawah ini merupakan beberapa macam instrumen observasi yang nantinya dapat Anda pilih untuk digunakan sebagai salah satu proses mencari data.

1. Kuesioner

Jenis instrumen observasi yang pertama adalah kuesioner. Kuesioner merupakan instrumen yang berisi mengenai daftar pertanyaan. Daftar pertanyaan tersebut digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dari responden. Artinya, kuesioner ini berisi serangkaian pertanyaan yang dibuat secara terstruktur dan juga tidak terstruktur.

Jika kuesionernya salah, maka hasil penelitian yang dilakukan juga akan salah. Sehingga kuesioner ini harus dirancang dengan sangat hati-hati, valid, reliabel, dan juga berdasarkan fakta. Hal tersebut dilakukan agar data yang didapatkan dapat divalidasi dengan tepat.

Ada pun di bawah ini merupakan kriteria kuesioner yang baik, yaitu harus melengkapi unsur-unsur seperti:

a. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner tersebut tidak boleh ambigu, artinya harus memiliki satu interpretasi saja,

b. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner tersebut harus mudah dipahami oleh responden,

c. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner itu harus mampu memiliki jawaban yang tepat,

d. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner tersebut tidak boleh mengandung kata-kata yang tidak jelas artinya,

e. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner seharusnya tidak memerlukan perhitungan yang ketat,

f. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner tidak mengharuskan responden untuk memutuskan klasifikasi tertentu,

g. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner tidak boleh memicu jawaban yang bias atau tidak jelas,

h. kuesioner tidak boleh terlalu panjang,

i. pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner tidak boleh terlalu bertele-tele, dan

j. kuesioner tersebut harus mencakup objek yang tepat.

Dengan penjelasan tersebut maka jika dibandingkan dengan jenis instrumen observasi yang lain, kuesioner ini memiliki keunggulan. Keunggulannya misalnya pada data pribadi responden yang dapat disembunyikan, sehingga responden bisa menjadi anonim atau tidak dikenal. Data yang dikumpulkan juga dapat berjumlah besar meski dilakukan dalam waktu yang singkat.

Meski demikian, kuesioner ini juga memiliki kelemahan atau kekurangan, yaitu pada beberapa pertanyaan yang terkadang membingungkan responden, sehingga tidak bisa diklasifikasikan. Hal ini karena peneliti juga tidak memiliki tempat untuk menjelaskan pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner tersebut sehingga bisa menyulitkan responden.

2. Observasi

Jenis instrumen yang selanjutnya adalah observasi. Observasi ini menggunakan metode pengamatan perilaku atau situasi individu. Ada dua jenis observasi yang digunakan yaitu observasi partisipan dan juga observasi non-partisipan. Ada pun berikut merupakan perbedaan observasi partisipan dan observasi non-partisipan.

a. Observasi Partisipan

Observasi partisipan artinya peneliti merupakan anggota kelompok yang akan diamati. Hasil penelitian tersebut akan didapati hasil yang akurat dan tepat waktu, akan tetapi bisa jadi peneliti memiliki masalah bias.

b. Observasi Non-partisipan

Jenis observasi ini di mana peneliti bukan merupakan anggota yang di amati, sehingga hasil yang didapatkan akan lebih layak karena terbebas dari bias, tetapi memiliki kekurangan yaitu masalah ketidaktepatan hasil dan juga hasil yang tertunda.

Jenis instrumen pada observasi ini memiliki kelebihan yaitu lebih fleksibel dan murah untuk dijalankan. Metode ini menuntut adanya kerjasama yang kurang aktif dari yang diamati dan hasilnya dapat diandalkan untuk kegiatan penelitian. Meski demikian, ahli Akinade dan Owolabi menegaskan bahwa metode observasi ini merupakan alat yang paling populer dalam penelitian, terutama pada ilmu perilaku dan sosial.

Dalam menjalankan metode ini, diperlukan keterampilan khusus untuk membuat dan juga menilai pengamatan perilaku di dalam penelitian. Karena ketika melakukan pengamatan perilaku, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah mengembangkan kategori perilaku melalui skema pengkodean dan melibatkan pengidentifikasian atribut spesifik yang mampu memberi petunjuk atas masalah yang dihadapi.

3. Wawancara

Instrumen observasi melalui wawancara ini biasanya dipakai di penelitian kualitatif. Cara yang dilakukan adalah peneliti mengumpulkan informasi dari responden melalui interaksi verbal. Namun sebelumnya peneliti akan menyiapkan daftar pertanyaan yang terstruktur dan berkaitan dengan penelitian.

Setelah itu, peneliti akan bertemu dengan narasumber dan mengajukan pertanyaan. Instrumen ini menggunakan peralatan dan perlengkapan yang dapat difungsikan untuk wawancara, misalnya recorder, kertas, pulpen, laptop, dan alat bantu lainnya.

Cara wawancara ini dapat dilakukan baik secara pribadi atau bertatap muka langsung atau juga bisa menggunakan telepon maupun sistem pesan pribadi, baik melalui pesan singkat, email, dan lain sebagainya.

Metode wawancara ini memiliki keuntungan yaitu menghasilkan tingkat respons yang tinggi dan juga dapat mewakili seluruh populasi penelitian. Tidak hanya itu, kontak atau hubungan pribadi antara peneliti dan responden juga memberi kesempatan peneliti menjelaskan pertanyaan sehingga tidak membingungkan dan dapat dengan detail disampaikan.

Meski demikian, metode ini memiliki kekurangan yaitu jumlah narasumber yang dijangkau tidak bisa banyak karena adanya keterbatasan waktu, tempat, dan juga tenaga peneliti.

4. Eksperimen atau Percobaan

Metode yang selanjutnya yaitu pengumpulan data melalui eksperimen atau percobaan. Metode ini dapat dilaksanakan dalam penelitian sains murni dan terapan dengan melakukan beberapa percobaan di dalam pengaturan laboratorium untuk menguji beberapa reaksi yang mungkin bisa terjadi pada objek penelitian.

Selain itu, kelebihan di dalam metode ini adalah menghasilkan data secara langsung dan datanya dapat bertahan dan bebas dari kesalahan yang dijalankan selama proses penelitian, jika dalam kondisi yang normal. Sementara itu, kelemahan metode ini adalah membutuhkan biaya yang cukup mahal karena biaya bahan kimianya dan juga berisiko menyebabkan kerusakan permanen jika peneliti ceroboh.

5. Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion)

Diskusi terpumpun atau diskusi kelompok atau focus group discussion (FGD) ini merupakan penelitian dalam bentuk diskusi yang mana instrumen ini memungkinkan peneliti mendapatkan data dari sekelompok besar orang pada saat yang sama. Metode ini merupakan diskusi terarah, yang tentu berbeda dengan wawancara.

Peneliti dapat memeroleh data dari sejumlah orang yang bergabung di dalam kelompok dengan menggunakan metode diskusi terarah. Dalam FGD ini, peneliti harus mampu mengidentifikasi informan kunci yang dapat dihubungi dengan tujuan dapat memeroleh informasi yang layak mengenai variabel yang dikaji di dalam penelitian.

Pendekatan ini dapat digunakan untuk menghasilkan data penelitian kualitatif dalam menjelaskan suatu fenomena atau kejadian yang sedang diselidiki. Meski berkelompok, namun FGD ini tidak boleh lebih dari 10 orang dan harus di dalam lokasi yang kondusif.

Sebelumnya, peneliti harus merancang panduan FGD sebelum memulai diskusi yang mana panduannya berisi garis besar untuk menangkap variabel yang menarik. Keuntungan menggunakan metode ini adalah menambah kredibilitas dan orisinalitas pada kegiatan penelitian.

Sementara itu, tantangan dalam metode ini adalah terlalu banyak biaya yang dikeluarkan dan membutuhkan waktu untuk menerapkannya dan juga memerlukan beberapa responden yang bisa jadi tidak bebas dalam berkontribusi.

Baca Juga:

Pendekatan Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkapnya

90+ Contoh Rumusan Masalah untuk Penelitian, Skripsi, dan Karya Ilmiah

Instrumen Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Desain Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Langkah-langkah Membuat Instrumen Observasi

Berikut adalah langkah-langkah membuat instrumen observasi.

1. Memahami Masalah, Variabel, dan Tujuan

Anda harus menentukan dan memahami apa tujuan penelitian dengan jelas, apa masalah yang akan diteliti, dan apa saja variabel yang harus diteliti. Ketiganya harus disertai indikator yang jelas karena dengan demikian, Anda akan mudah menentukan pertanyaan yang harus disampaikan pada subjek penelitian.

2. Memahami Sumber Data atau Responden

Anda juga harus memahami sumber data baik dalam hal jumlah maupun keberagamannya agar dapat dijadikan acuan atau bahan dasar untuk menentukan isi, bahasa, atau sistematika. Karena instrumen ini nanti akan diberikan kepada responden, maka Anda harus menyesuaikan instrumen dan responden dengan seakurat mungkin.

3. Menentukan Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Pastikan instrumen yang Anda siapkan valid dan juga sahih. Hal ini agar Anda juga mendapat jawaban yang dapat diterima dan relevan, karena penting bagi Anda untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya.

4. Pemilihan Instrumen

Pastikan Anda memilih instrumen yang mudah dan praktis serta menghasilkan data yang sebaik-baiknya dari responden. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam pemilihan instrumen yaitu akurasi dan presisi.

Contoh Instrumen Observasi

Pedoman Observasi Penelitian

NoPedomanAspekTujuan
1Observasi yang dilakukan ke berbagai kegiatan di Desa Maju Jaya dalam hal pemberdayaan masyarakat.Kantor Desa Maju JayaMengamati kegiatan yang dilakukan di Desa Maju Jaya dalam pemberdayaan masyarakat.
2Sarana prasarana yang dimilikiMelihat secara langsung sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Desa Maju Jaya dalam menunjang proses pemberdayaan masyarakat.
3Suasana lingkunganMelihat suasana selama proses berlangsungnya kegiatan pemberdayaan masyarakat.
4Proses kegiatan pemberdayaan masyarakatMengamati proses kegiatan belajar yang dilakukan pengurus Desa Maju Jaya melalui berbagai divisinya untuk melakukan pembinaan pemberdayaan masyarakat.
5Peran dalam pelaksanaanMelihat peran yang dilakukan perangkat Desa Maju Jaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Artikel Terkait:

Mengenal Tuntas Cohort dalam Penelitian

Validasi Data Penelitian: Pengertian, Metode, dan Contoh Lengkap

Distribusi Probabilitas: Pengertian, Karakteristik, Macam, dan Contohnya

Reduksi Data: Pengertian, Tujuan, Langkah-Langkah, dan Contohnya

Jenis Data Penelitian yang Perlu Diketahui

Responden Penelitian: Karakteristik dan Syarat-Syaratnya

Jenis Angket Penelitian yang Wajib Diketahui